Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 70 (Nicholas)


__ADS_3

Pagi itu Vanessa sedang fokus pada pekerjaannya, menatap barisan angka yang harus di periksanya. Namun suara wanita yang memanggil namanya mengalihkan fokus Vanessa, “Eh tante,” ucap Vanessa sambil bangkit dari duduknya dan tersenyum pada Mami Nathan.


“Sedang sibuk Nes?” tanya mami sambil melirik layar komputer Vanessa.


Vanessa menggelengkan kepalanya, “Engga ko tan.”


“Kalau begitu ikut tante yah,” ajak mami Nathan.


“Kemana tante?” tanya Vanessa dengan polosnya.


“Kita cari gaun pernikahan,” ucap mami Nathan yang terdengar antusias.


“Gaun pernikahan tante?” tanya Vanessa memastikan, apa tidak terlalu cepat yah. Ko mami Nathan yang mengajaknya mencari gaun, padahal di novel yang dia baca kemarin itu kan harusnya sama calon suaminya.


“Iya,” jawab Mami sambil tersenyum ramah.


Vanessa mengambil tasnya, untung ini masih pagi setidaknya dia tidak perlu ke kamar mandi hanya untuk merapikan penampilannya. Vanessa berjalan keluar dari kubikelnya langsung staf di ruangannya menatap Vanessa dan Mami. Vanessa memang tidak terlalu akrab dengan staf yang lain, itu alasannya selama di kampus Vanessa hanya memiliki Putri sebagai teman sekaligus sahabatnya.


Selama di perjalanan menuju butik maminya Nathan tidak henti-hentinya bericara, dia menceritakan kegundahan Nathan yang tidak bisa mengontrol nafsunya dan itu alasannya Mami langsung ke Bandung untuk menentukan tanggal pernikahan. Vanessa baru tau kalau dia akan menikah dengan Nathan di awal tahun, tepat di tanggal 01 Januari 2021 dan itu artinya mereka akan menikah tiga minggu dari sekarang. Terlalu cepat memang tapi bagaimana lagi Vanessa kemarin sudah menyanggupi saat bertelpon dengan Papanya.


Sasampainya di butik Vanessa di bebaskan untuk memilih gaun pengantin, dia memilih gaun yang terlihat simple namun tampak elegan saat dia mencobanya. Maminya Nathan tidak banyak berkomentar tentang gaun yang Vanessa pilih. Setelah dari butik Vanessa di ajak ke tempat WO untuk membahas tema pernikahannya. Vanessa menyerahkan semuanya pada Mami yang lebih berpengalaman karena jujur Vanessa tidak pernah terlibat sedikitpun pada acara pernikahan.


Setelah urusan acara pernikahannya selesai Mami dan Vanessa berjalan keluar  di sana terlihat Niko yang baru turun dari mobilnya, “Loh ko ada Pak Niko?” pertanyaan itu muncul dibenak Vanessa.


Melihat wajah kebingungan calon menantunya Mami langsung menjelaskan keberadaan Niko, “Mami ada urusan mendadak kamu pulangnya di antar Niko gak papa yah?”


Vanessa menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Mami Nathan, “Iya mi gak papa, mami hati-hati di jalan,” ucap Vanessa. Vanessa memperhatikan mami yang masuk ke mobilnya, “Ayo,” ajak Niko. 

__ADS_1


Tidak ada pilihan lain Vanessa mengekor di belakang Niko dan duduk di samping kemudi, “Ko bapak yang jemput Nathan kemana?” tanya Vanessa saat Niko mulai melajukan mobilnya.


Niko melirik Vanessa sebentar dan kembali fokus ke jalanan, “Nathan sibuk dia sedang memberskan pekerjaan sebelum mengambil cuti … kamu kapan mau ambil cuti?”


“Saya belum satu bulan bekerja masa sudah ambil cuti Pak, memangnya boleh?”


“Apa yang gak boleh buat calon istri CEO?” Niko sengaja menggoda Vanessa dengan senyumannya dan berhasil pipi Vanessa bersemu merah karena ucapannya.


“Pak Nanti cari makan dulu yah saya laper belum makan siang,” ucap Vanessa sambil tersenyum penuh harap.


“Belum jadi istri sahnya Nathan kamu sudah berani memerintah saya,” ucap Niko sambil melirik Vanessa sinis.


