
Dengan mudah nya polisi menangkap Keyli di kediaman nya, Veni dan Hendri Lin begitu syok mengetahui anak semata wayang mereka melakukan hal kejahatan terhadap cucu pewaris keluarga Lu.
" Tidak,,, tidak kalian salah. Aku tidak melakukan apa pun. Lepaskan aku " Teriak Keyli saat hendak di bawa pergi memasuki mobil polisi. Ia memberontak tidak terima bahwa dia di tangkap polisi.
Keyli tidak tau bahwa orang suruhannya telah di tahan terlebih dahulu jadinya dia belum sempat untuk merencanakan untuk melarikan diri.
"Ck, sudah ada bukti mau mengelak bagaimana pun percuma" Ucap Kelvin yang juga datang ke diaman Hendri Lin untuk melihat secara langsung penangkapan pelaku yang menculik putranya.
"dimana Dessy, ini gara-gara dia. Dia tidak boleh bahagia, dia harus menderita selamanya" teriak Keyli membuat Kelvin berubah menjadi marah.
"cepat bawa dia dari sini" perintah Kelvin pada polisi yang memegangi tangan Keyli.
"Tidak, lepaskan aku. Aku tidak melakukan kejahatan." berontak Keyli dengan berteriak .
"Tolong tuan maafkan putriku, aku sudah memperingati dirinya tapi mungkin rasa iri dan dengki begitu besar terhadap Dessy membuatnya seperti ini" Ucap Veni bersimpuh di depan Kelvin dengan nangis tersedu-sedu memohon balas kasih Kelvin.
"Benar Tuan, tolong maafkan Keyli aku akan menjamin dia tidak akan berani lagi menganggu keluarga Tuan lagi" Ucap Hendri yang juga sama-sama bersimpuh dengan istrinya.
" tidak bisa, sebelumnya aku telah membiarkan kalian begitu saja apa yang telah kalian lakukan terhadap istriku dulunya, tapi kali ini tidak ada kata toleransi bagi kalian semua" Ucap Kelvin.
__ADS_1
Veni dan Hendri mengiba agar Kelvin luluh untuk memaafkan apa yang telah di perbuat Keyli. tapi itu hanya sia-sia saja keputusan Kelvin sudah tidak bisa di ralat lagi meski Dessy sekali pun yang meminta.
Kelvin dan Joe meninggalkan Veni dan Hendri yang masih saja duduk bersimpuh, hanya hitungan jam saja Veni dan Hendri Lin kembali di kejutkan lagi atas pemberitahuan kebangkrutan perusahaan Keluarga Lin.
"habis lah sudah, kita tidak akan mempunyai apapun juga" Gumam Hendri Lin terduduk lemas setelah beberapa kali menerima telpon dari perusahaannya.
"kita harus bertemu dengan Dessy, Dessy pasti mau memujuk suaminya. Bagaimana pun juga perusahaan Lin adalah peninggalan dari nenek kesayangan nya" Ucap Veni yang masih mau mencari jalan keluar hendak menemui Dessy. Tapi tangan nya di cegah oleh suaminya.
"Jangan menambah masalah lagi, ku yakin kali ini Dessy pun tidak akan bisa membantu kita. Ini adalah harga yang harus kita terima atas tindakan anak kita sendiri. Jadi kuharap kau bisa menerima nya" Ucap Hendri sendu. Seketika tangis Veni kembali pecah di dalam ruang tamu rumahnya.
Kenyataan pahit yang tiba-tiba saja dirasakan Veni membuatnya sangat terpukul. Anak semata wajangnya mendekap di penjara, perusahaan suaminya seketika bangkrut dan pastinya tidak lama lagi aset-aset yang di mereka miliki harus di jual untuk membayar para karyawan serta menganti ganti rugi finalti proyek-proyek yang tengah di jalankan perusahan keluarga Lin.
Kali ini Dessy tidak akan ikut campur dalam keputusan Kelvin karena sesuatu yang membahayakan nyawa putranya nya tidak bisa di maafkan begitu saja. Ia yakin suaminya mengambil keputusan yang tepat.
...
Di kediaman Kelvin dan Dessy.
" apa semuanya sudah selesai?" Tanya Dessy ketika melihat suaminya masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
Kelvin menganggukkan kepala. " apa aku terlalu kejam menghancurkan keluarga mu?" Tanya Kelvin takutnya Dessy merasa sedikit bersalah atas tindakkan nya.
"Tidak Kelvin, keluarga ku sekarang adalah dirimu, Darren, Mama, papa, kakek dan semuanya" Ucap Dessy.
Kelvin mengecup kening Dessy memeluk tubuhnya dengan erat.
" kau istirahatlah, beberapa hari ini ku liat kau kurang sekali istirahat aku tidak mau dirimu sakit" Ucap Dessy dalam dekapan erat Kelvin.
"apakah sudah boleh?" Goda Kelvin tanpa menghiraukan perkataan Dessy. Kini dia telah menjelajahi leher jenjang milik istrinya.
"bersabarlah sedikit lagi" Dessy tau apa yang di mau oleh suaminya itu.
"aku sangat rindu, erangan mu di bawah kendali tubuh ku"
"iss kau ini tidak berubah walaupun sudah memiliki Darren" Dessy memukul pelan dada bidang milik suaminya itu.
Teringat akan Darren, Kelvin pun langsung melepaskan pelukkannya. "Dimana Darren?" Tanya Kelvin dengan suara yang khawatir. Dia sedikit trauma ketika tidak melihat Darren di tangan Dessy.
"Tenang sayang, Darren lagi bersama Mama dan Angel" Ucap Dessy menenangkan Kelvin.
__ADS_1
"kau tau, Angel tengah hamil. Kami baru saja mengetahuinya" Tambah Dessy lagi dengan antusias.
"Benar kah, ini berita membahagiakan anggota keluarga kita akan bertambah lagi" Kelvin tak kalah gembiranya mendengar berita tentang kehamilan Bibi kecilnya itu. Kelvin pun kembali memeluk erat tubuh Dessy dan tidak hanya itu ia pun mendaratkan ciuman yang lembut pada bibir ranum milik istrinya.