
Dikediaman Kelvin kini masih ramai oleh keluarga yang berkumpul untuk mengetahui perkembangan Bayi Darren yang telah menghilang sekitar 5 jam yang lalu.
Kali ini mereka semua tidak bisa mengambil tidakkan yang gegabah karena ada seorang bayi yang harus di lindungi takutnya membahayakan bayi tersebut.
Dessy yang sudah tersadarkan dari pingsannya kini kembali terisak menangis dalam pelukkan Anna, mertuanya.
...
"Kak, ini sudah fix Jenny di balik semua penculikan ini. Di jalan ke arah selatan cctv menangkap pergerakkan dari babysitter yang membawa Darren tak lama kemudian Jenny berada di belakangnya" Jelas Anthony dan Joe baru menerima kabar dari anak buah mereka.
Kini Kelvin sudah bisa mengendalikan emosinya dari pada awal mengetahui putraya telah di bawa pergi. Terlihat wajahnya di atur setenang mungkin agar bisa berpikir untuk menyelamatkan putranya.
"Saatnya kita pergi" Ucap Kelvin yang beranjak dari tempat duduknya.
"Sayang jangan menangis lagi, aku berjanji secepatnya membawa Darren pulang dalam keadaan selamat, tunggu di sini dan berdoalah semua akan baik-baik saja" Ucap Kelvin bersimpuh di depan istrinya yang sedang duduk di samping mamanya.
Dessy hanya mampu menganggukan kepalanya seraya Kelvin mendaratkan kecupan di kening Dessy.
...
Kelvin yang di temani oleh Joe, Anthony, Axel dan Wenli segera menuju ketempat yang di perkirakan adalah tempat Darren berada. Mobil mereka di ikuti oleh mobil anak buah Kelvin.
Dilain tempat wanita yang tidak muda lagi dengan nafas yang berderu lagi berlari cepat menuju lantai dua di mana kamar anaknya berada.
Ceklek...
"Keyli..." teriak Veni sang ibu.
"Astaga ma, ada apa berteriak?" Tanya Keyli yang sedang rebahan di tempat tidur sambil memainkan handphone nya.
"mama baru saja dari mini market, melihat beberapa orang perpakaian jas hitam. Mama sekilas mendengar salah satu dari mereka bahwa anak tuannya di bawa pergi" Ucap Veni dengan nafas yang masih naik turun.
__ADS_1
"terus?"
"itu anaknya Dessy"
" dari mana mama tau yang di maksud adalah anak Dessy?" Tanya Keyli masih santai bahkan ia masih asik dengan handphonenya.
"karena sebelum pria itu masuk ke mobil pria itu berkata ' Siap Tuan Muda Lu '. Tidak salah itu pasti anak nya Dessy" Veni sendiri sudah mengetahui kabar kalau keponakan nya itu telah melahirkan dari sebuah situs di internet.
"Bukan kamu yang merencanakan semua ini kan?" Selidik Veni pada putrinya itu.
Keyli pun langsung mengalihkan pandangannya kepada mamanya. " Ma, satu hari ini aku tidak ada keluar dari rumah, kenapa kau mencurigaiku?" Keyli merasa kesal bukan hanya karena Mamanya menudingnya tapi juga karena sampai saat ini dia belum dapat kabar dari orang suruhannya.
"oh baiklah, jangan sampai kita terlibat masalah lagi pada mereka. Kalau tidak takut kehilangan semuanya" Ucap Veni lalu keluar dari kamar Keyli.
Setelah mamanya sudah tidak ada di kamarnya Keyli beranjak dari tempat tidur untuk segera mengunci pintunya agar tidak ada orang yang seenaknya masuk lagi.
Kali ini wajah tenang Keyli yang di tunjukkan di hadapan mamanya tadi sekarang berubah menjadi rasa cemas tiba-tiba nya tangan nya bergetar keringat yang mauncul dari pori-pori dahinya menetes kebawah padahal kamar nya sudah dingin karena pendingin ruangan.
