
Wajah Jenny terlihat masih pucat apalagi kini dihadapan nya ada seorang Kelvin, dirinya sedikit gugup mengetahui kenyataan orang yang selalu di rindukan nya ada di depannya.
"K,,,kelvin" Sapa Jenny gugup. Entah karena apa kegugupan nya itu, apa terlalu senang melihat Kelvin? atau terlalu takut untuk bertatap sapa?.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Kelvin, bagaimana pun juga dia bukan lah pria berhati jahat yang langsung menghakimi seseorang. Setidaknya mengetahui keadaannya sudah membaik baru langkah selanjutnya.
"Aku sudah lebih baik, terima kasih"
"Bagaimana kau bisa di gubuk itu?" Kelvin langsung ke intinya setelah mengetahui keadaan Jenny baik-baik saja.
Di situ bukan hanya ada dirinya dan Jenny di belakang Kelvin ada Wenli dan Mika yang ingin mendengar langsung kebenaraan kasus penculikkan Darren. Sedangkan Dessy masih memberi Asi kepada Darren di ruangan khusus.
"aku tidak sengaja bertemu dengan mereka" Ucap Jenny.
"katakan yang sebenarnya, atau kau akan menyesal nantinya" Ancam Kelvin.
"Kelvin maafkan aku" Jenny berusaha meraih tangan Kelvin tapi Kelvin berhasil menepisnya.
"Jenny " bentak Kelvin. " aku tidak punya waktu banyak untuk basa-basi" Wajah Kelvin yang tenang kini terlihat kesal.
"Baiklah Kelvin, aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi" Jenny menarik napas nya agar bisa lebih tenang, dia tidak mau membuat Kelvin bertambah kesal kepadanya.
Mulai lah Jenny menceritakan kejadian mulanya dia bisa terlibat. "awalnya aku memang ingin menemui mu di rumahmu langsung Kelvin karena percuma menemui mu di kantor pasti aku akan di tolak. Ketika aku ingin menuju rumah mu aku tanpa sengaja melihat babysitter itu sedang membawa bayi. Awalnya aku tidak curiga apa pun tapi aku melihat gerak gerik babysitter itu dari kaca spion mobil ku rasanya sangat mencurigakan apa lagi ku lihat dari jauh dia keluar dari rumah mu. Setau ku, Dessy baru saja melahirkan jadi aku menduga itu anak mu.
Yang lebih mencurigakan lagi babaysitter itu membawa anak mu berjalan menuruni bukit kawasan perumahan mu itu, jadi ku ikuti saja. Sesampainya di jalan xxx aku di sekap dari belakang oleh seseorang tau-tau aku sudah di gubuk itu dalam keadaan tangan ku terikat. Karena aku terus memberontak jadinya aku dipukul hingga pingsan lagi" Jenny menjelaskan dengan panjang lebar. Tidak ada yang di tutup-tutupinya.
"apa kau tau siapa dalang semua ini atau memang meraka hanya menginginkan uang?" Tanya Kelvin lagi. Ia cukup lega Jenny tidak ada kaitan nya dengan penculikkan Putranya, kalau benar saja Jenny terlibat dia tidak akan peduli lagi dengan status Jenny sebagai wanita, ia tidak akan memberi ampun sekarang juga.
Jenny menggelengkan kepalanya. "aku tidak tau".
__ADS_1
Mika pun menghampiri Kelvin dan membisikikan seseuatu. " Sepertinya dia tidak berbohong, lebih baik kita tunggu hasil dari introgasi kepolisian" bisik Mika.
Kelvin menanggapi Mika dengan menganggukan kepalanya, ia pun ingin berbalik meninggalkan bangsal tempat Jenny di rawat. Tapi langkahnya terhenti karena Jenny memanggilnya.
"Kelvin, aku..."
"Jenny, aku tidak tau kenapa kau masih nekat menemui ku. Tapi satu hal yang harus kau ingat jangan pernah menganggu kehidupan ku lagi. Anggap kita tidak saling mengenal" Kelvin menyela ucapan Jenny, dia berbicara dengan posisi memunggungi Jenny. Setelah itu langkah tegasnya meninggalkan bangsal Jenny tanpa menoleh sedikit pun.
"terima kasih" Ucap Mika pada Jenny, setidaknya dia mewakili Kelvin dan keluarganya untuk berterima kasih atas niat Jenny untuk menolong keponakkan nya. Ia dan Wenli pun menyusul Kelvin meninggalkan Jenny.
Jenny hanya menganggukkan kepalanya karena setinggal Kelvin air matanya langsung memanjiri wajah cantiknya.
