Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 88


__ADS_3

Keesokkan harinya di kota Paris yang terkenal dengan sebutan kota romantis itu. Dessy membentangkan kedua tangan untuk mengeliatkan tubuhnya yang baru saja bangun tidur.


Dessy bangun dari tempat tidurnya berjalan menuju tirai kamar hotel. Dibukanya tirai itu cahaya matahari pagi langsung menerpa masuk ke dalam kamar hotel, Dessy sedikit menyipitkan matanya karena silau cahaya matahari pagi .


"Wahh sungguh pemandangan yang indah" Dessy melihat pemandangan dari kaca jendela kamar hotel terlihat pemandangan indah kota Paris di pagi hari.


Sepertinya Dessy lumayan nyenyak tidur tadi malam.Yahhh Kelvin mengorbankan sedikit waktunya untuk menemani istrinya sampai tertidur melalui Video Call. Sehingga Kelvin menyuruh Sekretaris Joe untuk menunda semua pertemuan bisnisnya.


Dessy melihat ke arah jam sudah waktunya dia bersiap-siap sebelum Shima atau pun Jermi menjemputnya untuk sarapan.


Setelah rapi dengan pakaian santai yang di gunakannya terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Dessy bergegas membuka pintu kamarn, di lihatnya Jermi yang juga memakai pakaian casual datang menjemputnya.


" Nyonya waktunya untuk sarapan"


Dessy menganggukan kepalanya. " Tunggu sebantar aku mengambil tas ku"


DiRestoran Hotel Shima sudah duduk menunggu Dessy dan Jermi.


" sudah lama menunggu?" tanya Dessy kepada Shima.


" Tidak, aku baru saja duduk di sini "


Mereka bertiga memulai sarapan karena setelah ini pertualangan mereka di kota Paris segera di mulai.


"Hari ini tempat mana dulu kita kunjungi?" Tanya Dessy yang bersemangat.


"lebih baik kita ke Musium Louvre dulu" jawab Shima sambil mengunyah sarapan nya.


Sedangkan Jermi hanya fokus dengan sarapan nya dia tidak mempedulikan apa yang di bicarakan kedua Wanita di depan nya itu. Yang dia tau tugasnya hanya menjaga Dessy Lin tetap aman.


" apa tidak sebaiknya kita ke Menara Eiffel dulu!"

__ADS_1


" Tidak Dessy, ke Menara Eiffel itu saat-saat terakhir saja. percayakan saja semua kepada ku. Setelah ini aku akan memesan taxi nantinya kita akan mencoba menaiki angkutan umum lainnya di kota Paris, bagaimana?" Shima tersenyum kepada Dessy dengan mengusulkan ide nya dan Dessy menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan pengaturan dari sahabatnya itu.


" Tidak boleh naik Taxi atau pun angkutan umum lainnya" Tiba-tiba Jermi menyangkal ide dari Shima itu.


" What?" Pekik Dessy dan Shima bersamaan.


"Begini, Tuan Muda sudah mengaturkan mobil selama perjalanan di sini jadi Nyonya dan Shima tidak di bolehkan untuk menggunakan angkutan umum"


Shima memijit-mijit pelipisnya. " Yahh mau bagaimana lagi kita liburan nya bersama Nyonya Muda Lu dan lagi dia sedang hamil. aku juga tidak mau ambil resiko" Ucap Shima dengan pasrah.


Dessy hanya tersenyum kaku kepada Shima, Dessy sudah bisa menduga Kelvin tidak akan mungkin membiarkan begitu saja dirinya pergi berlibur pasti dia ikut andil dalam pengaturan liburan nya ini.


"Oh iya, berapa umur mu Jermi" Shima tiba-tiba menganti topik pembicaraan mereka.


" hei...Kenapa kau bertanya umurnya" Protes Dessy.


" sepertinya dia terlihat masih muda"


"apa kau sudah merasa tua" Dessy terkekeh dan ingin sedikit mengoda sahabatnya itu.


" 19 Tahun...umur ku 19 Tahun" Jawab Jermi yang sudah menyelesaikan sarapan nya.


Kedua wanita itu menaikkan kedua alisnya karena kaget mendengar pengakuan umur dari Jermi.


