
Mama Rebecca sebenarnya sudah sangat geram dengan kelakuan Karin dan ingin memberitahukan semuanya kepada Alex.Selama kurang lebih empat bulan ini dia mengintai Karin.Sepertinya sudah cukup untuk membongkar siapa Karin sebenarnya.Dia tidak sepolos yang Alex kira.Mama Rebecca tidak mau Alex semakin dalam mencintai Karin dan itu bisa membuat Alex semakin sakit hati nantinya.
Hari ini Mama Rebecca berniat ingin mendatangi Alex di kantornya.Karena Alex selalu saja menghindar jika mama Rebecca ingin membicarakan tentang Karin.Alex selalu saja bilang kepada mama nya untuk tidak berburuk sangka kepada Karin.Dan mencoba untuk menerima Karin di sisi Alex.Ini tidak bisa di biarkan.
Segera Mama Rebecca mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju mobilnya di garasi.Setelah itu dia pun tancap gas ke kantornya Alex.Sesampainya di loby Perusahaan,semua karyawan menunduk saat Rebecca melewati mereka.
"Alex ada di ruangannya?"Tanya nya pada Resepsionis.
"Tuan Alex ada di ruangannya Nyonya,silahkan."Rebecca hanya mengangguk lalu berlalu menuju lift,Mama Rebecca menaiki lift khusus petinggi Perusahaan.
Sesampainya di lantai ruangan Alex berada,Mama Rebecca langsung ingin masuk ke ruangan Alex.Vita yang saat itu sedang fokus pada Kerjaannya menjadi kaget karena tiba-tiba ada orang yang melewatinya begitu saja dan ingin langsung masuk ke ruangan sang CEO.Vita yang tidak melihat siapa yang datang langsung menghalangi.
"Maaf Bu,Anda tidak boleh ma-...."
"Tante Rebecca".
"Vita."Ucap mereka bersamaan.
Mama Rebecca pun segera memeluk Vita.vita yang di peluk secara tiba-tiba menjadi kaget tapi segera membalas pelukan Tante Rebecca.
"Jadi kamu kerja di sini Vita."Ucap Tante Rebecca saat mereka melepaskan pelukan.
"Iya Tante,Tante ada keperluan apa dengan tuan Alex.Vita sampai kaget karena ada orang yang nyelonong mau masuk ke ruangan tuan Alex."Ucap Vita di akhiri dengan tertawa kecil.
"Tante mau bicara dengan anak Tante,Alex ada di dalam kan ?"
Bukannya menjawab Vita malah balik bertanya.
"Jadi maksudnya Tante,Tuan Alex itu anak tante Rebecca?"
"Iya Vita,Alex itu anaknya Tante.Alex ada di dalam kan?" tante Rebecca mengulangi pertanyaannya.
"Ada di dalam Nyonya,maaf sudah lancang."Vita menundukkan kepalanya.
"Udah gak usah formal gitu,pake panggil nyonya segala,panggil seperti biasanya saja,Tante Rebecca."
"Tidak nyonya,nyonya kan ibu nya Tuan Alex jadi saya harus memanggil anda nyonya."
"Vita,Tante tidak suka yaa, kamu begitu,panggil Tante bukan nyonya."
"Tapi...."
"Anggap ini perintah dari atasan kamu,jadi panggil Tante Rebecca,bukan Nyonya."
"Baik Tante,kalau begitu mari saya antar ke ruangan Tuan Alex."
Tok...Tok...Tok...
"Permisi Tuan,ini ada Ibu anda ingin masuk."
"Kelamaan pake izin segala,sudah sana kamu kembali bekerja.Nanti Tante atur pertemuan kita yaa.Tante mau ngobrol banyak sama kamu."Vita hanya tersenyum dan mengangguk.Setelah itu Mama Rebecca masuk.
"Mama tumben datang ke kantor ada apa ma."Tanya Alex setelah mama nya duduk di sofa.
"Mama ingin berbicara tentang Karin."
"Ma,Alex sudah sering bilang kan ke mama,jangan berburuk sangka terus dengan Karin.Alex cinta sama Karin ma,tolong terima ini."
__ADS_1
"Tapi cinta kamu itu membutakan mata hati kamu Alex.Hingga kamu tidak bisa membedakan mana yang tulus mana yang modus."
"Maksud Mama apa sih to the point aja ma."
Mama Rebecca lalu mengambil amplop coklat di tasnya lalu memberikan kepada Alex.
"Buka saja itu, Mama tidak mau banyak bicara."
Alex pun membuka amplop itu dan matanya seketika melotot melihat isi amplop tersebut.
"Apa-apaan ini ma,mama sampai sebegitunya gak suka sama Karin.Sampai Mama melakukan hal rendahan begini."Ucap Alex menahan emosinya.
"Hal rendahan bagaimana maksud kamu Lex ?"Mama Rebecca ikut terpancing emosinya.
"Ini sampai membuat foto palsu tentang Karin dan Ronald sepupunya,apa ini bukan hal rendahan ma."
"Kamu bilang Mama rendahan,buka mata kamu lebar-lebar Alex.Panggil ahli telematika untuk membuktikan ini foto rekayasa atau nyata."
