
Keesokkan harinya Dessy dan sang bayi langsung di larikan ke rumah sakit milik keluarga Lu karena harus di observasi agar mengetahui ibu dan bayinya dalam ke adaan baik-baik saja.
Setelah pemeriksaan lebih intensif di lakukan dan hasilnya tidak ada yang mengkhawatirkan, Dessy dan bayinya langsung di bawa pulang ke rumah mereka.
Dessy sendiri terlihat segar bugar setelah melahirkan bahkan dia sendiri sudah mampu untuk memandikan bayinya, walaupun awalnya masih di bantu oleh babysitter.
"Sayang, ini aku bawakan makanan untukmu" Kelvin yang baru masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan.
"bukan kah dua jam yang lalu aku sudah makan?" Tanya Dessy yang sekarang lagi menyusui baby Darren.
"kata Mama, ibu menyusui itu harus banyak-banyak makan agar ASI Darren terkecukupi. Kau liat sendiri bayi kita betapa kuatnya meminum ASInya"
"baiklah sayang, letakkan saja diatas meja setelah menyusui Darren aku kan memakan nya"
Kelvin pun meletakkan makanan di bawa nya di atas meja, setelah itu dia duduk di samping istrinya yang masih menyusui bayi mereka.
Sungguh pemandangan yang luar biasa yang tidak pernah terpikirkannya dahulu bahwa sekarang dia menyaksikan sendiri istri tercintanya lagi menyusui buah hati mereka. Kebahagian ini tidak bisa di tukar dengan apa pun, tatapan Kelvin pun berubah menjadi sendu dia berjanji dalam hatinya tidak akan pernah mengecewakan orang di cintainya selalu memberi kenyamanan, kebahagian serta menjaga seumur hidupnya.
"Terima kasih sayang, Kau sudah menghadirkan Darren di kehidupan kita" Ucap Kelvin seraya mengecup kepala Dessy.
"Terima kasih juga Kelvin karena sudah menanamkan benih di rahimku" Dessy mengerlingkan matanya dengan menggoda.
Kelvin tersenyum melihat tinggah istrinya itu.
"Terima kasih Kelvin sudah manjadi suami yang baik selama ini. I love you"
"Oh my,,, kau sangat menggoda. I love you to" Balas Kelvin.
__ADS_1
"Emm... berapa lama aku harus menahannya?" Tanya Kelvin kini matanya beralih pada gunung kembar milik Dessy yang tengah di nikmati baby Darren.
Bahkan Kelvin sendiri ingin sekali ikut mencicipi gunung kembar milik Dessy yang kini lebih terlihat makin berisi.
"lumayan lama, jadi bertahan lah sayang"
"Oh No..." keluh Kelvin dengan mimik pura-pura sedih.
...
Di saat Kelvin dan Dessy berbahagia atas kehadiran bayi mereka Darren Lu di lain tempat seorang wanita cantik kini sedang menikmati wine di dalam kamar nya dengan menyeringai licik.
Wanita itu sudah di peringati oleh ayahnya untuk jangan menganggu kehidupan Dessy, tapi sampai saat ini dia masih tidak terima bahwa Dessy tengah hidup berbahagia melebihi kehidupannya.
Wanita itu adalah Keyli, adik sepupu Dessy yang mempunyai rasa iri yang akut terhadap kakak sepupunya itu.
"Dessy, kali ini aku ingin melihat kau menderita, merasakan kehilangan bayi yang baru saja hadir di hidupmu" Gumam Keyli pada dirinya sendiri.
"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Veni ibunya Keyli yang baru saja masuk ke dalam kamar Keyli dan mendengar gumaman putri satu-satunya itu.
"Ma, kau membuat ku kaget" Keyli yang kaget melihat ibunya berada dalam kamarnya.
"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Veni lagi. "Jangan bilang kau ingin melakukan sesuatu pada Dessy?" Selidik Veni. Melihat putrinya itu terdiam, Veni merasa tebakkan nya benar.
"apa kau lupa apa kata papa mu, jangan mengusik kehidupan Dessy lagi. Masih untung saja dia tidak mengambil alih Perusahaan Keluarga Lin sehingga kita masih menikmati kemewahan ini" Ucap Veni yang memperingati putrinya. "Mama harap kau tidak melakukan hal yang bodoh" Tambah Veni lagi setalah itu ia keluar dari kamar Keyli.
