Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 89


__ADS_3

ini pertama kalinya Dessy menginjakkan kakinya di kota Paris salah satu Kota yang ingin dia kunjungi. Selama Neneknya masih hidup dia hanya beberapa kali berpergian keluar Negeri itu pun hanya pergi ke Negara tetangga.


Dessy yang duduk Kursi belakang mobil sendiri menikmati keindahan kota paris alangkah bagusnya nanti dia akan pergi berdua saja dengan Kelvin itu akan lebih menyenangkan pikirnya.


" apa kau sudah punya pacar Jer?" Tanya Shima agar di dalam mobil tidak hening karena dia bukan lah tipe wanita yang harus mengunci mulutnya agar tidak berbicara dalam waktu yang lama.


" Aku..."


Saat Jermi ingin menjawabnya, Shima menyela pembicaraan Jermi, sehingga Jermi tidak melanjutkannya lagi.


" lupakan jangan di jawab, jangan Sampai kau berkata bahwa bahwa kau sudah menikah dan memiliki anak" Shima memutar bola matanya dan tersenyum sinis.


"Hahaha, kau terlalu berlebihan Shima. Itu tidak mungkin kan Jermi!" Dessy yang terkekeh dengan ucapan Shima dan menyakinkan kembali kebenaram ucapan Shima pada Jermi.


" Itu benar Nyonya" Jawab Jermi dengan santainya sambil menyetir mobil.


"Apa..." Pekik Bersama-sama lagi Dessy dan Shima.


Kali ini Jermi yang tertawa kencang. " aku hanya bercanda, tentu aku belum menikah"


Karena merasa di kerjain oleh Jermi, Dessy dan Shima kompak memukul Jermi bersamaan.


"Aww... Sakit" erang Jermi mengusap lengan nya di pukul oleh kedua wanita itu karena kesal.


"Rasakan" Celetuk Shima.


...


Rumah Sakit di Kota Y.


Mika berlari mengiringi brankar dorong yang di atas nya ada seseorang yang sedang mengalami kecelakaan. Mika sebenarnya hendak menemui Axel, mereka berjanji akan makan malam bersama tetapi ketika Mika ingin keluar rumah sakit para junior nya minta bantuan kepada Mika mengingat kondisi korban sangat parah.


Mau tidak mau Mika harus mementingkan nyawa korban dari pada janji makan malamnya.


"Axel, maaf sepertinya aku tidak bisa makan malam bersama mu. ada pasien korban kecelakaan aku harus menanganinya" Ucap Mika yang memberi tahu Axel melalui telponnya.


"tidak apa-apa Mika, aku akan menunggu mu"

__ADS_1


"jangan,,,ini akan memakan waktu lama. makan lah dulu" Mika yang menelpon sambil berlari ke ruang operasi nafasnya sudah ngos-ngosan dan tanpa mendengar suara Axel lagi Mika langsung mengakhiri telponnya, karena memang dia sudah masuk ke dalam ruang operasi.


Mika di bantu pada juniornya untuk memakai baju strail. peralatan bedah sudah di siapkan korban pun sudah di pasang alat bantu pernapasan dan sebagainya.


" Baik, Kita mulai" Perintah Mika.


Selama Mika menangani operasi Axel tetap menunggu nya. Axel menanyakan kepada salah satu perawat di mana ruang kerja Mika. perawat itu mengira Axel adalah salah satu pasien yang ada janji bertemu dengan Dokter Mika jadi langsung saja perawat itu mengantar kedalam ruangan kerja Mika.


"Tuan, anda bisa menunggu di sini. Dokter Mika sedang menjalankan operasi" Ucap perawat itu.


" Baik, tidak masalah. saya akan menunggu disini. terima kasih"


Setelah Perawat itu pergi, Axel mengamati sekeliling ruang kerja Mika. ruang kerja yang tidak terlaku besar tetapi cukup nyaman. Dilihatnya jas putih kebanggan para Dokter itu tergantung dengan rapi. Axel tersenyum mengamati jas itu dan tidak lama mata nya teralih ke meja kerja Mika terdapat foto Mika dan Keluarganya tapi bukan itu fokusnya karena di samping foto keluarga Mika terdapat foto dirinya dan Mika.


Senyum Axel tambah mengembang di wajahnya saat tau Mika yang dingin itu meletakkan foto mereka berdua di atas meja kerjanya.


"calon istriku" Gumam Axel dengan rasa bahagia.


