
Hari sudah mulai gelap Dessy Lin masih bergelut dengan File di atas meja kerja nya. Karena hari ini Mood nya kurang bagus, sehingga ada beberapa pekerjaannya yang tertunda untuk di selesaikan nya.
"Des, ini sudah Jam 7 malam, mari kita pulang" Ajak Winni yang juga masih berada di kantor.
" Emmm baiklah " Jawab Dessy sambil merenggangkan otot otot tubuhnya.
Sesampainya di rumah, Dessy mendapati Kelvin yang tengah duduk di ruang Tengah yang sedang menatap nya dengan tajam.
"Kau sudah pulang?"
"Emmm" Kelvin masih menatap Dessy dengan tajam.
"kenapa kau menatap ku seperti itu, Maaf aku pulang sedikit telat" Ucap Dessy yang peka atas kesalahan nya.
kadang Kelvin tidak suka saat dia pulang ke rumah tidak menemukan sosok wanita yang sekarang menjadi candunya itu.
"tunggu sebenar aku akan membuatkan makan malam" Ucap Dessy sambil menaiki satu persatu tangga rumah menuju kamar.
"Haruskah aku meminta Wenli untuk memecat mu?" tiba tiba Kelvin berbicara dengan lantang, Dessy membalikan tubuhnya melihat ke arah Kelvin.
"tidak bisa kah kau di rumah saja, menunggu ku pulang?
sebenarnya aku kesal sekali melihatmu bekerja, kau menghabiskan uang ku tiap hari pun tidak akan membuat ku bangkrut" Kata Kelvin lirih.
Dessy tercengang apa yang di dengar nya dari mulut Kelvin, Dessy menuruni kembali tangga dan mengampiri Kelvin.
"Kelvin, dengarkan aku...aku tidak mau bergantung dengan mu. aku ingin mengembangkan kemampuan diriku sendiri.
lagipula aku sangat bosan di rumah" Kata Dessy yang berusaha berbicara dengan nada pelan.
"aku mengerti keinginan mu, tapi kalau kau tidak mau bergantung dengan diriku untuk apa kekayaan yang ku miliki ini?"
"sebelum kau mengenal ku, kau juga sudah kaya kan?" Dessy yang merasa salah satu saraf otak Kelvin ada yang putus. Dessy tau walaupun Kelvin orang nya dingin dan sombong tetapi dia selalu tenang menghadapi apa pun. tidak seperti Kelvin biasanya.
"iya itu semua benar, aku bekerja keras untuk istri dan anakku, dan sekarang ini kau adalah istri ku" Kelvin menghampiri Dessy memeluknya begitu erat.
"aku bukan orang yang bisa mengekang mu, tapi jangan biarkan aku menunggu mu seperti ini" Kata Kelvin kembali Sendu.
Dessy hanya menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan Kelvin.
"Aku mencintaimu Nyonya Lu" Tambah Kelvin dengan mengecup Leher putih Dessy.
Dessy melepaskan pelukkan Kelvin, Kelvin menatap wajah Dessy yang sudah ada buliran air yang mengalir di pipi nya.
__ADS_1
"Hai, Kenapa kau menangis"
Dessy hanya diam dan menundukkan wajahnya.
"apa ada yang salah" tanya Kelvin lagi.
Dessy masih saja diam, bahkan setiap Kelvin bertanya tangsian nya semakin menjadi jadi. Kelvin sampai bingung harus bagaimana.
"Kenapa kau sangat cengeng sekarang?, ayo lah berhentilah menangis" bujuk Kelvin.
Kelvin mengacak acak rambutnya sendiri bingung melihat Dessy menangis, apa yang sedang di tangisinya.
Kelvin akhirnya Mencium dalam dalam bibir Dessy, seketika itu tangisan Dessy berhenti.
Cara ini ampuh juga, coba tau dari tadi aku menciumnya.
Dessy sudah mulai berhenti memangis, Kelvin membelai belai rambut halusnya.
"katakan kenapa kau menangis?" tanya Kelvin yang masih memeluk Dessy.
" Itu...kenapa kau baru mengatakan nya"
" Apa?"
"Bodoh, kau tidak merasakan perasaan ku selama ini, apa kau tidak peka dengan perhatian ku?"
"kau pikir aku bisa membaca pikiran mu?" balas Dessy dengan Ketus.
Kelvin tersenyum mendengar ucapan Dessy. " karena kau tidak peka salama ini, aku akan menghukummu sekarang juga".
Kelvin memudukkan Dessy di sofa dan kembali mencium bibir merah Dessy.
Tangan Kelvin sudah melepaskan Blazer yang di kenakan Dessy, kini satu persatu kancing kemeja Dessy dibuka.
"kau begitu sexy menggunakan baju kerja, aku membenci itu" Ucap Kelvin dengan suara serak yang masih menikmati leher mulusnya Dessy.
Kelvin sudah siap siap untuk penyatuan tubuh mereka berdua, tiba tiba Dessy mendorong tubuh Kelvin.
"Pelan Pelan" Pinta Dessy dengan malu malu.
Kelvin tersenyum dan mengecup kening Dessy. "apa pun untuk Nyonya Lu".
Dessy teringat kini dia tengah hamil muda, dia tidak mau aktifitas nya dengan Kelvin akan membahayakan kandungan nya.
__ADS_1
apa lagi mengingat Kelvin kadang lupa batas.
Cukup lama berdua melakukan aktivitas olahraga malam di sofa ruang tengah. Dessy memunguti pakaian berserakkan di lantai yang di lempar sembarang oleh Kelvin.
Melihat Kelvin yang masih bersandar di sofa, Dessy menarik tanganya untuk pergi ke dalam kamar.
"Nyonya Lu, apa tadi belum cukup kini menarikku ke kamar" Goda Kelvin.
"Ciihhh...aku menyuruh mu untuk mandi, aku sudah mulai lapar" Dessy mengusap usap perutnya dan membayangkan beberapa makanan yang lezat.
"baiklah, ayo kita mandi"
belum Dessy hendak menolak, Kelvin sudah mengendong nya masuk ke dalam kamar mandi.
"Kelvin aku benar benar sudah lapar, aku tidak mau mandi sama kamu" Berontak Dessy.
"percaya pada ku, ini akan cepat"
1 jam kemudian Dessy memandangi dengan Kesal ke arah Kelvin.
Kelvin menyadari itu hanya tersenyum kecil.
"ayolah Nyonya Lu jangan marah, itu sangat cepat menurut ku hahaha" Goda Kelvin.
"aku sangat sangat membenci ku Tuan Lu" Ucap Dessy dengan kesal.
"Ok...aku minta maaf, ayo kita pergi makan" Bujuk Kelvin
"tidak, aku serang tidak mau makan"
"jangan begitu, kau tidak mau kau sakit karena tidak makan, tadi kau begitu sangat lapar" Kelvin bersimpuh di depan Dessy dan mengenggam tangan nya.
Dessy tidak mau menghiraukan Kelvin, tapi dia di ingatkan kembali di dalam perutnya sedang ada kehidupan jadi dia harus melunturkan ego nya.
"kau mau makan apa, kita akan makan di luar malam ini" kata Kelvin
"aku ingin makan sup iga sapi" jawab Dessy dengan malu malu.
"apa pun untuk Nyonya Lu"
Kelvin mencium kening Dessy. membuat Dessy salah tingkah, Melihat Dessy mengemaskan Kelvib ingin mengoda nya kembali tapi di urungkan niat jahilnya itu. dia tidak mau Dessy tambah marah karena menunda lagi untuk makan.
......................
__ADS_1
HAPPY READING...❤❤❤