
Pesta pernikahan yang seharusnya berjalan dengan semestinya kini berubah menjadi ketegangan.
Bagaimana tidak kini Dessy tengah berjuang untuk melahirkan bayi, hasil dari benih-benih cintanya dengan sang suami.
Karena masih ada para tamu undangan, Axel terpaksa harus menemani para tamu undangan di temani oleh Martin, Charles, Wenli dan para keluarga Lang tanpa Mika yang sebagai tokoh pertama pengantin wanita harus menbantu dokter Hanna mempersiapkan lahiran Dessy.
"My God, aku tidak tahan Kelvin...Perut ku sakit sekali Aaaakkk" jerit Dessy.
"Bagaimana ini, istriku makin kesakitan" Keluh Kelvin pada Mika dan Dokter Hanna.
"itu wajar Kel, wanita yang akan melahirkan akan merasakan sakit" Ucap Mika.
"Setidaknya berikan obat untuk mengurangi sakitnya"
"Astaga Kel, dari pada kau mengoceh lebih baik kau beri semangat istrimu. Mungkin dalam satu jam lagi bayi kalian akan lahir. Persalinan normal nya sudah sesuai semestinya" Mika sedikit kesal dengan khawatiran sepupunya itu, tapi wajar saja sih ini pertama kalinya Kelvin melihat orang akan melahirkan terlebih lagi ini adalah istrinya sendiri. Ia benar-benar tidak tega melihat istrinya kesakitan.
Ternyata sejak pagi hari Dessy sudah mulai merasakan tidak enak pada perutnya, tapi dia bersikap biasa saja karena masih bisa dia atasi, dia bahkan masih bisa makan dan mengobrol seperti biasanya. Tapi entah kenapa selesai pengantin mengucapkan janji suci di sore hari Dessy merasakan makin tidak nyaman dengan perutnya lagi-lagi dia tetap menahannya tanpa memberi tahu Kelvin. Sampai menjelang pesta makan malam Dessy sudah tidak tahan lagi hingga dia harus mengeluh dan menjerit kesakitan.
Mika telah selesai membantu Dokter Hanna memasang inpus ke tangan Dessy, Sedangkan Dokter Hanna memeriksa kembali keadaan dibawah Dessy apakah telah siap untuk lahiran atau belum.
"Sayang kau harus kuat, Sebentar lagi kita akan bertemu dengan bayi kita" Ucap Kelvin memberi semangat seraya mengusap-usap kepala Dessy.
"Kelvin..."
"Iya sayang, aku di sini, aku akan terus di samping mu"
Anna Lu dan Bibi Sandra pun tak kalah cemasnya, mereka selalu berdoa agar persalinan Dessy di beri kemudahan.
Begitu juga dengan Shima dan Anthony mereka mendapatkan tugas dari Mika untuk membeli keperluan untuk bayi dan Dessy setelah persalinan. Karena sekarang sedang di Villa dalam rangka pernikahan Axel dan Mika jadi wajar saja tidak ada persiapan untuk persalinan bahkan untuk bayinya pun.
Hampir satu jam sudah terlewati dari pemeriksaan Dokter Hanna sebelumnya. Kini Dokter Hanna mengecek kembali apakah sudah saatnya.
"Yups, ini sudah saatnya Nyonya Dessy melahirkan"
"Apa sudah nyaman dengan posisi ini?" Tanya Dokter Hanna kepada Dessy dia sedikit menumpuk beberapa bantal untuk jadi sandaran Dessy. Dessy pun mengangguk.
"Kalau begitu Nyonya dengarkan intruksi saya..."
Dokter Hanna memimbing Dessy agar bisa mengambil nafas dengan baik agar Dessy tidak cepat lelah.
Kini Mika sebagai Dokter bedah seketika beralih propesi menjadi asiaten dokter kandungan. Ini pertama kalinya Mika membantu persalinan secara normal.
__ADS_1
Karena keterbatasan alat medis untuk membantu persalian Mika pun membantu Dokter Hanna untuk memberikan dorongan pada perut Dessy.
"iya Bagus Nyonya, Sedikit lagi" Ucap Dokter Hanna.
"Huu...huuu...huu" hembusan napas Dessy dengan ritme yang cepat.
"Sekali lagi..." Perintah Dokter Hanna.
"Semangat Sayang" Tangan Dessy mencengkram kuat lengan Kelvin.
"Aaaakkkkkk......"
"Oekk oekk oekkk" terdengar suara tangsian pertama bayi.
"Akhirnya" Mika bernafas lega
"sayang bayi kita sudah lahir" ucap Kelvin tak kuasa menahan haru air matanya meleleh begitu saja ketika mendengar tangisan bayinya telah lahir kedunia dan dia menghujani menciuman di wajah istrinya.
