Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 11 Siapa Pria Itu?


__ADS_3

Tidak peduli dengan pernikahan kontrak yang nantinya membuat mereka akan berpisah, tetapi saat ini mereka adalah suami istri yang sah.


Ketika Dessy berada di dalam lif, Hp nya berdering. Tidak salah lagi itu panggilan dari suaminya Kelvin Lu.


“ kamu dimana?”


“aku di dalam lif, mau menuju Loby”


“aku sudah menyuruh mu menunggu ku, kenapa pergi begitu saja” Kelvin yang menyandarkan tubuhnya di kursi dan merenggangkan lehernya yang sedikit kaku, karena lama memimpin sebuah pertemuan. Dia berusaha membuat pertemuannya menjadi tidak lama, tetapi tetap saja hampir 2 jam juga untuk menyesesaikan nya. Pikiran Kelvin hanya cepat-cepat selesai agar bisa melihat wajah Dessy. Mungkin Kelvin sudah mulai menyukainya.


“maaf, ku pikir kamu akan lebih lama lagi, jadi aku akan pergi ke kampus sendiri”. Niatnya hanya untuk jalan-jalan mengelilingi kantor JM dan berencana kembali lagi di dalam ruangan Kelvin, karena sudah di lobi jadi lebih baik dia langsung saja ke kampusnya.


“biarkan Sektrais Joe yang mengantar mu?


“emm…aku akan naik taksi


Bye…sampai ketemu nanti malam…” Dessy langsung menutup telponnya. Orang yang di seberang sana masih tercengang belum berbicara sudah di tutup duluan telponnya.


“Untuk pertama kali ada yang menutup telpon ku duluan, bahkan aku belum menyesaikan pembicaraan”. Pikir Kelvin yang matanya masih melihat handphone yang sudah menggelap.



Universits Y


Setiba di kampus Dessy dengan santainya berjalan menuju perpustakaan dia harus mencari beberapa buku untuk menyesaikan ujian terakhirnya. Dia harus semangat dan menyesaikan dengan cepat agar pengorbanannya selama ini tidak sia-sia.


Berjalan dengan pandangan yang lurus kedepan, tidak mempedulikan orang sekitarnya. Tiba-tiba ada tangan yang ramping memeluknya dari belakang, yaitu teman baiknya Shima Lang.


“Shima…kamu benar-benar membuat ku kaget” tangan Dessy memukul kecil tangan Shima. Shima tertawa lebar karena melihat ekspresi lucu Dessy yang sedang kaget.

__ADS_1


“Maaf,,,itu karena beberapa hari ini kamu tidak ada kabarnya…kemana saja”


“apa hubungannya?” Dessy mengerutkan alisnya.


“katakan apa yang terjadi padamu?” Desak Shima


Dessy sedikit bingung harus menjawab apa, apa tanggapan Shima kalau aku sudah menikah dengan Kelvin. Wajah Dessy seketika itu memerah mengingat status nya sekarang berbeda dari beberapa hari yang lalu.


Karena situasi ini begitu cepat dia alamai, dia pun sampai saat ini masih berpikir ini hanya sebuah mimpi dan sebentar lagi dia akan terbangun oleh mimpi nya ini.


“tidak mau cerita?...apa ada hubungannya dengan keluarga mu itu?


tanya Shima


"Seandainya ada hubungannya lebih baik kamu keluar dari rumah itu, tinggalkan keluarga Lin. Kamu bisa tinggal bersama ku, aku baru membeli Apartemen” tatap Shima kepada Dessy.


“hah…beli Apartemen? Kamu keluar dari rumah orang tua mu?”


“aku hanya mencoba mandiri, tapi weekend selalu pulang kok…


Cepat kata kan kamu kemana saja beberapa hari, jangan membahas tentang diriku”. Shima belum menyerah agar Dessy mengatakan kebenarnya dan Shima tau kalau Dessy mau mengalihkan arah pembicaraan mereka.


“Menikah..”


dengan sahabat satu-satunya ini Dessy tidak bisa mengelak kalau Dessy tidak mau mengatakan dengan jujur maka dia akan di sebru lebih banyak pertanyaan lagi.


“oh menikah…seketika mata Shima terbelalak menatap Dessy.


