
"Terima kasih ya Tante sudah menjenguk mamanya Vita."Ucap Vita saat mengantar pada Tante Rebecca ke luar ruang rawat Mamanya.
"Sama-sama Vita,semoga Mama mu cepat pulih yaa."
"Aamiin.Vita antar samapi depan ya Tante sekalian Vita mau beli cemilan."Mereka pun jalan beriringan.
Sementara itu di jalan,saat Alex menuju ke gudang tempat orang yang menabrak mama Vita di sekap.Rupanya anak buah Karin mengikutinya,Alex dan Rendra tak menyadari itu.Saat tiba di jalan yang sepi,anak buah Rebecca menghalangi mobil anak buah Karin.
"Sialan,siapa yang berani menghadang mobil kita."Anak buah Vita turun dari mobil.
"Hei kalian,keluar semua beraninya menghalangi jalanku."Ucap salah satu anak buah Karin yang menjadi ketua.
Empat orang keluar dari mobil.
"Gawat bos kita kalah jumlah dengan mereka."
"Kau tak usah takut, mereka pasti kalah dengan kita."
"Ada apa?"
"Kamu bilang ada apa?kalian sudah menghalangi jalan kami."
"Itu memang tugas kami,kalian putar balik jangan mengikuti Tuan Alex."Jawab anak buah Rebecca.
Bagaimana mereka bisa tau kalau kami mengikuti Alex.Gawat...
"Kami tidak akan putar balik."
"Baiklah sepertinya mereka ingin ada kekerasan disini.Padahal kalau putar balik semua selesai."
"Ciiihhh...kami tidak takut."
Perkelahian pun terjadi,mereka saling pukul dan tendang.Hingga akhirnya anak buah Karin tersungkur.Mereka babak belur di hajar habis-habisan oleh anak buah Rebecca.
"Pergi kalian dari sini kalau tidak mau kalian mati di tangan kami.Dan bilang pada bos mu Karin itu jangan lagi mengintai Tuan Alex."Anak buah Karin pun segera pergi dari tempat itu.
Anak buah Karin menelpon Karin membuat Karin marah besar.
"Bodoh kalian,kenapa bisa sampai kalah dengan mereka."Ucap Karin marah.
"Maaf Nona,tapi mereka berempat sedangkan kami hanya berdua."
"Tetap saja,katanya kalian yang paling tangguh tapi ternyata lemah."
"Mereka tahu kalau selama ini kami mengikuti Alex Dan Mereka juga tahu kalau yang menyuruh kami adalah anda Nona Karin."
"APAAAA!!! Bagaimana mereka bisa tahu."
"Kami tidak tahu Nona."
"Ya sudah nanti aku kabari lagi kalian."
Klik..
Karin menutup telponnya,Karin heran kenapa anak buah Alex tahu kalau dia menyuruh orang untuk mengikutinya.Gawat sepertinya aku harus mengganti orang untuk mengikuti Alex.Aku masih ingin mengetahui Alex dekat dengan siapa,dengan sekretaris itu atau yang lainnya.
Di gudang Alex telah berhasil mengancam pelaku hingga dia mau mengaku siapa yang menyuruhnya.
__ADS_1
"Sebenarnya yang menyuruh saya Ibu Rosa,"
"Siapa Rosa?"Tanya Alex.
"Dia yang punya toko kue tidak jauh dari toko kue ibu Ranti."
"Rupanya persaingan bisnis."Alex paham.
"Ibu Rosa tidak suka karena semenjak ibu Ranti buka toko kue di daerah sana toko kue dia jadi sepi.Maka dari itu ibu Rosa menyuruh saya untuk mencelakai ibu Ranti."
"Kenapa tidak dari tadi saja kau mengaku,kau tidak akan babak belur begini."Ucap Alex.
"Rendra,sudah kau rekam tadi apa yang dia ucap."
"Sudah Lex."
"Lepaskan dia,Kau pergi jauh dari kota ini bawa beserta keluarga mu pindah.Aku akan menjamin keselamatan mu.Dan jangan lagi kau mau di suruh berbuat seperti itu."
"Terima kasih Tuan,karena kau sudah berbaik hati pada saya.Saya secepatnya akan pergi dari kota ini."Ucap si pelaku.
