
Warning 21+
...----------------...
Dessy mengerjabkan matanya saat cahaya sang mentari masuk di sela tirai kaca kamar. Seulas senyuman terpancar takala melihat sosok yang di cintai masih tertidur pulas dengan setia memeluk dirinya, seakan menjaganya dari serangan ataupun gangguan mana pun.
"Morning sayang" Dessy mengecup pipi Kelvin.
"Bangun, nanti kau telat ke kantor sayang" Dessy sedikit mengguncang tubuh Kelvin karena belum merespon untuk bangun.
Kelvin mengeliat pelan. " Ya ampun sayang, aku masih ngantuk ayo kita tidur lagi"
" kau kan akan ke kantor"
" aku tidak ke kantor hari ini, aku kan mengajak mu jalan-jalan hari ini"
" benarkah?" Seketika mata Dessy berbinar-binar dia senang Kelvin akan mengajak nya untuk jalan-jalan.
" tentu, jadi kita tidur lagi. Aku masih mengantuk" Kelvin mengeratkan pelukkan nya di tubuh Dessy.
" tidak bisa, aku akan menemani kakek jalan pagi hari ini. Jadi kau lanjut tidur sendiri saja ya"
" Emm baik lah, hati-hati sayang"
" iya Kelvin, aku cuma jalan santai tidak lari-lari kok" Jawab ketus Dessy semenjak kehamilannya makin besar Kelvin malah overprotektif pada dirinya.
Setelah satu jam lebih berjalan santai dengan kakek Lu, Dessy pun kembali ke kamarnya melihat Kelvin masih saja tidur dengan nyenyaknya. Dessy memilih membiarkan suaminya tertidur lebih lama, jarang-jarang Kelvin bisa bangun telat. Dessy pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar dirinya lebih segar.
Dia menikmati sensasi berendam setelah melakukan kegiatan jalan santai.
Setelah selesai mandi pun Kelvin masih terlelap.
"Kelvin bangun, nanti semuanya akan menunggu kita untuk sarapan" Ucap Dessy berusaha membangunkan Kelvin.
Kelvin pun mengerjapkan matanya. "kita sarapan di kamar saja"
"tapi..." Sebelum Dessy meneruskan ucapan nya, tangannya langsung di tarik masuk dalam dekapan Kelvin.
" Sayang, aku menginginkan mu" Bisik Kelvin dengan suara serak.
" tapi, aku sudah lapar Kelvin"
Kelvin pun terkekeh. " Sorry sorry aku akan memberi tahu pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar"
__ADS_1
Tidak menunggu lama makanan pun sudah tersedia di dalam kamar, Kelvin memberi tahukan agar Keluarganya tidak menunggu mereka untuk sarapan.
Kelvin merasa senang melihat Dessy selama hamil tidak terlalu memilih makanan bahkan makannya dua kali lipat meningkat mungkin karena ada calon bayi yang juga harus di beri asuapan gizi agar tumbuh dengan sempurna didalam perut Dessy.
"kau siap untuk jalan-jalan hari ini?" Tanya Kelvin.
" tentu" Jawab Dessy dengan penuh semangat.
" Kalau begitu berikan aku makanan penutup" Kelvin mengajak Dessy ketempat tidur.
Dessy yang masih menggunakan handuk kimono sangat memudahkan Kelvin untuk melepaskan dari tubuh Dessy.
Kelvin menatap wajah Dessy dengan senyuman. " Kau selalu terlihat cantik sayang" Kelvin mendaratkan ciuman ke bibir Dessy. Me****t nya dengan gairah, Walaupun sang istri tengah hamil besar tidak melunturkan sedikit pun hasrat Kelvin untuk bercinta malah gairah nya kian naik saat melihat tubuh Dessy dengan perut besarnya. Mungkin itu adalah pancaran pesona ibu hamil yang terlihat seksi walau dengan perut yang membesar.
Puas dengan bibir ranum Dessy, Kelvin beralih bertraveling ke leher putih sang istri, menyasapi dan memberikan tanda kepemilikannya. Kelvin tidak melewatkan seinci pun keindahan tubuh Dessy, tangan nya pun mulai meraba-raba bagian inti Dessy.
" Kau sudah basah sayang" Bisik Kelvin.
Tapi Dessy tidak menghiraukannya, karena Dessy lagi menikmati sensasi permainan tangan Kelvin di bawah sana.
" Ahhh...Kelvin" Desah Dessy.
Tangan Kelvin masih bergerliya di bawah sana, sedangkan mulut Kelvin dan tangan satunya lagi bermain-main di gunung kembar Dessy, me****t, menggigit dan menjilati sehingga membuat Dessy mengerang dengan penuh kenikmatan.
