CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 34


__ADS_3

Vita benar-benar menyuapi Alex coklat hingga coklatnya habis.Tapi Vita masih berpikir apa yang membuat CEO galaknya itu marah padanya.Sesampainya di Kantor Alex segera masuk ke ruangan nya,sepanjang perjalanan tadi Alex tersenyum membayangkan saat Vita menyuapi nya coklat dengan wajah cemberut, sungguh menggemaskan.


Saat makan siang,Vita buru-buru datang ke kantin dia sungguh sangat lapar.Alex yang akan mengajak Vita makan di luar melihat mejanya sudah kosong.Alex pun kembali ke ruangan nya.Mengambil ponselnya lalu menelpon Vita.Vita yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya meletakkan kembali sendoknya karena melihat ada panggilan telepon.Dengan malas Vita mengangkatnya.


"Ya tuan,"Vita melanjutkan makannya.


"Kenapa tidak menunggu ku?"Tanya Alex.


"Menunggu gimana maksud tuan?"


"Saya ingin makan siang bareng kamu Vita,kenapa malah sudah pergi sendiri."Ucap Alex kesal.


"Tuan tidak bilang tadi,ya sudah tinggal menyusul ke kantin."Setelah mematikan Panggilan Vita melanjutkan makannya.Vita pikir Alex tak menyusul nya ke kantin,jadi dia makan dengan tenang.


"Kenapa tak menungguku hmmm."Alex tiba-tiba muncul dan berbisik di telinga Vita, Vita kaget lalu dia tersedak dan segera minum.


"Astaga Tuan buat kaget saja."Ucap Vita setelah dia selesai minum.


"Maaf ya sudah buat kamu kaget."Alex berkata sambil tersenyum.


Dia kenapa sih, sekarang lebih mudah bilang kata maaf.


"Cepat bilang pada penjaga kantin bungkus makanan yang kamu makan ini, kelihatan nya enak.Saya tunggu kamu di ruangan 15 menit."Lalu Alex beranjak dari duduknya meninggalkan Vita yang mulai kesal.


Semena-mena banget sih mentang-mentang CEO.Batin Vita berteriak.


Vita segera menghampiri penjaga kantin,dan memesan makanan sesuai keinginan Alex tadi.Sambil menunggu pesanan nya selesai di bungkus,Vita memakan kembali makanan nya.


Vita acuh saja saat semua orang yang di kantin membicarakannya.Pura-pura Tuli saat di antara mereka sengaja mengeraskan suaranya untuk menyindir dirinya.


"Ini neng makanannya,sekarang Tuan Alex sering yaa pesan makanan di kantin ini."Ucap penjaga kantin.


"Terima kasih ya bu,kan memang masakan disini enak Bu.Jadi tak heran Tuan juga makan disini.


"Tapi sebelumnya belum pernah neng,semenjak ada neng Vita aja."Vita hanya tersenyum lalu masuk ke dalam.Dia tidak mau sampai telat masuk ke ruangan CEO galak itu.


"Kamu telat 3 menit Vita."Ucap Alex saat Vita sampai di ruangannya.


"Maaf Tuan,tadi saya menyelesaikan makanan saya terlebih dahulu."Vita menunduk.


"Karena kamu telat sampai disini,sebagai hukumannya,suapi aku makan."Ucap Alex sambil menahan senyum.


"Tapi Tuan...."


"Tak ada bantahan Vita,kamu tahu saya tidak menerima bantahan."Vita mendengus kesal.


Vita lalu duduk si sofa di ikuti Alex,membuka makanan nya dan mulai menyuapi Alex.Alex sudah melepas jas nya dan menggulung kemejanya hingga sesiku.Vita terpana melihat penampilan Alex.


Gleekk...


Kenapa dia terlihat keren begini sih,padahal cuma menggulung kemeja saja tapi justru dia terlihat lebih tampan...


"Kenapa diam saja,ayo cepat suapi aku."Ucapan Alex membuyarkan lamunan Vita.Vita pun segera menyuapi Alex.


