
Setelah makan siang mereka semua kembali dengan urusan dan aktivitas masing masing.
Dessy menghempaskan dirinya duduk di kursi kerja nya, semua rekan nya melirik ke arah dirinya tapi tidak ada yang berani menanyakan siapa sebenarnya dirinya apa hubungan dia kepada dua CEO ternama itu.
" Dessy bisa ke ruangan ku sebentar" panggil Elly
"baik" Dessy menurut masuk ke ruangan kerja Elly.
wajah Elly tampak serius, matanya tajam menatap Dessy. dia sangat sangat geram melihat Dessy saat ini, tapi ke eleganan dia masih terjaga, Elly gak mau citra nya selama ini hancur hanya karena rasa kesalnya ini.
" duduk lah" ucap Elly
Dessy langsung duduk di kursi depan meja kerja Elly " Ada apa Manager Elly memanggil saya, apa saya membuat kesalahan" tanya Dessy.
tanpa basa basi Elly membuka mulut nya untuk berbicara langsung kepada Dessy. "aku tidak mau termakan gosip di luar sana, jadi aku lebih ingin menanyakan langsung ke pada mu, apa hubungan mu dengan tuan Zhi, lebih tepatnya hubungan mu dengan tuan Zhi dan Tuan Lu dari JM Grup" kata Elly sambil menyilangkan ke dua tangan nya di dada.
astaga, ini lah aku gak suka dekat dekat sama orang yang berpengaruh.
Dessy nampak diam sejenak, dia ragu bagaimana menjelaskan nya. di sisi lain dia tidak mau di anggap istimewa hanya karena dia adalah istri seorang CEO JM Grup, di sisi lain dia gak mau orang orang salah paham dengan dirinya karena kedekatan dia dengan dua orang CEO.
melihat Dessy masih terdiam Elly angkat bicara lagi. " apa kau ingin menjadi wanita serakah? "
"apa maksud anda?" Dessy tersentak mendengar ucapan Elly.
"kau wanita cantik dan cerdas, apa kau manfaatkan itu untuk mendapatkan ke duanya" ucap Elly sinis kepada Dessy.
Dessy mulai mengerti arah pembicaraan ini. " Nona Elly anda sepertinya salah paham, sebagai teman aku tidak ada niat untuk menggoda kedua tuan muda itu" jelas Dessy dengan tenang.
"ada situasi dimana kami saling mengenal tidak bisa ku jelaskan secara detail" sambung Dessy lagi.
"kenapa Tuan Lu bisa mengandeng tangan mu, apa kau tau dia adalah tuan muda yang sulit untuk di dekati" tanya Elly yang masih penasaran dengan jawaban amigunya Dessy.
"apa aku lagi diintrogasi" pikir Dessy didalam hati.
"i,,,itu karena dia sedikit marah karena aku tidak mau ikut makan bersama mereka" ucap Dessy yang sembarang memberi alasan.
"penjelasan macam apa itu, apa seorang tuan Lu yang terkenal dingin, sombong dan berkuasa melakukan hal seperti itu hanya karena kau menolak makan bersama?" Elly menunjukan senyuman sinis kepada Dessy.
"nona Elly, memang seperti itu adanya.
kalau tidak ada hal lain lagi, saya permisi" Dessy bangkit dari duduk nya dan melangkah keluar dari ruangan Elly.
__ADS_1
tampa berkata kata lagi Elly hanya menatap Dessy keluar dari ruangan nya.
hari ini adalah hari yang cukup melelahkan untuk Dessy, saat pulang kantor dia lebih memilih langsung pulang ke rumah.
Dessy kali ini pulang menggunakan taxi mengingat dia tidak membawa mobilnya. karena Kelvin sudah di kembali kini dia juga harus kembali ke rumah mereka bukan kerumah utama.
sesampainya di rumah Dessy mendapati pesan singkat dari Kelvi di handphone nya.
Kelvin : aku pulang telat, jangan menunggu ku untuk makan malam. istirahat lah lebih awal.
