
Semua karyawan di bidang marketing langsung sibuk seketika ketika mendengar jika CEO mereka melakukan sidak.Jarang sekali Alex yang terjun langsung untuk melakukan sidak.Yang awalnya banyak dari mereka yang bersantai tapi setelah mendengar dari luar ruangan jika Alex akan melakukan sidak semuanya langsung bekerja kembali.Tapi sayang semua terlambat,dari kejauhan Alex sudah melihat siapa siapa saja yang tadi hanya santai mengobrol dengan sesama rekannya.
"Jadi begini kerja kalian,hanya bersantai.Apa kalian ingin memakan gaji buta."Bentak Alex.
Semuanya langsung terdiam, menunduk takut tak ada yang berani bersuara.
"Apa menurut kalian,kinerja kalian sudah baik hingga kalian bersantai begini."
Rendra segera memberi kursi untuk Alex duduk, sepertinya Alex akan memakan waktu yang lama di tempat ini,pikir Rendra.
"Saya minta laporan selama tiga bulan ini."Pimpinan marketing langsung bergegas menyiapkan.
"Rendra,suruh Vita mengantar laporan marketing yang sama seperti tadi."Titah Alex.Rendra mengangguk lalu menelpon Vita.
Direktur marketing makin tak berkutik,bulir bulir keringat makin keluar membasahi keningnya,sesekali dirinya mengelap keringatnya dengan sapu tangan.Gelagat direktur marketing tak lepas dari pandangan Rendra dan juga Alex.Terlihat sekali jika dia sedang gelisah.
Pimpinan marketing datang membawa berkas laporan yang di minta.Alex mulai melihat dan memeriksa.Tak ada yang aneh semuanya bagus bahkan cenderung mengalami kenaikan.Alex mengangguk-angguk kepala.
"Kerja bagus, penjualan ada peningkatan selama dua bulan ini.Saya harap kedepannya lebih di tingkatkan lagi."
"Baik Tuan."
"Bulan ini saya akan memberi bonus kepada kalian.Pimpinan kalian sangat bagus membimbing kalian."Yang ada di ruangan itu merasa senang karena akan mendapatkan bonus.
"Terima kasih Tuan,ini semua kerja keras dari mereka semua."
Vita datang membawa setumpuk berkas laporan bulanan marketing dan menyerahkan kepada Alex.
"Kau bisa kembali ke ruangan mu Vita."Vita hanya mengangguk, Menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan marketing.
__ADS_1
Alex mengamati dengan teliti laporan yang di berikan Vita tadi.Laporan yang di serahkan kepada Alex sebelumnya lebih dahulu di periksa oleh pimpinan marketing,setelah selesai di periksa oleh pimpinan baru di berikan oleh direktur marketing Setelah itu barulah di berikan kepada Alex.
Alex mencocokkan laporan tiap bulannya,dari bulan ke tiga sebelumnya isi laporannya sama.Lanjut bulan ke dua,dahi Alex menyerngit ada yang beda dari kedua laporannya.Laporan dari pimpinan ada kenaikan penjualan property lumayan banyak,tapi mengapa laporan dari Vita tak terlalu banyak.Lanjut bulan lalu,hasilnya pun tak sama ada jumlah yang di kurangi.Sama-sama mengalami kenaikan tetapi jumlahnya yang berbeda.
Alex membanting laporan dari Vita ke lantai,membuat semua orang yang tadinya merasa tenang kini kembali tegang.
"Apa-apaan ini kenapa laporan selama dua bulan tidak sama?Siapa yang bisa menjelaskan!"Alex geram ada yang merubah isi laporannya.
"Izinkan saya menjelaskannya Tuan."Ucap Pimpinan marketing, Alex mengangguk.
"Laporan ini di buat oleh kepala marketing di divisi ini,lalu setelah selesai saya akan memeriksanya terlebih dahulu sebelum saya serahkan kepada direktur marketing.Saya periksa dengan teliti sesuai dengan faktur yang ada.Setelah di rasa sama dan benar saya serahkan kepada direktur marketing Tuan."Alex mengangguk paham, rupanya memang ada yang merubah isi laporannya.
"Pak Alwi,bisa anda jelaskan kenapa laporan Yang di berikan kepada saya berbeda dengan yang pimpinan marketing ini berikan."Ucap Alex penuh tekanan.