"Mama bahkan punya banyak video Karin bersama lelaki yang kamu bilang sepupu nya Karin itu.Asal kamu tau Alex lelaki yang kau bilang sepupunya Karin itu adalah kekasih nya Karin.Mama sudah mencari tahu semua informasi tentang Karin."
"Kalau kamu tidak percaya dengan apa yang mama bicarakan.Kamu telpon Karin sekarang.Tanya dia ada dimana."
Sementara di luar ruangan,Vita yang mendengar ribut-ribut dari dalam segera menelpon Rendra.
"Halo Mas Rendra,di ruangan Tuan Alex ada ibunya Tuan Alex,tapi sepertinya mereka sedang bertengkar."
"Ya sudah saya akan ke sana."Rendra segera ke ruangan Alex.
Alex menelpon Karin tapi sudah tiga kali tidak di angkat juga, padahal nomornya aktif.
"Tidak di angkat bukan?"
"Iya sibuk bercinta dengan Ronald kekasihnya."
"MAMAAA..!!!"Bentak Alex.
Bentakan Alex berbarengan dengan masuknya Rendra ke ruangannya.
"Kamu sekarang berani membentak mama Lex demi membela wanita itu."
"Maaf ma,Alex tak bermaksud."Ucap Alex melemah."
"Kamu akan menyesal nanti.Sekarang kamu ikut Mama ke apartemen Karin."
"Untuk apa Ma?"
"Untuk membuktikan ucapan Mama ini,agar kamu percaya dan tahu yang sebenarnya."
"Halo,mereka masih di dalam?"Ucap Mama Alex di telpon.
"Bagus,awasi mereka terus."
"Mama telpon siapa?"
"Sudah kamu tidak perlu tau,sekarang ikut Mama dan juga siapkan dirimu."
"Rendra,kau ikut juga temani bos mu yang pintar tapi bodoh ini."Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan Alex.
__ADS_1
"Vita,nanti kalau ada yang cari Alex,bilang kalau Alex sedang ada urusan di luar.Dan tunda semua pertemuan hari ini"Ucap Mama Alex saat sudah di luar ruangan.
"Baik Tante."Rendra dan Alex saling pandang, mereka heran kenapa mamanya dan Vita seperti sudah lama kenal.
"Mama kenal dengan Vita?"Tanya Alex penasaran.
"Kenal,sudah jangan banyak tanya.Ikut mama sekarang."
Saat ini mereka sudah ada di dalam mobil Alex dan akan pergi ke apartemen Karin.
🌹
🌹
🌹
Sementara itu di Apartemen Karin,yang di bicarakan mamanya Alex memang benar.Saat ini Karin dan Ronald sedang sibuk bercinta.Mereka sedang melepaskan rindu dan hasrat yang tertahan.Hingga dering ponsel Karin tidak terdengar karena mereka sangat menikmati permainan mereka.
Alex sudah tiba di apartemen Karin,dua orang berbadan tegap segera menghampiri Mama Rebecca.
"Mereka masih di dalam Nyonya."
"Tetap berjaga jangan sampai lengah."
"Siap Nyonya."
"Kamu tau kan unit apartemen wanita itu,kamu jalan duluan."Mama Alex berbicara dengan Alex.
Mereka menaiki lift semuanya terdiam.Alex tak berani membayangkan apa yang terjadi nanti.Mereka sampai di lantai tempat unit Karin berada.
"Kamu tahu password nya Lex?"Alex hanya mengangguk.
Alex maju menekan angka pin dan klik pintu terbuka.Mereka masuk tanpa bersuara,semakin masuk ke dalam,semakin terdengar suara yang menyesakkan dada bagi Alex.Dengan tidak sabar Alex membuka dengan kasar pintu kamar Karin yang kebetulan memang tidak tertutup rapat.
Braaak....
Dua insan yang sedang menikmati surganya dunia terlonjak kaget terutama Karin.
"ALEEEX."Dengan segera Karin turun dari tubuh Ronald dan menarik seprei untuk menutupi tubuhnya, Ronald pun melakukan hal yang sama.
"JADI INI YANG KAU LAKUKAN DI BELAKANG KU KARIN."Suara Alex menggelegar di ruangan itu.
"Jadi benar lelaki itu kekasihmu bukan sepupu mu."
"Bodohnya aku yang percaya begitu saja dengan ucapanmu."Alex tersenyum kecut.
Rendra dan mama Alex menunggu di luar kamar,mereka tidak mau melihat dua manusia tanpa baju cukup mendengar suaranya saja sudah membuat jijik.
"Alex maafkan aku,ini tidak seperti yang kau lihat.Dia memaksa ku Alex,dia yang memaksa aku untuk melayani hawa nafsu nya,padahal aku...."Ucapan Karin terpotong
"Padahal kau juga menikmatinya begitu maksud mu."
"Bukan begitu Alex,kalau aku tidak menuruti kemauannya,aku di ancam."
"Cukup Karin,hubungan kita cukup sampai disini."Alex berlalu meninggalkan kamar Karin.
"Pulang Ma,"Ucap Alex dengan pandangan lurus ke depan.
__ADS_1
*Mungkin memang aku yang terlalu bodoh, hingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Aku jadi takut untuk jatuh cinta lagi.Aku takut di bohongi dan di khianati lagi.
Bersambung*....