
"Kelvin..." Dessy berteriak menjerit dengan tangis yang meraung-raung kini terduduk di sisi box bayi mereka.
Seketika itu keadaan di dalam kediaman Kelvin dan Dessy menjadi heboh karena saat Dessy terbangun dari tidurnya, ia tidak menyangka tidur nya begitu lelap sehingga ia tergesa-gesa ke kamar Darren merasa aneh kenapa tidak mendengar suara tangisan Darren ataupun Darren di berikan kepadanya. Sebelumnya dia pernah memberi tahukan kepada babysitter yang menjaga Darren kalau dia terlelap atau pun lupa memberi ASI, pengasuh Darren harus mengingatkan dan memberikan Darren kepadanya.
Tapi kini Dessy sudah terlelap hampir tiga jam tapi tidak ada yang membangunkannya.
Kelvin yang mendengar jeritan istrinya langsung berlari kekamar mereka tepatnya dia menemukan Dessy tengah menangis histeris di kamar Darren.
"Sayang ada apa ini?" Tanya Kelvin yenag belum tau situasinya karena memang setelah Dessy tertidur dia selalu berada di ruang kerjanya.
"Kelvin, Darren di mana Darren..." Jawab Dessy dengan isak tangisnya, tubuhnya bergetar saat sang suami menggapainya. Perasaan Dessy seketika itu merasa tidak enak ketika tidak melihat Darren putra mereka.
"apa dia bersama mu, katakan kalau Darren bersama mu"
Kelvin langsung menatap tajam Babysitter yang ada bersama mereka.
"Anu...Tuan, Emm...Tuan Muda Darren tidak ada di kamarnya" Ucap Lili dengan gugup ia salah satu babysitter yang menjaga Darren.
Kalvin kembali menatap tajam kearah Lili. "apa maksudmu, bukankah Darren sedang tidur di kamar ini dan kau menjaganya" Ucap Kelvin dengan suara lantang membuat Lili ketakutan sedangkan Dessy masih menangis dalam dekapan Kelvin.
"Ma,,maaf tuan. Sejak saya masuk ke kamar Tuan Muda Darren saya sudah tidak melihatnya. Saya pikir Tuan Muda Darren sedang berada di kamar bersama Nyonya jadi saya tidak berani menganggu, saya lebih memilih berberes barang milik Tuan Muda Darren" Jelas Lili berharap Kelvin tidak menyalahkannya.
"Ck...di mana Yechun?" Tanya Kelvin. "Aku ingat sebelumnya dia yang menemani Darren".
"Saya tidak tau Tuan dan juga tidak ada melihat Yechun" Sahut Lili.
Tanpa membuang waktu lagi Kelvin pun langsung memerintahkan semua pelayan di rumahnya untuk mencari Yechun dan Darren. Bagaimana bisa Darren menghilang begitu saja di rumah mereka Karena di rumah mereka banyak pelayan dan pengawal yang menjaga.
"Apa??? kalian tidak menemukan Darren, Aku tidak mau tau kalian harus menemukan nya dengan cepat. Bagaimana cctv apa terlihat?"
__ADS_1
"Tuan kami sudah memeriksa cctv, memang terlihat nona Yechun lah yang membawa Darren. Tapi..." ucap salah satu pengawal Kelvin.
"Tapi apa?" Bentak Kelvin.
"Saat menyelusuri cctv kami kehilangan jejak Yuchun sebelum dia keluar dari pintu gerbang masuk kekawasan perumahan ini Tuan" Jawab pengawal itu dengan menunduk karena sudah takut melihat wajah Kelvin yang sedang marah sekaligus khawatir dengan keadaan anaknya sekarang.
"Tuan kami juga melihat ada sebuah mobil yang masuk ke kawasan ini, mobil itu berputar kembali bersamaan hilang nya jejak Yechun"
" Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat cari siapa pemilik mobil itu" pekik Kelvin.
" Siap Tuan"
Kabar hilangnya Darren sudah sampai ke seluruh keluarga. Kini mereka semua sudah berada di kediaman Kelvin.
Wenli juga tidak tinggal diam dia memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Darren.
"Maaf kan aku Ma, aku tidak menjaga Darren dengan baik. Aku malah tidur dengan enaknya" Dessy menyalahkan dirinya sendiri karena merasa sudah lalai menjaga Darren.
