Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 77


__ADS_3

Mika Lu yang sebagai Direktur Utama Rumah Sakit yang selalu tampak dingin dan elegan sekarang merasakan getaran-getaran cinta yang seperti sengatan listrik mengelitik hatinya. perasaan yang sempat hilang kini dia rasakan lagi. setelah pertemuan nya dengan Axel Lang yang sempat beberapa hari di rawat karena kecelakan.


untungnya luka yang di derita Axel tidak terlalu patal.


Mika serapi mungkin menyembuyikan perasaan nya itu dia tidak mau ketahuan oleh orang lain terlebih Axel sendiri.


Selama Axel di rumah sakit Mika menyempatkan sekali menemui Axel di ruang inap nya.


Mika menemui Axel bukan sebagai seorang dokter tapi lebih tepatnya sebagai seorang yang di kenalnya.


Ada suasana canggung saat mereka bertemu untuk pertama kalinya lagi setelah keduanya putus dalam hubungan pacaran.


...


"Mau makan siang bersama?" isi chat Axel kepada Mika. Karena pertemuan di rumah sakit membuat mereka lebih sering berkomunikasi walau hanya lewat handphone.


"Tapi aku sedang sibuk membantu di UGD" Balas Mika.


Yahh wanita yang terobsesi dengan karir nya sebagai Dokter walau tidak ada jadwal operasi dia menyibukkan diri untuk membantu di UGD.


Mika menaruh handphone nya kembali ke saku jas putihnya seteleh membalas chat dari Axel.


tidak lama dia menaruh benda pipih itu, handphone nya kembali berdering ternyata Axel tidak membalas chatnya melainkan menelpon langsung.


" Aku sudah ada diparkiran Rumah Sakit" Ucap Axel di telpon.


Mika mengeryitkan keningnya.


Aku sudah bilangkan kalau aku sibuk. Gumam Mika.


"tapi..."


"apa seorang dokter tidak butuh makan?


cepat lah semakin banyak kau berpikir semakin banyak pula waktu tersia-siakan, benar begitu?" paksa Axel kepada Mika.


"Emm..baiklah tunggu 5 menit"


Mika memberitahu rekan kerja nya dia ingin pergi makan siang.


dia melepaskan stetoskop yang melingkar di leher tapi dia lupa untuk melepas jubah putih kebanggannya.


Axel tersenyum simpul melihat Mika telah duduk di dalam mobil tepatnya duduk di sampingnya.


tidak banyak biacara Axel menginjak gas melajukan mobilnya.


"makan siang di mana?" Tanya Mika tanpa menoleh ke Axel di sampingnya.

__ADS_1


"kita makan yang dekat dengan Rumah Sakit mu saja. bagaimana?" Saran Axel yang juga berkosentarsi menyetir mobil.


" bagus" jawab singkat Mika.


tidak terlalu lama mereka berdua menemukan sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit.


"apa kau ingin pamer bahwa kau adalah seorang Dokter" Ucap Axel sedikit terkekeh.


Mika lagi-lagi mengerutkan keningnya lalu dia menyadari bahwa dia masih menggunakan jubah putih Dokternya. "Aaa...Aku lupa" Dia pun melepaskan dan meletakkan jubah Dokter nya itu di kursi belakang mobil.


Keduanya memasuk kedalam restoran dan di sambut karyawan restoran yang menunduk hormat. salah satu karyawan nya memilihkan tempat duduk. Axel menyukai pilihan karyawan itu seolah mengerti bahwa Axel ingin makan siang dengan nyaman berdua dengan Mika.


Axel mempersilahkan Mika untuk memilih menu terlebih dahulu.


"Apa kau mempunyai banyak waktu senggang sekarang?" singgung Mika.


"tidak juga, tapi cukup ada waktu untuk menemani mu berkencan" Goda Axel. Seketika wajah Mika memerah.


"apa kau benar ingin berkencan dengan ku?" Tanya Axel penuh harap.


"aku tidak ada waktu untuk berkencan" Jawab Mika datar.


Axel menarik nafasnya dalam-dalam dia teringat saat dirinya dan Mika dulu pacaran. masing-masing memiliki kesibukkan sehingga tidak pernah pergi berkencan mereka bertemu hanya sekedar makan malam.


" kau tau, rasanya aku ingin sakit saja agar aku bisa dekat dengan diri mu" Ucap Axel dengan lirih.