"Kenapa malah minta suapi aku terus sih Tuan."Vita mencebik tak suka.


"Ini hukuman untuk kamu Vita."


Hukuman yang tidak masuk akal.Vita hanya berucap dalam hati.


Pintu di ketuk, Rendra masuk setelah di izinkan.


"Alex,kamu tidak makan___"Ucapan Rendra terhenti karena melihat Vita sedang menyuapi Alex.


"Maaf mengganggu, saya kira kamu belum makan siang,Kalau begitu lanjutkan saja,saya permisi."Lanjut rendra dan langsung keluar.


Vita menunduk terlihat malu sekali karena Rendra melihat dia menyuapi Alex.


Kamu memang pintar memanfaatkan situasi Alex ....

__ADS_1


"Duh pintarnya makanan nya habis."Ucap Vita dengan nada kesal.


"Kamu tidak ikhlas ?"Alex menatap Vita lekat.


"Ikhlas Tuan."Vita berucap sambil tersenyum di paksakan.


Sore hari saat pulang kantor,Vita pulang terlebih dahulu, sedangkan Alex dan Rendra ada pertemuan di luar kantor.Setelah menyuapi Alex makan siang tadi Vita tak lagi di ganggu oleh Alex.Alex membiarkan Vita kembali mengerjakan tugasnya.


Saat di perjalanan menuju pulang mendadak mobil Vita mati.Berulang kali Vita mencoba menghidupkan mobilnya tapi tak hidup juga.


Apes banget sih hari ini...


Vita keluar dari mobilnya mencoba mengutak-atik mesin mobil, tapi percuma karena dia tak mengerti tentang mesin.Vita Masuk lagi ke mobil ingin menelpon Papa nya tapi ternyata hp nya mati kehabisan baterai.


Aahhh Siaaalll...


Kenapa hari ini apes bangeet sih,udah mah dari tadi di kerjain sama CEO galak.Sekarang mau pulang malah mobilnya mati.Mana jalanan sepi pula gak ada taksi lewat.Vita terus saja menggerutu.


Setelah setengah jam duduk diam,sebuah mobil berhenti tak jauh dari mobil Vita.Lalu orang tersebut pun keluar dari mobilnya.


"Vita!"Panggil Delon.


"Ka Delon." Vita senang akhirnya ada yang menghampirinya.


"Mobilmu kenapa?"Tanya Delon.


"Mobilku mogok kak, tiba-tiba mati gak bisa di hidupkan lagi."


"Coba aku lihat dulu ya,siapa tahu bisa hidup lagi."Delon mendekati mobil Vita dan memeriksa mesinnya.Setelah beberapa saat,Vita pun mencoba menghidupkan lagi mobilnya ternyata masih belum bisa hidup juga.


"Sepertinya mobilmu harus di bawa ke bengkel Vit.Aku tidak bisa mengatasinya.Nanti aku akan hubungi bengkel langganan aku,biar mobilmu di derek.Kalau begitu aku antarkan kamu pulang yaa.Ini sudah mau petang."Delon menawarkan,Sebenarnya Vita tidak enak tapi mau bagaimana lagi dia tidak punya pilihan.Vita pun mengangguk dia setuju Delon mengantarkan pulang.


Sepanjang perjalanan Vita hanya diam menatap ke arah luar jendela.Entah apa yang di pikirkan gadis itu.


"Vita."Panggil Delon,Vita menoleh tanpa menjawab.


"Boleh aku tanya sesuatu?"Lanjut Delon.


"Ada hubungan apa antara kamu dan Tuan Alex? Sepertinya kalian begitu dekat."Ucap Delon hati-hati.


"Kami hanya sebatas atasan dan bawahan kak tidak lebih.Kenapa tanya begitu?"


"Aku melihatnya berbeda Vita,saat kita ngobrol berdua di pertemuan kemarin, Alex tak suka melihatnya,ada rasa cemburu dalam diri Tuan Alex.Makanya tiba-tiba dia mendorong kursi hingga kursi itu terjatuh."


