Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 52 (Dua Orang Pria)


__ADS_3

Sesampainya di kosan Vanessa berpapasan dengan Putri, “Nes,” panggil Putri.


Vanessa menoleh pada Putri dan tersenyum, “Put,” panggil Vanessa lirih.


Putri yang melihat raut wajah berbeda dari sahabatnya langsung membawa Vanessa ke kamarnya. Benar saja Vanessa menangis sesegukan di pelukan Putri, mengeluarkan rasa sesak di dadanya. 


Setelah tangis Vanessa reda Putri melepasnkannya, memegang bahu Vanessa, “Ada apa?” tanya Putri.


“Pa Niko,” jawab Vanessa dengan nada kecewa.


“Pak Nicholas dosen pembing-bing lo?” tanya Putri dengan nada terkejut.


“Iyah dia,” Vanessa menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, mencoba menenangkan dirinya.


Putri sudah sangat penasaran apa yang di lakukan dosen itu sampai sahabatnya menangis seperti ini, “Pak Niko kenapa? Apa yang dia lakukan sampai kamu nangis kaya gini.” 


“Nathan,” gumam Vanessa dengan meneteskan air matanya kembali.


“Gimana sih, Pak Niko atau Nathan?” Putri sudah sangat gemas mendengar sahabatnya yang berbicara tidak jelas membuatnnya penasaran dan kebingungan dalam waktu bersamaan.


Melihat Vanessa yang menangis kembali Putri menggengam erat tangan Vanessa, “Lo tenangin diri lo dulu, tarik nafas keluarkan perlahan … tarik nafas lagi keluarkan  lagi.”


Vanessa mengikuti intruksi yang di berikan Putri, setelah merasa tenang Vanessa menatap Putri, “Pak Niko ngajak gue ketemu.”


“Iya terus?”


“Lo masih inget waktu dia nanya tentang perbedaannya dia dengan Nathan?”  tanya Vanessa. 


“Inget pas lo lagi bimbingan kan?” tanya putrid memastikan.


“Iya dan lo tau tadi waktu gue nemuin dia … dia kayanya cukur alis persis Nathan dan gaya rambutnya juga sama,” ucap Vanesssa kesal.


“Lo tanya gak kenapa dia ngelakuin itu?”


Vanessa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


“Kenapa lo gak tanya, oncom!” Putri malah jadi ikut emosi karena rasa penasarannya.

__ADS_1


Vanessa memajukan bibirnya kesal, “Ya mana sempet gue tanya! Yang ada gue pengen nangis aja liat dia kaya si Nathan, ya gue pergi aja daripada nangis di sana malu tau. Masa gue nangis dua kali depan dia.”


“Ternyata lo masih mikirin gangsi Hahaha.” 


Melihat Putri yang menertawakannya Vanessa merasa semakin kesal, “Lo mah ah gak asik,” ketus Vanessa.”


Putri mengentikan tawanya, “Eh lupa maaf-maaf. Sok atuh kanjeng ratu di lanjutkan lagi ceritanya.”


“Udah ah males gue!”


“Pak Niko gak berusaha nyegah lo gitu?” tanya Putri.


“Dia narik tangan gue, tapi gue lepasin.”


Putri merasa heran pada dosen tampan itu, kok bisa yah dia pengen keliatan mirip Nathan,“Ini mah kayanya dia suka sama lo deh Nes.”


“Buat apa suka sama gue, jelas-jelas dia tau gue cintanya sama Nathan.”


“Ya justu itu, dia kan mirip sama Nathan mungkin aja dia pengen lo jatuh cinta dengan penampilannya yang mirip Nathan.”


 Vanessa mengrenyitkan keningnya mendengar pendapat Putri yang masuk diakal. “Maksud lo dia pengen gue suka sama dia gitu karena mirip Nathan?”


Melihat Vanessa yang diam tampak berpikir membuat Putri penasaran dengan hati Vanessa, “Sebenernya lo masih cinta gak sih sama si Nathan?”