Ternyata orang itu ingin bermain-main denganku.gumam Alex
"Rendra cepat kau laporkan ke polisi orang yang bernama Rosa itu."Titah Alex.
"Baik Alex."
Setelah dari gudang tersebut Alex pulang,ia mandi dan langsung ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Tante?"Tanya Alex setelah sampai di ruang rawat.
"Alhamdulillah sudah mendingan,besok sudah boleh pulang Lex."Jawab Mama Ranti.
"Siapa dia Lex?"Tante Ranti penasaran.
"Tante kenal Rosa?"
"Rosa?siapa yaa,oh iya Rosa pemilik toko kue yang tidak jauh dari toko Tante yang baru."
"Dia yang menyebabkan Tante celaka."Ucap Alex.
"APAAAA!!"
"Iya Tante,dia menyuruh orang untuk mencelakai Tante."
"Astagfirullah,Tante gak nyangka kalau Rosa yang melakukannya.Padahal Rosa sering datang ke toko dan kelihatannya dia baik."
"Tante tenang saja,asisten ku sudah melaporkannya ke polisi."
"Apa harus ke polisi Lex,Kasian dia kalau sampai masuk penjara."Ucap Tante Ranti.
"Biarkan dia merasakan gimana dinginnya tidur di penjara."Ucap Alex dingin.
"Terima kasih ya Lex,kamu sudah membantu menuntaskan masalah Tante."
"Sama-sama Tante."
"Terima kasih Tuan,karena sudah membantu keluarga saya."Ucap Vita formal.
__ADS_1
"Semuanya tidak gratis Vita.Aku ingin kamu membayarnya."Bisik Alex.
"Haaaahhhh...!!!Vita kaget.
"Sebagai bayarannya temani saya makan malam,saya belum makan."
"Tante,saya pinjam Vita sebentar yaa untuk menemani saya makan malam."Tanpa persetujuan Alex langsung menarik Vita agar berdiri.
"Iya nak Alex,gak apa-apa silahkan."
"Tapi Mama sendirian."Vita bertahan agar tak jadi ikut.
"Tidak apa-apa nak, sebentar lagi juga papa mu datang."Mau tak mau Vita menerima ajakan Alex,dia pun mengikuti langkah Alex.
Besoknya keadaan toko kue Rosa menjadi ramai, karena ada polisi yang menangkap Rosa.Suasana toko menjadi panas, karena Rosa menolak untuk di bawa ke kantor polisi.
"Aku tidak bersalah,kalian tidak mempunyai bukti."Teriak Rosa.
"Mohon kerja samanya,anda bisa menjelaskannya nanti di kantor polisi."Polisi menyeret Rosa,karena wanita itu bersikeras menolak.
Kurang ajar,kenapa bisa sampai ketahuan.Sialan orang itu dia sudah berani membuka mulut.Awas saja...
Hari ini Mama Ranti sudah boleh pulang.Vita sedang membereskan pakaian Mama nya.
"Mama yakin sudah sehat?"Tanya Vita,dia masih khawatir dengan kondisi Mamanya.
"Yakin sayang,Mama lebih baik istirahat di rumah saja.Dokter juga kan sudah izinkan mama pulang."
Mama dan Vita hanya pulang berdua,Papa Vita tidak bisa menjemput karena ada pertemuan penting dengan koleganya.
Alex sebenarnya ingin menjemput mama Vita ke rumah sakit,tapi pagi ini dia ada meeting penting dengan klien.
Tring..Tring..Tring..
"Tuan,ada yang ingin bertemu dengan anda."Ucap Resepsionis
"Apa sudah ada janji?"
"Belum Tuan,tapi katanya kalau saya menyebutkan namanya pasti di izinkan masuk."
"Siapa?"
"Clara Tuan."
Clara,kapan dia datang ke Indonesia.Kok dia bisa tau kantorku.Ada keperluan apa dia menemuiku.Alex malah sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Bagaimana Tuan?"
"Antar dia menemui ku."Ucap Alex.
"Baik Tuan."
"Bagaimana,Alex mau bukan bertemu denganku?"Tanya Clara.
"Iya nona,Mari saya antar ke ruangan Tuan Alex."Clara mengangguk.
*Akhirnya aku berjumpa denganmu lagi Alex.Aku merindukan mu..
__ADS_1
Bersambung*....