
"Kelvin bisakah kita bicarakan di rumah saja, saat ini aku sangat lapar" Ucap Dessy, alih-alih mau menjawab apa yang Kelvin tanyakan Dessy malah ingin mengalihkan pembicaraan nya saat ini.
dia bukan dengan sengaja menyembunyikan kehamilannya, tapi Dessy merasa ada sesuatu yang harus di selesaikan nya. baru lah dia akan memberi tahu Kelvin.
"Nyonya Lu, aku belum menjawab apa yang ku tanyakan" Kelvin melipat kedua tangan nya menatap lurus Dessy di depan nya.
"Sayang, aku sudah lapar. apa kau tidak kasian dengan bayi mu yang ada di dalam perut ku ini" Rayu Dessy dengan manjanya.
Sungguh Kelvin tidak bisa melihat Dessy dengan raut wajahnya yang manja itu sangatlah imut, apa lagi mendengar Dessy menyebut bayinya itu membuat Kelvin sedikit melembut.
"Baiklah, kau menang" Ucap Kelvin dengan pasrah.
" tapi ingat kau hutang satu penjelasan kepada ku saat di rumah nanti" Kelvin memingatkan Dessy.
"Iya, ya Tuan Muda Lu"
Sebelum pulang kerumah Dessy meminta Kelvin untuk membelikannya begitu banyak makanan yang dia mau. Kelvin hanya pasrah untuk membelikan, seandainya Kelvin berkata tanya apakah Dessy mampu menghabiskan makanan itu semua maka Dessy dengan cepat nya merajuk kepada Kelvin.
benar-benar wanita hamil itu sangat sensitif.
"pantasan porsi makan nya sekarang bertambah, walaupun memang makan nya memang banyak. kali ini lebih-lebih banyak" Gumam Kelvin dalam hati mencium berbagai macam bau makanan di dalam mobilnya
Karena sudah larut malam jadi mereka memutuskan untuk membungkus semua makanan untuk di bawa pulang kerumah.
Tiba di rumah Dessy dengan riang melangkahkan kakinya menuju kedapar membawa bungkusan makanannya.
"makan lah yang banyak, aku naik ke atas dulu. mau mandi" Ucap Kelvin.
"makanlah dulu, aku pun juga belum mandi" Ucap Dessy dengan santai.
"apa kau ingin mandi bareng dengan suamimu ini?" Goda Kelvin.
" Narsis, makan lah dulu baru lah mandi. Ok?"
Kelvin lagi-lagi hanya bisa mengalah, hanya kepada satu perempuan ini dia bisa menurunkan ego serta mengalah. padahal dia adalah lelaki yang sombong dan dingin.
Kelvin menarik satu kursi dan duduk, sambil mengambil salah satu kue yang di beli Dessy.
padahal dia tidak suka yang manis-manis tapi melihat penampilan kue itu sangat cantik jadi dia penasaran untuk mencicipinya.
"Bisakah, kau memulai menjelaskan dari pertanyaan ku di kantor tadi?" Desak Kelvin.
"Baiklah aku akan menjelaskan nya" Jawab Dessy.
__ADS_1
Dessy menjelaskan dari awal dia tau bahwa dia hamil sampai dia ingin memberi kejutan di hari ulang tahun Kelvin dengan cara membungkus hasil tes kehamilan nya menjadi sebuah kado.
hingga Kelvin mengakui Jenny hamil maka saat itulah Dessy mengurungkan niatnya untuk memberitahu Kelvin.
Mendengar apa yang di jelaskan oleh Dessy nampak raut wajah Kelvin menjadi sedih. dia selalu ingin membahagiakan Dessy, tetapi dia lah orang yang paling menghancurkan hati Dessy.
"Maafkan Ku Sayang, ini semua terjadi karena kebodohan ku" Ucap Kelvin sendu.
"jangan menyalahkan dirimu terus Kelvin, aku tau kau bukan orang yang akan melakukan hal yang bodoh. ini pasti berlalu Kelvin"
"Oh iya, minggu ini Jenny akan pindah ke rumah ini dan aku ingin mengajak mu ke taman bermain kita akan gunakan tiket wahana bermain itu. apa aku jahat seperti ini?" Tanya Dessy yang ingin Kelvin tidak terlibat acara pindahan nya Jenny kerumah ini.
"tidak, kau pantas melakukan nya"
"apa kau sudah selesai makannya, kalau begitu kita akan pergi mandi" Ucap Kelvin yang tiba-tiba mengendong Dessy menuju kamar mereka.
