Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Ekstra Part 2


__ADS_3

Ayu meminta Nathan untuk membawa tubuh Vanessa kerumahnya. Setelah di rumah semua tampak terkejut melihat Nathan yang membawa Vanessa kembali kerumah, tapi Nathan tidak memperdulikan tatapan itu. Dia meminta mami untuk membayar tukang gali kubur empat kali lipat, Nathan berjanji akan menjelaskan semuanya setelah urusan Vanessa selesai.


Nathan melihat Ayu yang sedang membuka semua perlengkapan yang menempel di tubuh Vanessa. Wanita yang mengaku dirinya Vanessa pun berdiri tepat di samping Ayu. Nathan mengunci pintu kamar, dia takut ada orang yang masuk dan melihat tubuh polos milik istrinya.


"Sekarang gimana cara aku kembali ke tubuh ku Yu," tanya wanita di sebelah Ayu.


Ayu tampak diam, Nathan memilih duduk di sofa karena dia tidak mengerti apapun. Nathan fokus memperhatikan Ayu dengan seksama tidak ada yang bisa di perbuatnya selain berdoa.


"Abi teu apal berhasil henteu na, tapi urang cobaan wenya ... soalna can pernah." (Aku gak tau berhasil tidak nya, tetapi saya coba dulu yah ... aku belum pernah mencobanya)


Vanessa yang berada di tubuh Angel hanya menganggukan kepalanya. Dia melihat Ayu yang seperti berkomat kamit persis dukun, rasanya dia ingin tertawa tetapi ini bukan situasi yang tepat dan Vanessa mengurungkan niat tertawanya.


Ayu tampak serius dengan rapalan yang pernah dia hafalkan. Dia menyentuk kening Vanessa menggunakan ibu jarinya, lalu turun ke hidung, bibir dan berakhir di lehernya. Ayu mencoba menekan urat leher Vanessa sambil merapalkan mantranya. Tidak mendapat reaksi apapun dari tubuh kaku Vanessa, Ayu mengambil tangan Vanessa menekan nadinya sambil kembali merapalkan mantra.

__ADS_1


Kini usahanya berhasil, mata Vanessa terbuka dengan lebar. Nathan yang penasaran pun mendekati tempat tidur, hatinya senang melihat mata Vanessa terbuka.


"Sekarang gimana Ayu, aku masih ada di tubuh Angel?" tanya Vanessa panik.


Ayu menggenggam erat tangan Vanessa. "Tarik nafas, pokokna mah jiga nu senam kitu weh. Harus rileks ya," intruksi Ayu.


Vanessa menganggukan kepalanya. "Jangan menjerit pokoknya tahan weh yah, jangan sampe keluar suara!"


Melihat Vanessa yang sedang mengatur nafasnya mencoba merilekan dirinya, melihat Vanessa yang mulai tenang dengan cepat Ayu menekan nadi tangan Vanessa. Tubuh wanita itu ambruk ke tanah, Ayu dapat melihat bayangan Vanessa yang meringis kesakitan.


Melihat Nathan yang seperti kebingungan menyandarkan Ayu bahwa dia refleks berbicara bahas sunda yang tidak di mengerti suami Vanessa, "Eh maaf a lupa, itu tolong angkatin ke samping Vanessa aja."


Nathan mengangkat tubuh wanita yang terasa lebih ringan dari istrinya. Setelah urusannya selesai Nathan kembali memperhatikan Ayu.

__ADS_1


"Sini Nes masuk, tapi ti handapnya lalauanan," ucap Ayu memberi arahan.


Ayu memperhatikan Vanessa yang mengikuti arahannya, Ruh nya sudah masuk ke raganya tapi Ayu melihat Vanessa tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali matanya pun tidak tampak berkedip.


"Eh aku salah mantra gitu?" gumam Ayu.


Ayu diam melihat mahluk pelangi itu mendekati Vanessa, "Eh maneh rek naon?" (kamu mau ngapain?)


Nathan mengrenyitkan dahinya saat mendengar Ayu yang terlihat marah.


Mahluk itu tidak memperdulikan ucapan Ayu, dia tetap melangkahkan kakinya mendekati Vanessa.


Vanessa yang melihat mahluk itu mendekatinya, timbul rasa takut dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk hidup kembali.

__ADS_1


 


 


__ADS_2