"Masa sih?Tuan Alex memang begitu sifatnya.Dia mah galak ya suka marah-marah begitu."


"Tapi aku rasa dia ada rasa padamu,dan dia marah karena kita asyik mengobrol berdua.Aku lelaki Vita,jadi aku paham bagaimana perasaan Alex sebenarnya."


"Entahlah."Vita hanya mengangkat bahu,tak tau apa yang di Ucapkan Delon itu benar atau tidak.


Vita pun sampai di rumah, setelah mengucapkan terima kasih kepada Delon,Delon pun langsung pergi.


Dari tadi Vita memikirkan ucapan Delon,apa benar CEO galaknya itu mempunyai perasaan kepadanya.Tapi kalau di lihat-lihat memang belakangan ini sifat Alex berubah kepadanya.Jadi agak lembut,tidak sering marah-marah.


Jadi tadi itu dia marah karena aku mengobrol dengan kak Delon gitu!Masa cuma gara-gara ngobrol aja dia marah begitu.Ada hak apa dia marah sama aku karena mengobrol sama kak Delon.Sedangkan kita tidak punya hubungan yang spesial.


Delon sudah menghubungi Vita memberitahu jika mobilnya sudah di bawa ke bengkel.Delon memberikan alamat dan no hp bengkel tersebut.


Keesokan harinya berhubung mobil Vita masuk bengkel jadi untuk sementara Vita memakai motor matic kesayangannya.Sudah lama sekali dia tidak menggunakan motornya.Tapi walaupun begitu,pekerja di rumah Vita selalu memanasi motornya setiap pagi.


Karena Vita memakai motor jadi dia bekerja memakai setelan celana bahan bukan menggunakan rok.Vita risih jika membawa motor memakai rok begitu,lebih nyaman memakai celana.


Di lampu merah,Vita asyik berkaca melalui kaca di spion motornya.Tak jauh dari motor Vita,ternyata ada Alex berada di dalam mobilnya.


Bukannya itu Vita ya,kenapa dia berangkat kerja menggunakan motor.Tumben sekali..


Vita sebenarnya berangkat kesiangan tapi karena dia menggunakan motor jadi lebih cepat sampai.Menggunakan motor lebih enak untuk menyalip kendaraan yang lain.Vita juga lebih cepat sampai di banding Alex.


Setelah sampai di mejanya,Vita langsung ke toilet untuk memperbaiki riasan dan juga rambutnya.Tapi saat Vita akan masuk,dia mendengar bisik-bisik tentang dirinya.

__ADS_1


"Aku yakin deh si Vita itu ada hubungan khusus dengan CEO kita."


"Iya,buktinya kemarin Tuan Alex mau lho masuk ke kantin dan pesan makanan di kantin.Tapi bukan kemarin saja sih tapi sudah beberapa kali Tuan Alex datang ke kantin."


"Bukan itu saja,Vita kalo keluar bareng sama Tuan Alex pasti di bukakan pintu mobilnya sama Tuan Alex."


"Dengar-dengar juga kemarin Vita dapet bunga dan coklat dari Tuan Alex deh."


"Aku yakin si Vita duluan yang merayu CEO kita.Dia memanfaatkan kecantikannya untuk menjerat Tuan Alex agar Tuan Alex tergoda."


Vita pun langsung saja masuk,dia merasa marah karena di tuduh merayu Alex.Tapi Vita harus tahan emosi,dia tidak mau membuat keributan di lingkungan kantor.


Saat mereka masuk mereka semua terdiam dan saling senggol.


"Kenapa kalian diam?lanjutkan saja obrolannya aku tidak akan menggangu kok."Ucap Vita sambil memperbaiki riasan di wajah dan menyisir rambutnya.


"Kalau perlu tanyakan langsung ke orangnya jangan asal menduga duga.Yang berujung menjadi fitnah."Setelah mengatakan hal itu Vita langsung keluar.


Tiga wanita yang berada di toilet diam tak berkutik.Mereka takut Vita melaporkan mereka kepada CEO mereka.


"Bagaimana ini sepertinya Vita mendengar obrolan kita tadi."


