Ceo'S Crazy Wedding

Ceo'S Crazy Wedding
Bab 85


__ADS_3

Malam yang cerah langit dihiasi oleh bintang-bintang membuat siapa pun yang memandangnya merasa ada ketenangan yang menyelimuti.


Dessy berdiri di balkon kamar menongakkan kepala nya menatap langit, di kedua tangan nya tengah memegang biola dan busurnya.


" Saat suasana tenang begini memainkan biola ada lah yang terbaik " gumam Dessy dengan dirinya sendiri.


Dessy mulai memainkan biolanya dengan lantunan musik yang begitu di dengar bisa menghangatkan rasa di dalam hati.


Lambayan dress yang terkena hembusan angin membuat mata melihat seperti Peri dalam dongeng yang digambarkan kedalam sebuah lukisan.


Dessy tidak menyadari bahwa Kelvin tengah duduk di kursi balkon memperhatikan dan menikmati setiap gesekkan busur pada biola yang di mainkan Dessy.


Saat Dessy mengakhiri permainan biolanya Kelvin menepukkan kedua tangan nya memberi sebuah penghargaan kepuasan mendengar konser musik klasik solo yang di ciptakan oleh istri tercintanya itu.


"Dari kapan kau duduk di situ?" tanya Dessy seketika mendengar tepuk tangan di arah belakangnya.


" Dari tadi sayang" Jawab Kelvin.


"permainan biola mu sangat indah kau bisa menjadi musisi terkenal" Ucap Kelvin.


Dessy meletakkan biolanya di kursi kosong samping Kelvin. di letakkan nya biola itu dengan hati-hati agar tidak terjatuh.


Dessy duduk di pangkuan Kelvin dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher Kelvin.


"kau sedang memuji ku? padahal diri sendiri sangat baik memainkan piano" Ucap Dessy.


" Apa suami ku ini, manusia yang serba bisa?"


Kelvin mencium pipi Dessy. "tapi Aku tidak pandai memasak" Jawab Kelvin.


Dessy sedikit terkekeh mendengar jawaban Kelvin. Memang dalam hidup Kelvin yang tidak bisa dilakukannya adalah aktivitas di dapur.


Wajar saja seseorang mempunyai kekurangan bagaimana pun juga Kelvin masih tetap seorang Manusia.


"iya...kau sangat payah dalam hal memasak" Ejek Dessy.


" oh iya kapan rencana mu berangkat ke Paris?" Tanya Kelvin.


" Besok lusa" jawab Dessy.

__ADS_1


" Astaga begitu semangatnya kau meninggalkan suami mu sendiri di sini" Kelvin mencubit pelan pipi Dessy.


"aku hanya pergi berlibur sebentar saja, tidaklah lama"


" baiklah, sekarang berikan aku kekuatan agar bisa kuat menahan rindu selama kau pergi" tangan Kelvin sudah menurunkan sebelah pakaian Dessy memperlihatkan pundak dan leher Dessy yang putih mulus.


Kelvin memberikan gigitan kecil di pundak Dessy dan memberi tanda kepemilikannya. Dessy mengeliat sedikit geli dengan sentuhan bibir Kelvin.


"Jermi akan ikut dengan mu, agar aku sedikit tenang melepas mu pergi" Ucap Kelvin dengan suara yang berat karena sudah terpengaruhi oleh gairah.


" iya" Jawab singkat Dessy yang mulai terbawa suasana sehingga sedikit tidak memperdulikan apa yang Kelvin ucapkan.


Kelvin mengangkat tubuh Dessy membawa nya ke atas tempat tidur. Dessy membantu melepaskan satu persatu pakaian kerja yang masih di gunakan oleh Kelvin.


"kau selalu terlihat seksi sayang" Bisik Kelvin di telinga Dessy.


"itu penghinaan suamiku, berat badan ku bertambah" Dessy mengerucutkan bibirnya memalingkan wajah cemberutnya ke samping.


Melihat wajah mengemaskan istrinya Kelvin tidak tahan untuk tidak mencium bibir Dessy.


"aku tidak peduli dengan berat badan mu bertambah di mata ku kau selalu terlihat seksi"


Ruangan yang tadi nya terasa dingin kini berubah menjadi panas, pasangan sumai istri ini melakukan olahraga malam dengan penuh semangat dan bergairah.


