
Suasana semakin mencekam di dalam ruangan Alex.Bahkan udara terasa semakin menipis bagi Andreas dan Papanya.Setelah ucapan Alex tadi,Papanya Andreas tak bersuara lagi.Alexander Abraham yang ada di depannya ini bukanlah orang sembarangan.Alex juga terkenal lebih kejam di banding Papanya yaitu Abraham.Dia tidak akan segan-segan melumpuhkan lawannya jika sudah merasa terusik.Apalagi dirinya sendiri yang di usik.
"Kalau boleh tahu hukuman apa yang di berikan anda untuk anak saya."Tanya Pak Vincent takut-takut.
"Jika anda menyerahkan hukuman anak anda ke saya.Itu terserah saya mau melakukan apapun kepada anak anda.Beda lagi kalau anda menyerahkan Andreas ke polisi.Saya serahkan keputusannya kepada kepolisian Hukuman untuk anak anda."
"Tapi saya jamin hukuman yang Andreas dapatkan akan berat.Karena ini termasuk dalam pembunuhan berencana."Lanjut Alex.
"Pa."
Andreas menggeleng,dia tidak mau masuk penjara tapi juga tidak mau mendapatkan hukuman dari Alex.Andreas pernah mendengar dari temannya yang pernah mengganggu bisnis Alex.Temannya itu mengalami hal yang mengerikan.Semua kuku tangannya tercabut,Kaki dan tangannya patah.Hingga dia harus menggunakan kursi roda beberapa bulan.Membuat Andreas bergidik ngeri membayangkannya.
"Penjara kan saja Andreas Tuan."Putus Tuan Vincent.
"Papa,aku tidak mau masuk penjara."Rengek Andreas.
"Tapi Papa lebih tidak mau kamu di hukum oleh Tuan Alex,Andreas."Ucap Tuan Vincent tegas.
"Baik kalau itu keputusan anda,tunggu saja polisi datang untuk menjemput anak anda.
Saya masih memandang anda Tuan Vincent karena anda termasuk teman Papa saya,makanya saya memberi anda dua pilihan.Kalau tidak saya akan menghukum pelaku dengan cara saya sendiri lalu melaporkannya ke kantor polisi."
"Tuan apa tidak ada keringanan tentang saham yang anda tarik di Perusahaan saya."Ucap Tuan Vincent takut-takut.Alex menghela nafasnya kasar.
"Saya akan memikirkannya nanti Tuan."
"Baiklah kalau begitu kami permisi,maaf sudah mengganggu waktunya."Menundukkan kepala lalu keluar dari ruangan Alex.
Andreas hanya bisa pasrah,harus menerima kenyataan bahwa dia akan masuk penjara.Harus kehilangan masa mudanya di dalam penjara.
Waktu terus berputar,tiga hari yang lalu Andreas sudah di jemput oleh polisi.Alex menyerahkan semua urusannya kepada pengacaranya.Alex meminta agar Andreas di hukum dengan hukuman seberat-beratnya.
🎗️
🎗️
🎗️
Malam ini merupakan malam minggu,Alex sudah rapih.Memakai pakaian casual,Baju hitam polos press body memperlihatkan perutnya yang rata dan dadanya yang bidang. Di lapisi jaket jeans tak lupa menyemprotkan parfum agar wangi.Setelah siap Alex berangkat ke rumah Vita.
Di rumah Vita,wanita ini sudah siap dengan dressnya,rambutnya dia urai dan memakai makeup tipis.
"Anak Mama mau malam mingguan yaa."Ucap Mama Ranti yang berada di ruang TV.
"Iya Ma,Mama sama Papa mau di Bawakan apa nanti?"
__ADS_1
"Papa pengen makan martabak manis Vita,toping coklat keju yaa.Sudah lama Papa tidak makan martabak."
"Oke Ma,kalau Mama?"
"Mama makan martabak aja nanti sama makan."
Ternyata ada satu orang lagi yang tidak ditanyai,bahkan kehadirannya seperti tak di anggap.Mulutnya bahkan sudah Cemberut dari tadi.
"Kak Vita,kok aku gak di tanyain sih mau di bawain apa gitu."Ucap Vicky dengan wajah cemberut.
"Eehh..Kakak gak lihat kalau ada adik kakak yang ganteng ini disini."Mama dan Papa Vita hanya menggelengkan kepala.
"Isshhhh..kakak mah."
"Memangnya adik kakak ini mau di belikan apa sih?"
"Aku mau seafood Korea kak,"Ucapnya dengan antusias.
"Memangnya kakak mau beliin pesanan kamu."Vita membuang wajahnya menahan tawa.Wajah Vicky makin di tekuk.
"KAKAAAK."Teriak Vicky kesal.
"Ha..ha..haha,"Vita tak dapat lagi menahan tawanya melihat adiknya yang hampir menangis baru dia menghentikan tawanya.
"Iya iya nanti kakak belikan,gitu aja ngambek."Vita mencolek dagu Vicky.
