
Kelvin memasuki rumah utama dengan setengah berlari sampai-sampai tidak mempedulikan beberapa maid yang menyambut kedatangannya.
"Sayang kenapa kau buru-buru?" Tanya Anna Lu menghampiri anak nya itu.
"Ma, apa Dessy ada di kamarnya?" Tanya Kelvin kembali tanpa menjawab pertanyaan Mama nya.
Tanpa berbicara lagi Kelvin langsung meninggalkan Mamanya dan langsung menuju kamarnya.
Setelah masuk ke kamar Kelvin melihat sosok istrinya sedang duduk di balkon kamar.
Kelvin memeluk istrinya dari belakang. "Maaf sayang" bisik Kelvin.
Tapi Dessy sama sekali tidak merespon bisikan suaminya itu. Kelvin buru-buru pulang karena mendapat telpon dari Dessy yang bisa Kelvin tebak bahwa istrinya bakalan meraju dan kesal pada nya. Untung saja di kantor pekerjaan Kelvin tidak lah banyak hanya beberapa dokumen yang harus di tandatangani karena semua pekerjaan sudah di kerjaan dengan baik oleh Sekretaris Joe jadi dia bisa kembali ke Rumah Utama dengan cepat.
"aku tidak meninggalkan mu dan tidak mau membangunkan mu" Ucap Kelvin.
"kau pasti lelah sehabis perjalanan jauh" tambah Kelvin lagi tapi Dessy tetap saja diam.
"Emmm nanti saat kau tidur aku ingin pergi, aku kan menggendong mu membawa mu pergi bagaimana?" Canda Kelvin.
"hei,,, itu tidak perlu" Dessy menoleh pada Kelvin di belakang nya.
Kelvin tersenyum wanitanya sudah mau berbicara, karena bagi Kelvin saat istrinya tidak berbicara satu kata pun itu lah hal yang paling membuat dia bingung apa yang harus di lakukan.
Kelvin berjongkok di depan Dessy menggenggam tangan istrinya dengan erat serta menatap nya dengan tatapan penuh kasih sayang.
"cerewet lah saat marah, itu lebih baik dari pada diam" pinta Kelvin.
Dessy mengerutkan keningnya menatap dengan bingung. " Kenapa harus begitu?" tanya Dessy.
" karena aku bukan dukun, aku tidak bisa baca pikiran mu"
"cobalah peka"
"pria saat diciptakan tidak di berikan kepekaan" Balas Kelvin dengan asal.
"Isss...alasan apa itu, itu hanya karangan mu saja ya kan?" Tanya Dessy
"Memang" jawab singkat Kelvin.
Dessy dan Kelvin saling pandang dengan tersenyum menandakan Dessy sudah tidak kesal lagi pada Kelvin.
__ADS_1
Kelvin menciumi tangan Dessy dan beralih menciumi perut Dessy yang di dalam nya ada buah hati mereka.
"aku sangat menyayangi kalian" Ucap Kelvin.
"Aku tau, kami pun penyangi mu Daddy" Dessy yang menirukan suara anak kecil.
Mereka berdua menikmati suasana sore hari sambil saling melempar canda dan tawa. Sesampainya mau petang pasangan suami istri ini melakukan ritual mandi bersama yang sudah menjadi kebiasaan saat Dessy bertingkah manja pada Kelvin. Dia tanpa malu meminta Kelvin memandikan nya seperti anak kecil yang di mandikan oleh ibunya.
"Tuan Muda, Waktunya makan malam" Panggil Asisten Siaw dari depan pintu kamar Kelvin.
"iya, aku dan nyonya muda segera turun" jawab Kelvin dari dalam kamar nya.
"Kelvin lepaskan, Semuanya sudah menunggu kita" Ucap Dessy yang berusaha melepaskan pelukkan Kelvin.
"Berikan aku satu ciuman dulu" Pinta Kelvin dengan senyum liciknya.
"Astaga apa kau tidak puas, menciumi ku di kamar mandi tadi!"
"tidak, tidak akan pernah puas"
"Baiklah" ucap Dessy dengan pasrah lalu mengalungkan kedua tangan nya dileher Kelvin. Dengan sedikit berjinjit Dessy mencium bibir Kelvin.
Kalau saja tidak teringat para keluarga nya menunggu untuk makan malam mungkin dia akan terlebih dulu memakan istrinya.
