
Di sebuah mobil berwarna hitam,ada sekitar empat orang lelaki bertubuh tinggi besar dan kekar.Saat ini mereka sedang berada di pinggir jalan tak jauh dari sekolah dasar tempat Vicky sekolah.Sebentar lagi jam sekolah usai, mereka sudah siap dengan rencananya.
Ya,mereka berencana akan menculik Vicky sesuai dengan perintah Karin.
"Kalian perhatikan baik-baik foto anak itu."
Bel berbunyi,semua siswa berhamburan keluar kelas menuju gerbang sekolah.Salah satu orang yang di dalam mobil keluar untuk memantau.Tak lama Vicky terlihat di luar gerbang tetapi Vicky langsung masuk ke dalam mobil jemputan, orang yang memantau langsung masuk kembali ke dalam mobil.Mobil mereka mengikuti mobil Vicky,saat mobil tersebut melewati jalan yang agak sepi,mobil yang mengikuti segera menghadang mobil tersebut dan berhenti di mobil Vicky.
"Pak,mereka siapa?kenapa mereka menghadang mobil kita."Tanya Vicky takut.
"Den Vicky tenang dulu yaa,jangan keluar dari mobil yaa apapun yang terjadi."Ucap sang sopir.
"Ini hp saya,telpon Papa atau Mama den Vicky."Ucapnya lagi sambil menyerahkan ponsel miliknya.
Pintu mobil pun di ketuk dengan keras.
"Buka pintunya..!!"Mereka berempat mengelilingi mobil Vicky.
Vicky langsung menelpon Papa nya.
"Ya halo,Ada apa Pak?"Tanya Papa Sandy saat telpon sudah di angkat.
"Pa,ini Vicky,tolong Vicky Pa mobilnya di hadang di tengah jalan,ada 4 orang yang mengelilingi mobil kita Pa,Vicky takut."Ucap Vicky cepat dengan penuh ketakutan.
Terdengar pula orang teriak dari sebrang sana.Mereka masih menggedor-gedor pintu mobil sambil berteriak-teriak.
"Astagfirullah,kamu sekarang sekarang dimana Nak,Papa menyusul."
"HEEIII...BUKA PINTUNYA..CEPAT KELUAR KALIAN..!!"
"Den,pegangan yang kuat,saya akan memundurkan mobil ini,kita harus lolos dari sini.Bapak gak mau kenapa-kenapa."Vicky berpegangan erat.
"Kami sedang di jalan yang agak sepi itu pa arah pulang."
Klik.. Panggilan langsung terputus.
"Vicky,haloo Vicky..."Papa Vita kalang kabut,dia segera menelpon Vita karena jarak yang di sebutkan Vicky tersebut dekat dengan kantor Vita.
Panggilan pertama tidak di angkat,Vita tak melihatnya karena dia sedang mengerjakan pekerjaannya.Panggilam kedua,Vita merasakan ponsel yang di dalam lacinya bergetar.Vita heran tumben sekali Papa nya menelpon jam segini,Vita pun segera menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum,ada apa Pa?"
"Vita,tolong Vicky,mobil jemputan Vicky ada yang menghadang di jalan."Ucapnya dengan nada cemas.
"APAAA..!! di hadang dimana Pa?"
"Di jalan arah rumah kita yang sepi itu Vita, dekat dengan kantormu,tolong adikmu Vita Papa juga akan kesana."
__ADS_1
"Iya Pa,Papa tenang saja,Vita akan minta bantuan sama Alex,"Vita langsung saja menutup Panggilan telepon Papa nya lalu berdiri dan berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan Alex.
"Maaf tidak mengetuk pintu terlebih dahulu,ini darurat mas."Ucap Vita dengan nada cemas.
"Ada apa sayang?"Tanya Alex.
"Adik aku Vicky, mobilnya sedang di hadang oleh mobil lain mas,aku takut terjadi sesuatu dengan Vicky mas."
"Sayang,kamu tenang dulu."Alex langsung berdiri dan berjalan mendekati Vita.
"Aku gak bisa tenang mas,tolong adik aku.Saat ini mobilnya sedang di hadang mobil lain.Tolong bantu aku mas."Vita mulai menangis.
Alex langsung menghubungi Rendra.
"Adikmu di hadang di mana sayang?"Tanya Alex sambil berusaha menenangkan Vita.Vita masih menangis sesenggukan.
"Ke ruangan ku sekarang,"Ucap Alex saat telponnya di angkat Rendra.
Rendra pun langsung datang ke ruangan Alex.
"Ada apa Lex?Vita kenapa?"
"Mobil yang menjemput adiknya Vita sedang di hadang oleh mobil lain,kau kerahkan anak buahmu segera."Titah Alex.
"Di daerah mana?"Tanya Rendra sambil menghubungi anak buahnya.
