
Laju mobil yang di bawa oleh Anthony menjadi sangat pelan bahkan orang yang bersepeda atau yang sedang lari pagi pun bisa mendahului lajunya mobil, setelah apa yang di dengarnya dia merasa Tuhan masih mendukung hubungan nya bersama Shima.
" hai, kenapa laju mobil ini seperti siput " protes Kelvin kesal karena berlahan laju mobilnya melambat.
"Anthony, ada apa dengan mu. kita bisa terlambat" Sekretaris Joe juga ikut protes, di lihatnya bocah itu sedang melamun.
Plakkk...suara pukulan dari arah belakang mengenai kepala Anthony.
Anthony mengerang kesakitan dengan menguap-usap kepala nya yang barusan di pukul oleh Kelvin.
"Jahat sekali...kalau otak ku sampai cidera bagaimana?" Anthony masih mengusap-usap kepala nya dengan satu tangan nya, tangan satunya fokus memegang stir mobil.
"otak mu memang sudah bermasalah, lajukan mobil dengan cepat kau membuang-buang waktuku" Ucap Kelvin dengan kesal sedangkan Sekretaris Joe terkekeh di Kursi depan mobil.
Anthony lebih menekan panel gas agar menambah kecepatan laju mobilnya.
Setiba nya di JM Grup, Anthony berjalan menuju ke ruangan sambil bersiul-siul terliat wajahnya kembali ceria. sebelum menuju ke ruangan nya tidak lupa Anthony memeluk erat Kelvin. Jelas saja Kelvin bertambah Kesal.
bukan pelukkan dari Anthony yang di perlukan nya saat ini pelukkan istrinya lah yang paling di rindukannya.
...
Paris
perjalanan yang cukup memakan waktu lama membuat Dessy sedikit lelah, hari ini memutuskan untuk istirahat saja itu adalah keputusan yang bagus mengingat dia sedang mengandung.
"Uh...ternyata sudah mau petang" Gumam Dessy yang baru saja bangun dari tidurnya.
" seharusnya aku tidak memilih paris untuk berlibur, pulau Jeju juga indah dan menyenangkan pastinya tidak jauh seperti pergi ke Paris saat ini"
" astaga aku terlihat seperti istri memanfaat kan dengan baik kekayaan suami " Dessy menepuk-nepuk tempat tidurnya karena histeris mengingat kelakuan nya selama hamil banyak menghabiskan uang suaminya.
"kau baru sadar itu" Ucap sinis Shima yang baru saja masuk ke kamar Dessy. dia ingin mengajak Dessy bersiap-siap untuk makan malam.
" Ahhh Shima" Dessy sedikit kaget tiba-tiba Shima masuk ke kamarnya.
" Eiii bagaimana kau bisa masuk ?" Tanya Dessy bingung.
" Jermi yang memberikan kepada ku, katanya untuk berjaga-jaga dia meminta kartu kamar mu kepada pihak hotel"
ini pasti Kelvin yang memerintahkan nya, tapi yaa sudah lah. batin Dessy.
__ADS_1
" tunggu sebentar aku akan bersiap-siap " Dessy beranjak dari tempat tidurnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah itu Dessy dan Shima pergi ke restoran yang ada di hotel untuk makan malam mereka. karena bingung menentukan restoran mana yang baik untuk makan malam pertama mereka di Paris akhirnya Dessy memilih restoran yang di Hotel saja.
Dia juga sudah benar-benar lapar.
" Astaga aku lupa mengajak Jermi untuk makan malam"
" Hubungi saja dia dan suruh dia menyusul kita"
Dessy mengambil Handphone di dalam tas nya untuk menghubungi Jermi.
" Jer pergi ke restoran hotel, kita makan malam" Ajak Dessy melalui telponnya
" Eee,,,silahkan Nyonya saja" Jawab Jermi dengan sungkan.
" Iss kau ini, kalau kau tidak ke sini aku akan memberi tahu Kelvin bahwa kau tidak menjaga ku saat ini" Ancam Dessy karena memang Dessy sedang tidak bersama Jermi.
" Ba,,,Baik Nyonya saya segara ke situ"
Dessy tersenyum puas ternyata mengancam menggunakan nama suaminya begitu bermanfaat di saat seperti ini
Tidak lama kemudian Jermi datang menghampiri Dessy dan Shima.
