Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 119


__ADS_3

Di dunia ini segala sesuatu nya selalu berpasang-pasangan ada suka ada duka, ada yang datang dan ada yang pergi. Begitu juga dengan keadaan keluarga besar Lu. Mereka begitu senang dan bahagia dengan hadirnya Darren di tengah-tengah mereka tapi kini mereka di hadapkan dengan rasa duka kepergian ayah dan kakek tercinta mereka.


Setelah Mika memberitahukan langsung bahwa kakek mereka sudah tiada itu bagaikan hempasan ombak yang menerpa secara langsung hati mereka.


Angel sebagai anak bungsu merasa sangat terpukul dan kehilangan ayahnya, seketika bayangan kemanjaan nya pada sang ayah terbayang-bayang di kepala sehingga membuatnya jatuh pingsan tidak sanggup menerima kenyataan. Untung saja Wenli dengan cepat menopang tubuh Angel, mengingat Angel tengah hamil besar maka segera dilarikan langsung ke IGD.


Kelvin terduduk lemas dengan menitikkan air mata juga tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu sehingga hari ini dia menerima kenyataan harus merelakan kakek yang di sayanginya pergi untuk selama-lamanya.


...


"kenapa ayah pergi secepat ini, bahkan kau belum melihat cucu mu lahir" Ucap Angel sambil menangis di atas makam ayahnya yang baru saja selesai di makamkan.


"Sudah, kakek pasti melihat cucu nya lahir dari surga sana. Lebih baik kita pulang, hari mulai petang" Ucap Kelvin merangkul bahu Angel.


"tapi..."


"Kelvin benar my Angel, lebih baik kita pulang. Udara nya semakin dingin tidak baik untuk tubuhmu yang sedang hamil" Potong Wenli, membantu Angel untuk berdiri.


"kita juga pulang" ucap Kelvin kepada Dessy dan di balas dengan anggukan.


"sudah jangan menagis lagi, hidung mu sampai memerah begini" tambah Kelvin lagi melihat Dessy yang masih terisak-isak.


"kenapa kau begitu kuat sih, kau bahkan hanya sekali menangis sewaktu di rumah sakit" Ucap Dessy menoleh ke wajah suaminya.


Kelvin tersenyum " karena kakek sudah bahagia disurga" Kelvin berusaha setegar mungkin walaupun dia merasa begitu kehilangan sosok kakek nya itu. Tapi ia harus menjadi seorang yang lebih kuat lagi karena ada istri dan anak serta keluarga besarnya yang harus di lindungi dan dijaganya.


Karena masih dalam berduka, Charles Lu meminta kepada seluruh keluarga besar Lu untuk berkumpul dan menginap di Rumah Utama. Jarang sekali mereka berkumpul semuanya kalau tidak ada acara pernikahan, acara pesta dan tentunya kematian yang sekarang mereka rasakan.

__ADS_1


...


Rumah Utama


"ya tuhan, kenapa kau masih menangis. Angel, Mama, Mika, dan bibi Sandra saja sudah bisa tersenyum. Kenapa kau masih saja terisak begini?" Ucap Kelvin yang melihat istrinya masih saja mengusap matanya dengan tisu seolah-olah air mata Dessy tidak mau berhenti.


"Salah kalau aku mengis? Aku sedih Kel, aku juga teringat saat nenek ku meninggalkan ku selama-lamanya"


"tidak ada yang salah, tapi kasian dengan hidung mu yang semakin memerah mata mu sembab kebanyakkan menangis"


" yakin lah semuanya sudah tenang dan bahagia di sana, suatu saat kita pasti menyusul mereka" Kelvin menarik Dessy kepelukkan nya.


Tok tok tok...Suara ketukkan pintu.


"Tuan Muda, saat nya makan malam" Ucap Maid didepan pintu kamar Kelvin dan Dessy.


"Astaga aku belum mandi, aku mandi dulu. Apa kau ingin mandi bersama ku?" Tanya Kelvin mengerlingkan mata pada Dessy.