"Di daerah yang agak sepi dekat kantor itu mas."Jawab Vita sambil terus menangis.
"Aku mau ikut."Ucap Vita.
"Ini bahaya sayang,kamu tunggu disini.Kita sudah tidak ada waktu lagi.Nanti aku kabari."Akhirnya Vita mengangguk.
Alex dan Rendra bergegas turun ke bawah dan keluar dari kantor menuju lokasi.Anak buah Alex juga sedang menuju kesana.Vita terus saja berdoa semoga adiknya tidak kenapa-kenapa.
Sementara itu di jalanan,Sopir membunyikan klakson mobil berkali-kali,membuat empat orang yang berada di luar semakin di buat emosi.
"HEEEIII..CEPAT TURUN SERAHKAN ANAK ITU PADA KAMI..!!"
"Den Vicky tolong pegangan yang erat yaa Den,saya akan mundur secara tiba-tiba lalu akan melajukan mobil dengan cepat."Vicky mengangguk,wajah Vicky tampak pucat karena ketakutan.
Mobil Vicky masih terus di gedor gedor dari luar,sang sopir sudah siap dengan kakinya yang akan menginjak gas.Dan mobil Vicky pun mundur secara tiba-tiba membuat empat orang di luar mobil mundur ke belakang.
"SIAAALAANN..!!"Maki orang tersebut.
Mobil yang di tumpangi Vicky terus mundur menjauh,setelah di rasa cukup mobil pun melaju dengan kencang.Buru-buru empat orang tersebut kembali masuk ke dalam mobil.
Hp sopir berdering ada panggilan dari Vita, Vicky langsung menjawab telponnya.
__ADS_1
"Halo Kak,tolong aku.Aku takut."Ucapnya sambil menangis.
"Kami tenang dek,ini Mas Alex sedang kesana,kamu aktifkan GPS hp itu yaa biar mas Alex mudah melacaknya.Kamu tenang saja kamu pasti aman.Sekarang kamu dimana masih diam di tempat atau jalan lagi?"
"Mobilnya jalan lagi Kak,karena kalau keluar pasti aku di bawa sama mereka.Mereka mengincar aku Kak.Aku takut."
"Coba loud speaker hp nya dek.Pak tolong bapak tetap saja jalan,jalan ke arah yang ramai orang ya Pak,kalau nanti di hadang lagi lakukan seperti tadi ya Pak,jangan sampai Bapak keluar dari mobil,gak lama lagi bos aku kesana dengan anak buahnya.Tolong jaga Vicky
"Iya neng."
Mobil pun melaju dengan kecepatan kencang,mobil di belakang masih mengikuti.
Kalau saja diriku masih muda seperti dulu aku akan menghadapi kalian...Batin sang sopir
Dulunya si sopir merupakan mantan seorang bodyguard, berhubung dirinya yang sudah tak muda lagi jadi sang sopir beralih profesi menjadi sopir pribadi di keluarga Vita.Bisa saja dia keluar dan melawan empat orang tersebut,tapi dirinya tak yakin jika masih sanggup menghajar mereka hingga mereka menyerah.
Mobil belakang terus saja membunyikan klakson mobilnya.Dan akhirnya mobil Vicky kembali di hadang.
"Pak gimana ini,mobil kita kembali di hadang."Ucap Vicky kembali takut.
"Tenang den tenang."
Buughh..Bughhh..
Bunyi pintu kembali di gedor dengan kencang.
"Sopir sialan cepat buka pintunya."Sambil membuka paksa pintu mobil.
"Kalian Mau apa?"Tanya sopir dari dalam mobil.
"Serahkan anak laki-laki itu pada kami, setelah itu kau boleh pergi."
"Saya tidak akan menyerahkannya."
"Buka,atau aku hancurkan kaca mobil ini!"Ucapnya sambil memegang balok kayu.
Mau tak mau sopir pun membuka pintu mobilnya.
"Jangan buka pintu mobilnya ya den,bapak akan mencoba menghadapi mereka."Vicky mengangguk,lalu dia kembali menelpon Vita.
"Kakak mobil kami kembali di hadang,pak sopir saat ini sudah berada di luar sedang di hajar sama mereka,tolong aku Kak,mereka akan menculik aku."
"Sabar ya dek sabar, sebentar lagi mas Alex sampai."
Kenapa mas Alex lama sekali sih...
"Buka pintunya adik kecil."Ucap salah satu mereka mendekati mobil Vicky.
__ADS_1
Empat lawan satu lawan yang tak seimbang juga tenaga yang tak seperti dulu membuat sang sopir terkena pukulan beberapa kali dan akhirnya sang sopir pun tumbang jatuh pingsan, setelah salah satu mereka memukul tengkuknya dengan balok.
Sebelum kesadaran si sopir menghilang,dirinya melihat beberapa mobil menghampirinya.Setelah itu si sopir pun tak sadarkan diri.