
Mobil yang di dalamnya ada Vicky masih di gedor-gedor oleh empat orang tersebut.Vicky menangis ketakutan,dia tidak tahu harus berbuat apa.
Tiba-tiba beberapa mobil menghampiri mobil Vicky dan mobil yang menghadangnya.Pak sopir sudah tak sadarkan diri akibat pukulan benda tumpul di tengkuknya.Mereka pun keluar dari mobil masing-masing.Total ada empat mobil yang datang.
Orang-orang yang keluar dari mobil tersebut menghampiri empat orang yang mengerumuni mobil Vicky.Membuat empat orang tersebut mundur menjauh.
"Mereka siapa?"Bisik salah satu dari mereka.
"Tidak tahu bos, apa sebaiknya kita mundur saja jumlah mereka lebih banyak."
"Mundur mundur.."Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya dengan kencang.
"Biarkan."Alex mencegah anak buahnya untuk mengejar mobil tersebut.
"Kenapa tidak di kejar Lex?"Rendra heran.
"Biarkan saja,aku sudah tahu siapa pelakunya."Alex tak menjawabnya,dia segera menghampiri mobil Vicky.
"Vicky,buka pintunya ini Kak Alex."Ucap Alex sambil mengetuk pintu mobil.Vicky masih menangis,dia memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya
"Vicky, dengarkan Kakak,ini Kak Alex,buka pintunya."
"Vicky..."Vicky pun membuka kedua matanya,dia melihat ada Alex di luar mobil.Dengan cepat Vicky membuka pintu mobil lalu keluar dan langsung memeluk Alex erat.
"Kak Alex,aku takut."Vicky menangis histeris.
"Tenang Vicky, sekarang kamu sudah aman ada Kakak disini."Alex mengusap-usap punggung Vicky agar tenang.
"Aku takut Kak,mereka bilang akan menculik ku."
"Tidak akan, mereka tidak akan menculik mu, sekarang kita pulang yaa,biar Kak Alex yang antar."
Mobil Papa Sandy pun tiba,lalu berlari mendekati Vicky.
"Vicky...!"Papa Sandy langsung memeluk anaknya.
"Kamu gak apa-apa nak?Papa khawatir sekali."Ucapnya sambil memeluk anaknya dan menciumi pucuk kepala Vicky.
"Aku gak apa-apa Pa,Kak Alex yang menolong ku."
"Terima Kasih nak Alex."
"Sama-sama Om, sebaiknya sekarang kita pulang saja.Kasian Vicky sepertinya masih syok.Nanti anak buah ku yang mengawal kalian."
"Pak Tino mana?"
"Sopir Om pingsan dan sudah di bawa ke RS oleh anak buah ku."
"Sekali lagi terima kasih ya Alex,sudah datang tepat waktu menolong Vicky."
"Sama-sama Om."Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan lokasi itu.
"Alex memangnya kau tahu siapa yang menyuruh mereka?"Tanya Rendra penasaran.
"Aku tahu,"Ucap Alex santai sambil berjalan menuju mobil mereka.
"Siapa?"
"Karin."
"Karin?"
__ADS_1
"Iya Karin,Karin Yang ada di balik semua ini."
"Kenapa kau begitu yakin?"
"Aku tadi melihat isi chat Vita,di situ ada no tak di kenal dan mengancam Vita.Aku yakin bahwa itu Karin.Sebelumnya juga saat Vita di mall,Karin menghampiri Vita dan mengancam Vita.Aku harus menemui Karin."
"Kau yakin akan menemui Karin?"Alex mengangguk.
Alex dan Rendra sudah sampai lagi di kantor.Vita langsung menghampiri Alex.
"Vicky bagaimana mas."Ucap Vita masih dengan nada cemas.
"Vicky aman sayang,dia sudah pulang sama Papamu."
"Alhamdulillah syukurlah kalau Vicky sudah aman.Aku takut terjadi apa-apa dengan Vicky."
"Vicky sudah aman, sekarang kamu tenang yaa."
"Terima kasih ya Mas, kalau begitu aku bisa kembali bekerja dengan tenang."
"Cuma ucapan terima kasih saja gak ada yang lain gitu?"Alex menahan tangan Vita.
"Gak usah yang aneh-aneh deh mas."
"Cium di pipi saja."Ucap Alex dengan wajah memelas.
"Iiisshhh.."Vita pun akhirnya mencium pipi kiri dan kanan Alex lalu segera keluar dari ruangan Alex.Alex tersenyum penuh kemenangan mengusap-usap pipi yang habis di cium Vita.
...----------------...
Di tempat lain,Karin marah besar karena rencananya untuk menculik Vicky gagal.
"Bodoh,kenapa kalian bodoh sekali."
"Sudah kalian pergi sana, benar-benar tidak berguna."Mereka pun pergi dari hadapan Karin.
'Lihat saja Vita,aku akan membuat kau menyesal karena sudah tak menghiraukan ancaman aku.'Ucap Karin dengan penuh emosi.
Tiba-tiba ponsel Karin berdering, tertera nama Alex memanggil.Karin langsung mengangkatnya.
"Halo Alex, akhirnya kamu menelpon ku."Ucap Karin dengan lembut.
