Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 72


__ADS_3

Pagi harinya Kelvin pergi ke Kantor dengan wajah yang berseri-seri bagaimana tidak dia teringat kejadian semalam di mana istrinya begitu agresif tidak seperti biasanya dan itu berhasil membuatnya senang.


"apa ada yang membuat mu senang tuan?" Tanya Sektretaris Joe kepada Kelvin yang sadari tadi mengikuti Kelvin dari belakang.


"cepatlah menikah, nanti kau akan mengerti" Jawab Kelvin yang melangkah masuk ke dalam ruangan nya.


Joe pun tampak bingung apa hubungan nya rasa senang tuannya dengan dirinya menikah, itu lah yang ada dalam pikiran Joe.


" persiapkan meeting 30 menit lagi" Perintah Kelvin.


Dengan cepat Sekretaris Joe menjalankan apa yang di perintahkan oleh Atasannya.


30 menit kemudian persiapan meeting sudah selesai. para staf yang berkaitan dengan proyek pembangunan perumahan elit juga sudah berkumpul di ruang rapat.


Karena mood Kelvin sedang bagus kali ini rapat di pimpin oleh Sekretaris Joe, Kelvin kali ini hanya menjadi pendengar jalan nya Meeting.


walaupun bukan CEO langsung yang memimpin meeting hawa dingin dan mencengkam tetap terasa. bagaimana tidak Kelvin masih berada di satu ruangan dengan mereka.


Saat pertengahan jalan nya meeting, Kelvin menlambaikan tangan untuk memberi kode agar salah satu karyawan yang sedang memamparkan presentasinya untuk berhenti.


Kegugupan terlihat para karyawan itu, dia mengira ada yang salah dengan apa yang di jelaskan nya.


Dan bahkan semua orang terkecuali Sekretaris Joe mereka semua bercucuran keringat dingin karena dari awal Kelvin tidak ada bersuara tapi dengan tiba-tiba menghentikan jalan nya meeting.


"Kalian teruskan Meetingnya, nanti laporkan hasil akhirnya kepada ku. Sekretaris Joe aku serahkan semuanya kepada dirimu" Ucap Kelvin lalu meranjak dari duduknya meninggalkan ruang rapat.


Mereka yang ada di ruang rapat bernafas lega melihat CEO mereka sudah meninggalkan ruang rapat. setidak nya hawa dingin sedikit berkurang.


ini bukan pertama kalinya Sekretaris Joe menjadi penanggung jawab soal proyek besar. Kelvin selalu mempercayakan proyek-proyek yang menurutnya bisa di tangani oleh Joe.


semua karyawan JM Grup tidak memandang rendah kemampuan Sekretaris Joe.


Walaupun jabatan nya sebagai Sekretaris Utama Ceo tapi dia termasuk salah satu staf elit di JM Grup. Semua karyawan sangat menghormati Sekretaris Joe karena salah satu orang berpengaruh di JM Grup.


...


Kelvin meninggalkan ruang rapat bukan karena tidak ada alasan. itu semua karena Dessy mengirimkan pesan singat bahwa dirinya sedang menuju JM Grup.


Tapi Kelvin tidak menyangka bahwa Dessy sźudah ada di ruangan nya. saat kembali ke ruang kerja Kelvin terkejut tiba-tiba ada yang memeluknya. siapa lagi kalau bukan istri tercintanya.

__ADS_1


"sayang, hati-hati ingat kau sedang hamil" Ucap Kelvin yang khawatir dengan tingah istrinya yang sepontan berlari memeluknya.


Dessy hanya tersenyum melihat suaminya khawatir pada dirinya.


Dessy dengan manja melingkarkan kedua tangan nya di leher Kelvin.


"kau tau Kelvin, aku sangat menyukai bau wangi di tubuhmu" Ucap Dessy dengan nada menggoda.


Kelvin menaikan sudut bibirnya. " benarkah? apa karena itu kau datang ke kantor suamimu?" Tanya Kelvin dengan mengeratkan pelukkan nya pada tubuh Dessy.


Seperti teringat sesuatu Dessy pun melepaskan tangannya yang melingkar di leher suaminya itu. "Bukan...eh itu juga sih...tapi..." Ucap Dessy terbata-bata.


"katakan ada apa sayang?" Tanya Kelvin yang merasa kalau istrinya sedang bingung apa yang ingin di ucapkan nya.


" aku ingin pergi berbelanja Kelvin"ucap Dessy dengan cepat.


Kelvin mengerutkan kedua alisnya di pandanginya dengan lekat wajah istrinya. Kelvin menuntun Dessy untuk duduk di sofa. dia tidak ingin membuat kaki istrinya lelah karena kelamaan berdiri.


"apa yang ingin kau beli? bukan kah kemarin kau habis berbelanja juga?" Tanya Kelvin sambil membelai lembut wajah Dessy.