Dua hari kemudian tiba waktunya Dessy dan Shima pergi ke Paris seperti yang sudah di rencanakan oleh Dessy.


Saat di Bandara...


Dessy dan Shima sedang berada di lounge bandara untuk menunggu jam keberangkatan pesawat yang kan membawa mereka ke Paris. Tidak lupa Kelvin sedikit mengosongkan jadwal agar bisa mengantar istrinya ke bandara serta Jermi yang ditugaskan Kelvin untuk menjaga Dessy selama di Paris.


"Sayang dari tadi kau tidak membiarkan tangan ku lepas kau pegang" Ucap Kelvin.


"biarkan saja begini" Sahut Dessy yang dari tadi menempel kepada suaminya seolah-olah tidak mau berpisah.


"segitunya tidak ingin berpisah, batalkan saja keberangkatan mu" Ucap Kelvin membelai-belai rambut Dessy.


"Tidak bisa, aku sangat ingin sekali liburan ke Paris" Dessy menyembuyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


Shima tidak mempedulikan Dessy yang sedang bermanja kepada Kelvin, Shima fokus memainkan Handphonenya karena dari tadi Anthony heboh mengirimi pesan singkat setelah tau bahwa Shima akan pergi ke Paris bersama Dessy.

__ADS_1


Anthony : Berapa lama di Paris? (Pesan Singkat)


Shima : Entah lah


Anthony : Kenapa tidak memberi tahu ku dulu?


Shima : Untuk apa?


Anthony : karena aku calon suami mu


Anthony mendapatkan informasi dari Sekretaris Joe soal Shima dan Dessy akan pergi berlibur ke Paris. Anthony sangat ingin menyusul ke bandara tapi tidak bisa karena saat ini dia sedang ada tugas di luar kota bersama Angel.


Berbeda dengan Shima yang fokus memainkan Handphone nya, Jermi memilih untuk menikmati hidangan yang ada di lounge dan membaca sebuah majalah.


Mereka berdua tidak mempedulikan kemesraan suami istri itu, seperti tidak melihat apa pun. Anggap saja sedang melihat keromantisan seperti di Drama Korea yang sedang booming di kalangan masayarakat. Hehehe...


Beberapa saat menunggu terdengar Announcement agar penumpang segera memasuki pesawat.


"sudah saat nya masuk kepesawat Nyonya" Ucap Jermi.


"Seharusnya kau berangkat dengan Jet pribadi sayang" Ucap Kelvin mengecup kening Dessy.


" tidak Kelvin, ikut pesawat komersial juga menyenangkan" sahut Dessy.


"terserah keinginan mu saja sayang...


jangan terlalu lelah di sana" Kelvin mengusap-usap perut Dessy. " jangan buat mommy mu lelah ya..." Kelvin berbicara kepada calon bayinya di dalam kandungan Dessy sesekali dia memberikan ciuman di perut Dessy.


Tuan Kelvin yang dingin bisa juga selembut ini. Gumam Jermi di dalam hatinya.


" Jer, ku percayakan Nyonya kepada mu. ini bukan liburan mu ini tugas mu" Ucap Kelvin memperingati Jermi.


Jermi menganggukkan kepalanya mengerti apa yang di tugaskan kepada nya menjaga supaya Dessy selalu aman.


Kelvin memberikan satu kali ciuman kepada istrinya itu seolah-oleh enggan melepaskan Dessy jauh dari nya. tapi dia hanya bisa bersabar menuruti keinginan istrinya.


Dessy, Shima dan Jermi masuk ke dalam pesawat keberangkatan menuju Paris. Kelvin harus kembali ke JM Grup karena ada setumpuk pekerjaan yang sedang menunggu nya.


Kelvin melajukan mobilnya ke JM Grup. Kelvin menekan panggilan cepat pada layar monitor mobilnya. "Joe, berangkatkan 5 bodyguard untuk diam-diam menjaga istriku selama di Paris" Perintah Kelvin kepada Sekretaris Joe di telpon.

__ADS_1


Kelvin menambah kecepatan nya menginjak panel gas mengendarai mobilnya agar cepat sampai ke JM Grup.


Saat melepaskan Dessy pergi jauh dari nya ada sedikit rasa kehampaan di hatinya tapi di tepis oleh Kelvin dengan memfokuskan dengan pekerjaan yang mengantri untuk di selesaikan nya.


__ADS_2