
Pagi hari menjelang, Kelvin sengaja tidak membuat Dessy bangun cepat. dia ingin Dessy menikmati tidurnya lebih lama.
Kelvin benar-benar tidak tega melihat wajah pucat Dessy tadi malam karena mual mencium aroma Parfum.
" Apa Dessy baik-baik saja?" Tanya Anna Lu yang hanya melihat Kelvin yang memulai sarapan nya tanpa di dampingi Dessy.
" Emm, Sekarang dia sudah baik-baik saja" jawab Kelvin.
" Oh iya Asisten Siaw, nanti antarkan saja sarapan Nyonya kekamar.
satu hal lagi bila ingin berinteraksi dengan Nyonya jangan menggunakan Parfum. Nyonya akan mual mencium aroma parfum.
beri tahu semua Maid di sini" Perintah Kelvin.
Asisten Siaw mencerna dengan baik perintah dari Tuan Muda nya itu dan segera memberi tahu ke seluruh Maid bahwa masa hamil, Nyonya muda mereka sensitif dengan aroma parfum.
Tok Tok Tok...
"Nyonya apa anda sudah bangun?" Tanya Maid yang ingin mengantar sarapan kepada Dessy.
"Ya,,, Masuk lah" Jawab Dessy yang baru saja bangun dari tidurnya.
Maid meletakkan sarapan di atas meja yang ada di dalam kamar Dessy. Sedangkan Dessy yang dari tadi sibuk dengan handphone nya.
Dia ingin menghubungi Kelvin tapi diurungkan niatnya.
lebih baik aku pergi ke kantornya saja langsung. aku benar-benar bosan sudah di rumah. Pikir Dessy.
...
Dessy pergi ke JM Grup. setelah masuk ke rungan Kelvin Dessy tidak mendapati suaminya.
Saat ini Kelvin sedang melakukan meeting dengan para Direksi.
"Tuan, Nyonya Muda sudah dari tadi ada di ruangan anda" Bisik Sekretaris Joe kepada Kelvin yang masih memimpin jalannya Meeting.
Kelvin merespon dengan menganggukkan kepala nya sekali.
"Nona Angel ambil alih Meeting ini" Perintah Kelvin.
" Joe, Laporkan semuanya kepada ku nanti" Ucap Kelvin lalu dia meninggalkan ruangan Meeting.
Para Peserta Meeting sedikit lega melihat Ceo nya meninggalkan ruangan yang dari tadi hawanya begitu mencekam.
Meeting yang dipimpin langsung oleh Kelvin tidak pernah berjalan sebentar setidak nya memakan waktu paling sedikit dua jam.
__ADS_1
Kadang mereka sangat senang kalau saat Meeting Nyonya Muda Lu datang berkunjung sepenting apa pun Meeting itu membuat Kelvin dengan cepat meninggalkan ruangan Meeting.
walaupun meeting tetap di lanjutkan dan di ambil alih Sekretaris Joe tetapi tidak setegang saat meeting bersama Kelvin.
tapi merak tidak akan tau meeting yang akan yang di pimpin oleh Angel Lu sama menegangkan nya dengan Kelvin.
Betapa terkejut nya Kelvin saat memasuki ruangan nya. melihat begitu banyak aneka Cake
sedangkan Dessy karena puas sudah melahap berbagai macam Cake dia terlelap di sofa.
"Apa dia ingin mengubah ruangan kerja ku menjadi toko kue?" Gumam Kelvin sambil menggelang-gelengkan kepala nya.
"Sayang, bangun lah" Kelvin membangunkan Dessy yang tengah terlelap.
Dessy dengan berlahan membuka matanya. "Eh,,,apa meeting mu sudah selesai?" Tanya Dessy.
Kelvin tidak langsung menjawab apa yang ditanyakan oleh Dessy. Kelvin memeluk erat istrinya itu. " Kelvin kenapa tiba-tiba memeluk?" Tanya Dessy dengan membalas pelukkan Kelvin.
"aku tau kau merindukan ku, makanya ku peluk" Jawab Kelvin dengan angkuhnya.
"cih...kau narsis" Dessy terkekeh mendengar kata-kata Kelvin.
Kelvin melepaskan pelukkan nya dan menatap ketat wajah Dessy.
"Kenapa kau banyak sekali membeli Cake ini" Kelvin menujuk meja yang penuh dengan berbagai macam cake.
"maksud mu?" tanya Kelvin yang sedikit bingung.
" ya,,,aku akan di sini sampai kau pulang kantor" Dessy mengambil salah satu Cake memasukkan kedalam mulutnya.
"baiklah, sesuka hati Nyonya saja" Kelvin kembali memeluk Dessy.
