
Acara ulang tahun Mama Rebecca pun selesai.Para tamu sudah pulang semua,tersisa Mama Rebecca, Papa Abraham,Alex,Vita, Rendra dan Gea.Mereka semua kini duduk di ruang tengah,karena ruang tamu masih di bersihkan oleh para pelayan.Mereka akan membahas tentang kejadian setelah Vita dari toilet tadi.
"Vita,apa tadi saat di pesta kamu melihat lagi wanita yang berbicara denganmu tadi?"Tanya Mama Rebecca.
"Aku tak melihatnya Tante."
"Mengapa tak mengecek CCTV area dapur saja Tante,Alex."Rendra berucap.
"Astaga kenapa tak berpikir kearah sana yaa,"Alex menepuk keningnya.
Alex pun segera membuka CCTV melalui ponselnya.Di putar tepat saat Vita keluar dari toilet.
"Apa ini wanita yang bicara padamu sayang?"Tanya Alex.
"Iya mas,dia orang yang bicara padaku.Itu dia menyerahkan hp nya untuk menunjukkan foto-foto mu."Mereka terus mengamati wajah wanita tersebut.
"Apa Mama mengenalinya?"Tanya Alex.
"Mama tidak kenal dengannya,"ucap mama Rebecca sambil memperhatikan wajah wanita tersebut.
"Mungkin anak dari teman Mama."Ucap Papa Abraham ikut menyahut.
"Mama rasa bukan juga Pa,Mama mengenali anak teman Mama semua."
"Dia tamu yang tak di undang yang hanya menjadi pengacau."Alex geram.
Lalu wanita ini siapa ya,Semuanya bertanya-tanya.
"Sepertinya memang ada yang ingin merusak hubunganku dengan Vita."Alex berucap lagi.
"Rendra kau selidiki wanita yang ada di CCTV itu,saya tunggu secepatnya."Rendra mengangguk.Alex pun mengirim rekaman CCTV itu kepada Rendra.
"Om juga akan mencari tahu siapa dia."
"Sebaiknya sekarang aku antarkan kamu pulang ya,ini sudah malam."Ucap Alex, Vita mengangguk.
"Aku akan antarkan Gea pulang juga,kalau begitu kami permisi ya Tante,Om."
Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.
"Kira-kira siapa ya mas, sepertinya semakin banyak yang gak suka sama aku semenjak aku punya hubungan sama kamu."Ucap Vita,ada kecemasan dalam dirinya.
"Jangan terlalu di pikirkan ya sayang,biar ini jadi urusan aku dan Rendra.Secepatnya aku akan temukan wanita itu."
"Gimana ga di pikirkan coba,kalau aku yang jadi target mereka."Tangan Alex Yeng Memegang stir mobil mencengkeram erat, dirinya tak boleh lengah harus selalu waspada.
Setelah mengantarkan Vita pulang,Alex langsung kembali ke rumah.Alex menghubungi orangnya untuk mencari informasi tentang wanita itu.Alex tak mau berdiam diri saja menunggu kabar dari Rendra.
"Aku tunggu informasinya besok siang."Ucap Alex melalui sambungan telepon.
__ADS_1
"Baik Tuan."
Keesokan harinya seperti biasa Anton dan Tere pagi-pagi sekali mereka sudah berada di rumah Vita untuk menjadi pengawal sekaligus sopir kemanapun Vita pergi.
"Kak,aku masih harus di kawal ya sama kalian."
"Iya Nona,Tuan Alex masih menugaskan kami untuk menjaga Anda."Ucap Anton sopan.Vita menghela nafas kasar.Vita pun masuk ke dalam mobilnya.
Sampai di kantor dia langsung menuju lantai ruangan nya berada.Menyibukkan diri dengan banyaknya pekerjaan hari ini.
"Vita,Minggu ini kita jadikan nge mall bareng."Lisa datang menghampiri Vita.
"Jadi dong mba,"
"Oke,pulang nge mall kita ke salon yuuk buat perawatan.Kamu ada rekomen salon bagus gak Vit?"
"Ada mba, salon teman aku, salonnya recomended banget."
"Waaah..boleh tuh kita kesana sekalian."
"Hayu, pelayanannya bagus banget pokoknya di jamin mba Lisa bakal puas dech.Kebetulan aku juga sudah lama ini gak kesana."
"Gaskeun lakh ya,sudah gak sabar buat ketemu hari Minggu."Mereka tertawa bersama.
