CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 20 Permintaan maaf Angel


__ADS_3

Vita sudah kembali di mejanya.Dia masih menggerutu kesal dengan sikap sang Presdir.Bisa-bisanya Presdir bersikap tidak bijaksana seperti itu.Aku tidak akan minta maaf,tidak perduli kalau aku di beri SP kalau perlu pecat sekalian.Baru saja menikmati waktu karena tidak mendengar omelan si CEO galak, sekarang malah timbul masalah baru.


Sementara itu saat Alex mendengar ada keributan di kantin,Alex segera menyuruh Rendra untuk mengecek rekaman cctv dan mengambil filenya.Belum sempat Alex membuka file rekaman cctv,Pak Abraham sudah lebih dulu memanggilnya.Dia menutup kembali laptopnya dan bergegas ke ruangan papa nya.


Angel masih berusaha menghapus cctv,tapi dia mendengar langkah kaki seseorang mendekat.Buru-buru dia bersembunyi.


Ceklek...Pintu terbuka


"Angel."


Angel mengintip dari tempat persembunyiannya.Dia bernafas lega karena yang datang merupakan orang yang bertugas di bagian cctv.Angel pun segera keluar.


"Iya ada apa Bayu."


"Katanya aku di panggil Pak Handoko,setelah aku kesana dia tidak memanggilku."Ucapnya heran.


"Berarti aku salah dengar,maaf ya Bayu.Kalau gitu aku keluar dulu yaa."Angel bernafas lega karena dia sudah berhasil menghapus rekaman cctv yang menampilkan dia menjambak Vita.


Di ruangan Presdir,sedang terjadi perdebatan antara Alex dan Abraham.Alex masih tidak terima dengan perlakuan khusus papa nya kepada Angel.


"Kalau Mama tahu masalah ini pasti mama marah besar."


"Ya jangan sampai Mama tahu dong Alex,kasian Angel dia yatim piatu cuma Papa yang dia punya."


"Harusnya dia bisa menjaga sikapnya Pa,jangan berbuat semaunya.Dia hanya keponakan Papa bukan anak Papa."


"Papa tahu,nanti kalau memang sikapnya sudah kelewatan, Papa akan bertindak tegas."


"Sebaiknya Papa cek dulu cctv,agar tahu kebenarannya seperti apa.Alex balik ke ruangan dulu."Ucapnya lalu keluar dari ruangan Papanya.


Pak Abraham pun segera ke ruangan cctv.Dia meminta kepada petugas untuk memutar cctv bagian kantin.Semuanya sesuai dengan yang Angel katakan.Pak Abraham menggeram marah tangannya terkepal.Melihat bagaimana Angel merasakan sakit saat tangannya di piting ke belakang oleh Vita.


Pak Abraham dengan penuh emosi segera melangkahkan kakinya ke ruangan Alex.Untuk memberikan peringatan tegas kepada Vita.


Sementara itu di ruangan Alex,Alex sedang memutar rekaman cctv yang di kirim oleh Rendra.Dugaan Alex benar,Angel yang memulainya lebih dulu.Dan dengan segera Alex memanggil Vita melalui panggilan telepon.Alex ingin mendengar penjelasan Vita langsung sekaligus untuk mengetes apakah Vita berkata jujur atau tidak.


Vita sudah berada di ruangan Alex dan duduk berseberangan dengan Alex.


"Vita jelaskan kejadian di kantin tadi secara detail."Ucap Alex tanpa basa-basi.


Vita pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya sesuai yang dia alami tadi.Alex menyimak sambil terus melihat rekaman cctv di laptopnya.


"Terserah Tuan mau percaya pada saya atau tidak,yang jelas saya sudah menceritakan yang sebenarnya terjadi."Ucap Vita setelah dia menceritakan kejadian tadi.


Tiba-tiba...


Braaakkk...


Pintu terbuka dengan kasar,Pak Abraham melangkah dengan langkah tegas dan penuh amarah.


"Vita."Langsung membentak Vita


"Iya Tuan."Vita menjawab sambil menunduk takut.


"Saya peringatkan kamu yaa jangan lagi-lagi kamu menyakiti Angel.Kamu benar-benar keterlaluan.Saya akan bertindak tegas jika kamu mengulangi perbuatan tadi."Ucapnya sambil berapi-api.


"Ada apa Pa,kenapa Papa tiba-tiba datang ke ruangan ku lalu memarahi Vita."


