Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 23 (Berpelukan 2)


__ADS_3

Nathan mengikuti Vanessa dan Putri sampai di penjual sate kaki lima, Nathan mencari tempat bersembunyi yang aman dari penglihatan Vanesssa, namun Nathan masih sangat jelas melihat Vanessa dengan leluasa tanpa penghalang sedikitpun.


“Jangan bilang kalau lo udah jatuh cinta sama Nathan?” Mendengar Putri yang melontarkan pertanyaan pada Vanessa muncul seulas senyum dari bibi Nathan.


 “Gu-gue ….”


Nathan memperhatikan tingkah gugup Vanessa, “Jawab!” gumam Nathan di dalam hatinya merasa gemas melihat Vanessa yang diam saja tidak melanjutkan ucapannya.


“Enggak, gue gak jatuh cinta sama Nathan,” mendengar ucapan Vanessa hati Nathan sedikit terasa nyeri karena ungkapan Vanessa.


“Ayolah gue tau lo udah jatuh cinta sama Nathan!” ujar Putri yakin.


Nathan masih serius menatap Vanessa menunggu jawaban yang akan keluar dari bibirnya, “Please Put, gue gak mau bahas ini,” Nathan melihat Vanessa yang menundukan kepalanya.


Nathan melihat Putri yang memeluk Vanessa sambil berbisik, “Gue tau lo Nes.”


Nathan menghela nafasnya kasar dan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


 ***


Vanessa membuka pintu kos perlahan, melihat Nathan yang tengah duduk di atas tempat tidur Vanessa, Vanessa berjalan mendekati tempat tidurnya melihat Nathan yang sedang menatapnya.


Nathan melihat wajah Vanessa yang sembab, sepertinya Vanessa habis menangis, “Kenapa?” tanya Nathan.


Vanessa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Aku gak papa,” jawab Vanessa. Vanessa sibuk membongkar kembali isi tas yang akan dia bawa besok, padahal tadi Putri sudah membantu nya memasukan semua barang-barang miliknya.


Melihat Vanessa yang mengabaikan nya, Nathan berjalan mendekati Vanessa, memeluknya dari belakang.


Vanessa menatap tangan Nathan yang melingkar di pinggangnya, “Kenapa memeluk ku lagi?” 


Vanessa menundukan kepalanya, tidak berani menatap Nathan. Nathan yang melihat Vanessa menundukan kepalanya tidak tinggal diam, dia menarik dagu Vanessa dan mengecup bibir Vanessa lembut.


Merasakan jantung nya yang berdetak lebih cepat Vanessa menjauhkan wajahnya dari Nathan, berdiri dan memunggungi Nathan, “Kamu tidak boleh mencium ku seperti itu!” ujar Vanessa kesal.


“Memangnya kenapa?” tanya Nathan santai dan berjalan mendekati Vanessa, lalu berdiri tepat di hadapan Vanessa. Nathan melihat tubuh Vanessa yang terlihat gemetar menahan tangis.

__ADS_1


Tangis Vanessa pecah saat Nathan memeluknya, Vanessa merasa sakit di hatinya saat merasakan pelukan Nathan yang terasa hangat di tubuhnya, “Gue gak bisa nyangkal perasaan ini, gue takut lo pergi,” gumam Vanessa di hatinya, “Tapi gue juga gak rela kalau lo harus terus jadi arwah seperti ini, apa yang harus gue lakuin?” tanya Vanessa pada dirinya sendiri.


“Gue tau lo cinta kan sama gue,” Vanessa menghentikan tangisnya saat mendengar ucapan Nathan.


“Dari mana lo tau?” Vanessa menatap Nathan dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Nathan menghapus air mata Vanessa dengan jarinya, “Itu gak penting,” Nathan menatap Vanessa lama, “Kenapa lo nangis segala sih Nes, cengeng banget,” gumam vanesa di dalam hatinya.


“Jangan menatap ku seperti itu!” ketus Vanessa, kenapa dia menatapku seperti itu aku malu. Selulas senyum yang Vanessa lihat dari bibir Nathan, “Astaga bibir itu yang barusan menciumku!” batin Vanessa.


Nathan menuntun Vanessa mendekati tempat tidur, “Bereskan semuanya sekarang!” perintah Nathan langsung di laksanakan Vanessa tanpa berbicara sedikitpun sampai semuanya selesai.


“Berbaring lah!”


Vanessa mengrenyitkan dahinya, “Cepat!” ucap Nathan ketus.


Bagaikan robot Vanessa mengikuti perintah Nathan, tubuh Vanessa menegang saat melihat Nathan naik ke atas tempat tidur, “Lo … lo mau ngapain?” ucap Vanessa dengan nada ketakutan.

__ADS_1


“Hanya berbaring,” jawab Nathan santai dan memeluk tubuh Vanessa.


__ADS_2