Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 105


__ADS_3

Karena kesibukkan Kelvin dan juga Dessy begitu padat keduanya tidak menyadari 1 bulan sudah berlalu. Hari ini adalah hari terakhir Dessy menjabat sebagai Ceo sementara di Zhi Corp.


Wenli sudah tiba di kota Y 2 hari yang lalu, Dessy memberi kesempatan Wenli untuk beristirahat terlebih dahulu setelah kembali dari honeymoon.


"ini adalah hari terakhirku menjabat sebagai CEO di sini, apa pekerjaan ku sudah beres semua?" Tanya Dessy pada Sekretaris Guang.


"Semuanya sudah rapi terselesaikan tepat pada waktunya. Anda sungguh bisa di andalkan" Puji Guang sambil menarik senyuman tulus di wajahnya.


Selama bekerja sama dengan Dessy selama 1 bulan penuh ini, Dessy tidak pernah sekali pun mengeluh tentang pekerjaan yang menumpuk. Bukan hanya itu Dessy bahkan dengan cekatan menyelesai pekerjaan tanpa harus menundanya sehingga banyak pekerjaan yang di selesaikan dengan tepat waktu.


Cara kerja Dessy cukup bisa mengimbangi Wenli dalam hal penyelesaian masalah. Sehingga Guang yang sebagai sekretaris tidak ada perubahan nya dalam ritme melakukan pekerjaan. Hanya saja Guang harus menambahkan jadwal istirahat Dessy sedikit lebih lama karena wanita itu dalam keadaan hamil.


"senang berkerja sama dengan anda nona" Ucap Guang setengah membungkukkan tubuhnya dan di balas dengan pelukkan oleh Dessy.


"Saya dan sebagian karyawan lainnya ingin mengadakan pesta perpisahan untuk anda, Apa Nona bersedia" Ucap Guang dengan wajah setengah memohon mengharap kan Dessy menyetujuinya.


"tidak perlu mengadakan pesta, aku akan mentraktir kalian untuk makan malam saja, Bagaimana?" Tanya Dessy dengan mengusulkan pendapatnya.


Guang menganggukan kepala bertanda setuju dengan usulan Dessy.


" baiklah kalau begitu, Kau undang saja karyawan yang lain kita akan makan malam, malam ini di Resto Hotel JM Grup"


Setelah Guang meninggalkan ruanganya. Dessy meraih handphone untuk menghubungi Kelvin.


Tidak menunggu lama Kelvin menjawab panggilan telpon dari Dessy.


" Ada apa sayang?" Tanya Kelvin. Suara itu terdengar lembut di telinga Dessy. Di telpon saja Kelvin bisa membuatnya merona bagaimana selalu berhadapan langsung? Dessy masih saja merasa berdebar-debar saat bersama suaminya.


"Malam ini aku akan mentraktir taman-teman sekantor ku untuk makan malam. Besok aku sudah bukan atasan mereka. Boleh kah?" Tanya Dessy.


"Dimana?" Kelvin bertanya kembali.


" Di Resto Hotel JM"


" pilihan yang tepat, Aku akan menyuruh Joe mengaturkannya buat mu"


" Kau bisa kesana?"


" Tidak sayang, aku masih ada pekerjaan. Setelah kau selesai segera hubungiku, aku akan menjemputmu"


" baiklah Tuan Lu" Dessy mengakhiri telponnya.


...


"Wah benar-benar beruntung kita bisa mengenal Nona Dessy sekarang kita makan malam di hotel milik Kelvin Lu suaminya" bisik salah satu karyawan yang hadir di acara makan malam itu pada teman yang lain.

__ADS_1


Hampir semuanya sudah datang dan duduk di masing-masing kursi yang telah tersedia. Tak lama kemudian Dessy muncul bersama Jermi. Semua karyawan berdiri menyambut kedatangannya tapi Dessy enggan karyawan Wenli bersikap formal kepada nya.


" Isss kenapa begitu kaku, tidak kah kita semua teman. Bersikaplah sebagai teman. Oke" Tutur Dessy pada semua yang ada.


Sikap Dessy menambah nilaian kebanggaan tersendiri siapa saja yang mengenal nya. Rasa rendah hati membuat orang lebih ingin menghormatinya.


" Kalian nikmati makan malamnya kalau tidak ada yang sesuai selera bisa memesan menu lain" Tambah Dessy pada semuanya.


Karyawan Wenli yang mengenal Dessy dan pernah berkerjasama merasa kehilangan sosok wanita ceria yang membuat kantor tampak lebih ramai. Terlebih Dessy memperlakukan semua karyawan selayaknya teman.


...


Setelah selesai makan malam Dessy di jemput pulang oleh Kelvin.


" apa kau merasa sedih, besok kau tidak kekantor lagi sebagai CEO?" Tanya Kelvin sesekali dia melirik pada Dessy sambil melajukan mobilnya.


" sedikit" jawab singkat Dessy.


" kau bisa menggantikan posisiku kalau kau mau" Tawar Kelvin.


