
Satu jam berlalu,dokter keluar dari ruang operasi.
"Keluarga pasien."
"Saya Mama nya dokter, bagaimana keadaan anak saya."
"Operasi Tuan Alex berjalan dengan lancar."
"Alhamdulillah,"Semua bernafas lega.
"Tapi,karena pasien yang kehilangan banyak darah,jadi saat ini anak ibu kondisinya kritis."
"APAAA..!"Semua orang kaget.
Mama Rebecca bahkan hampir jatuh kalau tidak di tahan oleh Pak Abraham.
"Kalau dalam waktu enam jam pasien tidak sadar,pasien di nyatakan koma."Lanjut dokter.
Bruuuuk...
Mama Rebecca pingsan dan langsung di bawa ke ruangan perawatan.Sementara Alex kini sudah di pindahkan ke ruang ICU dengan tubuh yang di penuhi dengan alat-alat medis.
Vita pun sama terkejutnya dengan Tante Rebecca,Vita yang nampak syok di bawa duduk oleh mama dan Papa nya.
"Ma,Mas Alex."Ucap Vita lirih.
"Kita berdoa saja,semoga Alex cepat sadar."Ucap Mama Ranti memenangkan Vita.
Kenapa di saat semuanya akan di mulai,justru kamu keadaan kamu begini mas.Cepat bangun Mas,aku ingin mengatakan padamu,bahwa aku juga mencintaimu.Ya Allah lekas sadarkanlah Mas Alex.Aamiin...
"Kita pulang dulu yuk Vita,nanti pagi kita kesini lagi.Kamu juga harus ganti baju, bajumu penuh darah."Ucap Papa Vita,Vita menggeleng.
"Mama sama Papa saja yang pulang,Vita mau tunggu disini sampai mas Alex sadar."Ucap Vita yang tatapannya tertuju pada ruangan ICU.
"Ya sudah kalau begitu Papa sama Mama pulang dulu yaa,nanti Papa minta Bi Surti buat antar baju kamu kesini."Vita mengangguk.
Vita sementara ini ke ruangan Tante Rebecca,Vita ingin melihat apakah Tante Rebecca sudah sadar apa belum.Vita mengetuk pintu,lalu masuk saat di suruh masuk.
"Tante gak apa-apa?"Ucap Vita saat melihat Tante Rebecca sudah sadar.
"Hanya pusing sedikit Vita,gimana keadaan Alex,Vita?"Ucapnya lemah.
"Mas Alex sudah di pindahkan ke ruangan ICU Tante."
"Alex...Hiks..hiks."Tante Rebecca menangis,Vita segera memeluk Tante Rebecca mengelus-elus punggungnya.
"Yang sabar ya Tante,kita semua berdoa untuk mas Alex.Vita yakin mas Alex pasti kuat melewati ini semua."Vita mencoba tegar,padahal dalam hati dia juga tak kuat melihat keadaan Alex,tapi Vita yakin disini yang paling sedih pasti orang tua Alex.Paoa Abraham dari tadi diam duduk di sofa, kelihatan sekali wajahnya menyimpan kesedihan.
"Tante istirahat saja dulu disini,biar Vita yang menjaga mas Alex."
"Tapi Vita..."
"Sudah Ma,biar Vita saja yang menjaga Alex.Mama istirahat dulu disini,nanti kalau sudah membaik kita kesana."Papa membujuk Mama Rebecca,di jawab dengan anggukan lemah.
"Kalau begitu Vita pamit dulu yaa Tante,Tuan."
Lalu Vita kembali ke depan ruangan ICU.
Sementara Rendra,pria itu sudah pulang ke rumahnya.Setelah dia menugaskan anak buahnya untuk menyelidiki musibah yang di alami Alex.Dia butuh tidur agar fisiknya kembali segar.Karena besok pagi dia yang akan menggantikan tugas-tugas Alex.
__ADS_1
Pukul tiga dini hari,Bi Surti datang membawakan baju ganti Vita juga tas dan ponselnya.
"Terima kasih ya Bi,maaf malam-malam begini sudah mengganggu tidur Bi Surti."Ucap Vita.
"Gak apa-apa neng,udah buruan ganti dulu bajunya,biar bibi yang gantian jaga disini."Vita mengangguk lalu berlalu menuju toilet.
Setelah Vita selesai mengganti baju, Bi Surti berpamitan.Vita kembali menatap Alex yang berada di ruangan ICU.
Kenapa kamu belum sadar juga mas...
Tim Dokter masuk untuk mengecek kondisi Alex, setelah itu kembali keluar.
"Bagaimana kondisinya dok?"Tanya Vita.
"Belum ada tanda-tanda Tuan Alex sadar."Ucap dokter sambil menunduk.
"Waktunya sisa dua jam lagi Nona,jika dalam waktu dua jam Tuan Alex tak sadar,dengan sangat terpaksa kami menyatakan bahwa Tuan Alex koma."
"Boleh saya masuk dok?"
"Boleh,tapi jangan lama-lama yaa."Vita segera masuk sebelum itu Vita memakai baju steril.Lalu Vita duduk di kursi sebelah ranjang Alex.
"Kamu bangun dong mas,katanya mau dengar jawaban aku."Ucap Vita sambil menggenggam tangan Alex.Tak terasa Vita pun menangis.
"Aku yakin kamu pasti kuat melewati ini semua.Aku tak tahan melihat keadaan kamu seperti ini.Mana sikapku yang selalu galak padaku."Vita terus saja berbicara sendiri.
"Maaf mba,waktu besuk sudah habis,pasien tidak boleh lama-lama di temui orang dulu."Ucap salah seorang perawat yang berjaga di ruang ICU.