Dessy pun kembali menangis bahagia, kini dia seutuhnya merasakan menjadi seorang wanita yang telah berhasil melahirkan nyawa ke dunia.
"Selamat nyonya tuan, bayinya lahir laki-laki, tanpa kekurangan apa pun dan begitu tampan" Ucap Dokter Hanna memperlihatkan bayi mereka kepada Kelvin dan Dessy, keduanya tersenyum bahagia melihat buah hati mereka kini telah lahir.
"Syukurlah, apa kami sudah boleh masuk?" Tanya Anna Lu.
"Boleh, masuk aja Ma" jawab Mika.
"Sayang lebih baik kau istirahat dulu, Axel masih menemani beberapa tamu undangan" Ucap Sandra, Mika membalas dengan mengangguk.
...
"Selamat buat kalian berdua sudah menjadi orang tua, lihatlah cucu ku begitu tampan" Ucap Anna yang sangat senang karena sekarang dia sudah menjadi nenek.
"iya Selamat atas kelahiran bayi tampan ini, dia begitu tampan kak" sambung Sandra.
Bayi mungil itu tertidur di sebeleh Dessy setelah di bersihkan dan berhasil mendapatkan ASI pertama nya.
"jelas, aku ayahnya" Sambung Kelvin dengan bangga.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin mengingatkan saja agar Nyonya segera untuk makan agar ASI nya terisi kembali setelah itu Nyonya harus meminum obat untuk pemulihan dan pelancar ASI" Ucap Dokter Hanna.
"oh iya, terima kasih banyak Dokter telah membantu persalinan istri saya" Ucap Kelvin dengan sedikit membungkukkan badannya.
__ADS_1
Dokter Hanna terdengung melihat seorang Tuan Muda membungkukkan badan untuk berterima kasih kepada nya. Sesuatu yang tidak pernah Dokter Hanna sangka.
Awalnya Dokter Hanna merasa ragu untuk melakukan persalinan di Villa menggunakan alat medis seadanya yang di bawa oleh Mika. Tapi dia harus mengambil resiko setelah mendiskusikan dengan Mika, keputusan untuk persalinan di villa saja pun di ambil mengingat konsidi Dessy yang tidak ada kendala lainnya.
"Dokter terima kasih sekali lagi, menginaplah di sini. Kita akan menyiapkan kamar untuk dokter beristirahat" tambah Kelvin lagi, lalu dia menyuruh salah satu maid untuk mengantarkan Dokter Hanna kekamar.
"Kau ingin makan apa sayang?" Tanya Kelvin.
"apa saja sayang"
Kelvin menyuruh Maid untuk menyiapkan makanan yang baik untuk ibu menyusui, Kelvin tersenyum melihat Dessy makan dengan lahapnya.
...
Setelah tamu undangan satu persatu meninggalkan Villa para keluarga pun menyerbu masuk ke dalam kamar, untung saja kamar yang di gunakan Dessy untuk lahiran adalah kamar yang paling besar di Vila jadi semuanya bisa masuk untuk melihat keadaan Dessy dan sang bayi.
Tidak lupa secara bergantian para keluarga memberi ucapan selamat kepada Kelvin dan Dessy atas kelahiran bayi mereka.
"apa kau sudah menyiapkan mana untuknya?" Tanya Charles Lu tersenyum melihat cucu pertamanya.
"Tentu, Namanya Darrel Lu" Sahut Kelvin. " kau suka sayang dengan namanya?" Kelvin menatap wajah Dessy yang masih berbaring di sampingnya.
"itu nama yang bagus sayang" jawab Dessy.
Tak lama kakek Lu masuk ke kamar dengan kursi rodanya yang di dorong oleh Angel dan diikuti oleh Wenli.
"Akhirnya aku bisa melihat cicitku lahir" Ucap bahagia pria renta itu.
"tentu kakek, aku telah menepati janji ku pada mu memberikan mu cicit" ucap Kelvin lalu dia bersimpuh di depan Kakek Lu. Keduanya meneteskan air mata, Kelvin memeluk kakek kesayangan nya itu. Semua yang melihat pun terbawa suasana.
"Emm berarti Bibi Angel jadi Nenek-nenek juga dong" celetuk Anthony memecahkan keheningan.
"Dan Tuan Wenli jadi kakek-kakek" Sambung Shima sambil terkekeh.
"Isss dua bocah ini, aku tidak mau di panggil Nenek-nenek aku masih sangat muda. Betul kan Wenli" protes Angel memcari membelaan pada suaminya.
Sedangkan Wenli hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya.
"Ok ok Grandma" Goda Anthony dan di ikuti kelak tawa semuanya.
Kini Villa milik Dessy menjadi saksi dua moment berharga yaitu hari pernikahan Mika dan Axel juga kelahiran bayi Darrel Lu.
__ADS_1