Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 79


__ADS_3

Jenny mengepal erat tangan nya, kenapa dia lupa memakai bantalan di perutnya agar terlihat membuncit. tapi bukan Jenny namanya kalau dia tidak bisa mengelak apa yang di pikirkan oleh Dessy.


"apa tebakkan ku benar?" Dessy tersenyum licik.


"jangan sembarangan bicara, bagaimana pun anak yang ada di dalam perut ku juga ketururan dari Keluarga Lu" Jenny kembali berusaha tenang.


"Kau yang duluan hamil, yaa wajar saja perut ku belum membesar seperti mu" Ucapnya lagi.


Dessy mengambil minuman jus nya yang di atas meja. di seruputnya dengan santai. " benarkah?" Tanya Dessy yang terlihat meragukan.


"begini saja, aku punya penawaran bagus untuk mu? menghilanglah jangan pernah muncul lagi atau aku akan menbuat mu menyesel seumur hidup!"


"Hahahah" Jenny langsung tertawa. "kau ingin menghancamku? Tanya Jenny dengan menatap sinis ke Dessy.


"dari mana terdengar menghancam, aku tidak suka menghancam orang. aku cuma memberikan pilihan saja" Dessy kembali menyeruput jus nya.


Jenny menarik kata-katanya Dessy bukanlah wanita yang bisa dibodohi, dia bahkan bisa menarik ulur emosi seorang Jenny.


Sekretaris Joe yang sudah sampai di Cafe X dengan mudah nya dia menemukan Dessy yang tengah duduk berdua bersama Jenny.


Sekretaris Joe duduk di salah satu meja jaraknya tidak dekat dengan meja Dessy agar Jenny tidak menyadari keberadaan nya. tetapi masih bisa memantau gerak gerik Jenny.


"Sial, aku tidak bisa mendekat...aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan" Gumam Joe pada dirinya sendiri.


Sebenarnya hati Dessy sangat begitu kesal dan geram terhadap Jenny. ingin rasanya dia menghajar habis perempuan di hadapan nya. tapi dia bukanlah wanita bar bar yang akan main hakim sendiri apa lagi saat ini dia tengah hamil. rasa geram nya bisa dia sembunyikan dengan pengalaman selama tinggal bersama Keluarga Lin dia sudah banyak di perlakukan tidak adil bagaimana Bibi, Paman dan sepupunya sehingga menghadapi seorang seperti Jenny ini hanya perlu ketenangan.


" apa yang bisa kau lakukan? kau tidak bisa apa-apa tanpa Kelvin?" tanya Jenny.


"kau telah merebut Kelvin dari ku" Pekik Jenny.


Dessy mengambil handphone di dalam tasnya entah siapa yang di hubunginya. Dessy seperti ingin memberi tahu bahwa dia bukan lah Dessy yang dahulu selalu pasrah saat tidak ada keadilan baginya.


"Geledah kamar Nona Jenny selarang, temukan barang yang mencurigakan" Perintah Dessy kepada seseorang di telpon nya.


Dessy tersenyum licik ke arah Jenny. Jenny sudah merasa gugup, buliran keringan sudah membasahi dahi dan kelapak tangan Jenny.


sadari tadi kaki nya tidak berhenti begetar.

__ADS_1


"Apa yang kalau lakukan? Tanya Jenny yang berusaha terlihat tenang dan tidak tampak gugup.


"kau bisa dengar sendiri tadi kan. mau ku beri tahu rahasia?" Dessy menajukan wajahnya kedepan.


"kau tau, aku tidak sepolos yang kau nilai" Dessy mengucapkan dengan intonasi yang membuat orang mendengarnya berkelitik ngeri.


bahkan senyum yang di perlihatkan Dessy tidak seperti Dessy yang selama ini di kenal.


"apa yang di katakan Nyonya, sampai Nona Jenny seperti ketakutan seperti itu" Gumam Sekretaris Joe yang dari tadi masih memperhatikan 2 wanita itu berinteraksi.


tidak memakan waktu lama handphone Dessy berdering. Dessy mengambil kembali handphone di dalam tasnya.


melihat siapa yang menelpon Dessy menaikkan sudut bibirnya.


"benarkah? kembali ke Rumah Utama" Ucap Dessy kepada seseorang di telpon nya.


