Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 100


__ADS_3

" apa kau lelah sayang?" Tanya Kelvin menyodorkan segalas susu hangat untuk Dessy.


"tidak juga, aku hanya duduk dan makan bagaimana bisa lelah" Jawab Dessy yang melepaskan gaun dari tubuhnya.


Kelvin hanya terkekeh mendengar ucapan Dessy.


" Mau mandi?" Tanya Kelvin lagi dan di balas dengan anggukan Dessy.


"Baiklah aku akan menyiapkan air hangat untukmu"


Kelvin ingin meranjak ke kamar mandi tapi di tahan oleh Dessy.


" ada apa?"


" apa kau masih mencintaiku?" Tanya Dessy tiba-tiba, menunjuk pantuan dirinya di depan cermin.


Kelvin mengeryitkan keningnya tak mengerti apa yang di maksud oleh istrinya.


"apa kau tidak liat tubuh ku sekarang tidak ada bentuknya lagi, apa kau tetap menyukaiku dengan bentuk tubuh seperti ini?" Wajah yang cantik itu seketika terlihat sendu.


Kelvin pun jadi mengerti maksud ucapan Dessy.


"tidak ada yang berubah aku selalu menginginkan mu, mencintaimu" Hibur Kelvin. Dia tidak mau terpancing membahas bentuk tubuh atau berat tubuh istrinya, karena dia tau selama hamil mood istrinya tidak ada yang tau selalu berubah-ubah tentunya selalu sensitif.


Dia tidak mau salah berucap kali ini yang bisa mengakibatkan dia di usir dari kamar.


" kau hanya ingin menghiburku kan?" Tatap Dessy dengan curiga.


"habiskan susumu sayang, nanti dingin" Kelvin berusaha mengalihkan pembicaraan.


Setelah menikah dia sedikit memahami kalau wanita itu suka mencari masalahnya sendiri tanpa mau di salahkan. Membahas hal yang sepele padahal mereka yang bertanya tapi mereka yang juga kesal sendiri karena mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan hati mereka.


Ibaratnya jawab jujur salah dan jawab berbohong juga tambah salah. Jadi bingung kan!.


"Isss, kau menyebalkan" Dessy mendaratkan pukulan di dada bidang milik Kelvin. Lalu Dessy meranjak masuk ke kamar mandi dengan wajah cemberut.


"mau ku mandikan?" tanya Kelvin dengan berteriak dari balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


" tidak perlu" balas teriak Dessy dari dalam kamar mandi.


Kelvin terkekeh mendengar sahutan istrinya yang setengah kesal terhadapnya.


...


Berbeda situasi di dalam kamar Hotel Presidential Suite yang di huni oleh pengantin baru, yang baru berapa jam yang lalu menyelesaikan pesta resepsi pernikahan mereka.


Wenli berusaha melonggarkan dasi yang masih rapi terpasang di lehernya. Sedangkan Angel sudah sadari tadi melepaskan gaun pengantinya sekarang dia tengah menggunakan kimono mandi yang sudah tersedia di kamar hotel.


" Segelas wine!" Tawar Angel kepada Wenli yang di tangannya sudah memegang gelas dan sebotol wine.


" Boleh " Jawab Wenli.


Angel pun duduk tepat di samping Wenli yang sudah resmi jadi suaminya. Tidak pernah di pikirkan Angel, Wenli yang dulunya adalah teman bermain, sahabat, teman dalam bisnis, dan tempat dia bisa mencurahkan baik itu kekesalan maupun kebahagian kini berubah status menjadi pasangan suami istri.


Angel sempat teringat kembali pada beberapa tahun yang lalu ketika dia di kirim oleh Kelvin keponakan nya sendiri ke laur negeri karena dia telah menentang keputusan mutlak Kelvin. Saat itu dia kecewa kepada keluarganya, lebih memilih dan percaya orang luar dibanding dirinya yang secara nyata dan berdarah sama adalah keluarga inti keluarga Lu.