"Kelvin aku belum selesai" Berontak Dessy.
"setelah mandi baru lanjutkan lagi makan nya" Ucap Kelvin dengan nada licik.
Kelvin sekarang sangat menyukai aktivitas mandi bersama istrinya. karena bisa melihat pemandangan yang begitu indah menurutnya.
"Kelvin, aku sudah selesai mandinya" Ucap Dessy.
"Apa kau berkata begitu juga kepada Jenny?" Tanya Dessy lirih.
Kelvin membelai wajah Dessy yang masih ada tetesan air di wajahnya. "tidak, aku tidak pernah mengatakan apa pun yang berhubungan dengan kehamilan nya" Jujur Kelvin.
"Ahhh, Ku merasa seperti istri kedua saja" Keluh Dessy.
" Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Kelvin.
"apa kau masih mencintai Jenny?" Tanya kembali Dessy tanpa menjawab apa yang di tanyakan Kelvin.
"Dulu aku memang mencintainya, tapi cintaku kepada Jenny tidak sebesar cinta ku padamu. Seandainya dulu aku mencintai Jenny seperti aku mencintaimu maka aku tidak akan biarkan dia meninggalkan ku, seperti sekarang ini aku tidak akan membiarkan kau meninggalkan ku"
"percaya lah sayang, kau selalu menjadi yang pertama dalam hidup ku" Ucap Kelvin lalu mencium bibir manis Dessy. Dessy membalas ciuman lembut dari Kelvin itu.
Kelvin mengendong Dessy ke tempat tidurnya dan di baringkan nya Dessy dengan penduh hati-hati.
"Kelvin aku mulai mengantuk" Ucap Dessy.
"Em, Tidurlah kalau sudah mengantuk" Kelvin menarik selimut untuk menutupi tubuh Dessy agar tetap hangat dan ikut berbaring di samping nya Dessy.
__ADS_1
"Kelvin, bisakah kau jangan tidur dulu sebelum aku tidur terlebih dahulu" Pinta Dessy.
"Baiklah Nyonya Lu"
Dessy langsung menyusutkan kepalanya didalam pelukkan Kelvin, menikmati dada bidang suaminya serta wangi khas Kelvin membuat Dessy sangat lah tenang.
...
"Aaaaaaaaaa..." terdengar suara teriakkan Dessy membuat Kelvin yang masih terlelap langsung bangun dari tempat tidurnya. Kelvin langsung berlari menuruni tangga rumahnya mencari dimana asal suara teriakkan itu.
"Sayang, apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa kan?" Kelvin panik karena sudah mendapati Dessy yang tersendu menangis.
"Kelvin, timbangan nya...hiks hiks hiks" Ucap Dessy sambil menangis.
"Kenapa dengan timbangan nya sayang" Ucap Kelvin yang berusaha menenangkan istrinya.
"berat badan ku bertambah 5 kg, apa karena aku banyak makan tadi malam!" Ucap Dessy yang menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangan nya.
"Astaga Sayang, kau pagi-pagi sudah heboh hanya karena berat badan mu bertambah, itu wajar karena kau sedang hamil" Kelvin menghembuskan nafas dengan pasrah padahal dia masih begitu mengantuk hingga istrinya membuat kehebohan hanya sebuah berat badan nya naik.
" Apa? kau bilang badan ku berat?" Kesal Dessy.
" tidak sayang, aku tidak bilang kau berat. aku cuma bilang wajar saja wanita hamil timbangan tubuhnya bertambah seiring dengannya besar kehamilan" Kelvin menjelaskan seperti seorang dokter kepada pasien nya.
" Ehhh, sekarang kau bilang aku besar" Ucap Dessy bertambah Kesal.
" Tidak, tidak, maksud ku nantinya tubuhmu sedikit berisi" Jawab Kelvin yang merasa apa yang di sampaikannya selalu salah.
Dessy bukan nya tenang malah bertambah menangis. " Kau jahat Kelvin, sekarang kau bahkan bilang aku gemuk" Ucap Dessy sambil memukul-mukul dada nya Kelvin.
Ya Tuhan, apa yang ku ucapkan selalu salah. dia begitu sensitif.
"Tenang lah sayang, walaupun kau menjadi gemuk kau tetap seksi di mata ku" Hibur Kelvin memeluk Dessy.
...----------------...
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya yaaa...
agar Author lebih semangat lagi Up nya...
XièXiè
HAPPY READING...❤❤❤
__ADS_1