“Kalau saya pingsan memangnya bapak mau tanggung jawab?” Vanessa mencoba mengancam Niko, ini balasan untuk calon kaka iparnya yang berani membuatnya kesal saat bibirnya bengkak.


Vanessa tersenyum senang saat Niko memarkirkan mobilnya, meskipun tempat yang di pilih Niko adalah restaurant cepat saji berlogo bapak-bapak berkumis lengkap dengan kaca mata setidaknya bisa membuatnya kenyang. Saat berjalan masuk Niko duduk lebih dulu di meja, “Bapak mau pesan apa?” tanya Vanessa.


Vanessa kembali ke meja Niko dengan tiga potong ayam, satu bungkus nasi, kentang goreng dan dua gelas minuman, “Ini pak kentang goreng sama minumannya, saya gak enak kalau makan sendiri,” ucap Vanessa sambil mendorong kentang goreng dan minuman ke hadapan Niko.


Niko tidak banyak bicara hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah Vanessa karena terlalu fokus pada layar ponselnya.


Vanessa sudah menghabiskan nasi dengan dua ayam goreng, sekarang lanjut ayam ketiga namun suara wanita yang terdengar nyaring membuatnya menghentikan aktifitasnya.


“Vanessa,” teriak Putri dan duduk samping Niko tanpa permisi.


Niko yang terkejut langsung mengalihkan perhatiannya pada teman Vanessa yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


Melihat wajah kesal Niko adalah hiburan bagi Vanessa, “Lo kok di sini?” 

__ADS_1


“Gue mau nongkrong siapa tau dapet om-om ganteng yang di samping gue,” ucap Putri sambil tersenyum memperhatikan Niko.


Vanessa rasanya ingin tertawa melihat Niko yang merasa risih karena ucapan Putri, “Nanti gue doain lo jodoh sama bapak Dosen,” jawab Vanessa sambil tersenyum menggoda Niko, kesempatan ini tidak akan di sia-siakannya, “Kapan lagi bisa mengerjai calon kaka ipar,” pikirnya.


Karena merasa risih dengan sikap Vanessa dan temannya Niko hendak bangkit dari duduknya namun tangannya di tarik oleh Putri, “Bapak mau ke mana? Ini kentang gorengnya masih utuh sini saya suapin yah,” ucap Putri antusias dan mengambil satu kentang goreng dan hendak menyuapkannya pada Niko.


Awalnya Niko menutup mulutnya sebagai penolakan, namun temannya Vanesa itu tetap memaksakan kentang gorengnya masuk ke mulut Niko. Niko melihat ke sekililing yang sedang menatapnya, “Harus segera di akhiri ini,” batin Niko. Dengan terpaksa dia membuka mulutnya menerima suapan dari temannya Vanessa.


“Enak kan pak, sini lagi buka mulutnya aaaa,” ucap Putri sambil membuka mulutnya dan fokus menyodorkan kentang goreng ke hadapan Niko.


“Saya bukan anak kecil,” ketus Niko dia sudah tidak tahan dengan sikap temannya Vanessa.


“Bapak memang bukan anak kecil, udah dewasa banget malahan … ini tuh bagus tau pak mirip adegan romantis suap-suapan gitu,” ucap Putri menggoda Niko.


“Saya tunggu di mobil,” ucap Niko dan beranjak meninggalkan Vanessa dan temannya.


Vanesa tertawa melihat wajah kesal milik Niko, “Eh ko lo bisa sama pak Niko, Nathan ke mana?” tanya Putri sambil menyuapkan kentang goreng yang ada di tangannya.


“Nathan lagi banyak pekerjaan, kebetulan tadi mami minta Pak Niko jemput gue soalnya mami gak bisa anter gue pulang,” jawab Vanessa lalu meneguk minumannya.


“Eh lo mau pulang ke kosan, gue nebeng yah,” ucap Putri antusias, ini kesempatan bagus supaya bisa deket-deket dengan mantan dosen.


“Ayo,” ucap Vanessa sambil bangkit dari duduknya.


 ***


Sabar-sabar ya abang Niko hadepin si Putri 😁

__ADS_1


Meskipun author upnya banyak kalian jangan lupa kasih komentar dan like ya di setiap bab nya❤️


__ADS_2