"Oh tidak Kel, terima kasih ajakkan mu. Aku ke bawah duluan untuk melihat Darren sedang bersama Shima dan JJ"


"cepat mandi sana, jangan sampai semuanya lama menunggu mu untuk makan malam" Tambah Dessy lagi sebelum ia beranjak pergi meninggalkan kamarnya.


" iya Nyonya"


...


2 tahun kemudian.

__ADS_1


Umur Darren yang sudah mau beranjak 3 tahun kini tumbuh menjadi anak yang ceria dan sehat. Ia mewarisi ketampanan ayahnya dan kepintaran dari ibunya sungguh kombinasi yang sempurna.


"Mom yakin, mau ngelahirin adik bayi lagi?" tanya Darren yang sudah pasih berbicara bahkan kadang bisa bersikap dewasa selayaknya orang tua.


"eh..kenapa bicara begitu, Darren tidak suka kalau punya adik lagi?" Dessy kini tengah memasukkan baju kedalam koper.


Mereka berencana pergi ke suatu tempat untuk berlibur. Bahkan saat ini Dessy tengah hamil 5 bulan.


"Bukan begitu Mom, aku harap adik ku nanti tidak seberisik Felix Mom" Darren membiacarkan anak dari Angel dan Wenli. Umur yang tidak jauh berbeda membuat Darren dan Felix selalu bermain bersama bahkan kelakukan keduanya bisa membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng kepala karena kenakalan dan kejahilan 2 pria cilik itu.


"kau juga sangat berisik, son" sahut Kelvin yang baru saja masuk kedalam kamar. mendengar suara sang ayah, Darren hanya bisa tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.


"yakin gak mau ikut?" tanya Kelvin yang berjalan mendekati Dessy dan memeluknya dari belakang.


Darren yang terbiasa sudah melihat kemesraan orang tuanya hanya memutar bola matanya.


"aku benci liat mom dan dad bermesraan seolah kehidupan ini milik kalian berdua saja, sekarang aku sangat yakin gak mau ikut" Darren melipat tangan nya di dada dengan wajah yang cemberut.


Melihat itu Kelvin langsung tertawa terbahak-bahak. "mau daddy peluk juga?" Kelvin merentangkan tangannya kearah Darren. Dengan cepatnya Darren menghambur kedalam pelukkan ayahnya itu membuktikan bahwa Darren masih anak kecil.


Dessy sangat senang melihat kedekatan suami dan putranya mereka selalu kompak dalam hal apa pun walaupun ada perdebatan kalau menyangkut dirinya, tidak ada yang mau mengalah kalau keduanya mau bermanja dengannya. Sebentar lagi kebahagian mereka akan bertambah dengan hadirnya anak kedua mereka.


Semenjak di tinggal pergi oleh kakek Lu, Charles Lu sebagai anak tertua mengambil alih sebagai orang nomor satu dalam keluarga besar. Perusahaan sepenuhnya tetap berada di tangan Kelvin. Angel pun kini nenyerahkan senua kekuasaan ke Kelvin karena ia hanya ingin fokus menjadi ibu dan istri saja.


"kalau aku tetap bekerja, kapan aku bisa menghabiskan uang Wenli. Ini saatnya aku menghambur-haburkan uang suamiku" ucap Angel ketika ia memberitahu kepada keluarganya bahwa ia akan meninggalkan jabatan sebagai wakil presedir di JM Grup.


Angel kini bahkan mempunyai hobby baru yaitu suka merayu Dessy dan Mika untuk menghabiskan uang para suami mereka untuk shopping agar ada yang menemani ia yang suka berbelanja. Karena kenyataan Dessy dan Mika dasarnya tidak terlalu menyukai berbelanja. Dessy sempat menyukai hobby berbelanja itu ketika hamilnya Darren saja. Terlebih Mika yang seorang dokter walaupun ada waktu luang, Mika lebih memilih dirumah menghabiskan waktu bersama suami.

__ADS_1


__ADS_2