
" Apa kau ingin menemui paman mu?" Tanya Kelvin.
"tidak, sejak keluar dari kediaman Keluarga Lin aku bukan lagi bagian dari Keluarga Lin" Jawab Dessy.
" jadi kau sudah merelakan perusahaan Keluarga Lin jatuh ketangan paman mu?" Tanya Kelvin lagi.
Dessy menatap Kelvin, dia merasa di introgasi sama suami sendiri. "kalau mereka mengusik kehidupan ku, akan ku ambil alih semuanya atau ku buat hancur"
" Bagus...Wanita cerdas" Puji Kelvin.
Dipertemuan itu Dessy di minta untuk maju mendatangani surat perjanjian kerja proyek Resort Blue Ocean sebagai pemegang utama proyek tersebut.
Kelvin tersenyum bangga terhadap istrinya walaupun tengah hamil dia bersedia membantu dirinya dan sahabatnya. Walaupun tanpa di bantu pun Kelvin pasti bisa mengerjakan semuanya.
Sangat terlihat wajah Dessy begitu cantik, kehamilannya tidak menganggu keelokkan wajahnya. Mata yang bisa membuat orang terpana saat menatap dan bibir yang bisa memabukkan. Kini wajah cantik itu tengah berseri-seri di hadapan para kolega bisnis Wenli yang kini dihadapi oleh Dessy.
Tidak sedikit orang yang memuji kecerdasanya dalam mengantikan posisi sementara Wenli. Kerendahan hatinya membuat siapa saja berintraksi dengannya selalu mengingatnya kapan pun.
"Dia terbaik, dari yang baik" Gumam Kelvin sambil bertepuk tangan setelah Dessy didepan mentandatangani sebuah kontrak kerja.
Tidak seperti dimeja yang tidak terlalu jauh dari meja yang di tempati Dessy. Tampak seorang wanita yang dari awal sudah geram dan kesal melihat Dessy dengan keberhasilannya saat ini. Dia tidak rela kehidupan Dessy sangat jauh lebih baik dari dirinya. Baginya Dessy hanya pantas pada titik terendah kehidupan sehingga Dessy putus asa dengan kehidupan.
...
Setelah kembali dari pertemuan itu, Dessy langsung merebahkan dirinya di tempat tidur nya yang dia rindukan satu hari ini, tentunya dia sudah membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berbaring.
"lelah?" Tanya Kelvin yang duduk di sudut tempat tidur.
Dessy menggelengkan kepalanya, menurutnya lelah seperti sekarang dia rasakan merupakan lelah yang mempunyai kepuasan tersendiri karena dia melakukan hal yang bisa membuatnya terhibur dari pada hanya di rumah membuatnya jenuh dan bosan.
" Awwu, Aww.." Dessy meringis seperti orang kesakitan tangannya mengelus-elus perutnya.
Kelvin langsung mendekati Dessy. " Ada apa sayang? ada yang sakit?" Tanya Kelvin yang kelihatan khawatir.
"Tidak, dia lagi menendang perut ku" Dessy meletakkan tangan Kelvin di atas perutnya.
Mata Kelvin seketika mengharu tidak bisa dia mengucapkan kata-kata mengenai hal yang menakjubkan tengah dia rasa. Perasaan ini sungguh luar biasa.
__ADS_1
Kelvin menikmati hentakkan pergerakan bayinya yang masih di dalam perut. " apakah sakit?" Tanya Kelvin.
Lagi-lagi Dessy menggelengkan kepalanya tersenyum manis pada Kelvin. " Aku hanya kaget saja, anak kita tidak menyakitiku" Dessy membelai pipi bersih suaminya.
"jadi anak yang baik, jangan membuat mommy mu sakit ya" Ucap Kelvin pada anaknya yang masih dalam kandungan seraya Kelvin mendaratkan beberapa kali kecupan penuh kasih sayang di perut Dessy.
" Tenang, anak mu sangat baik"
" Emm aku tau...Tidurlah besok kau musti pergi kekantor lagi"
"*nice dream, love you"
"love you to*"
...
Tepat jam 2 malam Dessy seperti biasa terbangun dari tidur nya walaupun sekarang tidak setiap malam lagi dia terbangun.
Diliriknya sang suami yang terlelap indah di sampingnya. Ada rasa tidak tega untuk membangunkan tapi kalau tidak dibangunkan bagaimana memenuhi keinginannya?
"Kelvin bangun" Ucap Dessy sambil mengguncang tubuh Kelvin tapi Kelvin hanya mengeliat memindahkan posisi tidurnya. Matanya tetap terpejam dengan damai tanpa mempedulikan guncangan dari tangan Dessy.