"Be..Begini Tuan,saya memeriksa kembali laporan yang di berikan pimpinan marketing kepada saya dan memang ada kesalahan makanya saya rubah dan yang yang saya serahkan kepada anda itu yang benar."
"Salah gimana ya maksud anda?"Pimpinan menyela cepat.Pak Alwi salah tingkah.
"Kenan,saya ingin lihat laporan yang kau buat."Ucap Alex kepada kepala divisi marketing.Setelah menjawab Kenan segera mengambil laporan yang di minta.
"Ini Tuan."Alex pun memeriksa juga.Alex geram.
"Rupanya kau ingin bermain-main denganku."Pak Alwi segera bersimpuh di hadapan Alex.
"Maafkan saya Tuan,saya khilaf."Ucapnya sambil tetap bersimpuh.
"Kau tahu bukan,bahwa saya tidak suka yang namanya kebohongan dan juga koruptor.Tapi kau malah berbuat keduanya.Apa kurang gajimu selama ini,haahh."Alex menendang Alwi hingga Alwi jatuh tersungkur ke lantai.
"Kembalikan uang yang kau ambil atau kau masuk penjara.Dan kau ku pecat tanpa pesangon dan akan masuk dalam blacklist."Alex langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Saya minta maaf Tuan,saya mohon jangan pecat saya."Mohonnya kepada Alex.
"Saya tunggu uang itu kembali dalam tujuh hari,jika tidak siap-siap polisi yang datang ke rumahmu.Ini peringatan buat kalian,jangan pernah kalian berbohong dan juga korupsi karena saya tidak akan mentolerir sikap seperti itu.Rendra urus dia,"Alex langsung keluar dari ruangan divisi tanpa peduli dengan rengekan Alwi yang meminta permohonan.
"Satu lagi,kau gantikan dia sebagai direktur marketing dan kau sebagai pimpinan."Tunjuk Alex pada pimpinan dan juga kepala divisi.Setelah itu Alex benar-benar keluar dari ruangan marketing.
"Kalian kembali bekerja,dan yang naik jabatan besok kalian bisa langsung menempati ruangan kalian.Dan anda ikut saya ke ruangan HRD."Pak Alwi hanya menunduk.
Nafsu sesaat membuatnya kehilangan jabatan dan pekerjaan yang banyak di dambakan orang di luar sana.Terlalu terlena dengan kenikmatan yang sesaat.Setelah ini dia kan kesusahan dalam mencari pekerjaan,karena namanya sudah masuk dalam blacklist,artinya tak akan ada Perusahaan yang mau menerimanya.Semua ini karena tuntutan istrinya Yang selalu saja merasa kurang dengan gaji yang ia dapatkan.Dan juga dirinya yang tidak tegas dalam bersikap.
Alex kembali ke ruangannya, wajahnya tampak kesal.Taoi saat melihat Vita yang tampak sibuk,tanpa berkata lagi Alex menarik Vita masuk ke dalam ruangannya.Vita yang kaget hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak berpegangan pada Alex.
"Ada apa?"Tanya Vita bingung.
"Jangan banyak tanya ikut aku saja."Ucap Alex datar.
Setelah sampai ruangan Alex langsung memeluk Vita,agar rasa amarah itu hilang.Vita membiarkan Alex memeluk dirinya.Semakin kesini Vita paham dengan sikap Alex.Saat Alex marah ataupun emosi,pasti dirinya ingin di peluk oleh Vita.Katanya marah dan emosinya hilang begitu saja jika dia memeluk Vita.Setelah Alex melepaskan pelukannya barulah Vita bertanya ada apa lalu Alex pun menceritakan kejadian tadi di ruangan marketing.
Sore hari tiba,semua orang di kantor sedang bersiap-siap akan pulang ke rumah.Termasuk Vita dan juga Alex.
Mobil Vita melaju dengan kecepatan sedang,tapi saat di jalanan yang lumayan sepi,mobilnya di hadang oleh mobil yang ada di belakangnya.
Turunlah beberapa orang dari dalam mobil tersebut lalu mendekati mobil Vita.
"Keluar kau dari mobil."Ucap orang tersebut sambil terus menggedor pintu mobil Vita.
"CEPAAAT KELUAR."Bentak yang lain.
Pintu mobil Vita terbuka dan keluarlah.
__ADS_1
"Mau apa kalian kenapa menghalangi mobilku."Ucapnya tanpa rasa takut.
Empat orang pria yang menghadang mobil Vita saling pandang satu sama lain...