
Setelah panjang lebar bercerita pada Rendra,Alex pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.Alex ingin menanyakan langsung kepada Mama nya.Apa benar yang di katakan Rendra tadi,Mamanya mengetahui semuanya tentang Karin.Tapi kenapa Mamanya tak pernah memberi tahu tentang hal ini.
Alex sampai di rumahnya, rupanya lampu sudah temaram.Berarti Mama dan Papanya sudah masuk ke dalam kamar.Alex mengurungkan niatnya untuk berbicara pada Mama nya.Mungkin nanti pagi dia akan berbicara pada Mamanya.Alex langsung masuk ke dalam kamarnya, langsung masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya juga mengganti baju.
Setelah selesai Alex mengambil ponselnya,selama di rumah Rendra tadi dia sudah mengisi daya baterai ponselnya.Jadi kini ponselnya sudah bisa menyala.Terlihat beberapa Panggilan tak terjawab dari Vita dan juga beberapa pesan yang juga dari Vita.Pantas saja Vita tadi begitu marah padaku,gumamnya.
Alex kemudian mencoba menelpon Vita,panggilan pertama tidak di angkat Alex kembali menelpon Vita hingga panggilan ke sepuluh Vita tak mengangkatnya.
Aakkhhh..SIAAALL..
Ini semua gara-gara Karin,dia berhasil buat aku dan Vita bertengkar begini.Alex sangat kesal.
Sementara di rumah Vita, ternyata gadis itu sedang asyik menonton film Drakor kesukaannya.Vita sengaja mengabaikan telepon dari Alex, karena dirinya masih kesal.Walaupun tak di pungkiri saat di dalam mobil tadi ucapan Alex membuatnya senang dan Vita pun dapat melihat jika Alex berkata jujur dan yang pasti Vita sangat senang mendengarnya.Tapi Vita tak mau luluh begitu saja kepada Alex dan langsung memaafkannya begitu saja.
"Rasain emang enak di cuekin."Ujarnya dan lanjut menonton film di laptopnya sambil makan cemilan.
Padahal di rumah Alex,lelaki itu blingsatan karena Vita mengabaikan telepon darinya.Tak hanya menelpon,Alex juga mengirimkan banyak pesan kepada pesan yang sengaja di abaikan oleh Vita.
Alex yang masih gelisah karena tak mendapat balasan dari Vita akhirnya bisa tertidur juga, walaupun dirinya tertidur sudah tengah malam bahkan mendekati pagi.Padahal Vita justru santai saja tak mau memikirkan masalah tadi dan lebih mengalihkan pikirannya dengan menonton Drakor.
Pagi pun menjelang,suasana pagi ini mendung seperti yang di alami Alex dari semalam sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.Alex menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan langkah tak semangat.
"Pagi Ma,Pa."Sapanya pada kedua orang tuanya.
"Pagi sayang,kenapa lemas begitu tak semangat.Apa sedang marahan sama Vita."Tebak Mama Rebecca.
"Ya begitulah ma,semua gara-gara Karin."
__ADS_1
"Karin?apa hubungannya kamu marahan sama Vita dengan Karin?"Tanya Mama.
"Kemarin malam Karin menjebakku Ma dan..."Alex menceritakan kejadian semalam pada Mama dan papanya.
"Ya sudah kau makan dulu Lex."Ucap Papa nya.
"Ma, Setelah makan ada yang ingin aku tanyakan pada Mama tentang Karin."Mama Rebecca mengangguk,semalam Rendra sudah mengiriminya pesan dan memberi tahu bahwa Alex sudah tahu semua tentang Karin.
Kini Alex dan orang tuanya sudah duduk di ruang tengah.
"Ma, langsung saja,apa benar jika Karin merupakan seorang mafia?"Tanya Alex pada intinya.
"Benar,pasti Rendra yang memberi tahu mu."Alex mengangguk.
"Tapi kenapa Mama tidak memberi tahu Alex justru Mama hanya memberi tahu Rendra."