"Ini bukan salah dirimu nak dan bukan salah Kelvin. Penjagaan di sini cukup ketat dan babysitter itu mencari kesempatan saat kalian sedikit lengah untuk membawa kabur Darren. Tapi apa motip nya?" Tanya Charles Lu.
"Itu yang sedang ku pikirkan Pa, untuk apa dia membawa kabur Darren" Sahut Kelvin dengan lirih. Kini hatinya bagaikan di tusuk pisau yang tajam melihat istri tercintanya menangis tanpa hentinya dan memikirkan bagaimana keadaan Darren saat ini.
"Ku rasa dia di bayar seseorang, apa kak Kel merasa ada menyinggung atau bermusuhan dengan seseorang saat ini" Tanya Anthony, dia dan Joe langsung pergi kediaman Kelvin saat memdengar kabar Darren hilang.
"Tidak ada" Jawab Kelvin dengan yakin.
"bagaimana Joe, apa sudah diketahui siapa pemilik mobil itu?" tanya Kelvin.
"tunggu sebentar lagi, karena mobil itu atas nama orang lain bukan atas nama yang mengendarainya saat ini" Jawab Joe.
__ADS_1
"ya tuhan, siapa yang tega melakukan ini" Kelvin tampak frustasi.
"Kelvin aku sangat mengkhawatirkan Darren, dia masih sangat kecil bahkan umurnya belum sampai satu bulan. Saat ini dia harus mendapatkan ASInya" Ucap lirih Dessy dari awal mendapati Darren tidak ada sampai sekarang dia terus menangis.
Mendengar ucapan Dessy semua wajah yang ada diruang keluarga terlihat pias. Benar kata Dessy bayinya kini membutuhkan ASI nya, terakhir kali Dessy memberikan ASI pada waktu siang hari kini waktu sudah menujukkan sore hari.
Dessy tidak bisa membayangkan bayinya Darren kini menangis kehausan karena tidak mendapatkan ASI. Kini dia hanya bisa berdoa agar Darren di perlakukan dengan baik, tidak membiarkan bayi kecilnya itu dalam kehausan.
Karena terlalu banyak menangis dan tidak bisa menerima keadaan Dessy pun jatuh pingsan. Kelvin terlihat tambah kacau untung saja saat ini keluarga besar nya setia menemani dan membantu. Jadi Kelvin sedikit lebih bisa mengontrol emosinya dan bisa berpikir dengan jernih tindakan apa yang harus di lakukan.
"Kak, kami sudah mengetahui siapa yang memgendarai mobil itu" Ucap Joe saat Kelvin sedang berusaha menyadarkan Dessy dari pingsan.
"Siapa?" Tanya Kelvin dengan cepat, dia akan membuat perhitungan dengan orang tersebut.
"Jenny" Jawab Joe yang awalnya juga tidak menyangka bahwa Jenny yang ada di mobil itu.
"Apa???" Serempak semua yang mendengar merasa kaget. Itu adalah nama yang sangat mereka kenal.
Dengan kemarahan yang tidak tertahankan lagi, Kelvin langsung mengambil kunci mobilnya dia harus segera menemui Jenny. Ia tidak boleh mengulur waktu karena keselamatan anaknya yang paling utama.
"sial, berani-beraninya dia mengusik kehidupan keluarga ku lagi. Kali ini aku benar-benar tidak akan mengampuninya" Geram Kelvin lalu ingin pergi mencari Jenny.
Kali ini Wenli mencegahnya. " jangan gegabah, kalau Jenny ingin membalas dendam pada mu. Kemungkinan dia akan menghubungi mu"
"Aku tidak bisa menunggu lagi, bayi ku terlalu kecil untuk semua ini, Dia baru saja lahir" Kini Kelvin sudah tidak bisa menahan air mata nya untuk keluar. Dunia nya seakan runtuh mengingat bayinya saat ini, tubuhnya terasa lunglai bahkan kini dia telah terduduk bersimpuh pada kedua lututnya. Tubuh Kelvin bergetar hebat karena tangisannya.
Baru kali ini seluruh keluarga menyaksikan sosok Kelvin yang tegas dan kuat menangis dalam keadaan rapuh dan lemah.
Tidak akan ada yang bisa mempertahankan benteng kokoh sekuat apa pun pada dirinya bila seseorang yang amat di cintainya menghilang begitu saja, terlebih ini adalah bayi munggil yang baru dua pekan hadir di kehidupannya. Anak dari hasil buah cintanya bersama sang istri harta paling berharga dalam hidupnya.
__ADS_1