"Kalau dia lapor ke Tuan Alex,bisa terancam di pecat kita dari sini."


"Sudah-sudah kita sebaiknya secepatnya keluar dari sini."Mereka pun langsung buru-buru keluar dari toilet.


Vita walaupun ramah kepada karyawan yang lain,tetapi dia juga terkenal tegas.Vita tak segan-segan memarahi jika ada karyawan yang melakukan kesalahan dalam bekerja.


Vita baru sadar jika sudah ada bunga mawar putih dan juga coklat di atas mejanya.Vita menghirup mawar putih itu membuat pikirannya menjadi rileks.Hingga tak sadar sudah ada Alex yang berdiri di depan mejanya.


"Senang sekali sepertinya dapat bunga mawar dari aku."Ucap Alex penuh percaya diri.


"Iya Tuan,terima kasih yaa bunga dan coklatnya.Tapi kalau bisa besok jangan di kirim lagi,tidak enak jika ada yang tahu."


"Jangan pedulikan orang lain Vita.Dan aku tidak akan berhenti mengirim itu sebelum kamu memaafkan aku."Alex langsung pergi dari hadapan Vita.


"Saya sudah memaafkan Tuan."Ucap Vita cepat sebelum Alex masuk ke ruangan nya.


"Terima kasih."Lalu tersenyum.


Duh senyumnya manis sekali bikin hati adek meleleh bang....


Clara sudah keluar dari rumah sakit,dia kesal karena Alex tak menjenguknya lagi.Alex bahkan mengabaikan pesan darinya.


(Alex *bisa kita bertemu?ada yang ingin aku bicarakan)Clara mengirimi Alex pesan.


(Nanti malam kita bertemu di restoran biasa,aku ada yang ingin aku bicarakan juga padamu)Balas Alex*.


Clara pun senang karena Alex mau di ajak bertemu,dia bahkan mengajak untuk makan malam bersama.Clara akan berpenampilan secantik mungkin agar Alex jatuh hati padanya.


Tapi sebelum Alex menerima ajakan bertemu dengan Clara,padahal Alex sebelumnya sudah lebih dulu mengajak Vita makan malam sebagai permohonan maafnya.Vita pun menyetujui.Sepertinya Alex lupa dengan hal itu.


Malam hari,Vita sudah rapih dan cantik.Vita lalu menunggu Alex di ruang tamu.Setengah jam berlalu dari waktu yang di tentukan tetapi Alex belum datang juga.Satu jam kemudian,Alex pun tak datang.Vita ingin menghubungi Alex tapi dia ragu.Hingga pukul sembilan malam Alex tak juga datang.Vita sudah dari tadi menahan perutnya yang lapar.Ditambah pula Alex membuatnya kesal dengan tidak datang ke rumahnya.


Vita melemparkan heels dan juga tas nya ke atas kasur.


Nyebeliiin...Dia ngajak pergi tapi gak datang bahkan gak ada kabar.Lagi-lagi di buat aku keseeelll..Vita berteriak meluapkan amarahnya.


Setelah berganti baju tidurnya,Vita bergegas ke dapur.Dia ingin makan,karena cacing di perutnya sudah meronta-ronta minta di isi.


"Lho nak,gak jadi pergi?"Tanya Mama Ranti yang sedang mengambil minum.


"Gak jadi ma,gak tahu tuh gak jelas banget jadi orang.Mana gak ada kabar pula."Vita cemberut.


"Nahan lapar gara-gara nunggu dia yang katanya mau ngajak makan di luar."Oceh Vita lagi.Dia pun segera mengambil piring lalu mengisi nasi dan juga lauk pauknya.Dan memakannya dengan lahap.Mama Ranti menggelengkan kepalanya.


"Pelan-pelan makannya,Mama ke kamar dulu ya."Vita hanya mengangguk.


Setelah selesai makan Vita kembali masuk kamar.Vita pun mengecek ponselnya ternyata tak ada pesan dari Alex.

__ADS_1


Awas aja ya kamu CEO galak...


__ADS_2