" Oh My...Apa Kelvin mempekerjakan anak di bawah umur!" Shima tidak tahan ingin melontarkan kata-kata menyinggung Kelvin. Seandainya orang nya ada mungkin menjadi sangat kesal.


"Wah...suami mu membiarkan anak muda seperti Jermi ini berkerja. Adik...aku merasa iba kepada mu, kalau ada masalah datang saja pada kakak. anggap saja kami kakak mu sekarang" Shima masih saja mengeoceh sambil menepuk-nepuk belakang Jermi sedangkan Jermi menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Maaf Nona Shima, tapi saya bukan anak di bawah umur lagi" Tepis Jermi yang tidak mau dua wanita ini salah paham pada Kelvin yang sudah memperkerjakan nya.


"Iss kau tidak boleh mengelak begitu, bahkan di umur mu ini kau masih Kuliah"


Dessy hanya menyimak pembicaraan kedua nya.

__ADS_1


"sebelum aku bekerja untuk Tuan Muda aku sudah menyelesaikan Kuliah ku"


"Apa" Ucap Dessy dan Shima bersama-sama, mereka sekali lagi di kejutkan oleh Jermi.


"apa kau seperti anak di film-film yang mempunyai IQ di atas rata-rata!" kali ini Dessy juga ikut penasaran dan ingin bertanya lebih kepada pemuda yang di utus suaminya menjadi sopir pribadinya ini.


"Yahh bisa di bilang begitu, itu sudah menjadi keistimewaan dari keturunan Keluarga Zhi"


" Maksud mu Keluarga Zhi, Zhi Corp? Wenli Zhi?" Shima juga penasaran ingin menggali lebih dalam seperti wartawan yang lagi mencari sebuah gosip yang hangat untuk di beritakan.


"Benar...Wenli Zhi adalah kakakku, apa Tuan Muda tidak cerita?" Jermi melihat kearah Dessy.


" tidak, Kelvin tidak pernah berbicara apa-apa tentang mu. aku tak menyangka kau adalah adik Wenli. jadi nama panjang mu Jermi Zhi?" Dessy memperjelas lagi dan di respon dengan anggukan kecil oleh Jermi yang membenarkan ucapan Dessy.


Hal ini sangat membuat Dessy sedikit kaget dia tidak menyangka sopir pribadinya adalah Tuan Muda dari Keluarga Zhi.


"sudah cukup puas wawancaranya?" tanya Jermi dengan senyum yang merekah di wajahnya.


" Tidak, aku tidak akan bertanya lagi. mengetahui sesuatu dari mu akan membuat ku terkena serangan jantung tiba-tiba, banyak sekali hal yang mengejutkan dari dirimu" Ucap Shima yang sudah tidak mau mengetahui lebih lanjut dia takut dengan kesehatan jantungnya terganggu walaupun jatung nya selama ini baik-baik saja.


"aku menyesal sudah iba terhadap dirimu" Gurutu Shima yang tiba-tiba menjadi kesal.


Dan mereka setelah itu tertawa bersama.


Hari ini mereka akan pergi berkeliling ketempat wisata kota Paris. Karena mobil sudah di siapkan oleh Kelvin jadi Jermi sendiri yang menyetir sendiri.


"Jermi, apa kau hapal dengan jalan-jalan di sini! kalau tidak lebih aktifkan saja GPS" Shima sedikit ada keraguan saat Jermi menolak Shima untuk mencari seorang sopir yang akan mereka sewa untuk mengantarkan mereka berkeliling. Dengan percaya dirinya Jermi lah yang akan menjadi sopir mereka selama di Paris.


" benar kata Shima, dari pada kita tersesat kita sewa saja seorang supir" Dessy juga memberikan saran yang sama seperti Shima.


" Tenang saja Nyonya, saya besar di kota ini" Ucap Jermi dengan santainya.


Mata Dessy dan Shima melotot ke arah jermi yang duduk di kursi depan stir. ini sudah keberapa kali nya dan lagi-lagi mereka di kagetkan oleh ucapan Jermi yang tidak berdosa itu.

__ADS_1


" Tuh kan, jangan terlalu banyak bertanya pada nya. tidak baik untuk kesehatan jantung karena selalu kaget" Keluh Shima sambil menepuk-nepuk dada nya yang berdebar karena kaget. Bukan berdebar karena cinta ya...hehe..


__ADS_2