
6 Bulan kemudian
Rumah tangga Kelvin dan Dessy hari-harinya di hiasi kebahagian apa lagi baby Darren sudah bisa berinteraksi. Galak tawanya meramaikan isi rumah bila saat di goda.
"Duh..duh anak Mommy ini makin hari makin gemes deh" Ucap Dessy mentoel-toel pipi cubby putranya.
"Bentar lagi kita akan bertemu Daddy, Darren sudah kangen ya sama Daddy" Dassy berbicara dengan baby Darren di ruang tengah sambil menunggu kedatangan Kelvin yang sudah satu minggu ini pergi ke Amerika.
"Nyonya, tuan sudah tiba" Salah satu maid memberitahu Dessy.
Dessy pun meraih Darren membawanya kedalam gendongan untuk menyambut kedatangan Kelvin.
"yee Daddy pulang..." Suara Dessy heboh dengan menirukan suara anak kecil.
Darren seolah tau sang ayah pulang ikut tertawa bahagia, tubuhnya bergoyang-goyang dengan ria di gendongan Dessy.
"wah jagoan Daddy makin pintar saja" Ujar Kelvin merentangkan tangan ingin memeluk Darren. Dua buah ciuman mendarat di pipi cubby Darren. Tidak lupa Kelvin mengecup singkat bibir dan kening Dessy.
"Miss you" Bisik Kelvin pada Dessy saat mengambil Darren dari tangan istrinya.
Secara otomatis wajah Dessy berubah merah merona dan itu menimbulkan galak tawa Kelvin.
"Hahaha, Sayang kau ini masih tidak berubah masih saja wajah mu memerah kalau ku goda" Ucap Kelvin merangkul bahu istrinya memasuki ruang tengah rumah mereka.
"Ih, jangan mentertawakan ku" Dessy mencabik mulutnya membuat Kelvin makin gemes dibuatnya.
Gak anaknya, gak istrinya sama-sama membuat gemes menurut Kelvin membuat nya begitu betah berada dirumah saja.
"siap-siap untuk malam ini sayang, melihat mu begitu membuat ku gak tahan" Kelvin mengerlingkan matanya. Sontak membuat wajah Dessy kembali merona.
"apa jagoan Daddy sudah mandi?" Tanya Kelvin seraya mengangkat tubuh Darren dengan mengendus-ngendus mencium tubuh putra nya itu. " Emm ternyata kau belum mandi, baiklah ayo...mandi bersama Daddy. Mommy mau ikut mandi bareng?" Kelvin tersenyum penuh arti kepada Dessy.
"aku tidak mau menganggu acara mandi para pria" Sahut Dessy dengan mendahului Kelvin masuk kedalam kamar mereka.
"Yah, Mommy mu gak seru"
Setelah melepas semua baju yang ada di tubuh Darren, Kelvin mengendong Darren masuk kekamar mandi. Air hangat sudah tersedia di buthtub.
__ADS_1
"Sayang, jangan terlalu lama mengajak Darren mandi. Takutnya nanti dia masuk angin" Teriak Dessy di depan pintu kamar mandi.
"Iya Sayang" Sahut Kelvin.
Semenjak Baby Darren sudah kuat menegakkan kepalanya sediri, Kelvin sering sekali melakukan ritual mandi bareng dengan putra nya itu. Baginya itu salah satu moment berharga bersama putranya. Kadang Dessy pun ikut mandi bersama walau dengan paksaan Kelvin.
Kini Kelvin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya, dalam satu minggu hanya 3 hari saja ia berada di kantor, semua pekerjaaan di kerjakan di rumah. Tapi kalau ada pekerjaan yang mengharuskan ia menghandle sendiri seperti keberangkatan nya satu minggu ke Amerika yang mengharuskan dirinya sendiri menangani problem bisnis ia pun tidak menghindarinya. Ada Joe yang bisa diandalkan dalam menangani perusahaan.
...
Pada malam hari saat semua orang tengah mengarungi dunia mimpi, terdengar suara deringan handphone milik Kelvin yang berdering di atas nakas.
