
Beberapa hari telah berlalu, masa kehamilan nya yang sudah berjalan beberapa minggu membuat Dessy tampak lebih bahagia.
"Hallo Shima apa kabar mu?" Dessy berbicara di telponnya.
"kedengaran nya kau lagi bahagia, apa kau ingin mentraktir ku makan?" Bercanda Shima.
"Hehe apa kedengaran nya seperti itu, bagaimana kita bertemu setelah sepulang kantor ku?" Ucap Dessy.
"Ok, ketemu di Cafe biasanya"
Dessy mengakhiri obrolan nya di telpon dengan sahabatnya Shima.
Dia kembali bergelut dengan pekerjaan nya. karena ada proyek baru Divisinya sedikit tampak sibuk. bagaimana tidak karena berada di Divisi Pemasaran dan Perencanaan setiap mendapatkan proyek baru Divisi ini lah yang paling di sibukkan.
"Des, selesaikan proposal ini ada bagian yang harus di di perbaiki" Kata Elly yang tiba tiba sudah ada di depan meja kerja Dessy.
Dessy yang tadi nya sibuk menatap komputer kini teralihkan pada wanita yang di depannya. " Baiklah, aku akan menyelesaikan ini" Jawab Dessy tampa penolakkan padahal kerjaannya yang ada belum selesai.
"setelah selesai, letakkan di meja kerja ku" Kata Elly dan melangkah pergi dari meja kerja Dessy.
Dessy menghembuskan nafas dengan kasar, kini tambah satu lagi kerjaannya. dia harus menyeselaikan nya dengan cepat tetapi tetap dengan ketelitian, karena sore hari dia sudah berjanji temu dengan Shima.
...
Sore hari menjelang, waktu sudah menunjukan jam pulang kantor.
Dessy memang wanita yang pintar tidak di ragukan lagi kalau pekerjaan nya selesai tepat waktu. tentu saja apa yang di kerjakan nya tidak asal.
Dessy menuju ke Cafe tempat janjian nya dengan Shima, tidak lupa dia mengirim pesan singat kepada Kelvin bahwa dia mampir ketemu dengan sahabatnya dulu sebelum pulang ke rumah.
"Setelah itu, langsung pulang kerumah" Balas Pesan singkat dari Kelvin. Dessy hanya tersenyum melihat pesan dari Kelvin. kemana lagi dia akan pergi kalau tidak pulang ke rumah.
Dua sahabat itu bertemu dengan saling melepas rindu, semejak lulus dari Kuliah mereka berdua lebih fokus pada kesibukkan masing masing.
Dessy yang sudah menikah dan juga sibuk bekerja begitu pun juga Shima yang kini membantu Saudara laki lakinya di Lang Entertaiment.
"Shima sebentar lagi kau akan menjadi seorang Bibi" Ucap Dessy santai.
Shima yang lagi asik menyeruput Jusnya hampir saja menyemburkannya. "apa kau bilang? Dessy kau hamil? Hamil anaknya Kelvin?" Shima yang memberikan begitu banyak pertanyaan kepada Dessy.
"Hai suamiku adalah Kelvin, jelas ini anak nya" Ucap Dessy yang menunjuk nunjuk arah perut nya.
seketika mata Shima berbinar bahagia mendengar berita bagus ini dari sahabatnya yang kini sedang mengandung seorang anak.
__ADS_1
"Bagus sekali, keturunan Keluarga Lu" Shima menepuk nepuk tangan Dessy.
"kau adalah orang kedua yang tau tentang kehamilan ku" kata Dessy
"maksudmu" tanya Shima yang bingung dengan ucapan Dessy
" orang pertama yang tau adalah Mika Lu sepupu Kelvin dia seorang Dokter dan yang kedua adalah kamu" Ucap Dessy.
mendengar nama Mika Lu, Shima sontak kaget dari raut Wajah tersenyum berubah menjadi sedikit menegang.
"Ada apa dengan diri mu?" tanya Dessy yang tau perubahan raut wajah Shima.
"kau tau kakak ku Axel Lang?" tanya Shima dan Dessy menjawab dengan anggukkan kepalanya. "Mika Lu adalah mantan kakak ku"
Dessy yang mendengar menutup mulutnya yang sudah berbentuk O. tidak menyangka sepupunya dari suaminya pernah menjalin hubungan dengan kakak sahabatnya.