Saat di ruangan makan Dessy sedikit merasa tidak enak karena hanya dirinya dan Kelvin saja lagi di tunggu untuk makan malam, sebaliknya Kelvin terlihat biasa saja bahkan dia duduk dengan santainya.
Kali ini ada Angel Lu yang juga ikut makan malam bersama karena dia sudah harus kembali ke Rumah Utama sebelum pernikahan nya dengan Wenli seminggu lagi.
"apa yang kau inginkan sebagai kado pernikahan mu?" Tanya Kelvin pada Angel.
Angel pun langsung tersenyum licik pada Kelvin, dia mengambil segelas air lalu meneguknya. " Aku ingin semua saham mu" Ucap Angel dengan santai.
Mata semua yang ada di meja secara bersamaan melihat ke arah Angel tanpa terkecuali Kelvin sendiri dengan santainya dia memakan makan di depan nya permintaan Angel bukan hal yang mengejutkan untuknya.
Dia dengan senang hati memberikan seluruh saham nya pada Angel kalau Angel menginginkan nya agar dia tidak perlu lagi pusing mengurus JM Grup. Lagi Pula Aset yang sudah di milikinya lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya kelak bahkan masih bisa memanjakan istrinya dengan barang mewah menurutnya.
"Oh, Baiklah sehabis pernikahan mu akan ku alihkan semua saham ku pada mu" Balas Kelvin.
"Terima Kasih" Ucap Angel senang.
"Angel" Pekik Kakek Lu.
__ADS_1
"Iss Dad, Aku hanya bercanda...aku pun tidak akan mau mengambil alih JM Grup, itu sangat melelahkan" Ucap Angel.
"Keponakkan ku sayang, bagaimana kau berikan bibi kecilmu ini mobil sport keluaran terbaru saja!" Rayu Angel.
"baiklah" jawab singkat Kelvin.
"Dan cuti 1 bulan untuk berbulan madu" sambung Angel lagi.
Kelvin langsung menghentikan kunyahan nya dan menatap tajam pada Angel. "1 bulan? buat mu itu tidak masalah tapi bagaimana dengan perusahaan Wenli? setau ku Zhi Corp sedang menjalankan proyek besar! tidak ada yang bisa mengantikan nya kalau dia libur selama itu" ucap Kelvin.
" Ada Jermi, kau tidak berniat menahan nya untuk terus menjadi supir istrimu kan? atau kalau Jermi
tidak bersedia kan ada dirimu yang bisa mengantikan nya" Jawab santai Angel sebagai solusi.
Kelvin menghentikan makan nya dia tiba-tiba merasa sudah kenyang. Selera makan nya pun hilang membayangkan dia mengerus dua perusahaan secara bersamaan.
Kelvin melirik ke Charles agar papanya bisa membantu juga.
" Pa " panggil Kelvin.
"Aku sudah pensiun" Charles Lu langsung menjawab, dia sudah tau apa yang di pikirkan oleh anaknya itu.
Semua yang ada di meja makan sontak tertawa bersamaan melihat wajah Kelvin yang sudah kesal.
Dessy yang di samping nya pun ikut tertawa.
Ternyata Keluarga Kelvin juga sangat senang mempermainkan Kelvin, Pikir Dessy. Membuat mereka terlihat begitu akrab.
Dessy merasa sangat beruntung bisa masuk kedalam Keluarga Lu. Di Keluarga ini lah dia merasa sangat di sayangi dan di hargai, dan di Keluarga ini lah dia merasa mempunyai keluarga lagi semenjak di tinggal oleh kedua orang tua dan neneknya.
" kenapa kau ikut tertawa?" Protes Kelvin pada Dessy.
" Maaf, tenang saja sayang aku akan membantu mu" Ucap Dessy dengan senyum termanisnya.
"tidak, kau lagi hamil lebih baik di rumah saja" Larang Kelvin.
"Ayolah aku dan calon bayi kita akan merasa bosan kalau di rumah terus" Bujuk Dessy dengan mengedipkan matanya.
Tidak bisa menahan rayuan dari istrinya Kelvin menarik panjang nafasnya. "Akan ku pertimbangkan".
Makan malam kali ini bukan hanya sekedar makan malam tapi tidak sengaja menjadi tempat negosiasi masalah pekerjaan dan juga tempat bercanda mereka sekeluarga dengan penuh hangat.
__ADS_1