
"Aku bisa gila kalau dia terus mendatangiku, seperti hantu gentayangan" Gerutu Shima yang baru saja masuk kedalam ruang kerja kakaknya, Axel.
"Why? wajah mu seperti benang kusut" tegur Axel melihat Shima masuk-masuk ke ruangnya mengerutu tidak jelas.
Bagaimana tidak seorang Shima merasa tidak kesal Anthony tiap harinya selalu mendatangi Shima ke kantor dengan alasan untuk makan siang bersama atau sore harinya saat jam pulang kantor Anthony sudah ada datang menunggu Shima dan memaksa untuk mengantarnya pulang.
"kak, tidak bisa kah kau memberi tahu calon adik iparmu jangan sering-sering mengangguku" Tatap tajam Shima pada Axel.
" Hei, alasan apa ku melarangnya dia tidak melakukan kejahatan. Belum saja menikah dengan Mika sudah di musuhi Anthony nantinya kalau aku melarangnya"
Mendengar ucapn Axel, Shima mengendus kesal. Dia sebenarnya tidak masalah kalau Anthony mengajaknya makan siang atau sekedar mengantarnya pulang tapi tidak tiap hari juga kan?.
Shima jadinya sedikit risih, malah dikantor tidak sedikit yang membicarakannya karena Anthony tiap hari muncul di Lang Entertaiment.
" hai kak, mau kemana?" tanya Shima melihat Axel tengah hendak keluar dari ruangannya.
"Jemput calon istri, ingin melihat pesanan cincin pernikahan kami" Jawab Axel.
"Oh...tapi bagaimana meetingmu 1 jam lagi?"
"karena ada adikku yang manis ini, tolong gantikan kakakmu ya" ucap Axel seraya mengedipkan mata lalu berjalan keluar ruangan tanpa menghiraukan protesan Shima.
" Dasar, calon pengantin" umpat Shima.
...
"sayang jangan cemberut lagi" Bujuk Kelvin pada istrinya yabg sedang merajuk karena keinginannya tidak di penuhi. Dessy memalingkan wajah lebih memilih melihat ke kaca mobil mengacuhkan Kelvin yang sedang memujuknya.
Dessy merajuk karena dia ingin meminta acara jalan-jalannya harus menggunakan angkutan umum seperti bus, tetapi Kelvin tidak menyetujuinya. Tentu saja karena Kelvin dari lahir sampai sekarang dia belum pernah naik angkutan umum. Apalagi saat ini Dessy sedang hamil besar sudah pasti Big No.
__ADS_1
" Sayang, ingat kau lagi hamil besar, aku tidak akan mengambil resiko"
" kalau kau tetap marah dan tidak mau berbicara pada ku kita batalkan saja jalan-jalan kita kali ini" Ancam Kelvin.
" Jer, putar balik" Perintah Kelvin pada Jermi yang menjadi supir mereka saat ini untuk kembali ke Rumah Utama.
"Jangan" Ucap Dessy dengan cepat. " terus jalan saja Jermi".
Kelvin pun tersenyum, sedikit ancaman ternyata bisa membuat isyrinya mengeluarkan suara dan dia tau istrinya pasti tidak akan mau membatalkan jalan-jalan kali ini karena inilah yang sangat di inginkannya selama satu minggu kemarin.
Jermi yang sedang menyetir mobil di depan hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan pelan melihat keduanya di bangku belakang.
...
Sesampainya di tempat pusat perbelanjaan terlengkap dan terbesad di Kota Y, mata Dessy tampak berbinar seolah telahblama dia tidak mengunjungi tempat ini.
"Sayang, pelan-pelan" Ucap Kelvin karena Dessy menarik-narik tangan nya seperti orang yang mau berburu diskonan hehehe.
" Ehemm...kak Kel aku akan menunggu di Cafe, kalau sudah selesai telpon saja aku" Ucap Jermi yang dari tadi mengikuti keduanya di belakang. Jermi tidaj mau mengikuti perempuan berbelanja dan dia juga tidak mau menunggu di mobil itu bisa membuatnya bosan jadi dia memilih ke cafe untuk menikmati coffelatte sambil bermain FF di ponselnya.
" Ok " jawab Kelvin.
Saat di toko buku Kelvin geleng-geleng saja melihat Dessy banyak memilih buku novel, dia membiarkan istrinya membeli apa pun yang dia mau, yang dia suka. Yang penting istrinya merasa senang.
Dessy sudah tersenyum ceria kembali seperti biasanya.
" Sudah?" tanya Kelvin.
" iya, tolong di bayar Tuan Muda Lu"
__ADS_1
" tentu nyonya muda Lu"
Kelvin pun mengambil alih troli yang penuh dengan buku-buku tapi saat di kasir Dessy hanya menyerahkan 7 buah buku saja. Kelvin mengeryit heran menatap Dessy.
" 7 buku ini saja yang menarik menurutku" Dessy tersenyum manis melihat keheranan suaminya.
Setelah membayar di kasir, Kelvin memberi uang lebih kepada karyawan toko buku itu.
" Sorry" Ucap Kelvin.
" terima kasih banyak Tuan" Ucap para karyawan toko dengan beberapa kali membungkukkan badan. Karena uang yang diberikan Kelvin menurut mereka melebihi dari kata uang tips. Tidak apa-apa menyusun kembali buku yang tidak jadi di beli kalau selalu di beri kan uang lebih seperti tadi pikir salah satu karyawan toko.
Setelah keluar dari toko buku tanpa sengaja Dessy melihat Mika berjalan dengan Axel.
" Mika" Panggil Dessy dari arah belakang Mika.
Mika dan Axel pun langsung menoleh ke arah suara yang memanggil.
" hai, sedang apa kalian di sini?" tanyabasa basi Mika lalu melihat ke arah Kelvin yang berdiri tepat di belakang Dessy lalu tanpa bicara Kelvin mengangkat paperbag yang berisi buku-buki Dessy. Mika pun menangguk paham.
" apa kabar Tuan Kelvin" sapa Axel.
" hai, jangan terlalu formal, bukankah bentar lagi kita menjadi keluarga" Axel tersenyum mendengar ucapan Kelvin. Ya...Axel tidak sabar menunggu moment berharga dalam hidupnya.
" kalian berbelanja juga?" tanya Dessy.
" kami ingin ke toko perhiasan melihat pesanan cincin pernikahan kami" Ucap Axel.
"oh ya...bolehkah kami ikut bersama kalian setelah itu kita makan bersama, Kelvin yang traktir"
__ADS_1
" tentu " ucap Mika dan mereka tertawa bersama.