
Shima melirik ke samping masih di perhatikan nya Anthony tidak bergeming sama sekali. tangan nya di stir mobil mengenggam dengan eratnya.
terlihat sekali Anthony sedang menahan kekesalan nya.
" Anthony kenapa berhenti?" Tanya Shima mencoba berbicara pada Anthony.
Anthony langsung menatap Shima di sampingnya di raihnya dagu Shima lalu mendekatkan ke wajahnya. Anthony mencium bibir Shima ciuman itu makin lama semakin dalam.
Saat Shima tersengal tidak bisa bernafas barulah Anthony melepaskan ciumannya.
Anthony tidak berbicara sepatah kata pun, dia kembali melajukan mobilnya sedangkan Shima terpaku diam karena kaget mendapat serangan ciuman mendadak dari Anthony.
Sesampainya di kantor Lang Entertaiment Shima langsung turun dari mobil Anthony tanpa berbicara.
" Sial...kenapa bisa begini" Gumam Anthony memukul stir mobilnya lalu melajukan mobilnya kembali ke JM Grup.
...
"apa adik mu menyukai adik ku?" Tanya Axel kepada Mika saat di parkiran Rumah Sakit.
" Sepertinya begitu, setau ku Anthony tidak pernah keluar makan berdua dengan seorang wanita. tapi terlihat wajar kalau dia mengenal adik mu. bukankan Adik mu sahabat baik Dessy Lin? Anthony cukup berhubungan baik dengan Dessy, mungkin dari Dessy Anthony mengenal adikmu!" Ucap Mika yang mengutarakan pemikiran nya.
" Mungkin saja seperti itu, kalau mereka memiliki hubungan apa kau akan menyetujuinya?" Tanya Axel lagi.
"Alasan apa aku tidak menyetujuinya!" Jawab Mika.
" tapi aku akan melamarmu" Ucap Axel. Axel meraih tangan Mika mengenggamnya dengan erat. " Mika jadilah istriku" Ucapnya lagi.
Wajah Mika seketika merona merah dan bercampur dengan rasa kagetnya Axel secara terang-terangan memintanya untuk menjadi istri seorang Axel.
"Tapi..." Mika berusaha menstabilkan dirinya.
"apa kau ragu hubungan kita akan gagal lagi seperti dulu?" Tanya Axel menatap mata Mika dengan tatapan meyakinkan. "aku tidak masalah dengan pekerjaan mu sebagai Dokter yang ku mau hanyalah dirimu sebagai istriku, apa kau mau menikah dengan ku Dokter Mika Lu!" Ucap Axel melamar Mika.
Suasana nya tidak romantis seperti lamaran seseorang pada umumnya mempersiapkan berbagai kejutan dengan di sertai makan malam yang romantis. Axel hanya ingin memanfaatkan situasi dengan cepat mengungkapkan keinginan nya menikahi seorang Mika Lu.
" Maaf, aku melamar mu di parkiran rumah sakit di dalam mobil begini bukan di tempat yang romantis dan belum menyiapkan cicin untuk mu" Ucap Axel dengan lirih.
" tapi bisakah kau menjawabnya sekarang?"
__ADS_1
Mika tampak berpikir sejenak, tangan nya yang masih di genggam erat Axel mengalirkan rasa yang aman baginya.
walaupun masih ada sedikit keraguan di benak Mika tapi di lubuk hatinya dia sangat senang Axel memintanya untuk menikah.
mungkin menerima lamaran dari Axel yang dari dulu di sukainya tidak lah buruk.
Drzzzz...bunyi Handphone Mika memudarkan pikiranya yang sedang mempertimbangkan lamaran pria di sampingnya. Mika bergegas meraih Handphone di dalam tasnya dan mengangkatnya.
" Iya baik lah, sebentar lagi ke ruang operasi persiapkan semuanya" Ucap Mika memberikan intruksi di telpon nya.
Mika baru saja menerima panggilan telpon dari Rumah Sakitnya ada seorang pasien yang harus melakukan tindakan operasi.
Mika melihat kembali ke wajah Axel yang masih menantikan jawaban dari dirinya.
Mika menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya agar dirinya sedikit merasa tenang. " Axel sepertinya aku tidak bisa menolak lamaran mu, tapi bisakah aku pergi sekarang? ada pasien yang harus ku operasi sekarang!"
