
Jenny merasa kesal setengah mati, rencana nya untuk masuk ke Rumah Utama dengan dukungan Angel kini gagal berantakkan.
Bahkan Angel Lu sekarang tidak mau mengurus atau ikut campur kehidupan pribadi Kelvin.
Jadi Angel Lu enggan menanggapi Jenny dan Angel tidak lah bodoh dia baru saja kembali ke kota lahiran nya dan dia saat ini tidak mau mengambil resiko seandainya dia menentang kembali Kelvin entah apa yang akan di lakukan Kelvin terhadapnya. sehingga Angel memilih untuk tidak ikut campur.
Brakkk...
Pintu ruangan kerja Wenli terbuka kasar oleh Angel. " Heiii, ada apa? kenapa wajah mu cemberut begitu?" Tanya Wenli yang tau bahwa Angel susah untuk mengontrol emosinya saat lagi kesal.
"apa maksud mu memberikan 5% saham kepada Dessy?" Ucap Angel tanpa basa basi.
"Astaga, Kau Kesal hanya karna ini? Wajar saja Dessy mendapatkan saham 5% dari Zhi Corp. apa kau lupa Kelvin memiliki 15% saham Zhi Corp sehingga Kelvin memberikan 5% nya kepada Dessy. Itu sangat wajarnya kan? Dessy adalah istrinya" Jelas Wenli.
"Sudah lah jangan terlalu tidak suka kepada Dessy, Dia sungguh wanita yang baik untuk mendampingi Kelvin. buang jauh-jauh prasangka buruk mu" Ucap Wenli.
Angel tidak menjawab apa pun dia hanya masih berdiri di depan meja kerja Wenli sambil melipat tangan di dadanya dan menatap kesal kepada Wenli.
Kenapa semua orang bisa membela dan melindungi Dessy wanita biasa-biasa saja menurut Angel Lu.
"Karena kau sudah di sini, bagaimana kita makan siang yang enak!" Ajak Wenli.
Angel masih engan menjawab dia hanya menatap dalam-dalam wajah Wenli. Karena Angel tidak merespon nya Wenli menarik tangan Angel untuk mengikutinya keluar dari ruangan untuk makan siang.
...
Padatnya jalanan di kota membuat segerumpulan orang menyaksikan kecelakaan yang menimpa salah satu keluarga Lang.
Axel Lang mengalami kecelakaan karena menghindari remaja yang tiba-tiba menyebang jalan. Mobil bagian depan hamcur karena menabrak pembatas badan jalan.
Shima berlari tergesa-gesa masuk ke Rumah Sakit mencari Kakaknya di UGD setelah memdengar bahwa Kakaknya mengelamin kecelakaan dan sudah di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Srekkk...Tirai pembatas di UGD terbuka tampak seorang Dokter yang di kenal nya habis menangani Kakaknya. " Dokter Mika?" Seru Shima.
Mika yang sedang melepaskan sarung tangan karetnya menoleh ke arah yang menyapa nya. " Oh kau pasti Nona Shima Lang adik dari Tuan Axel Lang" Ucap Mika.
"Tenang saja" Ucap Mika yang melihat raut wajah kwahatir Shima. "Luka yang di alami Kakak mu tidak begitu parah. semua sudah di tangani dengan baik. Tuan Axel masih belum sadarkan diri dari obat bius dan sebenar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan.
Shima membungkukkan badan nya untuk memgucapkan terima kasih kepada Mika yang sudah menolong Kakak nya.
"Jangan sungkan begitu, ini kewajiban ku sebagai seorang dokter" Ucap Mika dengan menupuk-nepuk pundak Shima lalu melangkah meninggalkan Shima.
Sekitar dua jam Shima menemani Kakak nya di ruang perawatan akhirnnya Axel pun tersadar dari obat bius yang di berikan kepada nya saat menangani luka-lukanya.
Melihat Kakaknya sudah sadar Shima langsung memencet tombol untuk memanggil perawat. tidak begitu lama ada 1 orang dokter dan di susul 1 orang perawat masuk ke ruang perawatan Axel.
"Bagaimana keadaan Kakak saya Dok?" Tanya Shima yang tampak masih khawatir dengan Kakaknya.