"Sialan..kenapa dia belum mengabari ku. Apa misinya telah berhasil atau belum? Atau ada yang lebih dulu melaksanakan rencana seperti dirinya" Gumam Keyli yang mondar mandir seperti setrikaan di dalam kamar nya dengan selalu menghubungi orang yang di suruhnya untuk memjalankan rencananya, tapi sampai saat ini belum bisa terhubung atau dia sendiri tidak tau bagaimana perkembangan rencana yang telah dia susun.
...
"Yakin tuan, karena petunjuk terakhir dia sedang di jalur daerah sini. Mungkin ini tujuan satu-satunya" Jawab Joe dengan mantap.
"kalau tujuan nya di sini kenapa begitu lama mencari jejaknya" Karena Wenli sedikit kesal karena anak buah mereka sedikit lama untuk menemukan tempat Darren kemungkinan berada.
"Yechun menghindari rute yang ada cctvnya tapi entah kenapa dia terlihat keluar dari minimarket di situlah tim pelacak kembali mengikuti jejak Yechun, Anak buah tuan muda juga sudah ke minimarket yang di datangi oleh Yechun tapi Yechun sudah tidak ada" Jelas Joe.
"apa kau bilang? minimarket? Sepertinya Darren baik-baik saja. Semoga" Ucap Wenli. Karena menurut analisisnya yechun pasti sedang membelikan sofur untuk Darren. Wanita itu pasti tidak membiarkan bayi itu menangis sepanjang waktu karena kehausan karena bisa memancing keributan.
Karena tidak ada jalan lagi terpaksa mobil mereka berhenti karena mereka sedang berada di kawasan hutan lindung yang dilindungi oleh negaranya.
__ADS_1
"What?" Wenli menaikkan kedua bahunya setelah melihat sekelilingnya hanya ada pohon.
"Tuan, 200 M di depan ada sebuah gubuk kecil kita periksa dulu di sana. Kita hanya bisa berjalan kaki" jelas Joe.
Tanpa banyak bicara Kelvin melangkah duluan berjalan ke arah yang di maksud oleh Joe.
"Hei, bagaimana kau tau di dalam sini ada gubuk?" tanya Anthony berbisik ke pada Joe. Tapi bisikannya masih bisa terdengar oleh Axel yang berjalan di samping kanan Joe.
"mungkin dia pernah kencan di gubuk itu" Sahut Axel terkekeh sebelum Joe menjawab.
"Wow,,,tidak bisakah kau memilih hotel untuk tempat kencan atau di apartement mu" Ejek Anthony yang ikut terkekeh.
"Enak saja, bukan begitu gubuk itu sengaja di bangun untuk para tim relawan, mahasiswa atau peneliti ketempat ini. Seperti tempat peristirahatan" jelas Joe karena tidak mau di tuding berkencan di sembarang tempat.
"Oh begitu, kok aku baru tau. Apa kau mengetahuinya kak ipar?" Tanya Anthony pada Axel.
Axel mengulum senyumnya karena melihat Anthony sedang mencari teman yang minim pengetahuan masalah seperti ini.
"tentu saja aku tau, wartawan pernah meliput tempat ini" Axel kembali terkekeh.
" Astaga ini bisa mengurangi kadar pengetahuan ku. Jangan bilang pada Shima" gertak Anthony pada Axel. Ketiga nya terkekeh pelan.
Wenli yang berjalan di depan bersama Kelvin hanya menoleh sebentar kebelakang. Bisa-bisanya saat begini mereka masih bisa bercanda, pikir Wenli.
Sedangkan Kelvin memilih diam seribu bahasa tidak menanggapi apa pun.
Berjalan kaki dengan jarak yang tidak begitu jauh kini mereka sudah melihat sebuah gubuk yang di maksud oleh Joe.
Karena hari sudah mulai menggelap mereka yakin di gubuk itu ada seseorang karena terlihat ada cahaya di dalam gubuk itu.
Mereka pun mendekati gubuk itu secara berlahan, samar-samar terdengar suara orang yang sedang berbicara.
__ADS_1
Joe yang sudah mendahului langkah Kelvin di depan kini berada di depan gubuk dan menghintip dari celah lubang yang ada di dinding.
Joe menginsyaratkan dengan jarinya bahwa di dalam ada 3 laki-laki dan 2 perempuan. Tapi dia tidak melihat dengan jelas wajah orang yang berada di dalam gubuk tersebut.