
Angel yang sudah berada di dalam ruangan Wenli langsung duduk di kursi kebesarannya Wenli.
" Sepertinya manager mu yang tadi menyukaimu" Ucap Angel iseng.
"bukankah semua wanita menyukaiku!" Balas Wenli dengan sombongnya.
" cihhh...Narsis" Gumam Angel.
"Aku ingin berbaikan dengan mu, Maaf aku begitu keras kepala" Ucap Angel yang memang tidak suka berbasa basi.
Sudut bibir Wenli melengkung setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Angel. " Benarkah? padahal malam ini aku berniat ke Apartemen mu untuk berbaikkan dengan mu" Bisik Wenli ditelinga Angel.
Angel mendorong Wenli yang mendekat padanya
"apa kau tidak cukup main-main dengan para wanita mu sehingga ingin menyentuh ku juga" Ucap Angel sinis.
Angel selama ini juga tau kalau Wenli teman masa kecil sekaligus tunangan nya itu selalu di kelilingi oleh wanita-wanita cantik.
"kau tau sendiri walaupun aku sering di kelilingi wanita cantik tapi aku tidak pernah menyentuh mereka. aku menganggap mereka hanya sebagai hiburan saja" Jelas Wenli.
"apa sekarang kau bisa merasa cemburu?" Tanya Wenli.
Angel hanya terdiam tidak menunjukkan ekspresi apa pun. " aku kesini hanya ingin berbaikkan dengan mu" Ucap Angen dengan nada datar.
Wenli menghembuskan nafas nya dengan kasar walaupun sudah menjadi tunangan nya. Angel tidak pernah sama sekali protes Wenli dekat dengan wanita manapun.
Alasan Wenli mendekati wanita-wanita di luar sana hanya ingin membuat Angel cemburu.
Tapi sampai saat ini tidak ada kecemburan yang di perlihatkan oleh Angel. sampai-sampai Wenli sempat berpikir apa Angel tidak mencintainya.
"Emmm...apa kau akan melanjutkan kerja sama dengan Crown Grup?" tanya Wenli yang mengalihkan pembicaraan nya karena sedikit kesal setelah mendengar Angel berbicara tanpa perasaan apa pun.
"iya, aku akan mengajukan ulang kerja sama dengan Crown Grup" Angel pun bangkit dari duduknya. " kalau begitu aku akan kembali ke JM Grup" Ucap Angel yang ingin pergi.
Wenli dengan cepat menarik tangan Angel kedalam pelukkan nya. Angel berusaha membrontak agar terlepas dari pelukkan Wenli.
tapi sia-sia saja Wenli mengeratkan pelukkan nya.
"menikahlah dengan ku Angel" Ucap Wenli menatap dengan serius ke wajah cantik Angel.
Tindakkan yang tiba-tiba Wenli berhasil membuat Angel kaget. Angel terdiam kaku kini wajahnya terasa panas dan jantungnya berdetak tidak karuan tapi dia berusaha tenang.
"Angel, apa kau mendengar ku? Menikah lah dengan ku" Wenli mengulang kembali kata-katanya.
__ADS_1
"Wenli apa kau sedang melamar ku lagi?"
"benar, apa kau akan menolakku lagi bahkan kita sudah bertunangan kenapa kau selalu menolak lamaran ku" Ucap Wenli yang sedikit prustasi karena bukan hanya ini dia melamar Angel tapi sudah beberapa kali Wenli melamarnya akan tetapi Angel selalu menolak.
"kita bertunangan bukan berarti kita bisa menikah cepat kan!"
Wenli dengan pasrah melepaskan pelukkan nya pada Angel. ini sudah sekian kalinya dia di tolak.
Angel melihat raut wajah Wenli yang muram ada perasaan bersalah dihatinya karena selama ini sudah menolak lamaran Wenli.
"Wenli..."
"iya aku tau, aku di tolak lagi dengan alasan kau belum siap" Ucap Sendu Wenli.
" Aku tidak bicara seperti itu..." Ucap Angel.
"Ayo kita menikah" Ucapnya lagi.
Mendengar apa yang di ucapkan Angel, Wenli pun langsung memeluk kembali Angel yang masih ada di depan nya.
" Apa kau serius? aku tidak salah sengar kan?" Wenli yang meyakinkan dirinya lagi bahwa apa yang dia dengar adalah nyata. Angel menjawab dengan mengangguk kan kepalanya dalam pelukkan Wenli.
Kali ini rasa bahagia Wenli, Entah bagaimana cara mengambarkan nya karena tidak bisa di utarakan dengan kata-kata. Wenli meraih dagu Angel menaikkan wajahnya sehingga Wenli bisa mencium bibir Angel dengan lembut.
...