"katakan apa yang telah kau temukan?" Tanya Jenny dengan nada tinggi. kecemasan nya semakin meningkat.


Dessy menggelengkan kepalanya. " aku, aku tidak menemukan apa2" Dessy berdiri dari tempat duduk nya dan membisikkan sesuatu kepada Jenny. " ingat pertimbangkan penawaran ku tadi. jangan salah pilih karena aku tidak akan sungkan lagi terhadap mu" bisik Dessy.


Sekretaris Joe yang melihat Dessy mau meninggal Jenny dengan cepat dirinya menutup wajahnya dengan buku menu yang ada di atas meja.


Dessy pun berjalan tanpa melihat kiri dan kanan pandangan nya lurus kedepan tangan nya yang mengepal dengan erat dari tadi ingin rasanya di lampisakan.


"jermi, kita kembali Ke Rumah Utama" kata Dessy kepada supir sekaligus bodyguard yang sudah di tugaskan oleh Kelvin.


Jermi langsung melajukan mobil kembali pulang ke Rumah Utama.


Sekretaris Joe pun langsung kembali lagi ke JM Grup untuk laporan ke Tuan nya.


Sedangkan Jenny masih mematung di meja yang sama.


pikiran nya saat ini sedang kacau. hal yang sudah di rencanakan kenapa bisa berantakkan. sedikit lagi dia bisa menyingkirkan Dessy dari ke hidupan Kelvin.


setelah duduk lama dengan pikiran nya yang kacau, Jenny pun kembali ke vila Kelvin yang saat ini menjadi tempat tinggal nya.


Saat Masuk ke Kamar nya Jenny tidak mendapati kamarnya yang berantakkan. padahal dia mendengar sendiri bahwa Dessy memerintahkan seseorang untuk mengeledah kamarnya.

__ADS_1


sedikit senyum terpancar di bibir Jenny.


"apa dia hanya menakut-nakuti ku? dia bahkan tidak ada kekuasaan untuk mengeledah ku" Gumam Jenny.


Jenny pergi ke ruang pakaian nya dia ingin memastikan sesuatu yang di simpannya apa masih aman atau tidak.


Brakkk...Jenny melempar kotak ke arah kaca. serpihan kaca berceceran di lantai.


"Sial...dia benar-benar menemukan nya" Teriak Jenny di dalam ruang pakaian dia mempora pondakan pakaian yang telah tersusun rapi.


Jenny teriak histeris sambil menangis kesal di dalam ruang pakaian dan dia tidak peduli dengan serpihan pecahan kaca yang terhambur kemana-mana bisa mengenai kakinya.


Orang yang di perintah Dessy sudah mengambil apa selama ini Jenny sembunyikan. kehamilan nya memang benar hanya jebakkan untuk Kelvin tapi walaupun Jenny pura-pura hamil nyatanya Kelvin tetap tidak bersama nya.


Bukti itu berupa perut karet sintetis, sebuah handphone, satu buku akun Bank, dan surat test kehamilan palsu.


Sebenarnya Kamar Jenny di geledah dengan mengobrak abrik kamar Jenny. tapi setelah menemukan apa yang di mau, beberapa maid ya sudah di siapkan membersihkan kembali kamar Jenny keseperti semula.


"Liat Saja Perempuan j*****, aku kan membunuhmu" teriak Jenny lagi.


DiRumah Utama Dessy sudah menerima bukti dari kehamilan palsu nya Jenny.


dia hanya menunggu apa tindakkan Jenny lenjutnya kalau Jenny memilih masih bertekat meneruskan kebohongan nya jangan salah kan Dessy membongkar semuanya.


...----------------...


Hiii...Sorry yaa telap Up nya. Karena Author nya lagi pulkam siknal pun sedikit susah. sudah dari tadi siang ingin up gak bisa-bisa gagal karena siknalnya jelek. harap maklum ya...


dan di kampung Author terletak di pedalaman Kalimantan Timur. sekarang di kampung lg musim Ikan Bilis gak tau di daerah lan bilang itu ikan apa.



Nah kayak di gambar ini ikan bilisnya...bukan ikan iblis yaa 🤣🤣🤣


Jangan Lupa di like, vote dan komen yaa.


HAPPY READING ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2