"Come on Kelvin, Aku sudah tidak tahan" rengek Dessy.
Kelvin memindahkan posisinya, mengarahkan miliknya masuki ke inti Dessy.
Dengan berlahan Kelvin menghentakkan pinggulnya, Dia tidak akan bermain liar karena tidak mau menyakiti calon bayinya yang ada di dalam perut sang istri.
Hentakan demi hentakkan dengan tempo yang sedang tapi tetap mengairahkan dan mengalirkan kenikmatan.
Dessy tidak hentinya mengeluarkan suara erangan yang membuatnya hanyut dalam kenyamanan tiada tara.
Cukup lama dengan bermain dengan posisi yang sama, Kelvin menuntun Dessy untuk membalikan tubuhnya. Kini Dessy dalam posisi tubuhnya bertumpu dengan kedua lulutnya dan tangannya berpegangan dengan kepala tempat tidur.
Kelvin kembali memasuki tubuh Dessy permainan pun kembali berlanjut kian memanas.
Detikan suara jam dinding seolah bersahutan dengan ******* Dessy yang memehuni seisi kamar. Untung saja Kamar mereka kedap suara hehehe.
Kelvin pun seolah tak mau kalah erangan nikmat dari mulutnya meluncur begitu saja.
Tidak bisa menahan lagi kenikmatan demi kenikmatan yang ingin tertumpah ruah akhirnya mereka berdua mengerang bersama-sama karena sudah mencapai puncak sensasi yang tiada banding yaitu pelepasan dengan kenikmatan yang sempurna.
__ADS_1
Cup...
Kelvin mendaratkan kecupannya di kening Dessy.
" Terima kasih sayang karena memberi kesempurnaan dalam hidupku" Ucap Kelvin.
" Sama-sama sayang, terima kasih juga sslalu ada di sisi ku dan mencintaiku. I love you"
" Love you to"
" Istirahat lah sebentar, setelah itu bersiap-siap kita akan jalan-jalan"
Dessy tersenyum menganggukkan kepalanya.
...
JM Grup
Seperti biasa aktivitas-aktivitas para pekerja melakukan pekerjaan sebaik mungkin agar menghasilkan sesuatu yang memuasakan.
Angel yang telah kembali bekerja setalah i bulan cuti honeymoonnya duduk di kursi kebesaranya dengan santai.
"ku pikir pekerjaan ku akan menumpuk setelah ku tinggal cuti, tapi ini seperti biasanya" Ucap Angel berbicara dengan Anthony yang memang dari tadi ada dalam ruangan Angel.
"Iya karena sebagaian pekerjaan bibi di ambil alih oleh Senior Joe selama bibi pergi honeymoon" sahut Anthony.
" Apa kau bilang?" Angel tampak membulatkan matanya. Bagaimana pun Angel belum sepenuhnya menerima Joe dalam Keluarga Lu walaupun sudah di beri pengertian oleh Wenli yang sekarang menjadi suaminya Tetap saja tidak semudah itu dia menerima Joe.
"Ayo lah Bibi ku yang cantik, Senior Joe sudah menjadi keluarga kita wajar dia membantu pekerjaanmu. Jangan ragukan dia seperti kak Kelvin yang sangat percaya pada nya" Jelas Anthony yang melihat wajah tidak sukaan Angel mendapati kenyataan selama ini pekerjaannya di bantu oleh Joe.
"Dia tidak akan mengkhiyanati kak Kelvin atau pun keluarga kita, kalau dia mau sudah dari dulu pun bisa dia lakukan. Dia tidak punya motip Bi, dia hanya sebatang kara kalau kak Kelvin tidak mengangkatnya menjadi adik kak Kelvin" Tutur Anthony.
Angel tampak berpikir sejenak lalu menatap ke arah Anthony.
" Entahlah, bagaimana pun hidupku sekarang sudah bergantung pada Wenli. Tapi aku tak mau melihat keluarga ku hancur. Bisnis dan harta itu kejam di dunia ini Anthony"
Anthony pun mengangguk setuju dengan apa di katakan di akhir kalimat Angel.
Karena bisnis dan harta saling berkaitan yang bisa saja membuat orang tertutup hati nurani nya.
"Oh iya kalau dia yang mengambil alih pekerjaan ku, terus kau mengerjakan apa?" Tanya Angel dengan tatapan yang mengintimidasi.
" ak,,aku jelas membatu Senior Joe dan kak Kelvin. Bukankah itu intinya aku bekerja di sini membantu para kakak-kakak ku dan bibi cantikku" Kilah Anthony.
__ADS_1
" Eh...jujur saja kau asik mengejar adiknya Axel kan?"
Anthony pun hanya bisa meringis dan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.