Kelvin yang sedang mendatangani beberapa dokumen bersama dengan Sekretaris joe kini tangan nya berhenti untuk menggoreskan tinda di atas kertas karena handphone yang berada di atas mejanya berdering.
dilihatnya itu adalah panggilan dari Rumah Utama Asisten Siaw yang sedang menelponnya.
"Ada apa?" tanya Kelvin yang berbicara di telpon kepada Asisten Siaw.
"Nyonya muda tuan, Nyonya merasa sakit di perutnya" Jawab Asisten Siaw.
tanpa mengucapkan apa pun Kelvin mengakhiri telponnya. " Joe nanti malam bawa saja dokumen-dokumen ini ke Rumah Utama. aku segera pulang" Ucap Kelvin mengambil jas nya yang bergantung di sandaran kursinya dan pergi meninggalkan ruangan nya.
" Baik Tuan" Jawab sekretaris Joe.
Sekretaris Joe bisa menebak pasti terjadi apa-apa dengan istri Tuan nya itu kalau tidak bagaimana bisa Kelvin meninggalkan pekerjaan nya begitu saja. hanya berhubungan dengan istrinya lah yang bisa membuat Kelvin terburu-buru seperti sekarang ini.
Dengan cepat Kelvin mengendarai mobilnya melaju ke Rumah Utama.
"dimana Nyonya?" tanya Kelvin pada salah satu Maid yang menyambutnya.
__ADS_1
" Nyonya Muda ada di dalam kamar Tuan" jawab Maid itu.
Kelvin pun dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kamarnya. saat masuk kedalam kamar Kelvin melihat Dessy tengah berbaring di tempT tidur di temani oleh Asisten Siaw.
" Tuan..." Sapa Asisten Siaw.
"kalau begitu saya undur diri dulu Nyonya, Tuan" Ucap Asisten Siaw meninggalkan kamar mereka.
Kelvin berjalan mendekati Dessy yang tengah berbaring di tempat tidur. " Sayang, kau tidak apa-apa? perut mu masih sakit? aku akan memanggil dokter ke sini" Ucap Kelvin yang penuh khawatir.
Dessy memegang tangan Kelvin agar suaminya sedikit tenang. " Kelvin aku tidak apa-apa, dan perut ku sudah mulai baikkan" Ucap Dessy.
"tidak kah tadi kau sedang berbelanja, apa yang terjadi?" Tanya Kelvin lagi.
" tidak tau, tiba-tiba perut ku terasa nyeri jadi aku putuskan untuk pulang saja" Ucap Dessy.
" Tapi sekarang aku sudah mulai baikkan kok." tambah Dessy lagi.
Walaupun Dessy mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja tetap saja Kelvin menghubungi Mika agar mengirim seorang Doktor kandungan untuk memeriksa keadaan Dessy.
dalam waktu 15 menit Doktor yang di utus oleh Mika datang ke Rumah Utama. seorang Dokter yang sama yang menangani Dessy saat cek kehamilan di Rumah Sakit yaitu Dokter Hanna.
Dokter Hanna pun memeriksa dan menanyakan beberapa pertanyaan untuk menyimpulkan diagnosa yang tepat.
"bagaimana Dok, Apa bayinya baik-baik2 saja?" Tanya Kelvin.
Dokter Hanna tersenyum lembut melihat suami dari pasien nya begitu Khawatir. " Bayi Tuan baik-baik saja. Saya harap Nyonya lebih banyak beristirahat. selama nyeri di perut tidak berlebihan itu adalah normal mengingat usia kandungan selalu bertambah. jadi Nyonya jangan terlalu lelah dan selaku konsumsi makanan yang bergizi" Ucap Dokter Hanna yang menjelaskan sedikit keadaan Dessy.
Setelah selesai memeriksa dan memberi obat vitamin ke pada Dessy, Dokter Hanna pamit untuk kembali ke rumah sakit.
Kelvin memerintahkan Maid untuk menyiapkan makanan yang bergizi dan beberapa potongan buah untuk Dessy.
Kelvin tidak mau kalau terjadi apa-apa terhadap Dessy dan kandungan nya.
"Kelvin, sungguh aku baik-baik saja. sekarang sudah tidak sakit lagi" Ucap Dessy yang masiv melihat ada rasa kekhawatiran di wajah suaminya.
"sepertinya aku terlalu membebaskan mu, mulai sekarang kau tidak boleh pergi kemana-mana tanpa terkecuali" Ucap kelvin tegas.
"Kelvin..." Dessy yang mau protes karena hak kebebasan nya sudah di cabut.
" patuh lah untuk kali ini, demi kebaikkan mu dan bayi kita" Ucap Kelvin.
Dessy hanya diam dan menundukkan kepalanya. Kali ini dah harus patuh dengan pengaturan Kelvin.
__ADS_1
...----------------...
Happy Reading...❤❤❤