Mika sempat kaget dengan ucapan Axel tapi dia tidak menunjukkan dia bahkan bersikap tenang.


tidak lama karyawan resto membawakan makanan yang mereka pesan.


keduanya melanjutkan mengobrol sambil menikmati makan siang.


"seberapa banyak wanita mu, sehingga kau begitu pintar merayu seperti sekarang?" Mika yang dari tadi berusaha mempertahankan sikap dingin nya karena rayuan dari Axel.


"setelah dirimu aku tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, karena dirimu special di hatiku"


"Hentikan. kalau kau merayu ku lagi, ku pastikan kita tidak akan bertemu lagi" Ancam Mika yang sudah takut tidak bisa mengendalikan dirinya bila terus di goda oleh Axel.


Axel mengangkat kedua tangan nya di udara. "Baik baik baik...aku tidak akan merayu mu lagi" Ucap Axel menyerah. "oh iya apa kau cukup akrab dengan Dessy Lin?" tanya Axel.


"kau mengenal Dessy?" Tanya kembali Mika kepada Axel.


" tentu, dia sahabat baik adik ku"


...


Rumah Utama

__ADS_1


Dessy mondar mandir di dalam kamarnya merasa bosan tidak ada yang bisa di kerjakan nya.


ingin memasak tapi tidak di bolehkan memasak. ingin keluar rumah juga di larang.


dia menghabiskan waktunya hanya untuk menonton tv di dalam kamarnya.


"Aaa...kenapa aku tidak ikut kelas senam hamil saja ya" Dessy mendapat ide agar dia bisa keluar dari rumah.


Dessy cepat-cepat mengambil handphone nya yang di atas nakas samping tempat tidur.


dia menghubungi suaminya.


"Hallo Kelvin apa kau sedang sibuk?" Tanya Dessy memlalui telpon nya.


"tidak, ada apa sayang?"


Kelvin memjawab tidak sibuk padahal dia sedang berada di ruang rapat. dia menghentikan sejenak rapat hanya untuk menerima telpon dari istrinya.


"Kelvin aku ingin ikut kelas senam hamil, apa boleh aku keluar sebentar untuk mendaftar?" Tanya Dessy penuh harap agar Kelvin menyetujuinya.


" boleh, aku kan menyuruh Joe untuk mendatangkan pelatih ke rumah jadi kau tidak perlu pergi ke luar" Ucap Kelvin.


Duarrr...rencana Dessy pun gagal kekecewaan melanda di wajah Dessy tapi dia tidak bisa memolak pengaturan dari Kelvin.


"apa ada lagi yang kamu mau sayang?" tanya Kelvin dengan senyum samar dia menebak pasti selarang wajah istrinya sedang cemberut masam.


Wajahnya sekarang pasti mengemaskan. batin Kelvin.


"tidak ada lagi, Kau kembali bersibuk lah" Jawab Dessy.


" baiklah kalau begitu. beristirahat lah" Lalu Kelvin mengakhiri telpon nya dengan Dessy dan melanjutkan kembali rapat yang sempat tertunda beberapa menit.


Uhhh...dia ingin menjadikan aku seekor B*** yang kerjaannya makan tidur saja.


10 menit kemudian Dessy kembali menelpon Kelvin dan itu berlangsung beberapa kali. Dessy bertekat untuk menghubungi Kelvin 10 menit sekali.


Sesekali mengerjai dirinya gak apa-apa kan?


"sayang ini sudah 21 kali nya kau menelpon ku" Kelvin yang merasa Kesal.


saat dia ingin memulai pekerjaanya handphone nya selalu berdering.


Begitu juga saat rapat berlangsung handphone Kelvin selalu berdering, biasanya Kelvin akan mengabaikan atau mematikan handphone nya tapi karena ini adalah istrinya mau tidak mau dia harus mengangkat telpon dari istrinya.


1 kali istrinya menelpon dia merasa senang, dua kali masih terlihat senang, ketiga kali biasa saja , ke empat masih ada kesabaran, kelima dan seterusnya Kelvin sudah merasa kesal.


Sedangkan Dessy di dalam kamarnya tertawa dengan senang nya saat membayangkan raut wajah suaminya saat kesal di ganggu oleh nya

__ADS_1


...----------------...


Happy Reading...❤❤❤


__ADS_2