Dessy hanya membaca pesan singkat tampa membalas.
...
Keesokkan hari nya..
Dessy bangun dari tidurnya dan mencari cari sosok Kelvin tapi tidak dia temukan.
"cihh... ini bukan telat, tetapi tidak pulang namanya" gumam Dessy.
Dessy sebenarnya ingin mengabaikan rasa ingin tahunya apa yang Kelvin lakukan, kenapa tidak pulang?. seandainya lembur Kelvin lebih memilih lembur di rumah.
" Hallo Sekretaris Joe" ucap Dessy di telpon nya.
"iya Hallo Nyonya, ada yang bisa bantu nyonya" sekretaris Joe yang menjawab telpon dari Dessy.
"Tuan Kelvin tidak pulang tadi malam, apa dia lembur? katakan apa yang kau ketahui" tanya Dessy
"Maaf nyonya, saya tidak tau...
semalam saya tidak bersama dengan tuan" jawab Sekretaris Joe.
Dessy bisa menebak kalau sekretaris Joe tidak mungkin jujur ke pada Dessy dan dia pasti menutup nutupi apa yang di lakukan oleh tuan nya itu.
"sepertinya aku salah orang untuk bertanya, terima kasih Joe" ucap Dessy dan langsung mengakhir panggilan di telpon nya.
maafkan saya nyonya, saya tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. nyonya akan terluka mengetahuinya. ucap sendu dalam hati Joe.
Dessy harus siap siap ke kantornya, saat ingin masuk ke kamar mandi tiba tiba kepala Dessy pusing.
Dessy akhirnya mengurungkan niat nya dulu ke kamar mandi, takutnya nanti terjatuh tidak bisa menopang tubuh nya sendiri jadi memilih untuk kembali ke tempat tidur.
__ADS_1
dengan pelan Dessy melangkah ke tempat tidur, di baringkan nya tubuhnya sambil memijit pelan kepalanya sendiri.
Cekleek..
pintu kamar terbuka.
Kelvin yang entah dari mana, baru saja pulang dan langsung masuk kekamarnya.
Kelvin mendekati dan duduk di samping Dessy dilihatnya wajah Dessy sedikit pucat.
"apa kau baik baik saja" tanya Kelvin tangannya menyentuh kepala Dessy.
" tidak panas" tambah Kelvin lagi.
"aku baik baik saja" Dessy menepis tangan Kelvin yang menyetuh kepalanya.
" aku akan memanggil dokter kemari" Kelvin yang ingin mengambil handphone di saku jasnya untuk menghubngi dokter.
"aku bilang aku tidak apa apa" teriak Dessy sontak mengaketkan Kelvin. Dessy tidak pernah meninggikan atau berteriak saat berbicara dengan Kelvin, ini adalah pertama kalinya.
"apa kau ada masalah" tanya Kelvin yang berusaha sabar
" keluar lah, aku lagi ingin sendiri" pinta Dessy dan membalikan badan nya membelakangi Kelvin.
tidak ada perlawanan, Kelvin melangkahkan kaki nya keluar kamar, rasa hancur di hati Kelvin pun terasa di tusuk oleh panah tajam.
Kelvin tau Dessy marah karena dia tidak pulang dan tidak memberi kabar ke pada nya.
"Maafkan aku Dessy, aku merasa diriku serakah" lirih Kelvin yang duduk di sofa ruang kerjanya.
dia tidak ingin menjelaskan kepada Dessy kemana dia pergi tadi malam, kalau Dessy tau itu akan menambah kesedihan nya. karena Kelvin pergi bersama Jenny mantan kekasih nya itu.
Dessy yang lagi berbaring di dalam kamar perasaannya kini entah harus bagaimana.
dia tau dia tidak ada hak marah kepada Kelvin.
Dessy mengambil handphone nya di atas nakas dan memgirim pesan singkat ke pada Elly dan Wenli.
dia meminta izin tidak masuk kerja, hari ini dia hanya ingin menyendiri di rumah.
HAPPY READING....
__ADS_1