Wajah Axel berlahan memperlihatkan senyumnya dia bisa mendengar sendiri bahwa Mika menerima lamaran nya. Axel menarik tangan Mika agar berada di dalam pelukkan nya.
" terima kasih, bergegas lah sana pasien sudah menunggumu. malam ini telpon aku, aku akan mengantarmu pulang" Ucap senang Axel. Mika hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
walaupun Mika menolak untuk di antar pulang oleh Axel, dia tau itu hanya sia-sia saja Axel akan tetap menjemputnya di rumah sakit untuk mengantarnya pulang.
...
JM Grup.
Sekretaris Joe yang di perintahkan Kelvin untuk menyiapkan makan siang Dessy sudah tertata di meja dalam ruangan Kelvin. tapi bukan benar-benar Joe yang menyiapkan sendiri dia juga mengintruksikan kepada bawahan nya untuk menyiapkan semuanya sesuai dengan dipinta Kelvin.
Dessy keluar dari ruang istirahat dengan pakaian sudah rapi. Kelvin menghentikan tangan nya beraktivitas ketika melihat istrinya.
" sudah bangun! Duduklah...aku sudah meminta Joe menyiapkan makanan kesukaan mu" Ucap Lembut Kelvin.
Dessy tidak langsung duduk, dia malah mendekat kepada Kelvin. " Kelvin sebenarnya hari ini jadwal periksa kandungan ku"
"Benarkah? apa kita ke rumah sakit sekarang?" tanya Kelvin.
Dessy menggelengkan kepalanya " tidak, tunggu kau pulang kerja saja. Mika sudah mengaturnya" jawab Dessy.
" baiklah, kalau begitu kau makan lah dulu. kau pasti lapar" Kelvin mengecup kening Dessy.
__ADS_1
Dessy duduk di sofa di depan nya sudah ada beberbagai macam makanan.
Dessy memakan makanan dengan lahapnya. " Kau tidak makan?" Tanya Dessy kepada Kelvin yang dari tadi memperhatikan dia makan.
"kau makan saja semuanya" jawab Kelvin.
"Emmm...kalau begitu aku akan menyuapi mu" Ucap Dessy. " buka mulutmu Aaaa...." Dessy mengarahkan sendok ke mulut Kelvin.
Kelvin membuka mulutnya menerima suapan dari Dessy.
"Oh iya Kelvin...Kapan Mama, Papa dan Kakek kembali?" Tanya Dessy.
"Sepertinya akan lebih lama lagi, Kenapa?" Ucap Kelvin.
"Tidak apa-apa hanya saja Rumah Utama begitu besar terasa sunyi, kalau siang hari hanya aku di Rumah" Dessy memberikan satu suapan lagi kepda Kelvin. " apa boleh aku pergi berlibur, aku akan mengajak Shima?" Tanya Dessy dengan mata memohon.
"Bicara panjang lebar intinya kau ingin pergi berlibur!!!" Sindir Kelvin. " Kenapa harus mengajak Shima kenapa kau tidak meminta ku menemani mu berlibur?"
"kau kan tidak bisa meninggalkan begitu saja pekerjaan mu, jadi kau bukan orang yang masuk dalam list yang ku ajak" Ucapan Dessy yang polos lolos begitu saja dari mulutnya.
"apa..." Pekik Kelvin. " Aku suami mu loh, kau bahkan tidak berharap aku menemani mu!" Kelvin tiba-tiba merasa kesal diambilnya gelas berisi air putih di teguknya sampai habis.
Karena yang di hadapinya adalah istrinya Kelvin berusaha tenang. " katakan kemana kau ingin berlibur?" Tanya Kelvin lagi.
"Paris" Jawab singkat Dessy.
"Tidak" balas singkat juga oleh Kelvin.
" Kenapa?"
" Itu terlalu jauh, kau tidak boleh berpergian jauh" Kelvin menegaskan ucapannya.
Raut wajah Dessy berubah menjadi cemberut dan dia menghentikan makannya yang belum selesai dia makan, lalu Dessy pergi meninggalkan Kelvin masuk ke ruang istirahat.
Kelvin menyusul Dessy tapi hasilnya pintu ruang istirahat di kunci dari dalam oleh istrinya itu.
" Aaa...dia merajuk" Gumam Kelvin.
...----------------...
__ADS_1
HAPPY READING ❤❤❤