"Aku ingin bertemu denganmu,ada yang ingin aku bicarakan."
"Tentu saja,kapan Alex?aku sudah tidak sabar bertemu denganmu."Ucap Karin antusias.
"Nanti malam di restoran biasa kita makan."
"Kau masih mengingat tempat kita itu, baiklah aku akan datang."Setelah itu Alex langsung memutuskan panggilannya.
Setelah itu Karin menelpon anak buahnya agar nanti malam bersiap-siap untuk memfoto dirinya dan Alex saat di restoran nanti.
Kembali ke kantor,tak lama setelah Vita berbicara dengan Alex,Vita menelpon Papa nya.Papa Vita mengatakan jika Vicky baik-baik saja dan tidak ada luka hanya saja Vicky masih terlihat syok.
Apa jangan-jangan ini ulah Karin?Vita bertanya-tanya, mengingat tadi pagi dirinya mendapat pesan ancaman dari Karin.Tapi apa mungkin Karin sampai berbuat nekat seperti ini.Vita tak mau terlalu memikirkan,dia pun melanjutkan pekerjaannya.
...----------------...
Di rumah sakit Pak Tino sudah mendapatkan penanganan oleh dokter.Terdapat beberapa luka memar di wajahnya,juga akibat benda tumpul di kepalanya Pak Tino sudah sadar dari pingsannya tapi dirinya masih sering merasakan sakit.Kini Pak Tino di temani oleh salah satu anak buah Alex.
"Saya harus pulang ke rumah Pak Sandy pak."Ucap Pak Tino.
__ADS_1
"Bapak tetap disini,bapak harus di rawat dulu keadaan bapak masih lemah."
"Tapi Pak,saya tidak enak dengan Pak Sandy."
"Ini juga perintah dari Pak Sandy pak."Akhirnya Pak Tino pun mengalah, karena kepalanya kembali berdenyut.
Waktu terus berjalan,kini sudah waktunya pulang.Seperti biasa Vita di antar pulang oleh Anton dan Tere.Alex sebenarnya ingin ikut mengantar Vita,tapi karena ada pertemuan dengan klien Alex pun tak jadi mengantar Vita.
"Maaf ya sayang,aku tidak bisa mengantar mu pulang.Padahal aku ingin sekali mengantarmu pulang."Ucap Alex saat mereka berada di parkiran.
"Iya gak apa-apa mas,aku ngerti kok."
"Nanti malam aku ke rumahmu yaa,tunggu aku."
"Oke mas,aku tunggu kamu di rumah yaa."Setelah cium pipi kanan kiri mereka pun berpisah.
Vita sampai di rumahnya, langsung menghampiri Vicky,Vita masih cemas dengan keadaan adiknya.
"Dek,kamu gak apa-apa kan?"Tanya Vita dengan cemas.
"Aku gak apa-apa Kak,tapi aku masih takut untuk pergi ke sekolah."Ucap Vicky.
"Ya sudah beberapa hari ini kamu gak usah sekolah dulu yaa,biar kamu tenang dulu.Nanti Kakak yang minta izin sama guru kamu yaa."Vicky mengangguk.
"Malam ini kita jadi bertemu kan Alex?"Tanya Karin melalui pesan.
"Ya."Balas Alex singkat.
Malam pun tiba,Vita sedang bersiap-siap karena Alex akan main ke rumahnya.
Ting...
Pesan masuk di ponsel Vita.
"Aku hanya mengatakan bahwa Alex masih mencintaiku dan kamu hanya pelarian saja."Isi pesan Karin.
"Terserah apa katamu Karin,aku tidak akan percaya."
"Jika kamu tidak percaya,datang segera ke restoran XY,malam ini Alex mengajak aku makan malam di restoran favorit kami berdua."Vita tak membalasnya lagi.
Gak mungkin Alex menemui Karin, Karin pasti bohong.Alex kan tadi bilang bahwa akan datang ke rumahku,aku yakin Karin pasti bohong.Gumam Vita
Vita pun menelepon Alex,tapi Panggilan pertama tidak di jawab.Vita pun menelepon lagi tetap tidak di jawab.
"Mas Alex kemana sih,kenapa gak jawab telepon aku."Vita kesal.
Setelah di tunggu beberapa saat dan menelpon Alex kembali dan tak ada jawaban Vita pun memutuskan untuk datang ke restoran yang Karin sebutkan tadi.Vita nekat pergi sendiri karena Anton dan Tere sudah pulang.
Vita mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.Ingin putar balik dan kembali pulang tapi hatinya di Liputo dengan rasa penasaran.Tak terasa Vita pun sampai di restoran tersebut.Vita kaget karena ada mobil Alex p di area parkir.
Jadi benar mas Alex menemui Karin dan melupakan ucapannya yang akan datang ke rumahku.Gumam Vita sambil terus melangkah masuk ke dalam restoran.Vita mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari keberadaan Alex dan juga Karin.
Deg...
Deg...
Vita melihat Alex sedang berpelukan dengan Karin.Senyum mengejek di tunjukkan Karin untuk Vita.
"Mas Alex..."
Alex menoleh ke arah yang memanggilnya,Alex kaget kenapa ada Vita disini.
__ADS_1
"Vita...