
Kelvin yang kembali ke Rumah Utama lebih awal semua pekerjaan nya tidak terselesaikan dengan baik karena ulah istrinya yang menganggu pekerjaan nya dan akhirnya Sekretaris Joe lah yang menyelesaikan semua pekerjaan nya.
Kelvin bisa saja mengabaikan istrinya tapi itu sangat tidak mungkin karena dia begitu mencintai istrinya.
Kelvin masuk ke kamar nya mencari sosok istrinya tapi tidak tidak menemukan Dessy. dia memanggil Asisten Siaw menanyakan keberadaan istrinya.
"Nyonya Muda di halaman belakang tuan sedang menikmati secangkir teh, apa perlu saya panggilkan?"
Kelvin melambaikan tanganya. " tidak perlu, aku akan menyusulnya" Jawab Kelvin.
Dessy di larang untuk meninggalkan Rumah Utama bukan berarti dia tidak bisa menikamti taman bunga yang ada di halaman belakang Rumah Utama kan!!!
Rumah Utama begitu besar serasa sepi rasanya sekarang Kakek dan mama papa mertuanya sedang di Amerika sedangkan Kelvin dari pagi hingga petang ada di kantornya.
Para Maid yang ada di Rumah Utama sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing jadi wajar saja Dessy merasa bosen di rumah.
Dessy sedang menikmati pemandangan taman bunga dengan di temani secangkir teh dan lantunan lagu yang di dengarnya menggunakan earphone yang di pasang di telinganya.
"apa yang sedang kau dengar, sehingga kedatangan suamimu kau tidak tau" Kelvin melepas earphone di telinga Dessy. Dessy pun menoleh ke arah Kelvin yang berdiri di sampingnya.
"Aaa...suami ku kau sudah pulang?" Dessy berusaha menyapa selembut mungkin karena dia tau dari tadi siang dia sudah menjahili suaminya itu.
"duduk lah, apa kau ingin teh juga?" Tanya Dessy dengan manisnya.
Kelvin memarik salah satu kursi duduk tepat di samping Dessy namun pandangan nya tidak beralih dari wajah Dessy.
Dessy sudah salah tinggah dan merasakan ada kekesalan yang tertahan pada suaminya itu. Dessy berpikir apa dia akan kena marah atau lebih dari itu memdapat hukuman seumur hidup tidak boleh keluar rumah.
Dessy menggeleng-gelengkan kepalanya agar pikiran nya itu tidak menari-nari di pikirannya.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Kelvin yang melihat tingkah istrinya.
" tidak, tidak ada hahaha" jawab Dessy
Kelvin memcengkram dagu Dessy agar kedua mata Dessy tidak menghindar menatap Kelvin.
"Sayang, kau membuat ku kacau hari ini" bisik Kelvin di telinga Dessy.
" haruskah aku membalas mu" ucapnya lagi.
"maafkan aku sayang" Dessy berusaha menundukkan pandangan nya dia tau dia salah dengan mengaggu Kelvin yang sedang bekerja.
kekanak-kanakan sekali sifatnya tadi pikirnya.
Kelvin langsung tertawa renyah dan melepaskan cengkraman tangan di dagu Dessy.
"Hahahaha...Saat terpojok baru memanggil ku dengan kata SAYANG" ucap Kelvin dalam tawanya.
"Sudahlah, katakan kenapa kau mengangguku hari ini?" tanya Kelvin dia ingin mendengar penjelasan dari istrinya itu.
tangan Kelvin beralih ke rambat Dessy yang terkepang rapi di lepaskan nya kepangan itu hingga rambut kecoklatan Dessy bergerai dengan indah.
__ADS_1
"Maaf Kelvin aku hanya bosan dirumah, bolehkan aku untuk keluar rumah. aku janji akan menjaga diriku dengan baik" bujuk Dessy.
" No" Ucap singkat Kelvin.
"Aku keluar rumah tidak lebih dari 2 jam bagaimana?" Dessy masih merayu Suaminya itu.
"No..."
"Sayang..." Ucap Dessy dengan manja di perlihatkannya wajahnya dengan ekspresi imut semaksimal mungkin.
Kau sangat menggemaskan sayang. Batin Kelvin.
Kelvin menghembuskan nafas dengan pelan. saat istrinya memohon seperti ini dia merasa kalah.
"Uhh...baik lah, aku memang tidak bisa mengekangmu di rumah. kau boleh keluar rumah seperti biasanya tapi ada syaratnya!" Ucap Kelvin.
" apa itu?" tanya Dessy dengan girang. Akhirnya dia bisa bebas lagi tidak peduli dengan syarat apa pun itu.
"Syaratnya yaitu kau hanya boleh keluar rumah dengan diriku saja" Ucap Kelvin dengan senyum liciknya.
