
di cave tempat kerja batara terlihat ramai sekali hingga pelayan-pelayannya kuawalahan termasuk batara.
namun rachel malah,datang kesana.batara tak sengaja membentak rachel karena rachel meminta ditemani makan padahal batara masih sibuk.
"batara teminin gue makan dong plisee"pintanya dengan wajah cutenya itu.
"nanti ya hel,gue masih banyak kerjaan ni"ucap batara.
"plisee,masa lo ga mau sih".
"rachel!!!!! elo lihat gak gue lagi sibuk,jangan kayak anak kecil dong"ujar batara dengan membentak rachel.seketika mata rachel berkaca-kaca.
Batara terdiam dan sadar "maaf hel gue gak bermaksud bentak lo".batara meminta maaf kepada rachel tapi rachel sudah sakit hati dia pun pergi dari cave itu.karena baru kali ini batara kasar.
visual rachel....
"rachel,hel tunggu"batara ingin mengejarnya tapi dia ingat dia sedang bekerja ia akan menyelesiakannya nanti.
setelah rachel keluar dari cave rachel menangis"hik hik hik kenapa batara gitu sih"rachel menoleh ke belkaang tidak ada batara rachel fikir batara emang tak menganggap dirinya.
"gue terlalu cinta sama lo batara,sampe gue berharap lo bakal ngejar gue"air mata rachel menetes.
Sedangkan batara terus memikirkan rachel sampai-sampai ia tak fokus bekerja.
"batara jangan ngalamun,pelanggan banyak tu"tegur bos pemilik cave.
"oh iya pak maaf".
*****
"agam maksud lo apa nyelakiin derel"ucap merta marah-marah dengan agam.
"gue ga sengaja"tukas agam dengan tak merasa bersalah.
"gam lo jangan gitu dong,tangan derel luka lo untungnya aja gak parah".
"ya gue gak sengaja".
"lo ada masalah apa si".
"gue ga sengaja merta".
"udahlah gue capek ama lo"meninggalkan agam.
Agam pun semakin meerasa dirinya tak dianggap lagi oleh merta.sebenarnya agam hanya salah paham saja.
Ke esokan harinya......
"merta napa lo"tanya nesa kepada merta temannya yang terlihat memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"gak papa kok".
"ke kantin yuk".
"elo aja ya gue ga moodni".
"ayolah"pinta nesa smabil menarik-narik tangan merta.
"ya udah yuk".mereka pun berjalan menuju kantin.tiba-tiba mereka bertemu derel,nesa melihat tangan derel diperban pun kawatir.
"derel lo kenapa?".
"gak papa,kemarin pas joging sama merta gue jatuh jadi tangan gue terluka deh".
"kalian kemarin joging,kok gak ajak gue mer"sambil menoleh kearah merta.
"gue juga gak sengaja ketemu derel dideket komplek gue,ternyata disekomplek sama gue jadi kita barengan deh".
"oh gitu,ya udah yok kita ke kantin derel ikut yok"nesaa berusaha terlihat biasa-biasa saja tapi sebenarnya ia cemburu.
Visual nessa.....
Dikantin nesa seperti dihiraukan karena merta dan derel asik ngobrol sendiri.setiap nesa mau ikut bicara tapi mereka selalu asik berdua disitulah nesa merasa merta tak menganggap dirinya sahabatnya lagi.
"hahhaha iya kah rel,gue jg gitu".
"hahah bisa gitu ya,nesa kenapa kok diem".
"gak papa mer".
"ya udah gue cabut ya,gue harus ke toko roti ni" ucap merta sambil bangkit dari kursinya dan menggendong tasnya.
"gue anter ya" ucap derel menawarkan untuk mengantarkan merta.
"eeh ga usah elo teminin nesa aja,gue biasa naik kendaraan umum kok".
"gak papa gue anter ya,nesa elo gak papa kan".
"iya gak papa,mer daripada elo terlambat".
"ya udah deh,gue juga udah telat maaf ya nes".
Nesa hanya bisa terdiam melihat kejadian itu.
Di roko roti.....
Marvel melihat merta diantar derel dan marvel pun langsung menghampirinya "merta".
"pak marvel,maaf pak saya terlambat".sambil mencopot helemnya dan memberikanya kepada derel.
__ADS_1
"engga,kok saya kaget aja tumben dianter".
"motor saya lagi dibengekel pak jadi saya dianter temen saya".
"haai pak saya derel" memajukan tangannya untuk berjabat tangan tapi marvel hanya mengangguk.
"iya gue marvel,maaf tangan gue buat nahan tongkat".
"iyaa gak papa pak,ya udah mer gue balik ya".
"iya makasih ya".
Sepertinya marvel cemburu melihat merta dengan laki-laki lain.
kirana mempunyai rencana jahat kepada merta ia ingin mevitnah merta dan membuag merta dibenci oleh pak marvel.
Hari ini merta mendapat bagian mengecek laporan mingguan.tapi kirana mengganti laporan yang sudah merta buat menjadi salah.
Saat merta memberikan laporannya ke pak marvel kirana sudah menggantinya.
"merta ini laporan apa?".
"itu udah bener pak".
"bener darimananya!!!!",ini salah semua merta harusnya kamu konsen dong".
"tapi pak tadi saya udah cek berkali-kali bener kok".
"terus kamu kira saya yang bohong".
"engga pak,ga gitu biar saya ganti pak".
"engga usah biar kirana aja".
Saat merta ingin mengambil laporannya kembali tapi marvel malah memanggil kirana untuk mengurusnya.
"kirana,ke ruangan saya"menelfon kirana dengan telfon genggamnya.
kirana pun segera ke ruangan marvel dengan."premisi pak".
"masuk".
"ada apa ya pak memanggil saya"ucap kirana seolah-olah tidak tau,sambil menoleh le arah merta.
"kamu kerjain laporan minggu ini,nanti dibawa ke ruangan saya".
"baik pak".kirana pun keluar dengan puas karena rencananya berhasil.
"kamu bisa kembali bekerja".
"baik pak"ujar merta dan meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
bersambung......