"Papa sudah lihat semuanya di cctv dan yang di bicarakan Angel benar.Vita menarik tangan Angel ke belakang padahal Angel hanya ingin bersalaman dengan Vita."


"Maaf Tuan,saya tidak akan memulai jika tidak di pancing.Angel dahulu yang menjambak saya,saya hanya membela diri karena cengkraman tangan di rambut saya kuat."Bela Vita.


"Jangan mengarang kamu Vita,saya sudah melihat semuanya di cctv.Dan tidak ada adegan Angel menjambak rambutmu."


"Pa,apa yang di bilang Vita benar.Alex...-"


Ucapan Alex terpotong.

__ADS_1


"Jangan bela dia Alex."


"Alex tidak membela siapapun,Alex hanya membela yang menurut Alex benar.Kalau Papa tidak percaya papa bisa lihat rekaman cctv ini."Alex membalikkan laptopnya kehadapan Papa nya.


"Bagaimana menurut Papa,siapa yang memulai duluan?"


"Kenapa yang papa lihat di ruangan cctv berbeda,tidak ada adegan Angel menggebrak meja dan menjambak Vita."


"Sepertinya ada yang sengaja menghapus bagian ini Pa."Ucap Alex.


"Coba kita ke ruangan CCTV Lex,Vita kamu juga ikut.Bawa laptopmu Lex."Ajak Pak Abraham.


Mereka pun ke ruangan CCTV,meminta petugas untuk memutar rekaman CCTV nya.Setelah di putar memang ada perbedaan,seperti ada yang di hapus di beberapa menit.


"Siapa saja yang hari ini masuk ke ruangan ini?"Tanya Alex.


"Selain Tuan Abraham,tadi ada Pak Rendra dan juga Angel yang masuk Tuan."Jawab petugas takut-takut.


"Rendra memang aku yang menyuruh,tapi Angel buat apa dia kemari."Ucap Alex.


"Ada keperluan apa Angel kemari?"Tanya Pak Abraham.


"Tadi Angel bilang kalau saya di panggil Pak Handoko ke ruangannya.Tapi setelah saya menemui Pak Handoko ternyata beliau tidak memanggil saya."


"Lalu Angel,selama kamu pergi dia dimana?"Tanya Alex.


"Angel berdiri di depan layar ini Tuan,lalu setelah saya masuk dia buru-buru keluar."


Vita dari tadi hanya diam,dia berpikir bahwa Angel sengaja menghapus rekaman CCTV agar dirinya di salahkan.Vita hanya tersenyum tipis.


Alex menelpon Rendra untuk menyuruh Angel ke ruangannya.


"Kalau Papa tidak bisa membereskan masalah ini,biar Alex saja yang melakukan."Ucap Vita.


"Vita,saya minta maaf yaa karena dari tadi saya memarahimu."Ucap Pak Abraham,membuat Vita kaget.


"Tidak apa-apa Tuan,"


"Sebenarnya,kata orang-orang yang ada di kantin termasuk ibu kantin,Angel sering berbuat semena-mena Tuan,apalagi pada karyawan baru.Tapi mereka tidak ada yang berani melawan Angel apalagi melaporkannya."


"CK...Anak itu benar-benar keterlaluan."


Alex,Pak Abraham dan Vita menuju ruangan Alex untuk menunggu Angel.Saat mereka masuk ruangan, mereka di kejutkan dengan adanya Mama Rebecca di ruangan Alex.


"MAMA..!!!"Ucap Alex dan Pak Abraham bersamaan.


"Kenapa kalian kaget melihat mama?"Tanya mama Rebecca santai.


"Vita apa kabar."Segera menghampiri Vita,Vita mencium tangan mama Rebecca lalu cipika cipiki.


"Baik Tante."Jawab Vita.Pak Abraham yang melihat kedekatan istrinya dan Vita terkejut.


"Ada apa ini,kenapa kalian berkumpul di ruangan Alex.Apa ada yang ingin kalian bahas ?"


"Mama ada apa datang ke kantor?"Pak Abraham malah balik bertanya.


"Memangnya mama gak boleh lagi datang ke kantor Papa?"


"Boleh dong,gak ada yang melarang."Ucap Pak Abraham dengan tersenyum di paksakan.


Tak lama pintu di ketuk,lalu masuklah Angel dan juga Rendra.


"Angel, Rendra kalian juga disini.Sebenarnya ada apa ini."