Vanessa menundukan kepalanya, “Gue gak bisa ngilangin dia dari hati dan pikiran gue ... Dia orang pertama yang berani meluk dan cium gue. Pelukannya tuh bener-bener bikin gue nyaman banget, sampai sekarang gue masih berharap bisa meluk dia lagi,”ungkap Vanessa.


“Sekuat itu perasaan lo Nes, bahkan ini udah hampir setengah taun dan lo gak punya foto atau barang pemberian dia sama sekali tapi lo sulit moveon kaya gini.”


“Gue juga gak tau Put! … gue masih ngerasain Nathan ada di sekitar gue. Bahkan kalau gue memejamkan mata bayangannya tuh jelas banget di kepala gue … gimana gue bisa lupa kalau wajah dia tuh masih terus menghantui otak gue.” Vanessa merasa prustasi, ini bukan keinginannya bahkan dia sudah lelah menangis setiap malam karena bayangan Nathan selalu ada di kepalanya saat dia memejamkan mata untuk tidur.


Terdengar suara notifikasi dari ponsel Vanessa, dia membuka tas nya mengambil ponsel miliknya. “Put ini Pak Niko ngirim gue pesan.” Vanessa menunjukan layar ponselnya pada Putri.


“Ya tinggal buka aja,” perintah Putri.


Vanesssa memabaca isi pesan dari Pak Niko, “Saya tunggu di depan kosan … aduh Put ini gimana? Gue gak mau ketemu dia.”


“Yaudah biarin aja gak usah di balas,” jawab Putri. Dengan santainya Putri berdiri dan mengambil air minum untuk dirinya dan Vanessa, “Udah lo gak usah panik gitu, nih minum dulu biar tenang,” ucap Putri sambil memberikan satu gelas berisi air mineral.

__ADS_1


Vanessa menerima air minum yang di berikan Putri dan langsung menghabiskannya tanpa tersisa.


“Lo cuci muka gih, kusut gitu mukanya ingusan lagi,” sindir Putri.


Dengan wajah cemberutnya Vanessa berjalan mendekati kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Putri baru mengenggam ponsel miliknya namun terdengar suara ketukan di pintu kamar. Dia berjalan dengan malas-malasan dan membuka pintunya. Tubuh Putri menegang melihat dua orang pria yang berdiri di depan Pintu.


 “Vanessanya ada?” 


Putri menganggukan kepalanya, “Vanessa sini cepet,” panggil Putri setengah berteriak.


Vanessa keluar dari kamar mandi, “Apaan sih pake teriak-teriak segala,” ketus Vanessa.


Vanessa menelan ludahnya melihat dua orang pria yang berdiri  di depan pintu kamarnya. Tubuhnya lemas seketika, tenggorokannya tercekat sulit mengeluarkan suara, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


“Ikut aku.”


Vanessa hanya bisa pasrah mengikuti langkah pria di depannya yang menarik tangannya, dia tidak punya tenaga untuk menolaknya.


Kejadian barusan sangat mengejutkan untuknya, di dalam mobil pun Vanessa masih diam tidak bisa bersuara. Dia hanya memandang jalanan di depannya, sampai suara di sampingnya membuyarkan lamunannya.


Pria di balik kemudi sesekali melirik Vanessa, melihat wajah Vanessa yang tampak syok membuatnya khawatir,“Kamu kenapa sakit?” 


***


Hallo semuanya


Udah dapet jawabannya belum ? udah author kasih kisi-kisi nih 'Kaya ujian aja yah 🤭'


Ini mah bonus gak papa yah sedikit juga hehe


Maafkan author yang selalu nanggung dan bikin kalian pinisirin hihi 😁


Jangan lupa Vote, like dan komentarnya yah


Siapa tau author jadi semangat buat cepet-cepet update, karena dapet dukungan dari kalian.

__ADS_1


Love you all ❤️😘


__ADS_2