"Maafkan Alex ma,Alex salah selama ini sama Mama.Jadi Mama tahu semua tentang Karin?"
"Ya,Mama tahu semuanya tentang Karin.Dia sebenarnya anak dari seorang mafia Alex.Semenjak Karin menghilang dan tak ada kabar sampai anak buahmu semua di kerahkan bahkan anak buah Papa pun ikut turun tapi ada satupun dari kalian yang mengetahui keberadaan Karin bukan?Karena Karin di lindungi oleh orang yang sangat berpengaruh.Papa Karin merupakan tangan kanan dari ketua mafia yang di takuti di negaranya.Jadi kamu harus hati-hati dengan Karin,dia tidak sepolos dan sebaik yang kamu lihat.Karin akan melakukan apapun agar keinginannya tercapai.Mama juga tahu waktu itu mobil Vita di serang,itu juga suruhan Karin bukan?"Alex hanya diam mendengarkan ucapan Mamanya.
"Iya Ma, sepertinya setelah ini Alex akan lebih berhati-hati lagi dengan Karin.Kemarin adik Vita juga hampir jadi korban penculikan Ma,dan aku yakin jika Karin dalangnya."
"Astaga,jadi sekarang Karin juga mengincar keluarga Vita Alex?Mama baru mendengar hal ini.Jaga Vita dan keluarganya Alex,jangan sampai terjadi apa-apa pada mereka.Jangan dari dekat karena itu akan membuat mereka tak nyaman,jaga mereka dari jauh tapi juga masih terjangkau."
"Iya ma,Alex akan menempatkan beberapa bodyguard pada keluarga Vita.Kalau begitu Alex pergi ke kantor dulu ya Ma.Papa gak ke kantor?"
"Sebentar lagi Papa berangkat kamu duluan saja."Alex pun bangkit dan keluar dari rumahnya menuju kantor.
__ADS_1
Di tempat lain,Vita pun kini sudah dalam perjalanan menuju tempat dia bekerja.Vita harus tetap bersikap profesional saat dia bertemu Alex nanti.
"Pokoknya aku hari ini aku mau cuek sama Alex,biar tahu rasa dia.Aku gak mau luluh sama dia begitu saja.Apalagi cuma di kasih coklat,gak akan luluh.Lihat saja nanti."Gumam Vita.
Sampai di kantor, seperti biasa Vita langsung mengerjakan tugasnya.Melihat jadwal Alex hari ini dan menyusun kegiatan kegiatan Alex berikutnya.Vita langsung di sibukkan dengan pekerjaan kantor,setengah jam setelah itu Alex muncul.
"Pagi Tuan Alex."Sapa Vita seperti biasa,tapi kali ini ada yang berbeda tak ada senyum manis di bibirnya,Vita memasang wajah datar.Alex langsung mengusap wajah Vita.
"Senyuum."Sambil menarik sedikit pipi kanan dan kiri Vita.
"Apaan sih,sakit tahu."Vita menepis tangan Alex.
"Ini Tuan berkas yang harus Anda periksa dan tanda tangani.Kalau begitu saya permisi."
"Tunggu."Alex menghentikan langkah Karin Yang sudah memegang gagang pintu.
"Ada apa lagi Tuan?"
"Senyum dikit dong,biar aku semangat."Vita tak menghiraukannya berlalu begitu saja dan keluar dari ruangan Alex.
"Kapok,syukurin emang enak di cuekin."Ucap Vita Setelah keluar dari ruangan Alex.
Sementara Alex merasa frustasi karena Vita begitu cuek padanya dan yang pasti masih marah kepadanya.Alex mengacak-acak rambutnya juga mengusap wajahnya berkali-kali.
"Siaall.."Alex menggebrak meja karena saking kesalnya.
Awas saja kau Karin aku tidak akan pernah memaafkan mu apalagi sampai kembali kepadamu.Aku tidak Sudi..
__ADS_1