
Kelvin sudah mengarahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga. Karena tidak mau mengambil resiko karena saat ini belum diketahui keadaan Darren bagaimana akhirnya Axel dan Anthony tetap berada di pintu depan, Joe di jendela samping takutnya pelaku kabur melalui jendela tersebut sedangkan Kelvin dan Wenli akan masuk lewat pintu belakang gubuk itu.
Tok tok tok...
Bunyi ketukkan pintu gubuk itu.
"Sopan sekali" ejek Anthony pada kakak iparnya ingin mengebrak pelaku pake acara ketuk pintu dulu.
"Hei, siapa tau didalamnya orang lain? bukan pelakunya? jawab Axel dan Anthony menganggukkan kepalanya.
Sedangkan kelima orang yang ada di dalam gubuk itu secara bersamaan melihat kearah pintu. Tiga lelaki itu menjadi waspada salah satunya mengecek di balik pintu.
"Siapa?" tanya salah satu pria yang pertama.
Pria kedua yang sudah di depan pintu mengangkat kedua bahunya. "aku tidak mengenal mereka" jawabnya.
"berapa orang?"
"cuma berdua"
"kau yakin cuma berdua?"
"sepertinya begitu"
"kalau begitu buka saja pintunya" perintah pria ketiga.
Ketiga pria itu sudah mengambil tempat dan pistol sudah bersedia di tangannya.
Krekkk...Pintu gubuk di buka.
Baru saja pria kedua menampakkan diri belum ada satu kata terucap. Axel langsung memukul kepala pria itu dengan telak sehingga badan pria itu tersungkur kebelakang.
"Ck, ternyata tidak begitu sopan" Cibir Anthony melihat tindakan kakak iparnya itu.
Bukan tanpa alasan Axel langsung menyerang karena saat pintu terbuka dia melihat bayangan pria lainnya di balik pintu. Jadi itu lah kenapa Axel menyerang duluan.
Mendengar perkelahian di depan, Kelvin dan Wenli bergegas masuk dengan mendobrak pintu belakang.
__ADS_1
Saat Kelvin sudah masuk matanya langsung melihat pada wanita yang sangat di kenalnya lagi duduk di kursi dengan tangan kaki terikat dan mulut di bungkam dengan kain. Terlebih lagi saat ini wanita itu tidak sadarkan diri.
"bagaimana bisa seperti ini?" Tanya Wenli.
"Entahlah, kau lepaskan tali itu" Kelvin menunjuk ke wanita itu. Sedangkan dia masuk ke dalam kamar yang sangat kecil berukuran 2 x 3 M. Di situ dia sudah mendapati Yechun yang sudah menggendong Darren bersiap-siap untuk kabur.
"Serahkan Darren kepada ku" Pinta Kelvin dengan baik-baik.
"tidak akan, anak ini harus bersama ku"
"kenapa kau membawa nya lari? apa yang kau inginkan? Uang? Aku bisa memberimu uang sebanyak yang kau mau" Kelvin bernego.
"Benarkah kau akan memberikan aku uang sebanyak yang ku mau?" tanya Yechun dengan wajah yang senang.
"tapi sebelum itu, serahkan Darren kepada ku"
"tidak, nanti kau akan menipu ku" Yechun melangkah mundur menjauh dari Kelvin.
"kau tenang saja, aku tidak pernah menipu orang yang penting Derren kau berikan kepada ku secara baik-baik maka kau akan mendapatkan uang mu" Bujuk Kelvin.
Yechun tampak sedang berpikir dan tidak lama kemudian ia pun menyerahkan Darren. Kelvin menatap lega putra nya kini sedang tertidur dan dalam keadaan baik-baik saja.
"kenapa kau menangkapku? kau menipu ku, lepaskan aku" Teriak Yechun yang di bawa oleh Joe menuju mobil yang sudah di sediakan.
"aku tidak menipu mu, kau saja yang bodoh" balas Kelvin dengan seringai liciknya.