Dikala itu kebencian dan kemarahan mengebu-ngebu tapi dia tetap tidak berdaya untuk melawan bahkan membenci keponakannya sendiri, Karena dia begitu menyayangi Kelvin.


Tapi dia tidak menyangka bahwa Wenli datang mengunjunginya serta merta hanya untuk menghiburnya dan tidak membiarkan dirinya bergelut dengan kebencian.


Seiring berjalannya waktu, Perusahaan Wenli yang kian sibuk membuat Wenli yang telah menjabat sebagai Ceo membuat komunikasi mereka merengang terlebih Angel yang berada di luar negeri juga tengah sibuk berkerja di salah satu perusahaan besar di sana. Apa lagi Wenli yang di tuding sebagai playboy walaupun kenyataan nya dia hanya ramah ke setiap wanita padahal dia tidak sebenarnya bermain-main dengan wanita yang mendekatinya. Menjadikan hubungan kedua nya mengalami putus nyambung walau tidak ada pertengkaran yang sampai memicu kebencian.


" apa itu?" Tanya Angel sambil menunjuk ke arah paper bag di atas meja.


" Entah lah, Kelvin memberikannya kepada ku" Jawab Wenli.


Angel meletakkan gelas di tangan nya di atas meja dan meraih papar bag itu di ambilnya sesuatu di dalamnya.


Matanya membulat berbinar melihat kotak persegi yang mirip dengan kotak perhiasan yang di keluarkannya dari paper bag.


"Wah, apa ini perhiasan?" Tanya Angel lagi dan di balas oleh Wenli dengan menaikkan kedua bahunya.


Dengar tidak sabar Angel membuka kotak itu, tapi apa yang didapat? mata yang berbinar berubah menjadi mata yang penuh selidik.


"kau tau ini apa?" Tanya Angel memperlihatkan beberapa kepingan obat.

__ADS_1


Wenli pun mengerutkan keningnya melihat benda yang di tunjukan oleh Angel. " Obat!" Gumamnya pelan.


Terlintas dalam pikiran Wenli yang menangkap obat-obatan apa itu.


Sialan Kelvin. Batin Wenli.


"obat ini untuk apa?" Tanya Angel lagi.


" Ehh...itu obat... semacam obat menambah stamina untuk pria" Jawab Wenli dengan kaku.


Angel pun mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, dia juga bukanlah wanita polos yang hal semacam itu tidak bisa di mengerti.


"Maaf Wenli seperti nya kita harus menunda malam pertama kita" Ucap Angel menatap Wenli.


" maksudmu?"


"Aku masih dalam keadaan datang bulan dan akan selesai mungkin 3 hari lagi"


"seriously?" Tanya Wenli dan di balas anggukan kepala Angel.


Sialan.


...


Pagi harinya Angel dan Wenli pergi sarapan di resto Hotel bersama dengan Kelvin dan Dessy yang juga menginap di hotel yang sama.


Karena takut Dessy lelah setelah selesai acara Kelvin memutuskan untuk menginap d hotel saja agar sang istri bisa langsung beristirahat tanpa perlu menempuh jarak 45 menit pulang ke Rumah Utama.


"Selamat pagi pengantin baru" Sapa Kelvin dengan senyum yang menawan.


" pagi " Jawab Angel dengan nada biasa aja sementara di raut wajah Wenli terlihat sedikit suram.


" Bagaimana?" Bisik Kelvin pada Wenli.


"Nihil" Jawab Wenli seadanya saja.


Kelvin ingin sekali mengeluarkan suara tertawanya tapi cukup bisa dia tahan karena tidak mau membuat sahabatnya itu malu.

__ADS_1


" Sabar teman" Kelvin menepuk-nepuk bahu Wenli dengan senyum mengejek.


Sedangakan Dessy dan Angel menikmati sarapan mereka dengan sesekali mengobrol walaupun diantara keduanya masih ada rasa kecanggungan dan masih terbilang belum begitu akrab.


__ADS_2