" aku tidak mau, sebantar lagi aku akan melahirkan. aku akan fokus mengurus anakku"


" pilihan yang bijak "


" Tentu"


Dessy menggelengkan kepalanya. " Tidak, kita pulang saja"


...


Rumah Utama terlihat ramai ternyata ada Bibi Sandra, Paman Martin dan juga Mika.


Mereka begitu bersemangat membahas sesuatu.


"Ehemm..." terdengar suara Wenli di belakang Dessy dan Kelvin.


Secara bersamaan Kelvin dan Dessy menoleh ke sumber suara di belakang.


" kau mengagetkan saja " Ucap Kelvin.


"Kalian berdua menghalangi jalan" Tegur Wenli sambil terkekeh.


" Kau sendiri saja, Mana Angel?" Tanya Kelvin.


" Dia sedang mengantar papa beristirahat di kamar" Jawab Wenli.

__ADS_1


"kau dari mana?" Tanya Kelvin lagi.


"kau ini, banyak sekali pertanyaan mu melebihi istriku. Aku ke mobil buat ambil ini" Wenli memperlihatkan kedua tangan nya penuh paper bag.


Sepertinya itu oleh-oleh saat mereka satu bulan pergi honeymoon.


Tanpa Kelvin sadari istrinya sudah bergabung dengan yang lain diruang tengah.


Bukan tanpa sebab keluarga Lu pada ngumul semua di rumah utama, kini mereka membahas berita bahagia pernikahan Mika dan Axel. Hanya Anthony yang tidak ada, Entah lah dimana dia sekarang mungkin dia sedang bersama Shima, Mungkin!!!.


"Perut mu semakin membesar Dessy, kau nampak semakin cantik" Puji Bibi Sandra dengan mengelus-elus perut Dessy.


"Iya Bi, kan sebentar lagi aku akan melahirkan" Dessy memperlihatkan senyum manisnya.


"Kapan acara mu di laksanakan Mika?" Tanya Dessy.


" 2 bulan lagi" Jawab Mika.


" kenapa terlalu lama?" Sekarang Kelvin yang bertanya.


" Aku harus menyelesaikan perkerjaan ku dulu. banyak pasien yang harus ku tangani dan juga ada sebagian sudah ada jadwalnya. Tidak mungkin aku membatalkan nya. Ini menyangkut nyawa dan kesembuhan seseorang" Terang Mika.


Semua yang ada di situ memangut-mangut tanda mengerti. Mika adalah seorang dokter, menurut mika dia bekerja tidak menggunakan jam kerja karena baginya orang yang sakit juga tidak menunggu waktu. Jadi kalau ada pasien membutuhkan bantuan nya di situlah jam kerjanya.


" Iya kau harus menuntaskan pekerjaan mu terlebih dahulu dan mengosongkan waktu untuk cuti saat pernikahan mu. Jangan sampai saat kau menikah ada panggilan untuk operasi" Ucap Kelvin.


"itu benar jangan sampai hari bahagia mu terhalang dengan pekerjaan mu" Sambung Charles Lu.


Dikesempatan itu Mika menyampaikan keinginan nya dan Axel tentang tempat pernikahan mereka yaitu di vila milik Kelvin yang di bangun khusus buat Dessy.


Mendengar itu Dessy sangat antusias di villa itu sangat cocok di adakan sebuah pesta.


" bolehkah aku dan Axel menggunakan villa mu, view di sana sangatlah menarik. Axel akan membayar sewanya" Ucap Mika seperti bernegosiasi.


" tanya lah pada pemiliknya" Kelvin mengarahkan dagunya ke arah Dessy dan Mika menunggu jawaban Dessy.


" tidak perlu membayar sewa. Kau boleh menggunakan nya Mika, aku sangat senang di sana banyak kamar yang bisa untuk keluarga kita dan keluarga Axel" Ucap Dessy senang.


" Tapi, tidak cukup untuk menampung banyak undangan mungkin hanya bisa sekitar 150 undangan saja. karena itu bukan sebuah resort yang khusus pesta pernikahan" Tambah Dessy yang tidak mau Mika kecewa.


Mika tersenyum, meraih tangan Dessy. " Terima kasih, kau tidak perlu khawatir itu alasan nya kenapa aku ingin mengadakan pesta pernikahan di Villa milik kalian karena akan di hadiri oleh keluarga, kerabat dan teman-teman dekat saja. Soal kolega bisnis hanya beberapa yang penting di undang" Jelas Mika.


Semua nya setuju atas keingian Mika. Dia yang akan menikah tentu saja semuanya akan mengabulkannya.


" Tapi dari mana kau tau aku memiliki villa itu?" Tanya Kelvin heran. Lalu menatap ke Wenli yang tau tentang villa itu sedangkan Wenli yang ditatap hanya menaikan kedua bahunya.

__ADS_1


" Anthony yang bercerita" Jawab Mika.


" Ah...Bocah itu" pekik Kelvin lalu di iringi galak tawa semuanya di ruangan itu.


__ADS_2