"kau pasti penasaran, kenapa mereka bisa putus.
Mika adalah wanita yang pintar dia memhabiskan waktunya di ruang operasi sehingga tidak ada waktu untuk bersama kakak ku, saat Mika ada waktu untuk berkencan kakak ku yang di sibukkan dengan kerjaan nya. jadi meraka memilih untuk mengakhiri hubungan" Jelas Shima kepada Dessy
Dessy mendengarkan sambil mengingat ingat kesibukkan Mika setelah mengenal Mika. tidak heran kesibukkan bisa merenggangkan suatu hubungan.
"Oh iya, aku hampir lupa...apa Kelvin belum tau kau hamil?" Tanya Shima yang membuyarkan apa yang sedang di pikirkan Dessy.
Dessy menunjukan jam 7 Malam, dia harus pulang tidak ingin Kelvin kesal lagi hanya karena dia telat pulang di banding Kelvin.
....
Sesampai di rumah Dessy merasa lega setidaknya Kelvin belum pulang. setidaknya dia punya waktu untuk menyiapkan makan malam.
Dessy yang telah menyelesaikan aktivitas memasak dan ritual mandinya. menandangi jam yang sudah menunjukan jam 9 tetapi Kelvin belum juga pulang ke rumah.
"Apa dia lembur?, tapi tidak ada pesan darinya" Gumam Dessy yang duduk di depan meja riasnya.
Glekkk... pintu kamar terbuka.
Dessy menoleh ke arah pintu. Kelvin dengan hentakkan kakinya yang tegas melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Kau sudah pulang?" Tanya Dessy
"Emmm" Kelvin langsung merobohkan dirinya di atas tempat tidur dan tangan nya sambil memijiat mijat kening nya.
terlihat sekali dia sangat lelah hari ini.
__ADS_1
Dessy menghampiri Kelvin melepaskan dasi dan satu persatu kancing kemeja Kelvin.
Tangan Dessy di hentikan oleh Kelvin. "apa kau ingin mengoda ku?" Ucap Kelvin.
"kau sepertinya lelah, karena itu aku membantu mu" Ucap Dessy
Kelvin meraih pinggang Dessy menempatkan Dessy di atas tubuhnya. Wajah Dessy merona merah kini wajahnya dan wajah Kelvin begitu dekat sehingga hembusan nafas masing masing bisa di rasakan.
"Kelvin setidaknya lepaskan dulu bajumu dan...
belum sempat menyelasikan kata katanya Kelvin memindahkan Dessy ke sampingnya dan melepaskan jas serta kemeja yang masih melekat di tubuhnya.
setelah itu dia memposisikan kembali tubuh Dessy diatas tubuhnya.
"Kelvin, bukan ini maksudku...
aku menyuruh mu untuk mandi" Ucap Dessy yang mengendus Kesal dengan kelakuakan Kelvin.
"bergegas lah mandi, ini sudah lewat jam makan malam. apa kau tidak lapar?" ucap Dessy.
Cup
Ciuman manis mendarat di bibir Dessy. Ciuman yang awal nya biasa saja makin lama makin dalam. serasa sudah tidak bisa bernafas baru Kelvin melepaskan ciuman nya itu.
"itu hukuman untuk mu yang cerewet" Ucap Kelvin seraya mengedipkan mata ke Dessy.
Kelvin melepaskan pelukkan nya dari Dessy dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Aku mandi dulu, lalu kita makan setelah itu kita lanjutkan lagi yang tadi" Goda Kelvin lalu menutup kamar mandi.
"kelihatan begitu lelah, tapi masih menginginkan itu..., Huuff" Gumam Dessy.
setelah menikmati makan malam yang sudah lewat dari jam makan malam. Kelvin melaksanakan apa yang sudah di ucapkan nya sebelum mandi.
Dessy tidak bisa menolak hanya menerima setiap inci sentuhan dari Kelvin.
mentari pagi menembus dari celah celah tirai kamar mereka. Dessy mengeryitkan matanya yang terkena sinar mentari.
di lihatnya di sampingnya sosok suaminya yang masih terlelap tidur.
begitu sangat tampan
HAPPY READING...❤❤❤
__ADS_1