Dokter itu masih mengecek bagian luka yang sudah di jahit dan memeriksa kembali keadaan tubuh Axel. "sepertinya tubuh Tuan Axel sekarang tidak ada yang perlu di Khawatirkan lagi. cukup beristirahat beberapa hari di sini sampi luka jahitan mengering" Terang Dokter kepada Shima.
"Dokter tunggu sebantar" Seru Shima.
"Dok, Dokter Mika Lu ada dimana?" Tanya Shima.
" Oh Dokter Mika sedang rapat dengan beberapa Dokter Specialis untuk operasi besar" Jawab Dokter itu.
Shima tampak ragu untuk menanyakan tapi akhirnya dia menanyakan juga apa yang ingin di tanyakan nya. " Emm... apa ini..maksudnya ini Rumah Sakit ini Milik Keluarga Lu?" Tanya Shima lagi.
Dokter itu tersenyum lembut kepada Shima. " Benar,ini Rumah Sakit milik Keluarga Lu tapi Aset Rumah Sakit ini sepenuhnya sudah milik Dokter Mika walaupun dia menjabat menjadi Direktur Utama tapi jam kerja operasi nya tidak kalah sibuk dengan bawahan nya. bahkan dia turun tangan sendiri membantu di UGD saat dokter yang lain pergi beristirahat". Jelas Dokter itu kepada Shima.
"Ya Tuhan wanita yang di cintai Kakak ku sungguh lah keren" Gumam Shima dalam hatinya mengagumi Mika yang menurutnya profesi Dokternya sangat lah keren karena tidak memandang siapa pun itu, bisa menyelamatkan hidup seseorang.
Mika yang sudah berada dalam ruangan nya melepaskan jas putih nya dan langsung merebahkan dirinya di kursi. Sebenarnya Mika sangat terkejut melihat Axel di bawa masuk ke UGD dengan penuh darah. Kebetulan saat itu dia sedang membantu di UGD, saat menyadari itu adalah mantan kekasihnya Axel tanpa pikir panjang Mika mengambil alih untuk menangani Axel.
__ADS_1
Saat ini pun Mika sangat ingin menemui Axel yabg sudah di pindahkan di ruang perawatan kelas VIP tapi di urungkan niatnya. Mika takut saat bertemu bertatap wajah dengan Axel situasi nya nanti sangat canggung dan lagi Mika adalah Dokter bedah jadi tidak ada alasan untuk datang ke ruang Axel di rawat, karena luka Axel sendiri tidak sampai harus di lakukan operasi.
...
Kelvin yang merasa pekerjaan nya sudah selesai dengan tergesa-gesa meninggalkan kantornya untuk pulang ke Rumah Utama.
Saat masuk ke dalam rumah Kelvin mendapati istrinya tengah memainkan Biolanya di ruang tengah.
Dessy menghentikan permainan nya karena merasa ada seseorang memeluknya dari belakang.
Dessy memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kelvin. Dessy meletakkan tangan nya di pundak Kelvin walaupun kedua nya masih memegang Biola dan busurnya.
"Kenapa kau pulang cepat hari ini?" Tanya Dessy tersenyum manis kepada Kelvin.
"Aku merindukan mu Nyonya Muda Lu" Kelvin mengecup bibir Dessy.
"Apa Kau ingin berdangsa dengan ku?" Tanya Kelvin dengan mengeratkan lagi pelukkan nya.
"dengan senang hati Tuan Muda Lu" Jawab Dessy meletakan biolanya di atas sofa.
Walaupun tidak iringan musik mereka berdua berdangsa dengan begitu romantis dan intim. Seolah mereka mendengar alunan musik klasik yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua.
"Oh iya, Kapan jadwal periksa kandungan mu lagi?" Tanya Kelvin yang masih bergerak kiri kanan berdangsa sederhana tapi menunjukan ke harmonisan.
"Minggu depan" Jawab Dessy
"baiklah, waktu pemeriksaan kandungan mu nanti aku akan menemani mu" Kelvin kembali mengecup Dessy, awalnya hanya sekedar mencium sekilas saja tapi kenapa hasrat Kelvin menuntut lebih sehingga membuat ciuman biasa menjadi ciumam yang panas.
...----------------...
Happy Reading...❤❤❤
__ADS_1