"Kelvinnn..." Teriak Dessy.
dia mengendus kesal yaa ini sama saja kan tidak ada kebebasan.
Terdengar kembali suara tawa renyah Kelvin. "bercanda, bercanda sayang...bukan itu syaratnya."
"syaratnya yaitu kau tidak boleh menyetir sendiri mobilmu, kau harus membawa supir sekaligus bodyguard" Ucap Kelvin dengan serius.
" baiklah" Ucap Dessy pasrah.
Lebih baik begini dari pada tidak bisa keluar rumah. setidaknya dia masih bisa pergi ke toko kue, berbelanja dan bertemu dengan sahabatnya.
...
Keesokkan harinya walaupun Kelvin sudah memperbolehkan nya pergi seperti biasanya.
tapi entah kenapa hari ini dia ingin bermalas-malasan di dalam kamarnya.
sungguh mood seorang ibu hamil tidak ada yang bisa menebak.
Kelvin sebenarnya ingin mengajak Dessy ke kantor bersamanya. tapi Dessy menolak karena dia ingin di rumah saja.
Kelvin pun merasa bingung kemarin sampai pake acara mengganggu pekerjaan Kelvin agar bisa keluar rumah mengatasi bosan nya tapi sekarang malah ingin berdiam saja di kamar.
Saat Dessy berbaring di atas tempat tidur ada pesan masuk di handphone nya. di buka pesan itu dari Jenny.
Apa apa dia tiba-tiba menghubungi ku, kenapa perasaan ku tidak enak ya.
Jenny : Temui aku di Cafe X jam 1 siang. Kelvin jangan sampai tau kita bertemu.
itulah pesan yang dikirim oleh Jenny.
__ADS_1
Karena penasaran Dessy memutuskan untuk menemui Jenny. sesampainya di cafe X Dessy melihat Jenny sudah menunggunya dengan satu gelas minuman yang ada di atas meja.
Dessy meminta sopirnya untuk menunggu di mobil saja dia tidak mau Jenny curiga dia pergi tidak sediri.
Dessy duduk tepat di depan Jenny. "langsung saja, ada apa kau mencari ku?" Tanya langsung Dessy.'
"sekarang, kau boleh sombong karena Kelvin lagi di pihakmu" Ucap Jenny sinis.
"tentu aku akan sombong bila berhadapan dengan perempuan seperti dirimu. siapa lagi yang harus sombong disini!, kamu?" Singgung Dessy dengan senyum meremehkan.
" Kau..." tangan Jenny sudah mengepal dengan eratnya di bawah meja.
Dessy berusaha kuat dan tenang menghadapi Jenny dia tidak mau memperlihatkan bahwa dia begitu sakit bertemu Jenny.
Sedangkan Kelvin di kantornya menerima laporan dari supirnya Dessy bahwa Dessy sedang bertemu dengan Jenny di sebuah cafe X.
Wajah Kelvin pun mengelap dia pun bisa menebak bahwa cepat atau lambat Jenny pasti akan menemui Dessy.
" Joe, pergi susul Nyonya Muda di cafe X. kau pantau saja dulu. kalau Jenny melakukan hal yang tidak di inginkan baru kau bertindak" Perintah Kelvin.
"Baik Tuan" Jawab Sekretaris Joe dengan tegas kemudian meninggalkan ruangan kerja Kelvin menuju ke tempat Dessy dan Jenny berada.
Benarinya kau menemui istriku, kalau terjadi apa-apa aku tidak akan berbaik hati lagi. Gumam Kelvin.
...
"bagaimana keadaan kandunganmuu?" Tanya Dessy sambil melambaikan tangan kepada karyawan cafe dia ingin memesan segalas jus buah.
"apa peduli mu dengan kandungan ku. Emmm sepertinya perut mu sudah mulai membesar" Jawab Jenny.
Dessy tersenyum tipis matanya masih menatap wajah Jenny mencari tahu apa tujuan Jenny sebenarnya.
"Begitulah kalau ibu hamil perutnya akan membesar, kelihatan nya kau tetap langsing.
Upsss apa jangan-jangan..." Ucap Dessy yang mengantungkan kata-katanya.
Brakkk...Suara Jenny memukul meja di depan nya. beberapa pengunjung dan karyawan langsung melihat secara bersamaan kearah sumber suara pukulan meja itu.
Sial, Kenapa aku lupa memakai bantalan di perut ku. aku harus pintar mencari alasan dan mengecohkan Dessy. dia tidak terlihat pintar kan?
...****************...
...----------------...
Haii...jangan lupa vote, komen dan like like like yaaa..
jangan lupa juga kunjungi karya berbaru Author ya " UPSCALE LOVE " bisa cek langsung di profilnya...😁
HAPPY READING ❤❤❤
__ADS_1