
Sebelum kedatangan Vita
"Alex, akhirnya kamu datang."Karin langsung berdiri menyambut dengan senang karena Alex datang menemuinya.
"Ada yang ingin aku katakan padamu Karin."Alex langsung duduk.
"Bagaimana kalau kita makan dulu,aku sudah lapar aku juga sudah memesankan makanan favorit kamu disini."
Alex melihat di meja memang sudah tersedia makanan favorit yang biasa dia pesan jika makan di restoran ini lalu Alex pun mengangguk dan memulai makan dengan tenang.Karin senang karena Alex mau makan terlebih dahulu,Karin sengaja agar dirinya bisa berlama-lama dengan Alex.Dan tentunya ada rencana juga yang sudah dia rencanakan,Karin tersenyum samar.
Setelah selesai makan,Karin izin untuk ke toilet sebentar.
"Alex aku ke toilet sebentar yaa."Alex hanya mengangguk.Saat Karin ke toilet Alex mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
"Siaaall HP ku mati."Umpat Alex.
Kira-kira Vita kirim pesan tidak ya... Astaga aku lupa kalau malam ini aku akan datang ke rumah Vita.Alex menepuk keningnya.Kenapa dirinya sampai lupa begini.Kenapa aku malah menemui Karin disini,Ya Tuhan.Alex kesal sendiri jadinya.
Apa mungkin dari tadi Vita menelpon aku yaa,sampai ponsel aku kehabisan baterai begini,mana aku lupa aktifkan nada dering ponsel lagi.Astaga Alex.Gumam gumam Alex sambil mengusap wajahnya berkali-kali.
"Maaf ya Alex,aku lama."Ucap Karin lalu kembali duduk.
"Tidak apa-apa,Karin langsung saja ya ada yang aku ingin bicarakan denganmu."Tatapan Alex tajam dan nadanya datar.
"Bicara saja Alex."Karin berbicara lembut, membuat Alex berdecih tak suka, kalau dulu pasti dirinya suka saat Karin berbicara lembut dan manja dengannya tapi sekarang tak lagi justru Alex tak suka melihatnya.
"Aku tahu dalang dari penculikan adiknya Vita adalah kamu."Karin tertawa, padahal dalam hatinya bertanya mengapa Alex tahu jika dirinya lah yang melakukannya.
"Kamu bicara apa sih Lex?aku gak paham."Karin berusaha tenang di depan Alex.
"Jangan pura-pura tidak tahu dan bersikap bodoh Karin.Kamu kira aku tidak tahu kalau selama ini kamu berusaha ingin mencelakakan Vita?"Suara Alex semakin datar membuat Karin membeku di tempat duduknya.
"Alex,aku hanya mengingatkan Vita bahwa kamu hanya milikku.Tapi sepertinya Vita mengabaikan ucapanku."
"Aku tekankan padamu bahwa aku sudah tidak ada perasaan apapun terhadap mu.Jadi berhenti mengganggu Vita.Jika kau masih terus mengancam Vita dan keluarganya aku tidak segan-segan berbuat kasar kepadamu."Ucap Alex tak main-main.
"Aku tidak mungkin sampai mencelakakan Vita Alex,aku hanya menakutinya saja,agar dia menjauhi mu.Aku masih sangat mencintaimu Alex."
"Omong kosong."Alex bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Aku peringatkan sekali lagi,jangan pernah mengganggu Vita dan keluarganya.Aku tidak akan tinggal diam Karin,aku akan memberikan pelajaran kepada siapapun yang sudah berani mengusik aku dan Vita termasuk kau Karin."Alex Menunjuk Karin,saat Alex akan berbalik badan,Karin langsung memeluk Alex, karena dari luar tadi Karin melihat Vita yang sudah akan masuk ke dalam resto.
"Alex,aku mohon jangan tinggalkan aku.Aku minta maaf karena sudah berbuat seperti itu kepada Vita.Semua itu aku lakukan karena aku masih sangat mencintaimu Alex."Karin pura-pura menangis.Alex tak membalas pelukan Karin,dia hanya diam tapi Alex juga tak menolak pelukan Karin,membuat Karin tersenyum senang.Dan bertepatan dengan Vita masuk ke dalam restoran dan melihat dia dan Alex berpelukan.
Betapa hancur hati Vita melihat Alex berpelukan dengan Karin.Vita terus saja berlari meninggalkan Alex dan Karin.Berarti benar apa yang di ucapkan kalau dirinya hanya pelarian Alex saja.Air matanya jatuh tanpa bisa di cegah,bahkan mengalir dengan sangat deras.Sakit sungguh sangat sakit, melihat kekasihnya berpelukan dengan sang mantan.
"Vita..."Panggil Alex sambil terus mengikuti Vita.Vita mengabaikan panggilan Alex.Dirinya terus saja berlari keluar dari restoran.