Selama ini Veni juga sudah dapat peringatan oleh suaminya yang tidak lain adalah paman kandung Dessy, Hendri Lin menekankan untuk tidak mengusik kehidupan Dessy karena Dessy sekarang bisa saja melakukan apa pun yang dia mau bahkan Dessy bisa membuat kehidupan paman dan keluarganya hancur tanpa sisa. Tapi kenyataannya sampai sekarang Dessy tidak mengusik persoalan perusahaan atau membalas perbuatan keluarga paman Hendri yang dulu memperlakukan Dessy dengan tidak adil. Padahal dengan status Dessy sekarang dia dengan gampangnya mengambil alih perusahaan milik keluarga Lin.
__ADS_1
Dia pernah membicarakan hal ini pada Kelvin, agar membiarkan perusahaan itu di kelola oleh pamannya. Mau bagaimana pun pamannya adalah bagian dari keluarga Lin yang masih punya hak atas perusahaan itu, walaupun mendiang ayah Dessy lah yang membesarkan perusahaan itu dan Nenek nya yang memberi beberapa persen saham perusahaan keluarga Lin pada Dessy.
Keyli yang diam saja setelah mendengarkan perkataan Mamanya makin ingin cepat-cepat melihat penderitaan Dessy.
"Cih, apa yang harus di takutkan. Kali ini Dessy dan suami kayanya akan membayar apa pun demi keselamatan putra mereka jadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa"
...
Di kediaman Kelvin dan Dessy, walaupun Darren di asuh langsung oleh Dessy tapi Kelvin tetap membayar seorang babysitter untuk menjaga Darren saat Dessy beristirahat dan membatu Dessy dalam merawat Darren.
"Sayang, apa kau tidak lelah dari tadi menggendong Darren? Lihatlah dia sudah tertidur" Ucap Kelvin yang baru saja masuk ke kamarnya. Kelvin masih bekerja di rumah karena di kantor sudah ada Angel dan Joe yang menangani di perusahaan.
"Emm...apa pekerjaan mu sudah selesai? Dessy menolah kepada Kelvin.
Kelvin menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya. "Jangan mengalihkan pembicaraan. Tidurkan Darren di box bayinya, dan kau beristirahatlah" Ucap Kelvin dengan tegas dia tidak mau istrinya kurang istirahat karena selalu fokus pada bayi mereka.
"issh...aku tidak bisa jauh dari Darren" Ucap Dessy dengan wajah cemberutnya membuat gemes Kelvin.
Kelvin mencium sekilas bibir Dessy dan itu berhasil membuat wajah Dessy merah merona. "lihatlah, kita bahkan sudah mempunyai seorang putra. Wajah mu masih saja memerah saat ku cium" Goda Kelvin.
"ayo, biarkan Darren tidur di box bayinya dan kau beristirahat. Darren tidak akan pernah jauh dari mu" Ucap Kelvin mengambil Darren dari tangan Dessy dan memindahkannya ke dalam box bayi yang berada di kamar satunya. Kamar yang sudah di buat terhubung dengan kamar mereka.
"Tapi Kel..." Dessy masih ingin menggendong bayinya itu.
"Ssstt...Ada dua orang babysitter yang akan menjaganya jadi kau tidak perlu khawatir. lagi pula hanya beberapa langkah kau sudah bisa menemui Darren"
"oh baiklah Kelvin, aku akan beristirahat seperti kemauan mu" Dessy yang tidak mau berdebat lagi dengan suaminya itu.
__ADS_1
Mungkin kata Kelvin benar, dia harus beristirahat karena di malam hari ia harus bangun beberapa kali untuk memberikan ASI untuk Darren. Dia juga harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat apa lagi dia baru saja melahirkan otot dan syaraf dalam tubuhnya perlu pemulihan.
Kelvin berbaring menemani istrinya tidur siang, setelah melihat sang istri terlelap Kelvin beranjak dari tempat tidur untuk kembali ke ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum itu Kelvin masuk ke kamar Darren hanya untuk melihat keadaan putranya.