"Mama tunggu di ruangan Papa saja yaa,nanti Papa menyusul."Ucap Pak Abraham.


"Mama mau disini saja,kalian kalau mau bahas pekerjaan,silahkan.Mama tidak akan menggangu.."

__ADS_1


Pak Abraham melirik Alex,Alex yang paham hanya mengangkat bahu acuh.


"Maaf,ada apa yaa Om dan Kak Alex panggil aku?Soalnya pekerjaan aku masih banyak."


"Kamu bilang ada apa ?"Ucal Alex masih dengan nada santai.


"Rendra putar rekaman CCTV nya."Rendra pun memutar videonya.Angel masih bersikap tenang karena Angel yakin mereka tidak akan melihat kejadian dia menggebrak dan menjambak Vita.


"ASTAGA ANGEL."Ucap Mama Alex marah.


Angel kaget kenapa masih ada rekaman di bagian itu.


"Angel ternyata sikap kamu tidak pernah berubah yaa,Tante sudah beri kamu kesempatan terakhir waktu itu tapi kamu tidak memanfaatkan kesempatan ini ya."Mama Rebecca emosi.


"Lihat kelakuan keponakan kesayangan kamu Pa,dia selalu saja buat ulah.Sekarang Tante sudah tidak bisa tolerir lagi kelakuan kamu ya Angel."Pak Abraham hanya diam.


"Maafkan Angel Tante,Angel salah Angel minta maaf."


"Kenapa kamu minta maaf sama Tante,harusnya kamu minta maaf pada Vita dan pada karyawan yang pernah kamu perlakukan semena-mena."


"Asal Papa tau,banyak karyawan kita yang menjadi korban kelakuan Angel,tapi mereka tidak ada yang berani melawan apalagi melaporkannya,karena mereka tau Angel adalah keponakan Papa."


"Astaga Angel ,om benar-benar kecewa sama kamu.Ternyata omongan orang-orang di luar sana tentang kamu itu benar."Pak Abraham menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Angel minta maaf om,"Angel sudah berurai air mata.


"Kamu tak perlu minta maaf sama om,minta maaf sama Vita dan yang lainnya yang sduah kamu sakiti."


"Tapi om..."Ucap Angel ragu.


"Kenapa? jatuh harga diri kamu kalau kamu minta maaf Angel!"Ucap mama Rebecca ketus. Angel menggelengkan kepalanya.


Huuuhhh..kenapa semuanya berbuntut panjang begini sih,aku tidak Sudi meminta maaf .Batin Angel.


Angel pun segera menghampiri Vita.


"Vita,aku minta maaf yaa.Kamu mau kan maafin aku."


"Bukan begitu caranya meminta maaf Angel."Ucap Mama Rebecca kesal.


"Vita,aku minta maaf atas kesalahan yang aku perbuat tadi,aku menyesal Vita.Maafkan aku."


Memeluk Vita,lalu dengan segera Vita melepaskan pelukan itu.


"Ya aku sudah memaafkan kamu Angel,aku harap kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama."Ucap Vita.


"Vita sudah memaafkan aku,jadi sekarang aku bisa pergi kan."


"Belum selesai Angel,kamu harus minta maaf juga pada karyawan yang lain."Ucap Tante Rebecca.


Tak lama ada sekitar sepuluh karyawan yang masuk ke dalam ruangan Alex.Mereka semua adalah korban kelakuan Angel.


"Minta maaf pada mereka semua Angel."


Aku benci ini,harga diriku hancur sudah.Angel kesal.


Setelah Angel meminta maaf, mereka semua keluar dari ruangan Alex.Tapi sebelum itu pun berucap.


"Lain kali kalau Angel bersikap semena-mena terhadap kalian,langsung laporkan saja pada Rendra."Ucap mama Rebecca,mereka pun mengangguk kan kepalanya.


"Setelah ini,kamu akan Tante pindahkan ke bagian Proyek yang ada di pulau terkecil."


"Apa Tante? jangan Tante,Angel mohon."


"Itu hukuman buat kamu,supaya kamu bisa merubah sifat mu.Tidak lama hanya enam bulan saja,Tante harap setelah kamu kembali kesini sikapmu berubah menjadi lebih baik."


Angel menangis dia tidak mau pindah ke pulau terkecil itu.Ancaman Tante Rebecca waktu itu ternyata benar-benar di lakukan.

__ADS_1


Tiba-tiba diantara mereka ada yang jatuh pingsan.


Bruuukkk....


__ADS_2