"Sayang tunggu..."Alex mencekal tangan Vita.
"Lepas,aku mau pulang."Teriak Vita.
"Tunggu aku ingin menjelaskan dulu."
"Gak ada yang perlu di jelaskan karena aku tidak ingin mendengarnya."Vita menghempaskan tangan Alex kuat.Tangan Alex terlepas dari tangan Vita, membuat Vita kembali melangkah.
Alex meraih tangan Vita lagi dan memeluknya.Tangis Vita semakin pecah.
"Lepas, lepaskan aku.Kamu jahat Alex kamu jahat."Vita terus saja memukul dada Alex sambil menangis terisak.
"Maafkan aku sayang,maafkan aku.Ini tidak seperti yang kau lihat."
"Aku akan mengantarmu pulang."
"Gak mau,aku mau pulang sendiri,aku gak mau ketemu sama kamu lagi Alex.Aku gak mau lihat kamu lagi."Vita berteriak di dalam dekapan Alex.
Vita yang memang bisa bela diri membuat pukulan di dada Alex terasa sakit,membuat Alex meringis.Karena sedari tadi Vita tak berhenti memukuli dada Alex.
"Lepas Alex,aku mau pulang."Lalu tiba-tiba Vita menginjak kaki Alex deng kuat menggunakan sepatu yang di pakai.
"Awwhhh.."Alex meringis dan refleks melepaskan pelukannya kepada Vita.Kesempatan itu tak di sia siakan oleh Vita,Vita kembali melangkah dan berlari menuju mobilnya.Tapi tiba-tiba saja tubuhnya melayang,Alex menggendong Vita seperti karung beras,lalu membawanya kedalam mobilnya.Vita meronta-ronta dalam gendongan Alex.
"Turunkan aku Alex,turunkan aku."kali ini Vita memukul punggung Alex.
"Sakit sayang."Suara Alex memelas,pukulan Vita melemah.Alex sudah sampai di depan mobilnya lalu Alex mendudukkan Vita ke dalam mobilnya.Dan buru-buru Alex masuk ke pintu sebelahnya.Alex langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kembali ke restoran aku mau ambil mobilku."
"Tenang saja,nanti mobilmu ada yang membawanya.Aku ingin berbicara dulu denganmu sayang."
__ADS_1
"Gak usah Panggil aku sayang, kalau kamu masih cinta sama Karin."Vita membuang muka menghadap ke jendela mobil.
"Pantas saja telpon dan pesanku di abaikan rupanya kamu sedang bertemu dengan Karin."Vita berbicara tapi tidak melihat ke arah Alex.
"Hp ku lowbat sayang."Vita tersenyum mengejek Vita pun tak lagi bersuara,kini dirinya hanya terisak dan sesekali mengusap air matanya.
Ternyata benar yang di ucapkan Karin,jika Alex masih mencintainya.Bodohnya aku yang tak sadar jika hanya di jadikan pelarian saja.Vita masih dengan pemikirannya sendiri.
"Kita ke taman dulu yaa,aku ingin menjelaskan semuanya."Vita diam tak menjawab tapi dirinya masih menangis.
Bodoh banget sih aku,kenapa masih nangis gini sih..Vita terus mengusap air mata yang terus keluar.
"Ayo keluar sayang."Alex mengulurkan tangannya, rupanya sudah sampai di taman,batin Vita.Vita menepis tangan Alex dan keluar sendiri.
"Kamu minum dulu yaa,biar tenang."Vita merebut air minum yang di sodorkan Alex lalu meminumnya.
"Aku akan jelaskan semuanya sayang,jadi dengarkan aku dan lihat aku."Alex memutar tubuh Vita agar melihat ke arahnya.
"Maafkan aku sayang,aku tadi bertemu dengan Karin karena ada yang ingin aku bicarakan dengannya."
"Kalian akan kembali bersatu begitu?"Alex menggeleng.
"Bukan sayang,tapi.."
"Tapi apa?kamu bahkan sampai lupa ke rumah ku,tidak membalas pesan dan mengangkat telepon.Rupanya kamu malah menemui perempuan lain,bahkan sampai berpelukan."Setelah berkata begitu Vita dan bangkit dari duduknya.
"Biarkan aku pulang,aku mau sendiri dulu."
"Kamu jangan pulang dulu,aku tidak mau kesalahpahaman ini berlanjut.Tolong dengarkan aku dulu sayang.Aku mohon."
"Kamu mau menjelaskan apa semuanya sudah jelas."
"Sayang,aku bertemu Karin hanya untuk...."
Tiba-tiba ponsel Vita berbunyi, menampilkan nomor ponsel Papa nya Vita pun langsung mengangkat telepon tersebut.
"Ada apa Pa?"
"Vita....
__ADS_1