"Jangan lupa ya ini perlu tanda tangan Tuan Alex."Menyerahkan berkas ke Vita,lalu dia pun kembali ke lantai atas.
Aduh,aku belum bilang lagi sama Alex, kira-kira di bolehin gak yaa..Masa gak di bolehin sih,pasti di bolehin dong... Monolognya
"Mas,aku hari Minggu nanti aku mau nge mall yaa sama mba Lisa,Gea dan Dilla."Ucapnya saat menunggu makanan tiba.
"Aku tidak di ajak?"Tanya Alex.
"Iisshh..ini cewek Semua masa kamu mau ikut gak seru,yang ada nanti mereka malah canggung kalau ada kamu."
"Terus aku hari Minggu di rumah saja gitu."
"Ya terserah kamu mau kemana asal gak ikut aku.Aku seharian mau menyenangkan diri.Pulang nge mall aku mau nyalon."
"Astaga bakal bosen kalau ikut."
"Gak ada yang nyuruh kamu ikut mas."
"Ya sudah aku izinkan,tapi dengan syarat Anton dan Tere tetap mengawasi kamu."Mata Vita melotot.
"Apa melotot gitu,mau aku cium?"Vita mendelik tak suka
"Masa Kak Anton dan Kak Tere ikut juga sih mas,gak seru,aaahhh."Vita menyandarkan punggungnya di kursi.
"Ya terserah kalau mereka tak ikut maka kamu juga tidak boleh keluar."
__ADS_1
"Iiisshh.. Nyebelin banget."Vita menyeruput minumannya.
"Ya sudah mereka tetap ikut,tapi gak boleh terlalu dekat harus jaga jarak."
"Iya mereka tidak akan terlalu dekat dengan kalian,yang penting kamu masih dalam pengawasan mereka."Mau tak mau Vita pun menyetujuinya daripada dirinya tak jadi refreshing.
Setelah makan siang,Alex dan Vita kembali ke kantor.Sampai kantor rupanya sudah ada yang menunggu Alex di lobi.
"Siang Tuan."Orang tersebut langsung menghampiri Alex.Alex mengangguk
"Kau sudah dapat?"Tanya Alex.
"Sudah Tuan."
"Ikut saya."Orang tersebut mengikuti Alex dan juga Vita.Lalu Alex dan orang tersebut langsung masuk ke ruangan Alex setelah sampai di lantai tersebut.
"Apa yang kau dapatkan."Orang itu menyerahkan file berupa identitas dari wanita tersebut.
"Namanya Rani,dia hanya karyawan di perusahaan swasta.Dia berasal dari keluarga biasa.Jadi Rani bukan salah satu anak dari teman Nyonya Rebecca.Sepertinya wanita ini suruhan orang untuk merusak hubungan anda Tuan."
"Ya,saya juga berpikir seperti itu,dia sengaja ingin merusak hubungan saya dan Vita.Kau ikuti wanita itu,desak dia agar mengaku siapa yang menyuruhnya."
"Baik Tuan,saya permisi."Menunduk lalu keluar dari ruangan Alex.
Tak lama Rendra pun masuk ke ruangan Alex.
"Kau mencari tahu juga tentang wanita itu Lex?"Tanyanya lalu duduk di hadapan Alex.
"Iya,saya tidak mau berdiam diri saja.Bagaimana anak buahmu,apa yang mereka dapatkan.?
"Sepertinya sama yang orang yang tadi datang."Rendra pun menyerahkan file juga dan hasilnya sama.
Tiba-tiba orang yang tadi datang menemui Alex menelponnya.
"Halo Tuan,saya baru mendapatkan informasi kalau tadi saat makan siang,wanita itu bertemu dengan seseorang."
"Bertemu dengan siapa?"Alex penasaran.
"Dengan Karin Tuan."
"Apa?Karin?"
"Iya Tuan,saya akan mengirimkan ke anda foto nya.Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang penting.Saya juga akan kirimkan rekaman suaranya jika saya sudah bertemu dengan orang yang mengikuti Rani dan juga Karin."Telpon terputus.
"Ada apa Lex?"Tanya Rendra.
"Sepertinya kejadian kemarin ada kaitannya dengan Karin ren."
"Karin? bukannya dia sudah lama tidak di sini."
__ADS_1
"Entahlah saya juga tidak tahu.Sana kembali bekerja,kita urus hal ini nanti."
Siaall,apa Karin masih tak terima aku putuskan.Aku harus menemui Karin nanti...