"Kau bersibuk saja, Jangan hiraukan aku di sini. aku tidak akan menganggu mu" Ucap Dessy.
Dessy benar-benar menikmati dirinya berada di ruangan kerja suaminya selayaknya berada di rumah sendiri.
Aktivitas dilakukan nya membaca majalah, setelah itu menonton tv, Tentunya aktivitas makan nya tidak tertinggal dia bahkan memesan es krim dengan berbagai macam varian rasa.
sesekali dia memainkan violin nya yang dia bawa dari rumah. membuat ruangan Kelvin sudah seperti tempat konser musik klasik.
tapi Kelvin tidak terganggu dengan aktivitas yang di lakukan oleh istrinya itu. malah Kelvin merasa terhibur dan sedikit lucu melihat gerak gerik dari Dessy.
Kelvin yang fokus dengan dokumen yang ada di depan nya kini teralihkan oleh pelukkan Dessy dari samping Kelvin.
"ada apa? apa kau mulai bosen?" Tanya Kelvin mencium lengan Dessy yang melingkar di leher nya.
__ADS_1
"tidak, aku melihat mu begitu serius apa perlu aku bantu?" Ucap Dessy langsung mengambil Dokumen yang ada di atas meja Kelvin.
"Emmm...apa kau sedang menjalankan proyek untuk perumahan baru?" Tanya Dessy sambil membolak balik dokumen yang ada di tangan nya.
"Benar, yang jadi masalahnya adalah lahan sebelah selatan terbilang curam karena ini ada proyek perumahan elit jadi kita harus bisa membuat tempat pembuangan limbah yang ramah lingkungan. tapi tidak bisa di putuskan dengan sederhana mungkin. mengingat sebelah selatan itu dibawahnya tempat pemukiman yang lumayan padat. jadi kita harus hati-hati akan hal itu" Jelas Kelvin panjang lebar kepada Dessy seperti seseorang yang sedang curhat kepada teman nya.
Dessy tampak berpikir setelah mendengar sedikit dari penjelasan Kelvin.
"Hei, Jangan terlalu berpikir keras...itu akan mempengaruhi bayi kita" Ucap Kelvin.
"Kau tau Tuan Muda Lu, Istri mu ini sangat lah pintar. Bayi yang ada di dalam perut ku ini nantinya adalah anak yang jenius karena memiliki ayah dan ibu yang sangat pintar. jadi berpikir keras untuk pekerjaan tidak mempengaruhi bayi mu.
berhenti lah untuk khawatir" Ucap Dessy dengan percaya diri.
Kelvin langsung tertawa dengan renyahnya. "Ok...istri ku memanglah sangat pintar" Puji Kelvin dengan masih tertawa kepada Dessy.
Dessy pun memberi sedikit ide kepada Kelvin mengenai perumahan baru yang menjadi proyek JM Grup.
walaupun penyampaian nya masih kaku tetapi Kelvin mengerti apa yang di maksud oleh Dessy.
Kelvin dan Dessy seperti sedang melakukan meeting ganda yang hanya di lakukan mereka berdua.
" Bagaimana, apa itu merupakan solusi?" Tanya Dessy kepada Kelvin.
"itu solusi yang sangat bagus" Puji Kelvin.
Kelvin pun segera memanggil Sekretaris Joe untuk datang keruangannya.
"Tuan, Nyonya..." Seru Sekretaris Joe yang sudah berada di dalam ruangan kerja Kelvin.
"Duduk lah, Nyonya akan memberikan solusi yang menarik mengenai proyek perumahan baru" Ucap kelvin santai.
"Emm Nyonya?" Sekretaris Joe yang tampak bingung.
"iya, Nyonya..." Jawab Kelvin
" Sayang, mulai lah" Perintah Kelvin.
" Baiklah aku akan menjelaskan kepada mu Sekretaris Joe" Ucap Dessy.
Dessy dengan antusias menjelas kan kembali kepada Sekretaris Joe denga di bantu oleh Kelvin.
Sekretaris Joe sangat takjub dia tidak menyangka Nyonya nya itu cerdas seperti tuan nya. tidak salah keputusan Tuan Muda Lu untuk memiliki seorang Dessy untuk mendampingi hidupnya itulah yang sekarang ada di dalam benak Sekretaris Joe.
"Nyonya ini adalah ide yang bagus, bahkan lahan selatan yang curum bisa di buat seperti taman yang tinggi tanpa takut akan longsor yang akan mengenai pemukiman di bawahnya" Sekretaris Joe yang tidak kalah antusiasnya.
__ADS_1
...----------------...
Happy Reading...❤❤❤