Sedangkan ketiga pria itu juga sudah diikat dan di bawa oleh anak buah Kelvin tanpa perlawanan.
Saat ketiga pria itu ingin menyerang Axel dan Anthony para anak buah Kelvin datang menodongkan senjata ke arah ketiga pria itu. Sehingga tanpa ada perlawanan dan perkelahian lebih lanjut ketiga pria itu menyerahkan diri karena dari jumlah saja mereka telah kalah telak.
Keluar dari gubuk itu, mereka langsung menuju ke rumah sakit. Karena wanita yang di ikat itu masih belum sadarkan diri. Wanita itu adalah Jenny.
Ketiga pria yang di gubuk bersama Yechun langsung di bawa kekantor polisi untuk di introgasi lebih lanjut.
Di rumah sakit, Dessy dan lainnya sudah menunggu. Karena sebelum itu mereka sudah di beri kabar bahwa Darren sudah di selamatkan dan menuju ke rumah sakit.
"Darren anak ku..." Dessy langsung meraih Darren dari gendongan Kelvin. Dia merasa lega bisa melihat kembali putranya.
__ADS_1
Semuanya yang ada di situ merasa bersyukur tidak terjadi apa-apa kepada Darren. Terlihat Yechun cukup menjaga Darren.
"Lebih baik Darren di periksa terlebih dahulu dan di ganti pakaian nya" Ucap Mika. "berikan dulu kepada ku"
Dessy pun dengan berat hati menyerahkan Darren kepada Mika.
"Apa yang sebanarnya terjadi? apa benar Jenny yang menculik Darren?" Tanya Dessy pada Kelvin.
"Entahlah sayang, karena saat tiba di sana kami juga telah menemukan Jenny dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tunggu dia siuman baru kita tanya padanya" Jawab Kelvin dan di balas anggukkan oleh Dessy.
"kita harus bersyukur karena telah menemukan Darren kembali pada kita" Ucap Anna Lu.
" Iya Ma " balas Kelvin.
" terima kasih pada semuanya karena telah membantu dalam mencari Darren" Kelvin membungkukkan beberapa kali badannya pada semuanya yang ada di situ.
" Santai teman, kita ini keluarga sepatutnya saling membantu" Ucap Wenli menepuk-nepuk pundak Kelvin.
"itu benar kak, apa lagi Darren ada lah keponakan ku yang pertama. Patut kami tidak tinggal diam" Timpal Anthony.
Kelvin tersenyum dia sangat bersyukur memiliki keluarga dan sahabat yang siap membantu kapan saja dan selalu ada di saat dia dalam keadaan lemah.
"Baiklah, kalian terbaik"
" oh iya kak, aku pinjam mobil mu. Aku menyusul Joe ke kantor polisi" Ucap Anthony.
" ini " Kelvin menyerahkan kunci mobilnya. " nanti beri tahu Jermi untuk menjemputku dan Dessy" Pesan Kelvin.
"Aku sudah ada di sini" Sahut Jermi yang baru saja datang ke rumah sakit.
"kau melewatkan perkelahian teman" Ucap Anthony memanas-manasi seraya berjalan ingin pergi dari ruang IGD tempat semuanya berkumpul sekarang.
"hei,aku kan di tugaskan pencarian di wilayah barat" Pekik Jermi dengan wajah kesal serasa di ejek oleh Anthony.
...
Tidak menunggu lama Darren sudah kembali ke tangan Dessy. Kini Darren sudah kembali meminum ASI dari sumber nya langsung walaupun sempat di minumkan solfur oleh Yechun tapi tidak berpengaruh pada Darren , terlihat bayi mungil itu masih senang dan menikmati sekali ASI dari ibunya.
__ADS_1
Jenny pun kini sudah siuman, masih di ruang IGD dengan kepala yang masih sedikit pusing.
Kelvin pun langsung menemuinya untuk mengetahui apa sebenarnya terjadi.