Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 91


__ADS_3

Tak...tak...tak bunyi lari seseorang yang terlihat buru-buru. terdengar nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari. Rambut yang sedikit berantakkan dan terlihat keringat yang ada di dahinya bercucuran tapi tidak melunturkan ketampanan yang di milikinya.


" Bos...Tunggu" Panggilnya tergesa-gesa.


Kelvin tengah merapikan jas nya dia sudah tidak sabar untuk berangkat ke Paris.


" ada apa?" Tanya Kelvin yang berjalan pergi meninggalkan ruang kerjanya.


"Kak, apa kau akan ke paris?" Tanya Anthony dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Emmm..." Jawab singat Kelvin.


"Kak ajak aku"


" untuk apa aku mengajak mu, apa kau tidak punya kerjaan?"


Anthony mengelap keringat dengan tangannya. " Kak, aku sudah bilang pada My Queen dan dia memberi izin kepada ku. ayo lah kak" Bujuk Antony agar Kelvin bersedia mengajak nya ke Paris.


" Terserah "


Kelvin tidak mau berlama-lama debat dengan Anthony dia tidak akan membuang waktunya untuk segera pergi ke Paris.


Senyum mengembang diwajah Anthony dia akan ke Paris menemui pujaan hatinya.


" Kak Kel yang terbaik, Aku mencintai mu" Goda Anthony, dia ingin memeluk Kelvin tapi dengan cepat Kelvin menghindar.


" cih...aku tidak terima pernyataan cintamu " Kelvin menaikkan sedikit sudut bibirnya sambil melangkah pergi, Anthony tidak menyadari hal itu.


Sebelumnya itu Anthony bertemu dengan Sekretaris Joe di lobi kantor.


" Senior Joe" Panggil Anthony.


Joe pun menoleh pada kepada yang memanggilnya.


"Senior, kau ingin pergi ke luar? dimana Kak Kel?" Tanya Anthony.


" iya ada yang harus ku urus, Tuan Muda ada di ruangan nya dia bersiap-siap ke Paris" Jawab Sekretaris Joe.


"Paris? apa Kak Kel akan menyusul kakak ipar?" Tanya nya lagi.


" Mungkin seperti itu"


Tanpa berbicara lagi Anthony langsung berlari masuk lif menuju ke ruangan Kelvin. Sekretaris Joe yang melihat Anthony yang tiba-tiba meninggalkan nya begitu saja hanya bisa melihat dengan wajah datarnya, dia sangat tau yang ada di pikiran Anthony pasti bocah itu berusaha merayu Kelvin agar mengajaknya bersama ke Paris.


...


Di dalam Jet Pribadi Kelvin memejamkan matanya sejenak pernerbangan menuju Paris memerlukan waktu yang tidak sebentar.


"Kak Kel" Panggil Anthony.


"Emmm"


" Aku begitu bersemangat ikut ke Paris bersama mu"

__ADS_1


"Lalu?"


"sampai-sampai aku tidak membawa apa pun, jadi bisakah Kak Kel aku pinjam kartu mu saat di Paris?"


"No, aku sudah beristri. seluruh kartu ku di pegang oleh istriku" elak Kelvin yang masih memejamkan mata dan menyenderkan kepalanya di kursi.


"ayolah kak, tidak mungkin kau bangkrut kerena sudah beistri kan!"


Kelvin langsung membuka matanya dan menatap tajam ke wajah Anthony.


"kalau kau sudah punya istri, kau akan mengerti arti dari berhemat"


Wajah Anthony cemberut dan mengendus kesal karena kakak sepupunya tidak meminjamkan kartu kredit kepada dirinya.


Lalu dia bagaimana di sana? jangan kan membawa kartu nya baju pun dia tidak membawanya. Berangkat ke Paris hanya membawa diri dan pakaian di tubuhnya saat ini.


Pada jam 2 malam di Paris, Jet Pribadi Kelvin baru mendarat. Jermi yang tau kedatangan Kelvin pergi menjemputnya di bandara.


Kelvin dan Anthony sudah tiba di Hotel di mana Dessy dan Shima menginap.


Drzzzttt...handphone Shima bergetar di samping nya membuat dia terbangun.


" siapa malam-malam begini menelponnya" gumamnya kesal.


Di lihatnya Jermi yang menelponnya. " ada apa?" Shima bertanya dengan malasnya.


" aku di depan kamar mu, boleh kau keluar sebentar?" Jawab Jermy.


Saat pintu terbuka Shima terbelalak kaget, ngantuknya pun seketika hilang.


" Anthony, Kelvin...kenapa kalian ke sini?" Tanya Shima yang tidak percaya melihat pada kedua orang di depan nya yang tiba-tiba berada di Paris.


"Shima, aku..."