Vita mau tidak mau keluar dari ruangan itu,tapi saat Vita akan melepaskan genggaman tangannya, tiba-tiba tangan Alex bergerak.Vita kaget sekaligus senang.
"Mas Alex,kamu sadar mas."Vita pun segera memencet tombol Yang ada di atas ranjang Alex.
Tak lama tim dokter datang.
Vita mondar mandir menunggu dokter yang memeriksa Alex keluar.Kenapa terasa lama sekali bagi Vita.
"Bagaimana dokter keadaannya."Tanya Vita tak sabar saat dokter baru saja keluar.
"Tuan Alex berhasil melewati masa kritisnya.Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan.Tapi kami masih harus pantau kondisi Tuan Alex.Kalau begitu kami permisi."
"Alhamdulillah,"Vita lega karena Alex sudah melewati masa kritisnya.
Vita mengikuti perawat yang membawa Alex keruang perawatan.
"Biarkan pasien istirahat ya mba."Ucap perawat sebelum keluar dari ruangan.
Vita pun duduk di sofa yang ada di ruangan ini.Ruangan yang mewah bagi Vita,lebih mewah saat Vita di rawat dulu.Seperti hotel bintang lima.Bahkan ada satu tempat tidur lagi untuk yang menunggu pasien.
Tak lama pintu terbuka Mama dan Papa Alex masuk.
"Alex sudah sadar ya Vita."Tanya Tante Rebecca.
"Iya Tante, sekarang mas Alex sedang tidur."
Vita menguap,dia sangat mengantuk karena tadi saat Alex datang dia baru saja tidur.
"Vita lebih baik kamu tidur saja dulu.Kamu pasti dari tadi belum istirahat kan."Ucap Tante Rebecca.
"Aku tidur dulu gak apa-apa ya Tante,"Vita tak enak.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa sayang,kasian kamu dari tadi menunggu Alex."Lalu Vita bangun dari sofa dan tidur di ranjang yang tak jauh dari ranjang Alex.Sebelum itu Vita mengirimi pesan kepada Mama nya agar meminta di jemput jam enam pagi.Karena Vita harus tetap bekerja.Tak lama Vita pun terlelap.
"Vita...."Panggil Alex.
"Vita..."Ternyata Mama dan Papa Alex juga tertidur.Mama Alex tidur di sebelah Vita, sedangkan Papa Alex tidur di sofa panjang.
"Vita.."Vita yang merasa namanya di panggil pun terbangun.Dan segera menghampiri Alex.
"Vita..."Panggil Alex lagi.
"Mas Alex,aku disini."Sambil memegang tangan Alex,bola Mata Alex berkedut tak lama matanya perlahan terbuka.
"Vita,aku dimana?"Karena seingatnya terakhir dia ada di rumah Vita.
"Kamu di rumah sakit mas,Kamu terkena tusukan parah di perutmu."Alex memegang perutnya,dan meringis saat merasakan nyeri di perutnya.
"Maaf aku telat datang ke rumahmu."Ucap Alex lemah.
"Gak apa-apa,udah mas jangan banyak bicara dulu."Alex tersenyum mendengar buat menyebut namanya dengan sebutan mas.
"Haus."Vita segera mengambil minum dan meminumkan perlahan ke Alex.
Mama dan Papa Alex pun terbangun mendengar suara Vita.
"Kamu sudah bangun nak,"Ucap Mama Rebecca senang.Alex mengangguk dan tersenyum.
"Mama khawatir sekali saat dokter bilang kamu kritis, Alhamdulillah kamu bisa melewatinya."
Vita menguap,dia benar-benar masih mengantuk.
"Kamu hari ini izin tidak usah Bekerja saja Vita,kasian semalaman kamu tidak tidur karena menunggu Alex."Ucap Papa Abraham.
"Tapi Tuan,hari ini kerjaan di kantor sedang banyak."Vita tidak enak harus izin.
"Tidak apa,Biar nanti saya yang bilang pada Rendra."Vita mengangguk.
"Saya tadi memang sudah kirim pesan sama Mama jam enam nanti minta di jemput sopir karena mau siap-siap bekerja."
"Tidak usah,kamu sampai rumah tidur saja.Aku yakin kamu pasti tidak tidur semalaman karena menungguku."Alex tersenyum.
Ponsel Vita berdering,ada telpon dari sopirnya dan berkata bahwa dia sudah ada di depan.
"Vita pamit pulang dulu ya,nanti siang Vita kesini lagi."Memegang tangan Alex sebentar lalu mendekati orang tua Alex dan mencium tangan mereka.
"Tadi aku kenapa gak tanya jawaban Vita yaa."Gumam Alex yang masih di dengar oleh Mama Rebecca.
"Kamu kenapa nak?"
"Gak apa-apa Ma."
Saat kepulangan Vita,mama dan papa menanyakan kepada Alex kejadian yang menimpa Alex.Alex pun menceritakannya.
"Kamu tidak tahu siapa dalang dari kejadian ini?"Tanya Papa Abraham.
"Alex tidak tahu Pa,dan tidak mau asal menuduh."
Dokter masuk ke ruangan memeriksa kondisi Alex dan menyatakan bahwa kondisi Alex semakin membaik tetapi masih belum pulih benar.Dan harus di rawat sampai benar-benar pulih.
Sementara itu Vita setelah sampai rumah langsung menuju kamar dan tidur, dirinya benar-benar mengantuk dan langsung terlelap.
__ADS_1
*Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah membuatku celaka...Geram Alex
Bersambung*....