"Kel, siapa yang telpon malam-malam begini" Dessy mengerjapkan matanya terbangun karena mendengar bunyi handphone berapa kali.
Kelvin segera meraih handphone nya, Kelvin mengeryitkan alis ketika melihat nama papa nya yang menghubunginya.
"Hallo pa, ada ap..."
"segera kerumah sakit kakek mu drop" potong Charles Lu, langsung mengakhiri sambungan telponnya.
"Kel ada apa?" Tanya Dessy melihat suaminya begitu khawatir.
"Kakek, kakek masuk rumah sakit. Sekerang juga aku akan ke rumah sakit" Ucap Kelvin panik sekaligus khawatir, kakek yang sangat di sayangi nya sekarang drop di rumah sakit.
"aku ikut"
" tidak...kau di rumah saja, Darren masih terlelap"
Dessy menurut saja, karena memang putra nya masih kecil untuk di bawa keluar dini hari begini." jangan lupa kabarin aku"
Kelvin yang sudah berganti baju bergegas untuk pergi. " aku pergi dulu" Ucap Kelvin mengecup kening istrinya lalu pergi menuju ke rumah sakit.
...
Dirumah sakit.
Saat ingin masuk ke rumah sakit, Kelvin bertemu dengan Angel dan Wenli yang baru juga tiba di rumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa ke rumah sakit, kau sedang hamil?" tanya Kelvin melihat Angel yang tengah membawa perut yang sudah membesar.
"dia ngotot mau ikut" Sahut Wenli dengan cepat.
"itu ayah ku, bagaimana aku bisa tenang berada di rumah. Aku baik-baik saja". Ucap Angel dengan nada kesal karena mereka selalu berlebihan padahal ia saat ini sangat ingin mendampingi ayahnya.
Di depan ruang ICU sudah ada Anna dan Charles Lu serta Axel yang menunggu Nampak jelas kekhawatiran di wajah mereka dan terlihat Anna lu sudah berderai air mata.
" Mama, Pa bagaimana keadaan Kakek?" Tanya Kelvin yang baru saja sampai.
"Berdoa saja yang terbaik untuk kakek mu. Kini ia masih di tangani langsung oleh cucu nya. Charles Lu bersikap setenang mungkin tidak mau membuat adik serta anaknya menjadi semakin khawatir.
"Kakak..." Angel langsung memeluk Charles. Akhirnya tangis yang di tahan nya dari rumah kini tertumpah sudah.
"Tidak apa-apa, Ayah pasti baik-baik saja" Charles menguatkan adik bungsunya itu.
Kini Angel beralih memeluk Anna Lu, kedua wanita itu saling terisak. Bagaimana pun Angel mengerti kakak iparnya inilah yang selalu ada untuk menjaga dan merawat ayahnya.
"apa Papa sudah menghubungi Bibi Sandra dan paman Martin?" Tanya Kelvin.
Charles menganggukan kepala. " mereka sedang dalam perjalanan kembali ke sini" Jawab Charles karena saat ini adik nya Sandra sedang berada di Amerika bersama suaminya.
Tak lama terdengar suara langkah kaki Anthony dan Joe. Di belakang mereka juga ada Dessy dengan Lili mengendong Darren.
"Kenapa ke sini?" Tanya Kelvin menghampiri istrinya.
"maaf aku tidak tenang di rumah, makanya aku menelpon Joe untuk menjemput ku untuk ke sini" Jawab Dessy.
"tapi bagaimana dengan Darren?" Kelvin melirik Darren yang sedang terlelap di gendongan Lili.
" tidak apa-apa Darren anak yang baik, aku sudah membawa strollernya ia bisa tidur di situ. Ada Lili menjaganya " sahut Dessy.
Ceklek...
Pintu ruangan ICU terbuka, terlihat Mika yang keluar dari ruangan itu dengan menekuk wajahnya nya. Saat ia melihat arah keluarganya, air mata Mika jatuh begitu saja dan dengan pelan ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
Satu kata pun tak sanggup ia ucapkan, untuk mengatakan kondisi kakek Lu sebenarnya.
__ADS_1