"Yah Mama,kalau gak pedas gak enak ma."
"Gak pedas atau gak di belikan."Mama Ranti memberikan dua pilihan.
"Ya sudah jangan pedas."Ucap Vicky lemas.Padahal Vicky sudah membayangkan sensasi makan seafood Korea yang pedas.Apalagi saat menyeruput kuahnya,mantaap abis.
Alex pun datang, lalu pamit kepada kedua orang tua Vita.
"Kamu mau makan apa sayang?"Tanya Alex saat mereka sudah berada di jalan.
"Beneran terserah aku mau makan di mana?"Tanya Vita memastikan.Alex hanya mengangguk sambil tetap fokus menyetir.
"Aku mau makan sate ayam di pinggir jalan,kamu mau gak?"Tanya Vita pelan,dia takut Alex tak mau.
"Boleh,mau makan dimana?"Jawab Alex santai.
"Beneran mas kamu mau makan sate di pinggir jalan?"Tanya Vita memastikan.
"Benar dong sayang,apa sih gak buat kamu."Sambil melirik sebentar ke Vita.
__ADS_1
"Emangnya kamu gak malu kalau nanti ketemu karyawan kamu atau bahkan klien kamu."
"Ya engga lah kenapa harus malu sih sayang.Kita kan makannya bayar gak nyuri.Aku sebenarnya dalam hal makanan gak terlalu milih.Walaupun di pinggir jalan asal tempatnya nyaman dan juga bersih aku mau kok."Vita di buat melongo mendengar ucapan Alex.
"Duh,aku jadi tambah kagum dan cinta deh sama kamu mas."Ucap Vita langsung menyandarkan kepalanya di bahu Alex,lebih merapatkan tubuhnya.Alex mengecup Vita sekilas.
"Nanti aku tunjukkan tempat sate yang enak tempatnya juga bersih dan nyaman."Vita antusias, karena dia sudah lama tidak makan sate.
Mereka sampai di tempat pedagang sate.Benar kata Vita kalau tempat sate disini bersih dan juga nyaman walaupun berada di pinggir jalan.
"Gimana enak kan mas satenya."Tanya Vita saat mereka makan.
"Iya ini beneran enak sayang."Alex pun makan dengan lahap.
Alex pun membelikan sate juga untuk keluarga Vita, walaupun Vita sudah bilang kalau Papa dan Mama nya minta di belikan martabak.
Setelah itu mereka pun langsung pulang karena kata Alex dia ingin ngobrol-ngobrol di rumah Vita saja.Tak lupa membeli pesanan si bocil Vicky,kalau lupa bisa berabe nanti.Sampai di rumah Vita langsung masuk ke ruang tengah dan menyerahkan pesanan keluarganya.Vita juga mengambil beberapa potong martabak untuk di bawa ke depan.
Vita kembali ke depan,dia duduk di seberang Alex,membuat Alex langsung cemberut tak suka.
"Kenapa duduknya disana, memangnya gak mau dekat-dekat sama aku?"Ucapnya sambil memasang wajah sendu dan itu membuat Vita menahan senyumnya.
"Iyaa,aku pindah.Kok mukanya di tekuk gitu?"Tanya Vita dengan senyumannya.
"Ya habisnya kamu kenapa duduknya jauh gitu."Alex langsung memeluk pinggang Vita,membuat Vita langsung terdiam kaku.
Bukannya gak mau dekat-dekat,jantung gue dag dig dug kalau dekat-dekat gini.Duh nih tangan juga kenapa langsung pegang pinggang gue sih...Sambil melirik tangan Alex yang berada di pinggangnya.
"Kenapa malah diam."Tanya Alex heran.
"Aku,belum terbiasa duduk terlalu dekat dengan cowok seperti ini mas."Ucapnya jujur.
Membuat Alex gemas dibuatnya,rupanya kekasihnya kali ini benar-benar polos.Alex pun merasakan tangan Vita yang dingin,saat Alex menggenggamnya.Lalu Alex mencium kening Vita,membuat Vita reflek menutup matanya merasakan benda kenyal itu menempel di keningnya.
"Aku jadi gemas deh sama kamu sayang.Kamu akan terbiasa nanti dengan sentuhan-sentuhan aku."
"Gak usah macam-macam ya mas."Ucap Vita penuh ancaman.
"Aku gak akan macam-macam,kamu tenang saja.Aku akan menjaga kamu penuh kasih sayang."Ucap Alex sambil mencium tangan Vita.Membuat Vita tersenyum.
"Ternyata kamu pintar gombal ya mas."
"Siapa yang gombal?yang aku bilang benar yaa."Alex tak terima.
Mereka berdua pun asyik mengobrol, membicarakan kehidupan pribadinya.Mencoba lebih dalam lagi mengenal karakter masing-masing.Bahkan Vita sering kali terdengar tertawa renyah mendengar ucapan Alex.
__ADS_1
Rupanya kamu humoris juga ya mas,aku baru tahu sifat kamu yang sebenarnya..