Apa kamu bilang menikah?” Shima meninggikan suaranya untuk lebih memastikan. Dengan cepat Dessy menutupi mulut Shima, Dessy hanya bisa menganggukan kepalanya dua kali. Dia membenarkan apa yang di dengar Shima itu tidak salah.

__ADS_1


Dengan cepat Shima menarik tangan nya pergi keluar raungan perpustakaan dan pergi kesudut bangunan kampus yang sepi, agar dia lebih leluasa mengintrogasi temannya itu tanpa diketahui oleh orang lain.


“siapa pria itu? Apa kau hamil?”. Ketegangan Shima saat ingin mengetahui siapa pria yang sudah menikahi secara tiba-tiba temannya itu dan secara sepontan merapa perut Dessy.


“aku tidak hamil" Dessy menyingkirkan tangan Shima yang mengelus perutnya.


Kelvin Lu dia adalah sumai ku…”ucap Dessy pelan dan tidak mau menatap wajah Shima.


Dengan bergetar bibir Shima ingin mengucapkan nama itu dan tidak ada kepercayaan. “ Kelvin Lu, maksudmu Kelvin Lu CEO JM Grup itu?”


Dan lagi-lagi Dessy hanya mengagukkan kepala nya. Karena Shima sudah mengetahuinya Dessy pun menceritakan apa yang sudah terjadi, pada awalnya dirinya akan dijodohkan kepada pria yang sudah beristri hingga sampai bertemu dengan Kelvin Lu.


Sangat singkat pastinya tapi itu lah takdir. Dessy tidak memberitahukan bahwa pernikahan nya adalah pernikahan kontrak, dia tidak mau Shima nantinya khawatir dengan kehidupannya selanjutnya.


“aku tidak menyangka keluargamu sangat lah keji dengan mengorbankan dirimu kepada pria yang sudah beristri. Hanya untuk mendapatkan keuntungan. Tapi ini dikatakan kemalangan atau keberuntungan kamu bertemu dengan Kalvin dan menikah dengannya, kamu tau sendiri dia adalah orang paling dihormati dan berkuasa dalam bisnis di kota Y…kamu siapkan saja mental mu, secepatnya berita ini akan di ketahui oleh publik”


“ maksudmu” Dessy menatap bingung sahabatnya itu.


“liatlah tampang polosmu, suami mu itu melebihi artis ternama ketenarannya jadi ini akan menjadi berita yang paling menghebohkan dikota Y”


Setelah mendengarkan bebrapa perkataan Shima wajah Dessy menjadi pucat, dia tidak memikirkan sebelumnya resiko yang akan menimpanya. Bukan hanya orang di perusahaan JM saja yang menilainya tetapi seluruh orang di Kota Y. " kenapa aku jadi merinding begini " batin Dessy.



Didalam keramaian Kota Y matahari terlihat sudah mulai menyembunyikan cahayanya, digantikan dengan cahaya lampu yang berwarna warni di setiap sudut kota. Dessy tidak mau terlalu banyak memikirkan kehidupannya. Mari jalani saja dulu, ini hanya sementara, tegasnya didalam hatinya.


Kembali ke Vila JM Dessy melangkahkan kaki memasuki rumah dengan tampak lesu. Melihat sudut ruangan dalam rumah belum di sinari cahaya lampu, bearti Kelvin belum kembali dari kantornya. Apakah dia telat pulang malam ini? Pikir Dessy, dia pun mengambil HP nya di dalam tas dan mengecek apa Kelvin ada menghubunginya. Melihat layar HP tidak ada sama sekali notif dari Kelvin baik telpon maupun pesan singkat. Ini membuat Dessy sedikit kecewa.


Setelah menghidupkan lampu di ruang tengah, Dessy tidak langsung naik ke Kamarnya. Dia membanting tubuhnya di Sofa sambil menghembuskan nafas yg panjang. “ apa yang sedang kupikirkan, apa pedulinya dia memberitahu aku dia pulang telat atau tidak pulang sekali pun… ya aku hanya istri kontrak…benar-benar menyiakan waktu menghubungiku” Dessy menggumam dengan sendirinya di ruang tengah itu. Dessy pun malas berinisiatif untuk menghubungi Kelvin.

__ADS_1


HAPPY REDAING....


__ADS_2