"apa kau melarang ku untuk berbelanja?" Tanya Dessy kembali kepada Kelvin. wajahnya seketika berubah ingin menangis dan tidak terasa air mata itu menetes di pipinya.


" Sayang kenapa kau menangis" tangan Kelvin menghapus air mata di pipi Dessy.


besok aku akan kembalikan semua kartu-kartu mu yang telah ku ambil dan aku akan kembalikan uang yang di akun rekeningku" ucap Dessy dengan isak tangisnya. di dalam hatinya terdalam dia tidak tega menyerahkan kartu-kartu dan uang di tabungan nya ke Kelvin tapi dia juga tidak mau di cap sebagai istri yang selalu menghambur-hamburkan uang.


"aku tidak pernah melarang mu untuk berbelanja, beli lah sesuka hati mu sayang" Ucap Kelvin ingin menenangkan istrinya.


"aku hanya ingin mengetahui apa saja yang di beli oleh istri ku, apa salah aku ingin mengetahuinya? Tanya Kelvin. " aku ingin tau bukan berarti aku melarang mu, aku hanya merasa bersalah tidak bisa menemani mu berbelanja karena kesibukkan ku di kantor. aku ingin mengetahui apa pun yang kau lakukan sayang" Jelas Kelvin .


" Benarkah begitu?" tanya Dessy yang masih menangis.


"iya sayang, aku tidak peduli seberapa banyak kau menghabiskan uang ku kalau itu bisa membuat mu senang" Kelvin mengecup dahi Dessy.


"jangan menangis lagi" Tambah Kelvin.


Beberapa menit kemudian Dessy sudah tidak menangis lagi. Kelvin memerintahkan OB nya untuk menyiapkan cake dan es krim kepada Dessy. Kelvin tau dengan menyajikan hidangan yang manis-manis bisa mengubah mood istrinya kembali ceria lagi.


"Kelvin sebenarnya aku kesini karena lupa membawa kartu ku, aku lupa memindahkan nya dari tas yang ku gunakan kemarin" Ucap Dessy. "emmm apa boleh kau meminjam kan kartu mu dulu..!" Ucapnya lagi dengan pelan Dessy saat sini tidak berani untuk menatap wajah suaminya sendiri.

__ADS_1


Setelah mendengar Dessy berbicara Kelvin beranjak dari sofa kemudian dia mengambil kartu yang ada di dalam laci meja kerjanya.


"Gunakan ini sayang" Kelvin menyerahkan kartu berwarna gold kepada Dessy.


Dengan mata berbinar Dessy menerima kartu yang di berikan oleh suaminya itu.


"kau suami yang terbaik" Ucap Dessy sengan mengacungkan jari jempolnya kearah Kelvin.


Sebelum Kelvin meminta agar Dessy memberikan nya sebuah ciuman. Dessy sudah mendaratkan bibirnya pada bibir Kelvin.


Awalnya Kelvin kaget lalu membalas ciuman dari istri tercintanya itu.


"sangat manis" gumam Kelvin lalu kembali mencium bibir Dessy.


Merasa sudah lumayan cukup lama saling bercumbu Kelvin melepaskan Dessy. "isss kau ini membuat ku kehabisan nafas saja" Protes Dessy yang merasa bibinya sedikit bengkak.


Kelvin terkekeh mendengar protesan dari istrinya. " apa kau ingin aku memberi mu nafas buatan?" goda Kelvin.


" tidak...aku sudah harus pergi" tolak Dessy yang sambil merapikan baju dan rambutnya.


tidak lama kemudian terdengar suara ketukkan pintu. " Tuan, Wakil Ceo ingin menemui anda" Ucap salah satu Sekretaris Kelvin.


"persilahkan masuk" Balas Kelvin.


Terdengar suara hentakkan high heel milik Angel saat masuk ke ruangan Kelvin.


Dessy yang juga ingin pergi dari ruangan Kelvin berpapasan dengan Angel.


" Bibi Angel " Sapa Dessy dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Angel hanya melihat sepintas ke arah Dessy lalu duduk dengan menyilangkan kakinya di Sofa.


Dessy hanya bisa menghembuskan nafasnya karena dia tau bibi Angel masih belum mengakuinya sebagai keluarga.


" Kelvin kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Dessy.


" iya, hati-hatilah...nanti kabarin diriku" Kelvin mengecup dahi Dessy.


Setelah menghilang sosok Dessy dari pandangan Kelvin barulah dia akan bertanya ke pada Angel perihal dia datang ke ruangan nya.

__ADS_1


bisa diliat dari wajah Angel sepertinya ada yang membuatnya kesal.


Sebelum Kelvin berbicara, Angel sudah menunjukkan senyum sinisnya kepada Kelvin.


__ADS_2