Belum selesai Anthony berbicara langsung di potong oleh Kelvin. " Berikan kunci kamar Dessy dulu, setelah itu baru urus urusan kalian" Ucap Kelvin yang sudah tidak sabar menemui istrinya.


Shima mengambil kartu kamar Dessy dan memberikan nya kepada Kelvin. Sudah mendapatkan kartu kamar istrinya Kelvin langsung meninggalkan yang lainnya.


"Kenapa kau bisa ke sini, apa kau ingin mengikuti ku?" tanya Shima menatap Anthony.


" Aku hanya di minta kak Kel menemaninya ke Paris, mana ku tau kau ada di Paris" elak Anthony.


" Emmm...karena aku tidak sempat memesan kamar hotel, apa aku boleh menumpang kamar mu tuk malam ini?" Anthony mencoba keberuntungan nya siapa tau saja Shima dengan senang hati menampung nya, dia tidak akan sia-siakan kesempatan ini.


" Tidak" Shima langsung menutup pintu kamarnya


Tampak wajah kecewa Anthony, dia terlalu berharap lebih dengan keadaan yang ada. Tidak mudah mendapatkan hati wanita yang lebih tua dari nya.


Anthony dengan pasrah menoleh ke Jermi yang masih berdiri di belakang nya.


Jermi mengerti yang ada dipikiran Anthony sekarang.


"Tidak Anthony, biar kita berteman tapi aku tidak bisa tidur dengan sesama pria, Oke" Ucap Jermi yang menolak sekamar dengan Anthony.

__ADS_1


saat dia ingin melangkah pergi, langkahnya terhenti mendengar tawaran dari Anthony.


"Kalau kau membiarkan ku tidur di kamar mu, aku akan memberikan nomor handphone gadis cantik" bujuk Anthony.


"Tidak tertarik" Jermy meneruskan langkahnya menuju kamarnya.


"Dukati Panigale V4?"


" Deal " Jawab Jermy dengan cepat.


Astaga untuk tidur satu malam saja aku mengorbankan Motor ku. Batin Anthony.


...


Di dalam kamar Dessy, Kelvin tersenyum melihat istrinya sudah terlelap.


sebenarnya Dessy baru saja tidur satu jam sebelum Kelvin sampai di Hotel. Dessy tidak bisa tidur karena saat ingin menghubungi Kelvin tetapi tidak bisa karena Kelvin masih berada di dalam pesawat.


Dessy sangat kesal sampai-sampai dia tertidur masih mengenggam handphone di tangan nya.


Kelvin membuka jas nya dan berbaring di samping istrinya. Diciumnya pucuk kepala sang istrinya di peluknya tubuh yang di rindukan selama satu minggu ini dengan erat.


Diciuminya pundak dan leher istrinya, membuat Dessy mengeliat merasa ada sesuatu yang menyentuh lehernya.


Karena Kelvin terus menciumi leher istrinya, Dessy langsung membuka matanya, aroma tubuh yang sangat dia kenal. Dessy langsung memutar tubuhnya menghadap ke Kelvin.


"Kelvin" Ucap Dessy dengan tidak percaya sekarang ada suaminya di hadapan nya.


Nampak senyum dari wajah pria yang dia rindukan di dalam ruangan yang bercahaya lampu tidur saja.


"Aku merindukan mu, Sayang"


Dessy langsung mencium bibir Kelvin, dia tidak bisa menahan lagi kerinduan terhadap suaminya. Kelvin dengan senang membalas ciuman dari istrinya. Makin lama ciuman itu makin menuntut lebih.


Tangan Kelvin sudah masuk ke dalam piyama Dessy seperti mengapsen setiap inci tubuh Dessy.


Dessy melepaskan ciuman nya dan berpindah ke atas tubuh Kelvin.


"Wah, satu minggu tidak bertemu. kau menjadi liar" Goda Kelvin.


"begitu lah, apa kau membawa banyak uang ke sini?" Dessy tersenyum dengan licik.


" Ayo lah,,,aku cuma suami yang tidak memiliki apa-apa lagi. yang ku bawa hanya lah cinta dan kerinduan" Ucap Kelvin sambil terkekeh.


"baiklah karena aku lagi berbaik hati, jadi ku terima cinta dan rindu mu wahai pria Ku" Dessy langsung menundukkan kepala nya mencium kembali bibir Suaminya.


Kelvin mulai melepaskan piyama yang di gunakan istrinya dan membuka satu persatu kancing kemejanya.


Kelvin merubah posisinya sekarang dia berada di atas tubuh Dessy.


Setelah puas melu**t bibir istrinya, bibirnya menyusuri leher Dessy dengan meninggal sebuah tanda. Tangan sudah asik bermain di kedua gunung milik Dessy.


Terdengar suara desehan Dessy saat Kelvin bermain di puncak gunung miliknya. Ini lah akibatnya menahan rindu selama satu minggu membuat harsat yang di tahan membrontak ingin di salurkan dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2