Awalnya mamang Jenny kembali ke Kota Y hanya ingin membalas perbuatan Kelvin dan Dessy tetapi entah mimpi apa dirinya seketika sadar kalau dia hanya ingin membalas dendam karena rasa kesal semata bahwa kenyataan Kelvin tidak bisa di milikinya lagi. Kalau dia meneruskan ambisi negative dalam dirinya maka dia harus mengambil resiko untuk kehilangan semuanya. Satu malam dirinya tidak bisa tidur memikirkan tindakkan apa yang harus dia ambil, akhirnya dia berdamai dengan dirinya sendiri menghempaskan kekesalan, amarah, cemburu dan iri ke udara biar hilang di bawa oleh angin. Dia ingin menjalani hidupnya dari awal lagi dengan hati yang damai dan tenang.
"Selamat tinggal Kelvin" Gumam Jenny dengan air mata tapi terlihat ada senyuman lega dan iklas menghiasi wajahnya.
...
Kali ini ia tidak mau kejadian yang membuat hatinya hancur, marah, kecewa secara bersamaan terulang kembali.
Bahkan Dessy lebih posesif kepada putranya sendiri, sebisa mungkin Darren harus terlihat oleh dirinya walaupun saat sedang di tangani oleh babysitter.
"lihat wajah mu begitu sembab kebanyakan menangis, tapi masih terlihat cantik" Ucap Kelvin duduk di samping Dessy yang baru saja menidurkan Darren dan meletakkan di dalam box bayi.
"bagaimana aku tidak menangis, Darren di bawa pergi oleh orang lain. Aku sangat takut Kelvin, takut kehilangannya" balas Dessy.
Kelvin menangkup wajah Dessy dengan kedua tangan nya. "Sssttt,,,jangan bicara seperti itu. Aku bisa pastikan tidak akan ada kejadian seperti itu lagi. Darren selalu bersama kita" Hibur Kelvin.
Dessy langsung menghambur di dalam dekapan hangat tubuh suaminya itu. "terima kasih Kelvin, kau selalu ada untuk ku dan Darren"
__ADS_1
"tentu, karena aku adalah suami dan ayah yang hebat hahaha" Kelvin membanggakan diri dengan nada bercanda.
...
Tidak memerlukan waktu berhari-hari untuk mengetahui siapa dalang dari semua kejadian yang membuat gempar Keluarga Besar Lu atas penculikkan Darren.
"Jadi bagaimana tuan?" Tanya Joe setelah memberitahu hasil dari kepolisian kepada Kelvin.
"tentu saja penjarakan pelakunya dan untuk keluarga Lin buat perusahaan nya di ambang kebangkrutan biar mereka menyadari perbuatan anak mereka bisa menghancurkan segalanya" Ucap Kelvin dengan wajah tegas. Amarah menyelimuti wajah Kelvin ketika Joe mengatakan bahwa Keyli Lin lah yang menjadi dalang penculikan Darren.
Dari dulu Kelvin ingin sekali menghancurkan Keluarga Lin yang dulunya pernah berlaku tidak adil terhadap istrinya tapi niat nya itu di cegah oleh Dessy.
Dessy tidak mau menabur dendam dalam hidupnya biarkan kehidupan nya dulu menjadi masa lalu. Apa lagi ia sudah memilih keluar dari Keluarga Lin dan sekarang dia sudah menyandang nama Keluarga Lu.
"Baik Tuan" Balas Joe ingin meninggalkan ruang kerja Kelvin.
"Emm...satu lagi" Suara Kelvin menghentikan langkah kaki Joe.
"apa kau senang memanggilku Tuan? bukankah sudah ku katakan panggil aku kakak atau pun nama ku. Ingat kau adik ku. Aku risih mendengar kau memanggil ku tuan" Kelvin menatap tajam kearah Joe.
Joe sepontan terlihat kikuk, tangan nya mengusap tengkuknya dengan senyum meringis.
"apa kau dengar" Pekik Kelvin karena tidak di respon Joe.
"ba,,,baik tu...ah kak Kel, kalau begitu aku permisi" Ucap Joe.
Sebenarnya dia belum terbiasa harus memanggil Kelvin dengan sebutan kakak tapi mau bagaimana lagi Kelvin kerap protes bila ia memanggil Kelvin dengan sebutan Tuan.
Ada seuntas senyuman yang menghiasi wajah Joe saat meninggalkan ruang kerja Kelvin. Bagaimana dia seorang yang tidak di ketahui asal-usulnya kini mempunyai keluarga lengkap yang dengan senang hati menerimanya, seketika ada rasa suka cita menjalar di seluruh tubuhnya.
__ADS_1