"Emm apa ini toilet?" Tanya Axel pada dirinya sendiri karena melihat ada sebuah pintu di dalam ruang kerja Mika.


Saat di bukanya pintu itu Axel sedikit terkejut, itu bukan lah toilet melainkan sebuah kamar tidur.


Axel melangkahkan kakinya masuk ke ruangan itu bukan hanya tempat tidur yang tersedia, di dalam nya juga terdapat mini pantry, lemari pakaian dan kamar mandi. Ruangan itu sudah selayaknya seperti Apartemen yang berukuran studio.


Setelah hampir 2 jam menunggu akhirnya Mika menyelesaikan operasinya. Mika kembali ke ruang kerjanya dan langsung masuk ke kamar pribadinya. tidak lupa dia mengunci dari dalam pintu kamarnya.


Sudah menjadi kebiasaan Mika selesai mengoperasi pasien nya dia segera mandi lalu beristirahat sebentar.


Mika tidak sadar ada seseorang yang tengah berbaring di tempat tidurnya, tapi dia dengan santai membuka satu persatu pakaian nya.


" Uhukk " Axel pura-pura batuk agar Mika menyadari dirinya karena di tubuh Mika hanya tersisa pakaian dalam nya saja.


"Aaaa..." Mika berteriak berusaha menetupi tubuhnya yang hampir saja tidak menggunakan sehelai kain pun.


" Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mika dengan paniknya. Dengan cepat dia membalikkan badan nya membelakangi Axel.


"aku sedang menunggu mu" Jawab Axel dengan santai seolah dia tidak melihat apa-apa.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja saat aku masuk, Kau tunggu di luar sana aku ingin mandi" Usir Mika.


Axel beranjak dari tempat tidur mendekati Mika di peluknya Mika dari belakang yang tanpa pakaian itu.


" Apa yang kau lakukan?"


"Sttt...aku hanya ingin memelukmu"


" Jangan ambil kesempatan Axel, cepat keluar sana" Mika berusaha memberontak dalam pelukkan Axel.


Axel membalik badan Mika agar menghadap pada nya, tidak peduli dengan protesan Mika. Axel mencium bibir Mika dan Melu**tnya dalam-dalam.


Mika ingin mendorong tubuh Axel tapi pelukkan Axel sungguh erat.


Salah satu tangan Axel sudah berada di buah dada Milik Mika dan memainkan nya dengan lembut. Mika beberapa kali menyingkirkan tangan Axel tetap tangan nakal itu kembali bermain. Serasa puas mencium Mika barulah Axel melepaskannya.


Wajah Mika sudah merah merona seperti udang rebus. Dia tidak bisa menahan malunya tetapi juga dia kesal terhadap pria yang seenaknya mengambil kesempatan menciumnya.


" Ini hukuman buat mu"


" Kenapa aku harus di hukum, apa salah Ku?"


" karena kau sudah ceroboh kali ini, kau tidak menyadari ada di diriku di tempat tidur mu dan kau tidak mengunci pintu kamar ini saat kau pergi. Andai orang lain yang masuk dan melihat mu melepaskan pakaian seperti ini. apa yang akan terjadi" Ucap Axel yang kesal dengan kecerobohan Mika.


" biasanya kamar ini juga tidak pernah ku kunci saat ku pergi karena tidak ada barang berharga di dalamnya"


" mulai sekarang kau harus menguncinya, jangan ada kejadian seperti ini lagi. aku tidak mau tubuhmu di lihat oleh orang lain. apa kau mengerti" Ucap Tegas Axel kepada Mika.


" Baiklah aku akan mengunci pintu ini saat aku pergi, tapi bisakah kau menunggu di luar aku ingin mandi" Mika menunjuk ke kamar mandi yang hanya berdinding kaca buram jadi bayangan yang mandi di dalam bisa terlihat.


Axel mengembangkan senyuman liciknya. "Tidak, aku akan menunggumu di sini"


"Axel...aku sungguh malu, mengerti lah" Protes Mika.


"Oke...aku tidak akan mengintipmu mandi. bergegaslah aku sudah sangat lapar"


" Uhhh..."

__ADS_1


Mika menarik napasnya dengan dalam-dalam, dia pergi kekamar mandi dengan pasrah. Dalam hal ini dia tidak akan pernah menang menghadapi Axel. Sedangkan Axel tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Rasanya aku ingin mempercepat pernikahan ku" Gumam Axel senang.


__ADS_2