" Terima kasih Nyonya"
" heii tidak perlu sungkan begitu, bukan nya menyenangkan kita bertiga liburan bersama. jadi kau jangan begitu canggung anggap saja kami ini teman-teman mu" Ucap Shima
" Tapi Nona Lang..." Jermi yang sangat tidak nyaman di perlakukan majikan nya seperti tidak ada perbedaan status antara pelayan dan majikannya.
"Shima...panggil Aku Shima, Ok!!!" Tegas Shima.
" baik Nona La...Shima maksudnya" jawab Jermi dengan gugup.
" bagus"
Dessy tersenyum melihat wajah Jermi terlihat merona merah. Sambil menunggu makanan meraka di sajikan mereka bertiga mengobrol dengan seru awalnya Jermi sedikit canggung di antara kedua wanita itu apa lagi salah satunya adalah Nyonya Muda nya yang harus dia jaga baik-baik, kalau tidak dia akan di hajar habis-habisan oleh Kelvin Bos yang sudah memperkerjakan nya. Tapi Jermi termasuk orang yang mudah cepat bergaul jadi tidak lah lama dia bisa akrab mengobrol dengan Dessy dan Shima.
Merasa perut sudah kenyang dan sudah cukup lama juga mereka mengobrol Dessy dan lainnya kembali ke kamar masing-masing. pada awalnya Shima ingin lanjut mengobrol di kamar Dessy, Tapi Dessy menolaknya dengan alasan ingin tidur lebih awal karena besok mereka mulai berkeliling di kota Paris.
Padahal itu hanya alasan Dessy, dia sudah tidak sabar ingin sekali menghubungi suaminya.
__ADS_1
Dessy menghubungi Kelvin melalui handphone nya. tidak lama tersambung terdengar suara Kelvin menyapanya.
"Apa kau masih di kantor?" Tanya Dessy sambil melihat jam didinding setidaknya di negara nya saat ini siang hari.
"Iya, Apa kau belum tidur sayang? kau sudah makan?"
"aku sudah makan bersama Shima dan Jermi...
aku ingin menelpon mu sebelum aku tidur Kelvin"
" kau harus menikmati liburan mu dengan baik sayang"
" Aku tau, Aku dan Shima sudah merencana kemana saja tujuan kami besok. ini pasti menyenangkan" Dessy berbicara di telpon sambil menganti pakaiannya dengan piyama tidur.
"iya, bersenang-senang lah di sana tapi selalu ingat jaga di dirimu dengan baik jangan terlalu lelah.
kalau begitu beristirahatlah lebih awal"
Dessy pun mengakhiri telpon nya bersama suaminya. Dessy membaringkan tubuhnya di tempat tidur lalu dia memejamkan matanya.
beberapa menit kemudian bukan nya tertidur malah dia terlihat gelisah. dia sudah membolak balikkan badan nya agar mendapatkan posisi yang enak untuk tidur alhasilnya dia sendiri tidak bisa tidur.
Saat ini yang di rasakan nya hanya ingin tidur di dalam pelukkan suaminya.
Pada akhirnya karena tidak bisa tertidur Dessy kembali menghubungi Kelvin.
"Hallo sayang kenapa kau belum tidur?" Tanya Kelvin tapi sesaat Kelvin tidak mendengar suara Dessy.
" Sayang...Sayang, Kau tidak apa-apa kan? kenapa kau diam saja?" Panggil Kelvin kembali.
"Kelvin...hu hu hu" Tersengar suara Dessy sedang menangis.
" kenapa kau menangis sayang!" tanya Kelvin yang mulai khawatir kepada istrinya.
" Kelvin ternyata aku tidak bisa tidur tanpa dirimu, Aku ingin pulang saat ini juga" Pinta Dessy dengan tangisannya.
"Bakan nya kau baru saja sampai di Paris..."
"Bagaimana ini Kelvin, aku benar-benar gak bisa tidur tanpa memelukmu, aku terbiasa mencium wangi aroma di tubuhmu"
"sudah tau tidak bisa jauh dari ku, tetap saja ingin pergi berlibur.
__ADS_1
Nanti aku akan meminta Jermi untuk membelikan parfum yang biasa ku pakai, siapa tau bisa membuat mu tertidur."
Kelvin berpikir mungkin istrinya setiap malam terbiasa mencium aroma wangi di tubuhnya mungkin dengan menyemprotkan sedikit parfum yang sama yang dalam kamar hotel Dessy bisa membantu Dessy agar bisa tidur di malam hari.