"Sayang, ayo bangunlah" Ucap Dessy lagi.
Kelvin bukan lah tipe orang yang begitu susah di bangunkan tidur. Tidak memakan waktu lama Kelvin mulai merespon.
" Emm...Ada apa? Kau perlu sesuatu?" Tanya Kelvin mengusap-usap matanya sambil menguap.
" Kelvin temanin aku tidur" Ucap Dessy dengan sedikit nada merengek.
"Eh...ini kan aku sedang menemanimu tidur" Kelvin menatap Dessy dengan heran. Kelvin berdoa dalam hati agar istrinya itu tidak meminta permintaan yang aneh-aneh.
"Temani aku tidur di mobil"
"What???kenapa harus tidur di mobil?" Kelvin mengeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tidak setuju.
" Ayo lah sayang, kali ini saja" rengek Dessy agar sang suami menyetujui keinginannya.
__ADS_1
" sayang, dikamar lebih nyaman di banding tidur di mobil. Dimobil sempit takutnya tubuhmu merasa tidak nyaman" Kelvin berusaha menyakinkan Dessy seperti seorang ayah memberi pengertian kepada anaknya.
Dessy sudah mulai menunjukan senjata pemungkasnya dengan mimik yang sendu, wajah ditekuk ke dalam dan mata yang mulai berkaca-kaca.
Dan tentu saja itu berhasil, Dessy tau Kelvin tidak akan tega melihat dirinya merasa sedih karena keinginannya tidak di penuhi.
" Ok...kita keluar ke garasi sekarang kau bisa pilih tidur didalam mobil yang mana" Ucap Kelvin yang mengalah.
Dengan senyum senang Dessy langsung meranjak dari tempat tidurnya dengan disusul oleh Kelvin.
Tidak sampai di situ saja, Dessy meminta mobilnya di keluarkan dari garasi di parkirkan di halaman rumah. Lagi-lagi Kelvin hanya mengikuti kemauan Dessy tanpa banyak perdebatan.
Kelvin menghidupkan mesin mobil dan juga Ac agar tidak pengap didalam mobil. Dia tidak mengerti apa enaknya tidur di mobil yang sempit. Tapi ini adalah kemauan sang istri yang sedang hamil jadi di maklumin saja.
Para penjaga rumah yang sedang berada di pos penjaga merasa heran kenapa Tuan dan Nyonya nya berada di dalam mobil dari tadi dan mobil itu tidak bergerak sedikit pun tapi mobil dalam keadaan hidup. Awalnya para penjaga berpikir tuan dan nyonya mudanya pergi keluar karena ada kepentingan meninggat bukan sekali atau dua kali Kelvin dan Sora keluar pada jam yang sama, mereka mengerti keadaan nyonya mudanya lagi hamil.
Tidak berani untuk mengusik para penjaga itu hanya bisa membiarkan apa pun yang di lakukan majikannya.
Pagi Harinya Dessy dan Kelvin keluar dari mobil masuk ke dalam rumah. Sepertinya tidur Dessy cukup nyenyak walaupun tempatnya yang ditidurinya sempit, tapi tidak bagi Kelvin sekarang rasa tubuhnya terasa remuk dan kaku.
" dari mana kalian sepagi ini?" Tanya Anna Lu melihat putra dan menantunya beriringan masuk ke dalam rumah dengan menggunakan piyama tidur.
"Tidur di mobil" Jawab Kelvin dia merasa Dejavu pernah melakukan hal yang sama. Ya ini kedua kalinya dia tidur di mobil bersama istrinya.
"kenapa tidur dimobil?" Tanya Anna dengan heran.
"tanyakan saja pada menantu Mama" Kelvin melirik sebentar ke arah Dessy lalu melangkahkan kaki menuju kamar.
Dessy tau kalau Kelvin sedang menahan kesalnya. Dia tersenyum kepada mertuanya yang masih ingin mengetahui penjelasan kenapa sampai tidur di mobil?.
" Emm...Gini Ma, aku kadang merasa nyaman saat tidur di mobil. Mungkin ini kemauan si bayi" Ucap Dessy dengan tersipu sambil mengelus-elus perutnya.
Anna membalas senyum Dessy. "Kalau kau merasa nyaman tidak apa2 lakukan saja tiap malam, Kelvin akan menemanimu"
Dessy terkekeh mendengar ucapan mertuanya itu. " tidak Ma, ini sewaktu-waktu aku hanya ingin saja"
Kalau setiap malam tidur di mobil akan ku pastikan wajah Kelvin akan berubah menjadi serigala yang sedang kelapara. Mengerikan. Batin Dessy.
__ADS_1